Jumat, 29 April 2022 – Peringatan Wajib Sta. Katarina dari Siena, Perawan dan Pujangga Gereja

Posted on

Rm. Hubertus Aditya Prabowo SCJ dari komunitas SCJ Prawang Riau – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA:

Inilah perawan yang budiman, yang keluar menyongsong Kristus dengan pelita bernyala.

PENGANTAR:

Orang sering memandang kedudukan wanita di dalam Gereja sebagai orang-orang kelas dua. Tetapi bukan demikianlah mengenai Katarina Benincasa, seorang gadis Italia dari Siena. Setelah meninggal ia mendapat gelar pujangga Gereja. Padahal sebenarnya ia buta huruf dan buta bahasa Latin pula. Gaya hidupnya yang murni menurut Injil menumbuhkan suatu ‘gerakan kharismatik’ yang baik dan besar pengaruhnya di dalam Gereja yang sedang mengalami percobaan. Ia berhasil memulangkan Paus Gregorius XI dari pembuangan di Avignon Perancis ke Roma. Tepatlah bila kata-kata Kitab Suci diterapkan padanya, “Nilainya tak terungkapkan dengan kata-kata.”

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih, hati Santa Katarina Kaukobarkan dengan cinta kasih ilahi dalam merenungkan penderitaan Kristus dan mengabdikan diri kepada Gereja. Semoga berkat doa permohonannya umat-Mu tetap diikutsertakan dalam karya penyelamatan Kristus dan bersuka ria melihat kemuliaan-Nya. Sebab Dialah,…

Bacaan dari Kisah Para Rasul 5:34-42

“Para rasul bergembira karena mereka dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus.”

Pada waktu itu para rasul sedang diperiksa oleh Mahkamah Agama Yahudi. Maka seorang Farisi dalam Mahkamah Agama itu, yang bernama Gamaliel, seorang ahli Taurat yang sangat dihormati seluruh orang banyak, bangkit dan meminta supaya para rasul itu disuruh keluar sebentar. Sesudah itu ia berkata kepada sidang, “Hai orang-orang Israel, pertimbangkanlah baik-baik apa yang hendak kamu perbuat terhadap orang-orang ini! Sebab dahulu telah muncul Si Teudas, yang mengaku dirinya seorang istimewa, dan ia mempunyai kira-kira empat ratus pengikut; tetapi ia dibunuh, lalu cerai-berailah seluruh pengikutnya dan lenyap. Sesudah dia, pada waktu pendaftaran penduduk, muncullah Si Yudas, seorang Galilea. Ia menyeret banyak orang dalam pemberontakannya, tetapi ia juga tewas dan cerai-berailah seluruh pengikutnya. Karena itu aku berkata kepadamu: Janganlah bertindak terhadap orang-orang ini. Biarkanlah mereka, sebab jika maksud dan perbuatan mereka berasal dari manusia, tentu akan lenyap; tetapi kalau berasal dari Allah, kamu tidak akan dapat melenyapkan orang-orang ini; mungkin ternyata juga nanti, bahwa kamu melawan Allah.” Nasihat itu diterima. Sesudah itu para rasul dilepaskan. Rasul-rasul itu meninggalkan sidang Mahkamah Agama dengan gembira, karena mereka telah dianggap layak menderita penghinaan oleh karena nama Yesus. Dan setiap hari mereka melanjutkan pengajaran mereka di Bait Allah dan di rumah-rumah umat dan memberitakan Injil tentang Yesus yang adalah Mesias.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 27:1.4.13-14

Ref. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, diam di rumah Tuhan seumur hidupku.

  1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?

  2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.

  3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Mat 4:4b) Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 6:1-15

“Yesus membagi-bagikan roti kepada orang banyak yang duduk di situ, sebanyak mereka kehendaki.”

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 16 April 2021 – Mirifica News

Pada waktu itu Yesus berangkat ke seberang danau Galilea, yaitu danau Tiberias. Orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia, karena mereka melihat mukjizat-mukjizat penyembuhan, yang diadakan-Nya terhadap orang-orang sakit. Yesus naik ke atas gunung dan duduk di situ dengan murid-murid-Nya. Ketika itu Paska, hari raya orang Yahudi, sudah dekat. Ketika Yesus memandang sekeliling-Nya, dan melihat bahwa orang banyak berbondong-bondong datang kepada-Nya, berkatalah Ia kepada Filipus, “Di manakah kita akan membeli roti, sehingga mereka ini dapat makan?” Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu apa yang hendak dilakukan-Nya. Jawab Filipus kepada-Nya, “Roti seharga dua ratus dinar tidak akan cukup untuk mereka ini, sekalipun masing-masing mendapat sepotong kecil saja!” Seorang dari murid-murid-Nya, yaitu Andreas, saudara Simon Petrus, berkata kepada-Nya, “Di sini ada seorang anak, yang membawa lima roti jelai dan mempunyai dua ikan; tetapi apakah artinya itu untuk orang sebanyak ini?” Kata Yesus, “Suruhlah orang-orang itu duduk!” Ada pun di tempat itu banyak rumput. Maka duduklah orang-orang itu, kira-kira lima ribu laki-laki banyaknya. Lalu Yesus mengambil roti itu, mengucap syukur dan membagi-bagikannya kepada mereka yang duduk di situ; demikian juga dibuat-Nya dengan ikan-ikan itu, sebanyak yang mereka kehendaki. Dan setelah mereka kenyang Ia berkata kepada murid-murid-Nya, “Kumpulkanlah potongan-potongan yang lebih, supaya tidak ada yang terbuang.” Maka mereka pun mengumpulkannya, dan mengisi dua belas bakul penuh dengan potongan-potongan dari kelima roti jelai yang lebih setelah orang makan. Ketika orang-orang itu melihat mukjizat yang telah diadakan Yesus, mereka berkata, “Dia ini benar-benar nabi yang akan datang ke dalam dunia!” Karena Yesus tahu bahwa mereka akan datang dan hendak membawa Dia dengan paksa untuk dijadikan raja, Ia menyingkir lagi ke gunung seorang diri.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Hubertus Aditya Prabowo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat dehonian terkasih. Hidup kita adalah pemberian cuma cuma dari Allah. Tanpa kita meminta hidup, allah telah menghadirkan kita ke Dunia. Pemberian diri PuteraNya Tuhan kita Yesus Kristus adalah bukti paling nyata dan konkret dari kasih Allah. Lalu setelah kita menerima banyak rahmat dari Allah apakah yang harus kita perbuat? Membagikan rahmat itu kepada orang lain.

Mukjizat hari ini bukan hanya soal 5000 orang yang berhasil dikenyangkan oleh Yesus. Tetapi ada hal lian yaitu soal pemberian. Pemberian dari seorang anak yang tentunya tidak akan pernah bisa mencukupi kebutuhan banyak orang. Yesus bisa saja membuat mukjizat seperti pernikahan di Kanna, tetapi Yesus ingin mengikut sertakan muridNya dalam perbuatan Kasih Allah.

Di tangan Yesus, persembahan 5 roti dan 2 ikan yang sedikit itu diubah menjadi banyak. Maka janganlah takut untuk mempersembahkan hidup kita yang sering merasa kecil dan tidak berguna ini. Di tangan Yesus kita akan diubah menjadi roti roti yang mampu membawa kebahagian bagi mereka yang lapar.Tidak ada orang yang sedemikian miskin sehingga ia tidak dapat memberi. Yang ada hanyalah orang yang susah untuk berbagi. Semoga berkat Tuhan menyertai kita. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa yang mahaagung, terimalah kiranya kurban pembawa selamat yang kami persembahkan dengan gembira pada peringatan Santa Katarina. Semoga terdorong oleh nasihatnya kami lebih rajin bersyukur kepada-Mu. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – 1Yoh 1:7

Jikalau kita berjalan dalam terang, sebagaimana Tuhan berada dalam terang, maka kita bersekutu satu sama lain dan darah Yesus Kristus, Putera-Nya, membersihkan kita dari segala dosa.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang baik hati, Engkau telah menguatkan Santa Katarina dengan santapan surgawi. Semoga kami pun Kauberi hidup abadi berkat perjamuan yang kami rayakan ini. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI