Kamis, 09 Juni 2022 – Hari Biasa Pekan X

Posted on

Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas SCJ Paroki St. Frans de Sales Palembang – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yohanes 13:24

Perintah baru kuberikan kepada kalian, yaitu agar kalian saling menaruh cinta kasih, sebagaimana Aku menaruh cinta kasih kepada kalian.

PENGANTAR:

Tuntutan berat yang diajukan Yesus dalam Injil mengandaikan ketulusan dan kejujuran penuh terhadap sesama dan terhadap Allah. Hal ini terutama terungkap bila kita bertemu di sekitar altar. Doa kita akan dikabulkan Tuhan, bila kita sebagaimana Nabi Elia menjadi orangnya Tuhan.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahakudus, utuslah kiranya Sabda-Mu dan siramlah bumi dengan hujan keselamatan. Baruilah kami selalu seturut citra Yesus, Adam Baru. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 18:41-46

“Elia berdoa, dan langit menurunkan hujan.”

Sesudah peristiwa di Gunung Karmel, Elia berkata kepada Raja Ahab, “Pergilah, makan dan minumlah, sebab bunyi derau hujan sudah kedengaran.” Lalu Ahab pergi untuk makan dan minum. Tetapi Elia naik ke puncak Gunung Karmel, lalu ia membungkuk ke tanah dengan mukanya di antara kedua lutut. Sesudah itu ia berkata kepada hambanya, “Naiklah ke atas, pandanglah ke arah laut!” Hamba itu naik ke atas, ia melihat ke arah laut dan berkata, “Tidak ada apa-apa.” Kata Elia, “Pergilah sekali lagi!” Demikianlah sampai tujuh kali. Pada ketujuh kalinya berkatalah hamba itu, “Wah, awan kecil sebesar telapak tangan timbul dari laut.” Lalu kata Elia, “Pergilah dan katakan kepada Raja Ahab: Pasang keretamu dan turunlah, jangan sampai engkau terhalang oleh hujan.” Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat. Ahab naik kereta lalu pergi ke Yizreel. Tetapi kuasa Tuhan berlaku atas Elia. Ia mengikat pinggangnya dan berlari mendahului Ahab sampai ke jalan yang menuju Yizreel.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 65:10abcd.10e-11.12-13

Ref. Tuhan memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera.
atau Orang yang tulus akan memandang wajah-Mu, ya Tuhan

  1. Engkau mengindahkan tanah, lalu mengaruniainya kelimpahan; Engkau membuatnya sangat kaya. Sungai-sungai Allah penuh air; Engkau menyediakan gandum bagi mereka.

  2. Ya, beginilah Engkau menyediakannya: Engkau mengairi alur bajaknya, dan membasahi gumpalan-gumpalan tanahnya; dengan derus hujan Engkau menggemburkannya dan memberkati tumbuh-tumbuhannya.

  3. Engkau memahkotai tahun dengan kebaikan-Mu, jejak-Mu mengeluarkan lemak; tanah-tanah padang gurun mengalirkan air, bukit-bukit berikat pinggangkan sorak-sorai.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Mat 13:34)  Perintah baru Kuberikan kepada kalian, sabda Tuhan; yaitu supaya kalian saling mengasihi, sebagaimana Aku telah mengasihi kalian.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:20-26

“Barangsiapa marah terhadap saudaranya, harus dihukum.”

Bacaan dan Renungan Kamis 14 juni 2018 – CAREKA (Bacaan Renungan Katolik)

Dalam khotbah di bukit, berkatalah Yesus, “Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar daripada hidup keagamaan para ahli Taurat dan orang-orang Farisi, kalian tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Kalian telah mendengar apa yang disabdakan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya, harus dihukum! Barangsiapa berkata kepada saudaranya: ‘Kafir!’ harus dihadapkan ke mahkamah agama, dan siapa yang berkata: ‘Jahil!’ harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah, dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dia di tengah jalan, supaya lawanmu jangan menyerahkan engkau kepada hakim, dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya, dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar utangmu sampai lunas.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya, Romo Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas Paroki Santo Fransiskus De Sales Palembang dalam Resi – Renungan Singkat Dehonian Edisi Kamis, 9 Juni 2022. Mari kita dengarkan dan renungkan bersama bacaan dari Injil Matius 5:20-26.

Saudara/I, Para Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih. Dalam bacaan Injil hari ini, kita bisa melihat ada dua versi cara hidup yang benar yaitu versi para ahli Taurat – orang-orang Farisi dan versi Yesus sendiri.

Hidup yang benar menurut para ahli Taurat dan orang-orang Farisi pada jaman Yesus adalah melulu tentang menjaga aturan. Mereka akan melakukan apa yang diperintahkan hukum dan menghindari apa yang dilarang hukum. Tidak salah memang. Tetapi hidup benar yang Yesus minta dari para muridNya tidak hanya sekedar taat hukum melain mengenai hukum Kasih; mengasihi Allah dan mengasihi sesama manusia dan menunjukkan perbuatan kasih itu dalam berbagai cara yang mereka bisa. Yesus datang bukan untuk melemahkan ajaran Perjanjian Lama atau Hukum Taurat, tetapi untuk menyempurnakannya. Yesus membawa pesan pewartaan yang lebih dalam daripada sekadar ketaatan pada hukum yang menjadi perhatian orang-orang Farisi. Yesus menawarkan sebuah cara pandang baru dalam memaknai hukum Allah sendiri yaitu tentang menjalani kehidupan moral yang sehat, dan merangkul nilai-nilai Injil tentang pengampunan dan rekonsiliasi.

Para Ahli Taurat dan Orang-orang Farisi nampaknya lebih mementingkan kasih Allah daripada kasih sesama. Tetapi bagi Yesus keduanya terkait erat. Dia menarik perhatian pada pentingnya hubungan yang benar dengan Tuhan DAN orang lain. Rekonsiliasi dan pengampunan adalah inti dari semua hubungan.

Saudara-saudaraku terkasih, mari kita sejenak merenung. Jangan-jangan kita juga masih seperti orang-orang Farisi dan Para Ahli taurat ini dalam hidup kita sebagai orang Kristen. Kita begitu taat pada ajran Gereja dan rajin ke Gereja, rajin ikut doa-doa, aktif dalam kegiatan hidup menggereja, tetapi kesulitan untuk mengampuni orang yang bersalah kepada kita, masih menyimpan dendam pada orang lain yang sudah melukai kita, masih mudah menggosip, menghakimi sesama, atau bahkan hidup kita merugikan orang lain. Tuhan ingin kita memiliki dua bentuk kasih itu, setia mengungkapkan iman kita dalam peribadatan kita dan keterlibatan hidup kita dalam menggereja, sekaligus juga mewujudkan iman kita melalui cara hidup kita di tengah keluarga dan lingkungan hidup kita.

Saya memberkati saudara dengan berkat Allah yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin  Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa mahakudus, berkenanlah menerima ucapan syukur kami bahwasanya Yesus telah melunasi hutang kami dan telah membuka kerajaan-Mu bagi kami. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 5:20

Jika hidup keagamaan kalian tidak lebih benar daripada hidup keagamaan kaum Farisi kalian takkan masuk ke dalam kerajaan surga.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, ajarilah kami berlatih diri dalam kebajikan sejati yang mampu menghalau segala dosa dari dunia berkat Yesus Putra-Mu Semoga hidup kami ditandai pula dengan Roh-Nya Sebab Dialah ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: