Senin, 16 Mei 2022 – Hari Biasa Pekan V Paskah

Posted on

Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Palembang Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Telah bangkit Gembala yang baik. Ia menyerahkan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya dan rela mati untuk kawanan-Nya. Alleluya.

PENGANTAR:

Bila Kristus bagi kita lebih dari seseorang yang sekedar menarik karena indah tutur kata, ajaran, dan karya-Nya, maka kita akan melaksanakan sabda-Nya dan menaruh cinta kasih kepada-Nya. “Maka, kamu akan disayang oleh Bapa, dan Aku dan Bapa akan tinggal padamu,” kata Yesus. Banyak hal kiranya harus kita tinggalkan. Kita harus membuka diri terhadap Roh Kudus, agar Bapa dan Putra dan Roh Kudus berkarya dalam diri kita.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa pokok sukacita kami, Engkau mempersatukan hati umat beriman untuk mengejar tujuan yang sama. Semoga kami menyayangi perintah-Mu dan merindukan janji-Mu, agar di tengah kesibukan dunia ini, hati kami tetap terpikat pada sukacita sejati. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 14:5-18

“Kami memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia dan berbalik kepada Allah yang hidup.”

Waktu Paulus dan Barnabas berada di Ikonium, orang-orang Ikonium yang telah mengenal Allah dan orang-orang Yahudi bersama-sama dengan pemimpin-pemimpin mereka menimbulkan suatu gerakan untuk menyiksa dan melempari Paulus dan Barnabas dengan batu. Setelah mengetahuinya, menyingkirlah rasul-rasul itu ke kota-kota Likaonia, yaitu Listra dan Derbe dan daerah sekitarnya. Di situ mereka memberitakan Injil. Di Listra ada seorang yang duduk saja, karena lemah kakinya; ia lumpuh sejak dilahirkan dan belum pernah dapat berjalan. Ia duduk mendengarkan, ketika Paulus berbicara. Paulus menatap dia, dan melihat bahwa ia beriman dan dapat disembuhkan. Lalu kata Paulus dengan suara nyaring, “Berdirilah tegak di atas kakimu!” Dan orang itu melonjak berdiri, lalu berjalan kian kemari. Ketika orang banyak melihat apa yang telah diperbuat Paulus, mereka itu berseru dalam bahasa Likaonia, “Dewa-dewa telah turun ke tengah-tengah kita dalam rupa manusia.” Barnabas mereka sebut Zeus dan Paulus mereka sebut Hermes, karena Paulus yang berbicara. Maka datanglah imam dewa Zeus, yang kuilnya terletak di luar kota, membawa lembu-lembu jantan dan karangan-karangan bunga ke pintu gerbang kota untuk mempersembahkan korban bersama-sama dengan orang banyak kepada rasul-rasul itu. Mendengar itu, Barnabas dan Paulus mengoyakkan pakaian mereka, lalu terjun ke tengah-tengah orang banyak itu sambil berseru, “Hai kamu sekalian, mengapa kamu berbuat demikian? Kami ini adalah manusia biasa sama seperti kamu! Kami ada di sini untuk memberitakan Injil kepada kamu, supaya kamu meninggalkan perbuatan sia-sia ini dan berbalik kepada Allah yang hidup, yang telah menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya. Dalam zaman yang lampau Allah membiarkan semua bangsa menuruti jalannya masing-masing, namun Ia bukan tidak menyatakan diri-Nya dengan berbagai-bagai kebajikan, yaitu dengan menurunkan hujan dari langit dan dengan memberikan musim-musim subur bagi kamu. Ia memuaskan hatimu dengan makanan dan kegembiraan”. Walaupun rasul-rasul itu berkata demikian, namun hampir-hampir tidak dapat mereka mencegah orang banyak mempersembahkan kurban kepada mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 115:1-2.3-4.15-16

Ref. Bukan kepada kami, ya Tuhan, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan.

  1. Bukan kepada kami, ya Tuhan, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu! Mengapa bangsa-bangsa akan berkata, “Di mana Allah mereka?”

  2. Allah kita di surga; Ia melakukan apa yang dikehendaki-Nya! Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, buatan tangan manusia.

  3. Diberkatilah kamu oleh Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi. Langit itu langit kepunyaan Tuhan, dan bumi itu telah diberikan-Nya kepada anak-anak manusia

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Yoh 14:26) Roh Kudus akan mengajarkan segala sesuatu kepada kamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 14:21-26

“Penghibur yang akan diutus oleh Bapa, Dialah yang mengajarkan segala sesuatu kepadamu.”

Yohanes 8 ayat 12 - Yesus adalah Terang Dunia (Mencari Terang Kehidupan)

Dalam amanat perpisahan-Nya Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku. Dan barangsiapa mengasihi Aku, ia akan dikasihi oleh Bapa-Ku, dan Aku pun akan mengasihi dia dan akan menyatakan diri-Ku padanya.” Yudas, yang bukan Iskariot, berkata kepada-Nya, “Tuhan, apakah sebabnya Engkau hendak menyatakan diri-Mu kepada kami, dan bukan kepada dunia?” Jawab Yesus, “Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya, dan diam bersama-sama dengan dia. Barangsiapa tidak mengasihi Aku, ia tidak menuruti firman-Ku; dan firman yang kamu dengar itu bukanlah dari pada-Ku, melainkan dari Bapa yang mengutus Aku. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu Roh Kudus, yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkan segala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yang telah Kukatakan kepadamu.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

APA BUKTI CINTAMU PADA TUHAN?

Sauadara-saudari pencinta Resi di manapun berada. Kalau kita ditanya, apakah kita mengasihi Tuhan, pasti kita akan menjawab, “Ya, saya mengasihi Tuhan!. Namun, apakah tanda bahwa kita mengasihi Allah? Apakah cukup dengan ungkapan – ungkapan indah dan puitis “Aku mengasihi Allah”. Ternyata, itu saja tidak cukup, sebab “Barangsiapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku” (Yoh 14:21a). Mengasihi Allah harus dinyatakan dengan dua hal : (1) memegang teguh perintah-Nya dan (2) melakukan perintah-Nya. Memegang teguh perintah-Nya berarti berdiri diatas kebenaran yang Yesus ajarkan dan melaksanakannya dengan penuh ketaatan tanpa tawar-menawar.

KASIH dan Firman Tuhan merupakan satu kesatuan. Itulah yang ditekankan oleh Yesus melalui sabda-Nya yang kita baca hari ini. “Jika seorang mengasihi Aku, ia menuruti firman-Ku”. Tanda bahwa seseorang mengasihi Tuhan tampak dalam ketaatan pada firman-Nya. Kasih pada Tuhan tidak hanya nampak dalam doa yang giat, tetapi juga dalam kepatuhan menepati perintah-perintah-Nya dengan penuh ketekunan. “Barang siapa memegang perintah-Ku dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku”. Firman Tuhan tidak cukup untuk didengarkan, tetapi harus pula dilaksanakan. Melaksanakan firman Tuhan memang dimulai dengan mendengarkan dan mengenal perintah-Nya. Sabda yang kita dengarkan itulah yang kemudian kita laksanakan dalam keseharian. Dengan kata lain, kasih kepada Allah menjadi nyata dalam tindakan kasih kepada sesama. Kita pasti sudah sering mendengar bahwa Tuhan mengasihi kita. Namun sebaliknya, apakah kita sudah mengasihi Tuhan? Banyak di antara kita yang berpikir kalau sudah berdoa, pergi ke gereja, ikut persekutuan doa, dan berada di wadah kegiatan rohani lainnya, berarti kita sudah mengasihi Tuhan. Ternyata tidak. Itu semua bukan bukti mutlak kalau kita mengasihi Tuhan. Yesus mengatakan bahwa orang yang mengasihi-Nya adalah orang yang melakukan kehendakNya. 

Ada orang yang mengasihi Tuhan saat senang saja, tapi giliran tertimpa kesusahan, hidupnya banyak pergumulan ia lupa mengasihi Tuhan dan sesama. Bahkan dalam penederitaaan, kesulitan, persoalan dan kelemahan, tidak jarang umat beriman yang justru makin menjauh dari Tuhan dan mempertanyakan kasihNya. Tak sulit untuk mewujudkan kasih kepada keluarga dan sesama Ketika situasi hidup kita baik baik saja. Namun saat persoalan datang, masalah menghimpit dan beban hidup yang dirasa menyesakan, dengan mudah pula kita kehilangan kasih kepada sesama.

Yesus menegaskan kepada murid-muridNya dan kepada kita bahwa “Barangsiapa memegang perintahKu dan melakukannya, dialah yang mengasihi Aku.” Tanda jika kita mengasihi Tuhan adalah jika kita berpegang pada perintah Tuhan dan melaksanakannya. Yesus menunjukkan hukum yang paling utama: “Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri” (Mrk 12:30-31). Maka manakala kita mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, akal budi dan kekuatan, itu berarti kita berusaha sepenuh hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan berpegang pada sabda Tuhan dan berusaha sepenuh hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan melaksanakan SabdaNya.

Sudahkah kita berusaha dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan untuk berpegang pada perintah Tuhan? Kita sebagai manusia kerapkali lemah kehendak dan mudah melupakan Sabda Allah. Kita cepat mendengar namun juga cepat untuk lupa. sehingga Sabda Tuhan yang kita dengar menguap begitu saja. Sabda Tuhan kurang bisa kita serap dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan. Kita hanya memanfaatkan sedikit saja tenaga kita untuk mendekat pada Tuhan. Namun itupun sudah demikian berat bagi kita.

Saudara saudariku yang terkasih. Mari kita mengasihi Allah bukan untuk semakin dikasihi dan diberkati. Tetapi kita semakin mengenal Dia, yang mengasihi kita tanpa batas. Dan bagaimanapun keadaan kita saat ini, apa pun masalah yang sedang kita hadapi, Tuhan mau agar kita tetap mengasihi Dia dengan melakukan firman-Nya. Jangan biarkan masalah dalam hidup ini membuat kita melupakan  firman-Nya. Tuhan berjanji, “jika kamu tinggal di dalam firman-Nya, dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah apa yang kamu kehendaki dan kamu akan menerimanya” (Yoh 15:7). Semoga terjadi demikian dalam hidup kita para murid-muridNya, karena kita dikasihi Allah dan menjadi orang yang setia tinggal dalam kasihNya dengan mendengarkan dan melaksanakan kehendakNya. Tuhan memberkati. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa sumber kesucian, terimalah doa yang kami panjatkan kepada-Mu bersama persembahan ini. Semoga kami layak menerima sakramen cinta kasih-Mu yang agung. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Yohanes 14:27

Tuhan bersabda, “Damai Kutinggalkan bagimu. Damai-Ku yang Kuberikan kepadamu. Bukan sebagaimana diberikan oleh dunia, Aku memberikannya kepadamu.” Alleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, berkat kebangkitan Putra-Mu Engkau memulihkan kami untuk hidup abadi. Semoga rahmat Paskah Kristus semakin tampak dalam hidup kami dan memberi kami kekuatan untuk mencapai keselamatan kekal. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI