Selasa, 17 Mei 2022 – Hari Biasa Pekan V Paskah

Posted on

Rm. Agustinus Guntoro SCJ dari Komunitas SCJ Martino Capelli – Hong Kong

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Wahyu 19:7.6

Marilah kita bergembira dan memuliakan Tuhan, Raja yang mahakuasa. Alleluya.

PENGANTAR:

Dalam Kisah Para Rasul, dikatakan bahwa di antara para pengikut Kristus tiada seorang pun yang berkekurangan. Tak seorang pun berkata, bahwa sesuatu dari kepunyaannya adalah miliknya sendiri. Maka semua berkecukupan. Bila kita bertemu di sini dan membagi-bagikan rezeki, maka hendaknya kita bagikan lebih lanjut cinta kasih Yesus, sehingga tiada yang menderita kelaparan dan tiada di antara kita yang berkekurangan. Marilah kita sehati dan sejiwa saling memperhatikan. Itulah kelahiran baru dalam Roh yang dibicarakan Yesus dalam Injil.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa maha penyayang, utuslah Roh Kudus dan jadikanlah kami manusia baru. Ciptakanlah dunia ini menjadi baru dan perkenankanlah kami sehati sebudi mengakui kemurahan hati-Mu terhadap kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 14:19-28

“Mereka menceritakan kepada jemaat, segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka.”

Waktu Paulus dan Barnabas di Kota Listra datanglah orang-orang Yahudi dari Antiokhia dan Ikonium, dan mereka membujuk orang banyak supaya memihak mereka. Lalu mereka melempari Paulus dengan batu, dan menyeretnya ke luar kota, karena mereka menyangka, bahwa ia telah mati. Akan tetapi ketika murid-murid berdiri mengelilingi dia, bangkitlah ia lalu masuk ke dalam kota. Keesokan harinya berangkatlah ia bersama-sama dengan Barnabas ke Derbe. Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di Kota Derbe dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid, dan menasihati mereka supaya bertekun di dalam iman. Mereka pun mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara. Di tiap-tiap jemaat rasul-rasul itu menetapkan penatua-penatua bagi jemaat setempat, dan setelah berdoa dan berpuasa, mereka menyerahkan penatua-penatua itu kepada Tuhan, yang adalah sumber kepercayaan mereka. Paulus dan Barnabas menjelajah seluruh Pisidia dan tiba di Pamfilia. Di situ mereka memberitakan firman di Perga, lalu pergi ke Atalia, di pantai. Dari situ berlayarlah mereka ke Antiokhia. Di tempat itulah mereka dahulu diserahkan kepada kasih karunia Allah untuk memulai pekerjaan yang kini telah mereka selesaikan. Setibanya di situ mereka memanggil jemaat berkumpul, lalu mereka menceritakan segala sesuatu yang dilakukan Allah dengan perantaraan mereka, dan bahwa Ia telah membuka pintu bagi bangsa-bangsa lain kepada iman. Di situ mereka lama tinggal bersama-sama dengan murid-murid.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 145:10-11.12-13ab.21

Ref. Orang-orang yang Kaukasihi, ya Tuhan, mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu.

  1. Segala yang Kaujadikan akan bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu.

  2. Mereka memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan memaklumkan kerajaan-Mu yang semarak mulia. Kerajaan-Mu ialah kerajaan abadi. Pemerintahan-Mu lestari melalui segala keturunan.

  3. Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan dan biarlah segala makhluk memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Luk 24:46,26) Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati, untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 14:27-31a

“Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu.”

Yohanes 14:27 Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu. | Alkitab Terjemahan Baru (TB) |

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu! Kamu telah mendengar, bahwa Aku telah berkata kepadamu: Aku pergi, tetapi Aku datang kembali kepadamu. Sekiranya kamu mengasihi Aku, kamu tentu akan bersukacita karena Aku pergi kepada Bapa-Ku, sebab Bapa lebih besar daripada Aku. Sekarang juga Aku mengatakannya kepadamu sebelum hal itu terjadi, supaya apabila hal itu terjadi, kamu percaya. Tidak banyak lagi Aku berkata-kata dengan kamu, sebab penguasa dunia ini datang, namun ia tidak berkuasa sedikit pun atas diri-Ku. Tetapi dunia harus tahu, bahwa Aku mengasihi Bapa, dan bahwa Aku melakukan segala sesuatu seperti yang diperintahkan Bapa kepada-Ku.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Guntoro SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Hai para sahabat dimana pun Anda berada, saya, Agustinus Guntoro, scj dari komunitas Martino Capelli di Hong Kong, menyapa dan mengundang Anda untuk sejenak bersama  RESI (Renungan Singkat) Dehonian, hari ini, tanggal 17 Mei 2022.

