Minggu, 12 Juni 2021 — Hari Raya Tritunggal Mahakudus

Posted on

Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ dari Komunitas SCJ Yogyakarta Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA

Terpujilah Allah Bapa, dan Putra Allah yang Tunggal, serta Roh Kudus: karena besarlah kasih-Nya bagi kita.

PENGANTAR :

Kita membuka dan menutup doa dengan tanda salib. Kita memulai dan menyelesaikan hidup kita dengan tanda salib pula. Dengan itu Gereja membawa hidup kita kepada Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Memang perjalanan hidup kita hendaknya terarah kepada Bapa, mengikuti jejak langkah Putra, dan dijiwai oleh Roh Kudus-Nya. Semoga Perayaan Ekaristi hari ini mendorong kita untuk membangun kesatuan, memupuk kerukunan dunia, seperti persatuan Bapa, Putra dan Roh Kudus.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putera Bapa yang diberikan kepada dunia, agar setiap orang percaya kepada-Mu tidak binasa, melainkan memiliki hidup abadi. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Putera Allah, yang diutus bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelematkannya. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah yang mengutus Roh Kudus dari Bapa agar kami jangan sampai menjadi anak yatim piatu, melainkan dijiwai oleh Roh-Mu. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa Yang Mahakuasa dan kekal, Engkau telah menyatakan rahmat dan kasih setia-Mu kepada kami dalam diri Yesus, Putra-Mu dan Saudara kami. Penuhilah kami dengan Roh Kudus-Mu yang bagi kami adalah sumber kekuatan dan kehidupan sejati. Demi Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin. 

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Amsal 8:22-31

“Sebelum bumi ada, kebijaksanaan sudah ada.”

Tuhan telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama. Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada. Sebelum samudera raya ada, aku telah lahir, yakni sebelum ada sumber-sumber yang sarat dengan air. Sebelum gunung-gunung tertanam, aku telah ada, dan lebih dahulu daripada bukit-bukit aku telah lahir; sebelum Tuhan membuat bumi dengan padang-padangnya, atau debu dataran yang pertama. Ketika Ia mempersiapkan langit, aku ada di sana, ketika Ia menggaris kaki langit pada permukaan air samudera raya, ketika Ia menetapkan awan-awan di atas, dan mata air samudera raya meluap dengan deras; aku ada di sana; ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi, aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan. Setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan aku senantiasa bermain-main di hadapan-Nya; aku bermain-main di atas muka bumi-Nya, dan anak-anak manusia menjadi kesenanganku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 8:4-5.6-7.8-9

Ref. Betapa megah nama-Mu, Tuhan, di seluruh bumi.

  1. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kaupasang: Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya?

  2. Kauciptakan dia hampir setara dengan Allah, Kaumahkotai dengan kemuliaan dan semarak. Kauberi dia kuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kautundukkan di bawah kakinya.

  3. Domba, sapi dan ternak semuanya; hewan di padang dan margasatwa; burung di udara dan ikan di laut, dan semua yang melintasi arus lautan.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 5:1-5

“Kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Kristus, dalam kasih yang dicurahkan oleh Roh Kudus.”

Saudara-saudara terkasih, kita, yang dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus. Oleh Dia kita beroleh jalan masuk karena iman akan kasih karunia Allah. Di dalam kasih karunia ini kita berdiri, dan kita bermegah dalam pengharapan akan menerima kemuliaan Allah. Bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu, bahwa kesengsaraan itu menimbulkan ketekunan, ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan. Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan ke dalam hati kita oleh Roh Kudus yang telah dikaruniakan kepada kita.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Why 1:8) Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, kepada Allah yang ada sejak dahulu, kini dan sepanjang masa mendatang.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 16:12-15

“Segala sesuatu yang Bapa punya adalah kepunyaan-Ku; Roh akan memberikan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku.”

Bacaan dan Renungan Minggu 16 Juni 2019| Hari Raya TRITUNGGAL MAHAKUDUS – CAREKA (Bacaan Renungan Katolik)

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Masih banyak hal yang harus Kukatakan kepadamu, tetapi sekarang kamu belum dapat menanggungnya. Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya, itulah yang dikatakan-Nya, dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku. Segala sesuatu yang Bapa punya adalah kepunyaan-Ku; sebab itu Aku berkata: Ia akan memberitakan kepadamu apa yang Dia terima dari pada-Ku.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Y. Eko Yuniarto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Tiga Pribadi, Satu Hakikat

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, kembali berjumpa dengan saya Rm. Yustinus Eko Yuniarto SCJ dari komunitas SCJ Yogyakarta, Indonesia, dalam Resi, Renungan Singkat Dehonian, edisi hari Minggu pada Hari Raya Tritunggal Mahakudus, tanggal 12 Juni 2022.  Saya berharap Anda semua ada dalam keadaan sehat dan melimpah berkat.

Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Tuhan. Pemahaman kita orang Kristiani mengenai Allah Trinitas (dari kata trinus dan unitas (Latin), artinya Tritunggal, yang kita pahami sebagai Allah Tritunggal Mahakudus dimana iman kita mengakui satu Allah yang Esa, satu substansi namun hadir dalam tiga pribadi: Allah Bapa dan Putera dan Roh Kudus, yang ketiganya sama esensi, kedudukan, kuasa, dan kemuliaanNya, sudah tidak perlu lagi diperdebatkan lagi, karena dasar biblis (Kitab Suci) dan ajaran Gereja sudah sangat jelas. Namun pertanyaan-pertanyaan terkait hal ini selalu saja muncul karena memang sangat sulit untuk dijelaskan. Kalimat Agustinus dan Anselmus kiranya membantu kita untuk menjalani hidup dalam kepercayaan iman akan Tritunggal Mahakudus ini. Mereka mengatakan: “fides quaerens intelectum”, artinya, iman mencari pemahaman. Maka di sini ada unsur pertanggungjawaban terhadap iman, sehingga cara pandangnya pun harus berbeda, kita beriman bukan karena paham lebih dulu lalu baru beriman, namun iman harus mendahului pemahaman. Dan setelah beriman kita akan memahami misteri iman kita itu.

Teramat sulit menjelaskan bagaimana Tritunggal Mahakudus itu, namun begitulah iman kita, penjelasan apapun selalu tidak mencukupi untuk memberikan pemahaman dan pengertian mengenai Allah Tritunggal, dan itulah yang disebut mysterion, yang masih terselubung, belum terbuka seluruhnya, Allah memang harus penuh dengan misteri, supaya agunglah kemahakuasaan dan kemuliaanNya. Kalau Allah tidak penuh misteri dan terlalu mudah untuk dijelaskan maka hilanglah sifat ketuhananNya. Kita memahami hadirnya Allah melalui berbagai hal, melalui tanda-tanda, melalui wahyu kitab suci, melalui perayaan-perayaan iman, namun kita juga belum menjumpai gambaran Allah yang secara nyata nampak di depan kita. Pemahaman kita masih seperti bayang-bayang. Namun kita percaya akan keberadaanNya. Keberadaan Allah Tritunggal tersirat dalam banyak ayat baik dalam Kitab Suci Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Yesus mendukung kemuliaan Allah Bapa dan Yesus menjadi saksi Allah Bapa. Bapa juga mendukung kemuliaan Yesus Kristus dan Bapa menjadi saksi Yesus Kristus Sang Putra, Roh Kudus mendukung kemuliaan Allah Bapa dan Yesus Kristus, Roh Kudus menjadi saksi kemuliaan Allah Bapa dan Putra.

Semua ini muaranya adalah keselamatan manusia karena kasih Allah Tritunggal itu. Allah Bapa memelihara dan memberikan kasih seorang Bapa yang sempurna. Allah Putra merendahkan diriNya dalam rupa manusia dan mengenakan nama Yesus yang adalah Kristus yang dalam wafat dan kebangkitanNya menunjukkan kekuatan Allah dalam menyelamatkan manusia. Roh Kudus sebagai pembimbing, pendamping, penolong, yang menghibur, dan menyertai kita. Dia yang memimpin kita ke dalam seluruh kebenaran, seperti sabda Yesus tadi. Melalui Yesus Sang Putra kita dipersatukan dengan Bapa dalam Roh Kudus, dan itulah keselamatan.

Mari kita cintai misteri iman yang agung ini. Tuhan memberkati Anda, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA UMAT:

I : Marilah kita berdoa kepada Allah Bapa di surga dengan pengantaraan Kristus, Putra-Nya, dalam persatuan dengan Roh Kudus.

L : Bagi Gereja-gereja Kristus: Ya Bapa, utuslah Roh-Mu kepada umat yang mengimani Tritunggal Mahakudus agar mereka mampu menjadi tanda persatuan cinta kasih Bapa dan Putra dan Roh Kudus bagi dunia. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi Nusa dan Bangsa: Ya Bapa, semoga Nusa dan Bangsa kami yang mengimani Dikau sebagai Allah Yang Maha Esa, Kauberkati dalam membangun negara yang adil dan makmur merata. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi yang miskin dan terlantar: Ya Bapa, semoga kami dapat selalu dijiwai oleh cinta kasih-Mu yang sungguh agung bagi kami sehingga sanggup memperhatikan kepentingan mereka yang miskin dan terlantar. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi paroki kita: Ya Bapa, semoga umat di paroki kami membina persaudaraan dan persatuan dalam iman, sehingga makin banyak orang yang tertarik untuk mengenal dan bersatu dengan Dikau. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Allah Bapa Yang Maharahim, dengarkanlah doa-doa kami dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu. Dalam diri Kristus, Engkau hadir dan menyelamatkan kami. Semoga berkat dorongan Roh Kudus, kami dapat tumbuh sebagai Gereja-Mu yang giat dan bersemangat dalam mewartakan karya kasih-Mu. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin\

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa Yang Mahakudus, penuhilah kami dengan nafas kehidupan-Mu. Terimalah dengan rela ucapan syukur kami dalam roti dan anggur ini atas Yesus, Sabda-Mu, yang telah memperlihatkan wajah-Mu kepada kami. Dialah cahaya kehidupan kami, Tuhan Pengantara kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Galatia 4:6

Karena kamu adalah anak, Allah telah mengutus Roh Anak-Nya ke dalam hati kita, yang berseru, “Ya Abba, ya Bapa”.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa di surga, curahkanlah Roh Putra-Mu ke dalam hati kami, agar hati kami tergerak untuk senantiasa berbagi kasih kepada sesama seperti Kristus sendiri. Semoga karena-Nya, dunia menyerahkan dirinya kepada kebangkitan abadi dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Baca Juga:  Senin, 18 Juli 2022 – Hari Biasa Pekan XVI

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.