Sabtu, 14 Mei 2022 – Pesta St. Matias, Rasul

Posted on

Rm Albertus Suryadi SCJ dari Komunitas SCJ St. Gregorius Agung Jambi – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Yoh. 15:17

Bukan kalian yang memilih Aku. Akulah yang memilih kalian, dan mengutus kalian perg: untuk berbuah banyak, yaitu buah yang takkan binasa

PENGANTAR

Di dalam permainan atau olah raga seorang cadangan, yang mengganti kan orang lain, dianggap sebagai orang yang sebenarnya kurang mampu benar Mungkin Matins kita anggap demikian la dimasukkan dalam ke lompok dua belas untuk menggantikan Yudas Iskariot Tetapi hal itu bu kan kebetulan belaka Sebab sebenarnya ia sudah termasuk kelompok sa habat yang mengitari Yesus dan yang terbul a terhadap kabar baik. Dari Yesus sendiri ia telah menenma sesuatu yang didengar-Nya dari Bapa.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa : Allah Bapa mala pengasih, pemegang nasib kami, Santo Matias telah Kautambahkan pada kelompok dua belas rasul-Mu. Semoga berkat doa dan ajarannya kami selalu merasa gembira. karena Kaupanggil dan Kaumasukkan ke dalam kelompok pilihan-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 1:15-17.20-26

“Yang kena undi adalah Matias; dengan demikian ia ditambahkan kepada bilangan kesebelas murid.”

Pada waktu itu berdirilah Petrus di tengah saudara-saudara yang sedang berkumpul, kira-kira seratus dua puluh orang banyaknya. Ia berkata, “Hai, Saudara-saudara, harus digenapi nas Kitab Suci, yang disampaikan Roh Kudus dengan perantaraan Daud, tentang Yudas, pemimpin orang-orang yang menangkap Yesus itu. Dahulu ia termasuk bilangan kami, dan mengambil bagian di dalam pelayanan ini. Sebab ada tertulis dalam Kitab Mazmur: Biarlah perkemahannya menjadi sunyi, dan biarlah tidak ada penghuni di dalamnya. Dan lagi: Biarlah jabatannya diambil orang lain. Jadi harus ditambahkan kepada kami satu orang yang dipilih dari mereka yang senantiasa datang berkumpul dengan kami selama Tuhan Yesus bersama-sama dengan kami, yaitu mulai dari baptisan Yohanes sampai hari Yesus terangkat ke surga meninggalkan kami. Bersama kami ia harus menjadi saksi tentang kebangkitan Yesus.” Lalu mereka mengusulkan dua orang: Yusuf yang disebut Barsabas dan juga bernama Yustus, dan Matias. Mereka semua lalu berdoa, “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang! Tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih dari kedua orang ini, untuk menerima jabatan pelayanan, yaitu kerasulan yang ditinggalkan Yudas, yang telah jatuh ke tempat yang wajar baginya.” Lalu mereka membuang undi bagi kedua orang itu, dan yang kena undi adalah Matias. Dengan demikian Matias ditambahkan kepada bilangan kesebelas rasul.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 113:1-2.3-4.5-6.7-8

Ref. Tuhan mendudukkan dia bersama para bangsawan.

  1. Pujilah, hai hamba-hamba Tuhan, pujilah nama Tuhan! Kiranya nama Tuhan dimasyhurkan, sekarang dan selama-lamanya.

  2. Dari terbitnya matahari sampai pada terbenamnya terpujilah nama Tuhan. Tuhan tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit.

  3. Siapakah seperti Tuhan, Allah kita, yang diam di tempat tinggi, yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?

  4. Ia menegakkan orang yang hina dari dalam debu dan mengangkat orang yang miskin dari lumpur, untuk mendudukkan dia bersama-sama para bangsawan, bersama dengan para bangsawan bangsanya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (lih. Yoh 15:16) Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 15:9-17

“Allah telah menetapkan kamu supaya pergi dan menghasilkan buah.”

PERGI DAN HASILKAN BUAH | HOP CHURCH

Pada perjamuan malam terakhir Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikianlah juga Aku telah mengasihi kamu; tinggallah di dalam kasih-Ku itu! Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya. Semuanya itu Kukatakan kepadamu, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh. Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi, seperti Aku telah mengasihi kamu. Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya. Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak lagi menyebut kamu hamba, sebab hamba tidak tahu apa yang diperbuat oleh tuannya. Tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepadamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku. Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah, dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Albertus Suryadi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar RESI yang terkasih, Jumpa kembali bersama saya, Romo Albertus Suryadi SCJ, dalam RESI, Sabtu 14 Mei 2022. Semoga anda semua dalam keadaan sehat dan berbahagia. Tema renungan kita pada hari ini adalah: “Semua mengalir dari Kasih-Nya”. Mari kita bersama mendengarkan bacaan Injil menurut Santo Yohanes 15:9-17.

Para pendengar RESI yang terkasih, mendengarkan bacaan Injil hari ini, kita semua di ajak untuk dapat memahami dan mengalami betapa dalam dan tak terbatasnya kasih Tuhan Yesus kepada kita: kepadamu dan kepadaku.

Menjadi kerinduan dalam setiap peribadi mengalami pengalaman di kasihi dan dicintai. Saya dan anda tentunya merasakan kebahgiaan dan syukur yang luar-biasa bila kita boleh mengalami di kasihi di cintai oleh sesama kita, terutama orang-orang terdekat. Kebahagiaan dan pengalaman yang kita alami dalam kasih tak bisa di ukur atau di hitung oleh hal-hal material atau uang, dan tentunya akan selalu membekas dan tersimpan dengan rapi dalam bingkai kehidupan kita.

Dan yang lebih luar biasa lagi, dalam bacaan Injil hari ini, bukan hanya sesama yang mengatakan kasih itu, tetapi Tuhan Yesus sendiri yang mengatakan-Nya kepada anda dan saya: “Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian juga aku telah mengasihi kamu”. Perkataan Yesus ini bukan hanya omong kosong belaka, namun perkataan yang sungguh telah mewujud nyata dalam tindakan kasih-Nya yang di lakukan-Nya kepada kita, secara pribadi ataupun sebagai anggota gereja-Nya. Kasih-Nya selalu akan terus mengalir seperti aliran air yang tak akan berhenti dan melimpah bagi kita, melalui keluarga, sesama, dengan caranya yang luar biasa, dan sering tak terbayangan oleh pikiran-pikiran kita.

Jika kita ingin terus menglami suka cita, ketenangan, kegembiraan dan hidup dalam harapan yang kuat, mari kita saling mendoakan dan mendukung untuk selalu tinggal dalam kasih-Nya, melakukan perinth-Nya, dalam setiap peristiwa dan pengalaman hidup kita. Bukan kita yang hebat, dan bisa berbuat semua hal dalam hidup kita, namun semuaya mengalir dari kasih-Nya, dan karena Tuhan Yesus telah terlebih dahulu telah mengsihi kita. Mari bersama tinggal dalam kasih Yesus, dalam setiap pengalamn hidup kita, dalam suka dan duka, saat sukses, dalam pengalaman kegagalan, kesedihan, karena dalam setiap pengalaman kita, kasih Yesus tak pernah berubah, dan berkurang sedikitpun kepada kita.

Para pendengar Resi yang terkasih, Marilah kita mohon rahmat Iman, agar kita tak pernah kehilangan harapan dan semangat untuk mengasihi, merasakan kasih-Nya serta selalu mengalami kehadiran Yesus yang menyelamatkan dalam hidup kita.

Semoga cinta Hati Kudus Yesus, terus bertumbuh dalam hidup kita, selalu meraja dalam hidup kita, menyertai kita, membuka jalan bagi setiap perbuatan kasih kita. Selamat berkarya untuk hari ini, Tuhan Yesus memberkati. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami maha pengasih, terimalah dan berkatilah kiranya roti anggur yang kami hunjukkan dengan hormat dan penuh syukur pada pesta rasul-Mu Santo Matias. Semoga karenanya kami Kauteguhkan dengan kekuatan rahmat-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI

Inilah perintah-Ku. Hendaklah kalian saling menaruh cinta kasih. sebagaimana Aku menaruh cinta kasih kepadamu

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa mahaluhur mahamulia curahilah selalu keluarga-Mu dengan kurnia ilahi. Semoga berkat doa restu Santo Matias kami Kauperkenankan ikut serta dalam kebahagiaan para kudus di surga Demi Krisius, Tuhan dan pengantara kami

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

ST. MATIAS RASUL 

St. Mateas Rasul (Lukisan oleh Barnaba di Ayala (Spangol), th 1689)

Dalam menantikan kedatangan Roh Kudus seperti yang dijanjikan oleh Tuhan Yesus Kristus setelah kenaaikann-Nya kesurga, para murid dan kesebelas rasul serta Bunda Maria berkumpul di tingkat atas pada sebuah rumah di Yerusalam. Mereka berjumlah sekitar 120 orang. Mereka semua bertekun dan berdoa mohon kedatangan Roh Kudus. Pada saat itu St. Petrus mengusulkan pemilihan seorang rasul pengganti Yudas Iskariot yang telah mengkianati Yesus dan mati bunuh diri dengan cara menggantungkan diri. St. Petrus mengatakan bahwa calon haruslah orang yang senantiasa bersama Yesus sejak dari pembaptisan-Nya di Sungai Yordan hingga kebangkitan-Nya. Pada saat itu diajukan dua orang murid, yaitu Yosef yang disebut Barsabar atau Yustus dan Matias. Dan Matias-lah yang kemudian terpilih menjadi rasul pengganti Yudas iskariot.

Dan sejak saat itu Matias menjadi masuk kedalam bilangan keduabelas rasul yang menjadi pengemban utama tugas menyebarkan Kabar Gembira ke suluruh penjuru dunia. Nama Matias (yang berati Anugerah Tuhan) hanya sekali saja di­sebut di dalam Kitab Perjanjian Baru. Dalam tulisan-tulisan Apokrif, namanya tidak pernah disebut-sebut.

St. Matias adalah seorang rasul yang amat baik. Ia mewartakan Kabar Gembira di wilayah Yudea. Kemudian, ia melanjutkan perjalanannya ke Cappadocia (sekarang Turki). Banyak orang mendengarkan Matias. Mereka percaya akan pesannya yang mengagumkan. Para musuh Kristus amat geram melihat orang banyak mendengarkan Matias. Mereka berusaha menghentikannya. Akhirnya, Matias wafat sebagai martir. Tahun kema­tiannya tidak diketahui pasti, namun makamnya terdapat di Trier, Jerman.