Para sahabatku yang terkasih, tentunya ada banyak sekali alasan bagi kita untuk bahagia. Dalam Injil yang baru saja kita dengarkan tadi, paling tidak saya mencatat dua alasan mendasar mengapa kita semestinya bahagia, tidak perlu gelisah, dan gentar menghadapi apa pun yang ada di dunia ini.

Yang pertama, peneguhan Tuhan Yesus kepada kita bahwa setiap anugerah yang diberikanNya tidak seperti yang diberikan oleh dunia. Wuih… menarik nih! Tuhan Yesus sepertinya menantang dunia dan kita semua, “Ayo dunia, coba tunjukkan, apa yang bisa kamu berikan kepada orang-orang, supaya mereka mengalami damai sejahtera yang tak tergantikan!!” Hmmm… Dunia mungkin segera memamerkan hasil-hasil karyanya, semacam perkembangan teknologi yang menakjubkan, kemajuan manusia dalam berkomunikasi dengan cepat dan efektif, menunjukkan betapa kuasanya uang dalam menyelesaikan banyak masalah, dan aneka macam gelimang dunia yang menawarkan kemudahan dan kebahagiaan. Tetapi apakah dunia sungguh mampu memberikan segala-galanya yang dibutuhkan oleh manusia? Sampai detik ini, saya belum melihat kesaksian otentik bahwa dunia telah menjawab semua persoalan manusia, kecuali dari mereka, orang-orang tertentu, yang khilaf, sombong, dan lupa diri. Akhirnya, Yesuslah tujuan dan akhir dari petualangan kita, anak dunia ini.

Yang kedua, seringkali Yesus menggunakan kalimat ini untuk memperkuat dalilNya, “Bapa itu lebih besar.” Terus terang, itu kedengarannya lucu bagi saya. Itu mirip dengan saya diwaktu kecil, ketika bertemu teman-teman sebaya, lantas membanggakan ayahnya masih-masing. Ada yang bilang, “Bapakku hebat, karena dia seorang polisi.” Ada juga yang bilang, “Bapakku lebih hebat dari bapakmu, karena bapakku seorang tentara.” Tentu, saya nggak bisa ikut bersombong-sombong-ria bersama mereka, karena bapakku hanya seorang petani. Nah rupanya, bangsa Israel itu mirip mentalitasnya dengan anak-anak kecil di zamanku, yaitu suka membangga-banggakan leluhurnya sebagai yang paling hebat, paling besar, dan lain sebagainya. Itulah mengapa Yesus sering meyakinkan para pendengarNya dengan menyebut bahwa BapaNya lebih besar dari segala sesuatu, termasuk dari segala hal yang pernah diterima oleh para leluhur bangsa Yahudi, salah satunya yang fenomenal dan dibangga-banggakan adalah sejarah menerima roti Manna. Kalau kembali ke kita nih, kita mau main besar-besaran juga? Hehehe…. kita pantas sih berbangga segala kebesaran sejarah dibelakang kita. Namun dihadapanNya, kita dengan segala kebanggaan itu, tidak ada seujung kuku dengan kebesaran Allah kita.

Para sahabat yang terkasih, semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita, agar kita diberi kerendahan hati untuk menyadari bahwa tanpa Yesus kita ini nothing, dan hanya bersamaNya kita ini, meskipun bukan everything, tetapi paling tidak bisa menjadi something untuk kemuliaanNya. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semuanya.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa sumber kedamaian, berkenanlah menerima persembahan ini sebagai lambang kesediaan kami untuk saling melayani menurut teladan Putra-Mu yang telah wafat dan bangkit guna menganugerahkan kedamaian kepada kami. Sebab Dialah ….

ANTIFON KOMUNI – lih. Lukas 24:46.26

Kristus harus menderita dan bangkit dari alam maut untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya. Alleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber hidup sejati, semoga kami selalu bersedia menerima bisikan Roh-Mu, dan semoga telinga kami selalu memperhatikan sabda Putra-Mu, yang bagi kami merupakan jaminan hidup abadi. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI: