Kamis, 19 Mei 2022 – Hari Biasa Pekan V Paskah

Posted on

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Keluaran 15:1-2⁣

Mari kita memuji Allah, pahlawan yang gagah perkasa. Ia menyelamatkan kita dengan kekuatan-Nya yang jaya. Aleluya.⁣

PENGANTAR⁣

Gereja yang masih muda dihadapkan pada persoalan berat: Apakah agama baru ini mau berpegang teguh pada adat istiadat Yahudi ataukah mau menjadi universal di mana semua orang dapat masuk? Bagaimana para rasul memecahkan persoalan itu, akan kita dengar hari ini. Mereka yang bertobat dari dunia kafir tidak dibebani yang tidak perlu. Barangsiapa mau meng ikuti Yesus, harus melaksanakan tuntutan Tuhan: hidup dalam cinta kasih dan membawa kabar gembira mana saja.⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa pembebas umat, kami telah Kaubebaskan dari kejahatan dan Kauselamatkan dari kebinasaan berkat iman kami.. Bantulah kami dengan rahmat-Mu, supaya tetap bertekun dalam iman. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 15:7-21

“Kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah.”

Para Rasul dan penatua-penatua jemaat di Yerusalem bersidang, membicarakan soal sunat. Sesudah beberapa waktu lamanya berlangsung tukar pikiran, berdirilah Petrus dan berkata kepada para rasul serta penatua-penatua, “Saudara-saudara, kamu tahu, bahwa sejak semula Allah telah memilih aku di antara kamu, supaya dengan perantaraan mulutku bangsa-bangsa lain mendengar berita Injil dan menjadi percaya. Dan Allah, yang mengenal hati manusia, telah menyatakan kehendak-Nya untuk menerima mereka, sebab Ia mengaruniakan Roh Kudus juga kepada mereka sama seperti kepada kita. Allah sama sekali tidak mengadakan perbedaan antara kita dengan mereka, sesudah Ia menyucikan hati mereka oleh iman. Kalau demikian, mengapa kamu mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga.” Maka diamlah seluruh umat itu, lalu mereka mendengarkan Paulus dan Barnabas menceritakan segala tanda dan mukjizat yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka di tengah-tengah bangsa lain. Setelah Paulus dan Barnabas selesai berbicara, berkatalah Yakobus, “Saudara-saudara, dengarkanlah aku: Simon telah menceritakan,bahwa sejak semula Allah menunjukkan rahmat-Nya kepada bangsa-banga lain, yaitu dengan memilih suatu umat dari antara mereka bagi nama-Nya. Hal itu sesuai dengan ucapan-ucapan para nabi seperti yang tertulis: Aku akan kembali dan membangunkan kembali pondok Daud yang telah roboh. Reruntuhannya akan Kubangun kembali dan akan Kuteguhkan, supaya semua orang lain mencari Tuhan, juga segala bangsa yang tidak mengenal Allah yang Kusebut milik-Ku, demikianlah firman Tuhan yang melakukan semuanya, yang telah diketahui dari sejak semula ini. Sebab itu aku berpendapat, bahwa kita tidak boleh menimbulkan kesulitan bagi mereka yang dari bangsa-bangsa lain yang berbalik kepada Allah. Tetapi kita harus menulis surat kepada mereka, supaya mereka menjauhkan diri dari makanan yang telah dicemarkan berhala-berhala, dari percabulan, dari daging binatang yang mati dicekik dan dari darah. Sebab sejak zaman dahulu hukum Musa diberitakan di tiap-tiap kota, dan sampai sekarang hukum itu dibacakan tiap-tiap hari Sabat di rumah-rumah ibadat.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 96:1-2a.2b-3

Ref. Kisahkanlah karya-karya Tuhan yang ajaib di antara segala suku.

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi! Nyanyikanlah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

  2. Kabarkanlah dari hari ke hari keselamatan yang datang dari Tuhan. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, kisahkanlah karya-karya-Nya yang ajaib di antara segala suku.

  3. Katakanlah di antara bangsa-bangsa: Tuhan itu raja! Dunia ditegakkan-Nya, tidak akan goyah, Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 10:27) Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku, sabda Tuhan. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 15:9-11

“Allah telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah.”

Rahasia Pohon Berbuah dengan Rumus Fotosintesis - Kompasiana.com

Dalam amanat perpisahan-Nya, Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu. Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Jumpa Kembali Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Palembang dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Kamis, 19 Mei 2022, Hari Biasa Pekan V Paskah. Semoga belas kasih dan kerahiman, serta berkat melimpah dari Hati Kudus Yesus turun atas kita semua. Amin

Tema Resi kita kali ini adalah: Tinggal dalam kasih Hati YesusMarilah kita mempersiapkan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Para Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Pada hari ini Tuhan memberikan perintah yang sangat-sangat sederhana namun ternyata dalam praktiknya tidaklah mudah, perintah itu adalah, Tinggallah di dalam kasih-Ku.” Sangatlah sederhana, kita diminta untuk tingggal dalam kasih Tuhan, kasih Hati Yesus. Dan sekali lagi Tuhan Yesus mengatakan,Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Tuhan Yesus tidak hanya sekedar memberi perintah, namun Dia juga memberikan teladan, bagaimana tinggal dalam kasih Bapa-Nya. Nah saudari-saudaraku, apa yang bisa kita ambil maknanya dari bacaan yang kita dengar hari ini? Saya menawarkan 3 hal saja.

  1. Tuhan Yesus sangat mengasihi kita, Dia sangat rindu agar kita sungguh mau menerima uluran kasih-Nya dan mau tinggal dalam kasih-Nya, tinggal dalam Hati-Nya. Vererabilis Leo Dehon pendiri SCJ dalam refleksinya menemukan bahwa akar dari kejahatan, kemalangan dan penderitaan yang dialami umat manusia adalah karena penolakan atas cinta kasih Kristus. Penolakan inilah yang menjadi akar dari semua malapetaka yang sedang melanda kehidupan manusia dalam rupa berbagai kejahatan dan berakibat pada penderitaan banyak orang. Menolak cinta kasih Kristus berarti menjauh, meninggalkan dan bahkan bertentangan dengan cinta kasih itu sendiri, yang juga berarti melawan cinta kasih. Padahal kita ada dan hidup hanya karena cinta kasih Allah dan semakin dikuatkan dalam penebusan Kristus di kayu salib. Sahabatku, Tuhan sungguh rindu agar kita semua tinggal dalam Kasih-Nya, jangan tolak kasih Allah kepada kita.

  2. Tuhan Yesus memberi teladan bagaimana itu tinggal dalam kasih, yaitu dengan melaksanakan perintah Bapa-Nya untuk mengasihi dan menyelamatkan manusia yang berdosa, menebus dosa manusia dengan pengurbanan-Nya. Kasih Kristus kepada kita bukanlah sebuah ide abstrak yang kering, yang jauh dari harapan kita, bukan pula sekadar refleksi teologis. Kita semua sudah mengalami kasih itu. Kasih itu sungguh lekat dengan kehidupan kita. Sesuatu yang kita sudah alami pasti lebih mudah untuk kita bagi. Kita hanya diminta untuk membagikan pengalamaan kasih Allah kepada sesama kita.

  3. Mengasihi itu membahagiaan. Sesuatu yang mudah akan tetap menjadi sulit bagi mereka yang enggan untuk melakukannya. Sebaliknya, sesuatu yang nampaknya sulit tetapi kalau dilakukan dengan penuh kasih akan menggembirakan. Oleh karena itu Tuhan Yesus mengajarkan bahwa perintah yang Dia berikan bukan hanya tidak sukar, tetapi menggembirakan. Perintah Kristus sangat menggembirakan karena dilandaskan pada kasih. Segala sesuatu kalau digerakkan oleh cinta-kasih, semua akan dilakukan dengan gembira. Di samping itu, perintah Tuhan ini juga menggembirakan karena mendatangkan sukacita yang besar. Tuhan mengatakan, “Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh.”. Sukacita milik Yesus sudah ada dalam diri kita. Dia ingin supaya sukacita itu tetap ada pada kita terlebih lagi sukacita kita menjadi penuh. Mengasihi pasti mendatangkan sukacita, dan sukacita yang penuh menghadirkan kebahagiaan bagi kita. Bukan hanya di masa sekarang, namun juga di akhir zaman saat kita mengalami persatuan sempurna dengan Kristus yang telah mengasihi kita dengan sempurna.

Para sehabatku yang dikasihi dan mengasihi hati Yesus, mari kita selalu dan senantiasa tinggal dalam kasih Hati Yesus, dengan senantiasa mendekatkan diri dengan-Nya, menyambut sakramen-sakramen kasih-Nya khususnya Ekaristi. Dan mari kita bagikan kasih Tuhan yang telah meresap dalam hidup kita kepada sesama kita. Dan semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita. Tuhan memberkati. Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣

Allah Bapa sumber kepercayaan, roti anggur persembahan kami ini akan Kauubah menjadi tubuh darah Kristus Putra-Mu terkasih. Demikian pula kami manusia lemah ini Kauangkat menjadi putra dan putri-Mu sendiri. Kami mohon, semoga kami hidup sesuai dengan kebenaran yang kami imani. Demi Kristus, ….⁣

ANTIFON KOMUNI  — II Korintus 5:15⁣

Kristus telah wafat untuk semua orang agar mereka yang hidup bukan lagi hidup bagi dirinya sendiri, melainkan bagi Kristus, yang telah wafat dan bangkit bagi mereka. Aleluya.⁣

DOA SESUDAH KOMUNI⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaruan hidup, Engkau telah menyegarkan umat dengan sakramen-Mu. Semoga kami dapat beralih dari hidup lama ke hidup yang baru. Demi Kristus, ….⁣

DOANLOAD AUDIO RESI: