Minggu, 01 Mei 2022 – Hari Minggu Paskah III

Posted on

Rm. Valentinus Teja Anthara SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 65:1-2

Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Alleluya.

PENGANTAR

Pengalaman para murid akan kebangkitan ternyata membuat mereka tidak ragu lagi untuk memberikan kesaksian. Tidak merasa takut untuk mengatakan akan Yesus yang sungguh bangkit. Kepada Simon Petrus diberikan kepercayaan yang besar untuk mewartakan hal ini: Yesus bangkit. Bahkan Simon diberi kuasa untuk menggembalakan domba-domba-Nya. Namun untuk itu, Simon diminta serius mengasihi Yesus. Tinggalkan keraguan dan mantabkan hati. Untuk memiliki keberanian dalam memberikan kesaksian akan Yesus yang bangkit ternyata dibutuhkan peranan Roh Kudus. Begitulah Kisah Rasul memberikan gambaran kuasnya campur tangan Roh Kudus dalam kesaksian akan kebangkitan ini.

SERUAN TOBAT

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bangkit dan duduk di sisi Bapa dalam kemuliaan sebagai Pengantara kami. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami

I : Engkau telah bangkit dan menunjukkan jalan menuju kemuliaan kekal. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami

I : Engkau telah bangkit dan mendampingi kami, umat-Mu, dalam perjanan kami menuju hidup yang kekal. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami di surga, melalui kebangkitan Putra-Mu, Engkau selalu hadir dan menyertai kami. Kami mohon, semoga kami semakin peka untuk mengenal Putra-Mu dan menerima kehadiran-Nya dengan penuh sukacita. Sebab Dialah, Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 5:27b-32.40b-41

“Kami dan Roh Kudus adalah saksi hal-hal ini.”

Setelah ditangkap oleh pengawal Bait Allah, para rasul dihadapkan ke Mahkamah Agama Yahudi. Imam Agung mulai menegur mereka, “Dengan keras kami melarang kamu mengajar dalam nama Yesus. Namun ternyata kamu telah memenuhi Yerusalem dengan ajaranmu, dan kamu hendak menanggungkan darah Orang itu kepada kami.” Tetapi Petrus dan rasul-rasul itu menjawab, “Kita harus lebih taat kepada Allah daripada kepada manusia. Allah nenek moyang kita telah membangkitkan Yesus, yang kamu gantungkan pada kayu salib dan kamu bunuh. Dialah yang telah ditinggikan oleh Allah sendiri dengan tangan kanan-Nya menjadi Pemimpin dan Penyelamat, supaya Israel dapat bertobat dan menerima pengampunan dosa. Dan kami adalah saksi dari segalanya itu: kami dan Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia.” Mereka lalu menyesah para rasul, dan melarang mereka mengajar dalam nama Yesus. Sesudah itu mereka dilepaskan. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 30:2.4.5-6.11.12a.13b

Ref. Aku hendak memuji nama-Mu ya Tuhan, selama-lamanya.

  1. Aku akan memuji Engkau, ya Tuhan, sebab Engkau telah menarik aku ke atas, dan tidak membiarkan musuh-musuhku bersukacita atas diriku. Tuhan, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan daku di antara mereka yang turun ke liang kubur.

  2. Nyanyikanlah mazmur bagi Tuhan, hai orang-orang yang dikasihi oleh-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab hanya sesaat Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.

  3. Dengarlah Tuhan, dan kasihanilah aku! Tuhan jadilah penolongku! Aku yang meratap Kauubah menjadi orang yang menari-nari, Tuhan, Allahku, untuk selama-lamanya aku mau menyanyikan syukur bagi-Mu.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Kitab Wahyu 5:11-14

“Anak Domba yang disembelih itu layak menerima kuasa dan kekayaan.”

Aku, Yohanes, melihat dan mendengar suara banyak malaikat di sekeliling takhta, makhluk-makhluk dan tua-tua di surga; jumlah mereka berlaksa-laksa dan beribu-ribu laksa; dan aku mendengar suara nyaring dari mereka, “Anak Domba yang disembelih itu layak menerima kuasa dan kekayaan, hikmat dan kekuatan, hormat, kemuliaan, dan puji-pujian!” Dan aku mendengar semua makhluk yang di surga dan yang di bumi, yang di bawah bumi dan yang di laut, dan semua yang ada di dalamnya, berkata, “Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, puji-pujian dan hormat, kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!” Dan keempat makhluk di surga itu berkata, “Amin!” Dan para tua-tua itu jatuh tersungkur dan menyembah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya. Alleluya, alleluya.
S : Kristus, pencipta semesta alam telah bangkit. Ia mengasihani umat manusia.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 21:1-19 (Singkat: 21:1-14)

Reflesi iman Kristen, dibalik mujizat 5 roti dan 2 ikan Halaman 1 - Kompasiana.com

“Yesus mengambil roti dan ikan serta memberikannya kepada para murid.”

 

 

Sesudah bangkit dari antara orang mati, Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai Danau Tiberias. Ia menampakkan diri sebagai berikut: Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid Yesus yang lain. Kata Simon Petrus kepada mereka, “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya, “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat, lalu naik ke perahu. Tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu bahwa itu adalah Yesus. Kata Yesus kepada mereka, “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk pauk?” Jawab mereka, “Tidak ada!” Maka kata Yesus kepada mereka, “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya, dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan. Maka murid yang dikasihi Yesus berkata kepada Petrus, “Itu Tuhan!” Ketika Petrus mendengar bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja; dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu. Ketika tiba di darat, mereka melihat api arang, dan di atasnya ada ikan serta roti. Kata Yesus kepada mereka, “Bawalah beberapa ikan yang baru kamu tangkap itu!” Simon Petrus naik ke perahu, lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya; dan sungguhpun sebanyak itu ikannya, jala tidak koyak. Kata Yesus kepada mereka, “Marilah dan sarapanlah!” Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya, “Siapakah Engkau?” Sebab mereka tahu bahwa Ia adalah Tuhan. Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka; demikian juga ikan itu. Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Valentinus Sri Teja Anthara SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Valentinus Teja Anthara scj dari Komunitas SCJ – La Verna, Pringsewu – Lampung – Indonesia, dalam Resi – renungan singkat – dehonian edisi hari Minggu – tanggal satu  –– Mei – tahun dua ribu dua puluh dua, Hari Minggu Paska ke tiga.

Sahabat Resi yang dikasihi Tuhan, bacaan Injil yang kita renungkan pada hari ini, paskah minggu ke tiga; banyak pesan yang bisa kita ambil. Kisahnya sangat menarik. Jesus menampakkan diri yang ketiga kalinya kepada para murid setelah dia bangkit. Tempatnya pun tidak di Yerusalem, tetapi di danau Galilea. Tempat harian kerja mereka dan tempat dimana mereka dipanggil oleh Jesus pada pertama kalinya.

Salah satu topik yang ingin kita refleksikan adalah bahwa mereka kembali kerja sebagai nelayan. Mereka kembali ke habitat seperti semula. Mereka kembali bekerja sebagai nelayan. Kata Simon Petrus kepada mereka: “Aku pergi menangkap ikan.” Kata mereka kepadanya: “Kami pergi juga dengan engkau.” Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa. 

Namun pekerjaan mereka tidak membawa hasil. Mereka sial, kerja semalam-malaman tidak ada satu ekor ikan pun mereka tangkap. Mereka sial, tidak mendapat apa-apa. Pada saat seperti itu, ada kata yang menyapa mereka: “Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?” Jawab mereka: “Tidak ada.” Maka kata Yesus kepada mereka: “Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh.” Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.   Maka murid yang dikasihi  Yesus itu berkata kepada Petrus: “Itu Tuhan.”

Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau. Muncul kembali semangat yang membara dalam diri Petrus dan teman-temannya. Mereka berjumpa kembali dengan Jesus dalam pekerjaan mereka sehari-hari. Jesus menolong, memberi solusi dan masalah mereka. Mereka telah kehilangan semuanya, bahkan harapan satu-satunya kepada Jesus pun  juga hilang. Muncul harapan baru yang diandalkan.

Sahabat Resi yang dikasih Tuhan. Kehidupan yang penuh dengan tantangan sering sekali membutakan hati dan pikiran kita untuk melihat dan merasakan kasih penyertaan Kristus. Sering sekali bayangan kegagalan ketidak-mampuan menguasai hidup sehingga kita tidak lagi punya keberanian untuk mengambil keputusan untuk tetap hidup dengan mengandalkan pengharapan kepada Tuhan. Biasanya orang yang putus asa, mengalami kekecewaan akan menarik diri dari kehidupannya.

Perjumpaan dengan Kristus ditempat kerja mereka ini menjadikan para murid manusia baru. Menjadi manusia baru berarti mempunyai hati dan pikiran yang baru. Mereka memandang hidup ini dengan segala persoalannya dengan cara yang pandang Tuhan yang penuh pengaharapan. Mereka mengalami bahwa  bukan mereka sendiri yang berjuang tapi terlebih dahulu Tuhan telah memulainya.

Seperti murid-murid yang merasakan campur tangan Tuhan begitu jugalah kita merasakan kehadiran Tuhan dalam setiap langkah hidup kita. Kesetian kepada Tuhan memang perlu terus di uji dengan banyak pengalaman hidup baik secara pribadi juga di dalam hidup sehari-hari. Dan semua itu juga harus terus diuji untuk mendapatkan kemurnian yang mantap. Oleh karena itu Kebangkitan Yesus menjadi kekuatan serta pengharapan bagi orang percaya bahwa yang bertekun dalam iman percaya akan mampu dan menang di dalam menghadapi kenyataan hidup.

Kebangkitan Yesus yang memberikan pengharapan bahwa orang yang bertekun dalam kesetiaan kepada Tuhan akan dimampukan untuk menjadi saksi akan kebangkitan Yesus tersebut dengan memberikan hidupnya menjadi pewarta Kabar Baik bagi semua orang. Ikan yang 153 ekor itu melambangkan tersebarnya Injil ke seluruh umat manusia, dan tugas gembala yang baik di percayakan oleh Guru kepada kita muridNya.

Akhirnya, semoga kita pun mengalami pengalaman para rasul dalam hidup kita bila kita setua dan mengandalkan dia. Berkah hati Kudusnya hidup kita semakin dekat dan melekat sampai dalam bagi kehidupan kita. Berkah dalem.

DOA UMAT

I : Dengan kebangkitan Kristus, Putra-Nya, Allah Bapa berkenan menyelamatkan dan menyertai hidup kita selamanya. Marilah kita panjatkan doa-doa kita ke hadapan Allah Yang Mahakasih, yang tidak akan pernah meninggalkan kita.

L : Bagi Gereja kita: Ya Bapa, doronglah Gereja-Mu agar selalu memperbaharui diri sehingga kami semakin mampu membuka hati akan karya keselamatan-Mu yang tampak dalam diri Kristus, yang telah bangkit demi keselamatan kami. Dan bimbinglah kami selalu untuk berani terlibat dalam pembaruan masyarakat kami sesuai dengan kehendak-Mu.. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi masyarakat kita: Ya Bapa, berkat kebangkitan Kristus, teguhkanlah iman, pengharapan, dan kasih masyarakat kami dalam berbagi hidup satu sama lain. Dan bimbinglah kami selalu untuk berani menghadirkan kasih Kristus bagi masyarakat kami. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang dicurigai atau dihina karena iman akan kebangkitan Yesus: Ya Bapa, semoga mereka yang dicurigai dan dihina karena iman akan kebangkitan Putra-Mu, Kaudampingi agar tetap bertahan dalam iman. Dan teguhkanlah kami untuk siap sedia membantu mereka dalam kesulitan-kesulitan mereka. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi kita semua di sini: Ya Bapa, semoga hubungan kami dengan Dikau dan sesama semakin erat. Dan semoga kami semakin teguh dalam bersaksi tentang kebangkitan Putra-Mu di sepanjang hidup kami. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Allah Bapa kami di surga, buatlah kami siap sedia serta penuh gairah dalam membangun duni baru, yang penuh cinta kasih, keadilan, dan kedamaian berkat Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami, hadirlah di tengah-tengah kami dan terimalah persembahan yang kami unjukkan kepada-Mu untuk mengenangkan Putra-Mu ini. Semoga kami berhimpun sebagai putra-putri-Mu yang Kauperkenankan untuk menerima damai sejahtera Putra-Mu. Sebab, Dialah Tuhan Pengantara kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Yoh. 21:12-13

Kata Yesus kepada murid-murid-Nya, “Marilah dan sarapanlah.” Yesus mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, Alleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Mahabaik, Engkau telah mengundang kami ke dalam perjamuan Putra-Mu dan menganugerahkan roti kehidupan kepada kami. Kami mohon perkenankanlah kami mengikuti jejak-Nya untuk menggapai kehidupan abadi yang Kaujanjikan. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: