Jumat, 27 Mei 2022 – Hari Biasa Pekan VI Paskah (Novena Roh Kudus Hari Pertama)

Posted on

Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ dari Komunitas SCJ Postulat Novisiat St.Yohanes Gisting-Lampung Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Wahyu 5:9-10

Tuhan, Engkau telah menebus kami dengan darah-Mu dari tiap suku, bahasa, rakyat, dan bangsa, dan Engkau telah menjadikan kami raja dan imam bagi Allah. Alleluya.

PENGANTAR:

“Kalau Tuhan bersama kita, siapa berani melawan kita?” Kita tidak usah menunggu sampai dunia penuh bunga untuk begembira dan berbahagia. Tuhan menjaga kita. Kita tak usah cemas. Yesus telah menubuatkan sukacita itu. “Kamu akan sedih, tetapi kesedihanmu akan berubah menjadi sukacita.” Kita yang yakin bahwa Yesus hidup punya alasan untuk selalu tabah dan gembira.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa pokok keselamatan kami, berkat kebangkitan Kristus kami lahir kembali dalam pembaptisan dan menerima hidup baru. Arahkanlah hati kami kepada Kristus, yang kini duduk di sisi kanan-Mu. Semoga kami Kauanugerahi hidup abadi, bila Penyelamat kami datang dalam kemuliaan. Sebab Dialah Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 18:9-18

“Banyak umat-Ku di kota ini!”

Ketika Paulus ada di kota Korintus, Tuhan berfirman kepadanya pada suatu malam di dalam suatu penglihatan, “Jangan takut! Teruslah memberitakan firman dan jangan diam! Sebab Aku menyertai engkau dan tidak ada seorang pun yang akan menjamah dan menganiaya engkau, sebab banyak umat-Ku di kota ini.” Maka tinggallah Paulus di situ selama satu tahun enam bulan, dan ia mengajarkan firman Allah di tengah-tengah mereka. Akan tetapi setelah Galio menjadi gubernur di propinsi Akhaya, bangkitlah orang-orang Yahudi bersama-sama melawan Paulus. Mereka membawa dia ke depan pengadilan. Kata mereka, “Ia ini berusaha meyakinkan orang untuk beribadah kepada Allah dengan jalan yang bertentangan dengan hukum.” Ketika Paulus hendak memulai berbicara, berkatalah Galio kepada orang-orang Yahudi itu, “Hai orang-orang Yahudi, sekiranya dakwaanmu mengenai suatu pelanggaran atau kejahatan, sudahlah sepatutnya aku menerima perkaramu. Tetapi dalam hal ini adalah perselisihan tentang perkataan, nama, atau hukum yang berlaku di antara kamu, maka hendaklah kamu sendiri mengurusnya; aku tidak rela menjadi hakim atas perkara yang demikian.” Lalu Galio mengusir mereka dari ruang pengadilan. Maka semua orang menyerbu Sostenes, kepala rumah ibadat, lalu memukulinya di depan pengadilan itu; tetapi Galio sama sekali tidak menghiraukan hal itu. Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 47:2-3.4-5.6-7

Ref. Allah telah naik, diiringi sorak-sorai. Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala.

  1. Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai! Sebab Tuhan, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja agung atas seluruh bumi.

  2. Ia menaklukkan bangsa-bangsa ke bawah kuasa kita, Ia menundukkan suku-suku bangsa ke bawah telapak kaki kita; Ia memilih bagi kita tanah pusaka kita, kebanggan Yakub yang dikasihi-Nya.

  3. Allah telah naik diiringi sorak-sorai, Tuhan mengangkasa diiringi bunyi sangkakala. Bermazmurlah bagi Allah, bermazmurlah! Kidungkanlah mazmur bagi Raja kita, kidungkan mazmur!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Luk 24:46,26) Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 16:20-23a

“Tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu daripadamu.”

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi akan penderitaannya, karena kegembiraan bahwa seorang manusia telah dilahirkan ke dunia. Demikian juga kamu sekarang diliputi dukacita, tetapi Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira, dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu. Dan pada hari itu kamu tidak akan menanyakan apa-apa pada-Ku.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Jenli Imawan SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah hati Yesus melalui Hati Maria.

Terpujilah Hati Yesus melalui hati Maria. Pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Romo Jenli, SCJ dari Komunitas Postulat – Novisiat SCJ Gisting, Lampung dalam ReSi (Renungan Singkat) Dehonian, edisi hari Jumat, 27 Mei 2022.

Berbicara tentang kisah mencinta Kristus, hal tersebut tidak terlepas dengan pengorbanan yang berujung pada penyaliban. Kisah itu sangat kuat menggema dalam hati setiap umat Kristiani: (bahwa) Allah dalam Diri Manusia biasa, memberikan Diri dan mau berkorban bagi Dia – yang dipanggil sebagai Bapa-Nya – dan bagi manusia. Itu semua bukanlah sebuah ilusi atau fantasi. Itu semua berbicara tentang realitas, artinya berbicara tentang kenyataan yang menyejarah, sebab Kristus hadir dan mati sebagaimana tertulis dalam Kitab Suci dengan beberapa saksi yang melihat.

Mari kita kembali pada pengalaman salib atau penderitaan Kristus. Meski bagi Kristus, pengalaman itu bukanlah pengalaman yang mudah, namun Ia berani untuk menerimanya. Kristus Yesus adalah manusia biasa, tentu Ia pun memiliki ketakutan terhadap rasa sakit dan derita. Didasarkan pada cinta-Nya pada Allah dan manusia, Yesus pun pada akhirnya berani dan menerimanya. Ia melewati kisah derita itu dengan sebuah keputusan final: “Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi” (Luk 22: 42). Dari keputusan bulat itu, Kristus pun pada akhirnya memasuki episode sengsara, yang dimulai dengan pengkhianatan dari seorang sahabat – murid-Nya: Yudas Iskariot; berlanjut pada jalan salib; berakhir pada penyerahan hidup-Nya kepada tangan Bapa-Nya. Itu semua merupakan episode penderitaan yang dilalui-Nya. Meski semuanya adalah jalan penuh derita, namun pada akhirnya berujung pada sukacita, yakni terlaksananya kehendak Bapa dan penebusan bagi manusia.

Tuhan dalam Injil pada hari ini bersabda: “Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita”. Bersatu pada jalan penderitaan Kristus yang berbuah pada sukacita Hati Allah dan keselamatan manusia, kita pada hari ini diundang untuk ikut dalam dinamika hidup yang sama. Proyek keselamatan Allah yang telah dimulai oleh Kristus, tetap harus berlanjut lewat cara hidup kita. Allah ingin agar kita menjadi rekan kerja-Nya. Itu berarti bahwa dengan cara hidup, kita menghadirkan arti keselamatan bagi orang-orang di sekitar. Tentu ada hal-hal yang tidak mudah, bahkan itu juga menuntut pengorbanan. Namun yakinlah bahwa niat baik kita akan berakhir pada sukacita, yakni bahwa kita dapat menyenangkan Hati Allah dan menjadi pewarta keselamatan bagi sesama.

Semoga Hati Kudus Yesus, selalu memberkati kita. Amin.

DOA MOHON TUJUH KURNIA ROH KUDUS (Didoakan setelah homili)

1. Datanglah, ya Roh Hikmat,

P+U.   turunlah atas diri kami. Ajarlah kami menjadi orang bijak, terutama agar kami dapat menghargai, mencintai, dan mengutamakan cita-cita surgawi. Dan semoga kami Kau lepaskan dari belenggu dosa dunia ini.

2. Datanglah, ya Roh Pengertian,

P+U.   turunlah atas diri kami. Terangilah budi kami, agar dapat memahami ajaran Yesus, Sang Putra, dan melaksanakannya dalam hidup sehari-hari.

3. Datanglah, ya Roh Nasihat,

P+U.  dampingilah kami dalam perjalanan hidup yang penuh gejolak ini. Semoga kami selalu melakukan yang baik dan benar, serta menjauhi yang jahat.

4. Datanglah, ya Roh Keperkasaan,

P+U.   kuatkanlah hamba-Mu yang lemah ini, agar tabah menghadapi segala kesulitan dan derita. Semoga kami Kau kuatkan dengan memegang tangan-Mu yang senantiasa menuntun kami.

5. Datanglah, ya Roh Pengenalan akan Allah,

P+U.  ajarlah kami mengetahui bahwa semua yang ada di dunia ini sifatnya sementara saja. Bimbinglah kami, agar tidak terbuai oleh kemegahan dunia. Bimbinglah kami, agar dapat menggunakan hal-hal duniawi untuk kemuliaan-Mu.

6. Datanglah, ya Roh Kesalehan,

P+U.   bimbinglah kami untuk terus berbakti kepada-Mu. Ajarilah kami menjadi orang yang tahu berterimakasih atas segala kebaikan-Mu. Semoga kami berani menjadi teladan kesalehan bagi orang-orang di sekitar kami.

7. Datanglah, ya Roh Takut akan Allah,

P+U.   ajarlah kami untuk takut dan tunduk kepada-Mu, dimana pun kami berada. Tegakkanlah kami agar selalu berusaha melakukan hal-hal yang berkenan kepada-Mu.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa pengasih dan penyayang, terimalah roti anggur umat-Mu. Semoga dengan bantuan perlindungan-Mu kami tetap memelihara anugerah-Mu di dunia dan memperoleh kurnia-Mu di surga. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Roma 4:25

Kristus Tuhan kita telah diserahkan karena dosa kita, dan dibangkitkan untuk menyelamatkan kita. Alleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, kasihanilah kami dan jagalah selalu umat yang sudah Kauselamatkan. Kami sudah ditebus oleh wafat dan derita Putra-Mu. Semoga kami bergembira atas kebangkitan-Nya. Demi Kristus ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: