Minggu, 24 April 2022 – Hari Minggu Paskah II (Minggu Kerahiman Ilahi)

Posted on

Rm. Stefanus Sigit Pranoto SCJ dari Komunitas Skolastikat SCJ Yogyakarta Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – 1 Pet. 2:2

Jadilah seperti bayi yang baru lahir, yang selalu haus akan air susu rohani yang murni supaya olehnya kamu tumbuh dan diselamatkan. Alleluya.

PENGANTAR:

Kita bertemu di sini berkat iman kita akan kebangkitan Kristus. Setiap hari Minggu adalah perayaan kebangkitan, tetapi terlebih pada masa Paskah ini. Iman dapat membuat orang mampu berkarya besar. Iman memberi arti hidup kita. Namun iman sendiri sering peka dan mudah hancur berantakan. Maka selalu kita harus menggali lebih dalam dan melalui kesaksian orang lain dan terlebih kesaksian hidup Kristus sendiri, berusaha berkembang dan menghayatinya secara lebih mendalam. Hari ini kita seperti para murid seminggu sesudah Paskah, mendapat kunjungan Kristus di tengah-tengah kita. Seperti mereka pun kita mendapat tugas untuk menghayati iman atas nama-Nya..

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bangkit dan menampakkan diri kepada para murid, agar masing-masing mengambil sikap mengenai iman. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami

I : Engkau telah bangkit dan menampakkan diri kepada para murid untuk menganugerahkan kedamaian dan kegembiraan. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami

I : Engkau telah bangkit dan menampakkan diri kepada para murid, untuk memperteguh iman, harapan dan cinta kasih. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami yang mahamulia, Engkau telah memuliakan Putera-Mu terkasih. Berkat Dia kami lahir kembali dengan rahmat ilahi. Dan Ia telah menyampaikan salam perdamaian kepada kami. Kami mohon kepada-Mu, penuhilah kami dengan iman akan kehadiran-Nya. Buatlah kami sehati dan sejiwa, serta tetap tinggal dalam perdamaian-Nya. Sebab Dialah, … Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul (5:12-16)

“Jumlah orang yang percaya kepada Tuhan makin bertambah.”

Pada waktu itu para rasul mengadakan banyak tanda dan mukjizat di antara orang banyak. Semua orang beriman selalu berkumpul di Serambi Salomo dalam persekutuan yang erat. Orang-orang lain tidak ada yang berani menggabungkan diri kepada mereka. Namun mereka sangat dihormati orang banyak. Makin lama makin bertambahlah jumlah orang yang percaya kepada Tuhan, baik laki-laki maupun perempuan. Bahkan mereka membawa orang-orang sakit ke luar, ke jalan raya, dan membaringkannya di atas balai-balai serta tilam, supaya apabila Petrus lewat, setidak-tidaknya bayangannya mengenai salah seorang dari mereka. Juga banyak orang dari kota-kota di sekitar Yerusalem datang berduyun-duyun. Mereka membawa orang-orang yang sakit dan orang-orang yang diganggu roh jahat. Dan mereka semua disembuhkan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 118:2-4.22.25-27a

U : Bersyukurlah kepada Tuhan, karna baiklah Dia!

  1. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya” Biarlah kaum Harun berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya Biarlah orang yang takwa pada Tuhan berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya!”

  2. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karena-Nya!

  3. Ya Tuhan, berilah kiranya keselamatan! Ya Tuhan, berilah kiranya kemujuran! Diberkatilah dia yang datang dalam nama Tuhan! Kami memberkati kamu dari dalam rumah Tuhan Tuhan Allah, Dia menerangi kita.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Kitab Wahyu 1:9-11a.12-13.17-19

“Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya.”

Aku, Yohanes, saudara dan sekutumu dalam kesusahan, dalam Kerajaan dan dalam ketekunan menantikan Yesus, sedang berada di pulau yang bernama Patmos terdorong oleh karena firman Allah dan kesaksian yang diberikan oleh Yesus. Pada hari Tuhan aku dikuasai oleh Roh, dan aku mendengar dari belakangku suatu suara yang nyaring, seperti bunyi sangkakala. Kata suara itu, “Apa yang engkau lihat, tuliskanlah di dalam sebuah kitab, dan kirimkanlah kepada jemaat di Asia.” Lalu aku berpaling untuk melihat suara yang berbicara kepadaku. Ketika aku berpaling, tampaklah kepadaku tujuh kaki dian dari emas. Di tengah-tengah kaki dian itu ada seorang serupa Anak Manusia, berpakaian jubah yang panjangnya sampai di kaki, dan dadanya berlilitkan ikat pinggang dari emas. Ketika melihat Dia, tersungkurlah aku di depan kaki-Nya sama seperti orang yang mati. Tetapi Ia meletakkan tangan kanan-Nya di atasku, lalu berkata, “Jangan takut! Aku adalah Yang Awal dan Yang Akhir, Aku adalah Yang Hidup. Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya, dan Aku memegang segala kunci maut dan kerajaan maut. Karena itu tuliskanlah apa yang telah kaulihat, baik yang terjadi sekarang maupun yang akan terjadi sesudah ini.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yoh 20:29) Yesus bersabda, “Hai Tomas, karena melihat Aku, engkau percaya; berbahagialah yang tidak melihat namun percaya.”

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 20:19-31

“Delapan hari kemudian Yesus datang.”

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 11 April 2021 - Gereja Santa Clara

Setelah Yesus wafat di salib, pada malam pertama sesudah hari Sabat, berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus, berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Sesudah berkata demikian, Yesus menunjukkan tangan dan lambung-Nya kepada mereka. Murid-murid itu bersukacita ketika mereka melihat Tuhan. Maka kata Yesus sekali lagi, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kamu.” Dan sesudah berkata demikian, Yesus menghembusi mereka dan berkata, “Terimalah Roh Kudus. Jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.” Pada waktu Yesus datang itu Tomas, seorang dari kedua belas murid, yang juga disebut Didimus, tidak ada bersama-sama mereka. Maka kata murid-murid yang lain kepada-Nya, “Kami telah melihat Tuhan!” Tetapi Tomas berkata kepada mereka “Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu, dan mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, sekali-kali aku tidak akan percaya.” Delapan hari kemudian murid-murid Yesus berada kembali dalam rumah itu, dan Tomas bersama-sama dengan mereka. Sementara pintu-pintu terkunci, Yesus datang. Ia berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata, “Damai sejahtera bagi kamu!” Kemudian Yesus berkata kepada Tomas, “Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku. Ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah!” Tomas menjawab kepada-Nya, “Ya Tuhanku dan Allahku!” Kata Yesus kepadanya, “Karena engkau telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya.” Memang masih banyak tanda lain yang dibuat Yesus di depan mata murid-murid-Nya, yang tidak tercatat dalam kitab ini. Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat supaya kamu percaya bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya oleh imanmu kamu memperoleh hidup dalam nama-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Stefanus Sigit Pranoto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pada Hari Minggu Paskah II, Gereja Katolik juga merayakannya sebagai Minggu Kerahiman Ilahi. Perayaan ini berdasar pada permintaan Yesus dalam pewahyuan pribadi yang diterima Santa Faustina pada 22 Februari 1931. Dalam pewahyuan itu, Yesus bersabda: “Aku mau supaya ada Pesta Kerahiman. Aku mau supaya gambar itu diberkati secara mulia pada hari Minggu pertama sesudah Paskah. Hari Minggu ini harus menjadi Pesta Kerahiman”.

Permintaan Yesus ini baru terwujud pada 30 April 2000, saat Paus Yohanes Paulus II mengkanonisasi St Faustina. Dan sejak saat itu, hari Minggu II Paskah dimaklumkan sebagai Hari Minggu Kerahiman Ilahi yang mau menyadarkan kita betapa besarnya belaskasih Allah yang tak terbatas.

Dalam Injil hari ini, kerahiman Allah diwujudkan dalam pemberian damai kepada para murid. Kepada para murid yang masih ketakutan dan kecewa karena wafat-Nya, Yesus yang bangkit menampakkan diri dan berkata: “Damai sejahtera bagi kamu!” Selain itu Yesus juga memberi perutusan kepada para murid dengan mengatakan “Terimalah Roh Kudus, jikalau kamu mengampuni dosa orang, dosanya diampuni, dan jikalau kamu menyatakan dosa orang tetap ada, dosanya tetap ada.”

Damai dan pengampunan. Dua hal inilah yang menjadi perwujudan nyata Kerahiman Allah kepada kita. Kita tahu bahwa dosa mengakibatkan relasi kita dengan Allah menjadi renggang, bahkan jauh. Ada situasi tidak selamat. Di sinilah kerahiman Allah yang terwujud dalam pengampunan-Nya mendamaikan Kembali relasi kita dengan Allah.

Maka mari kita pun berupaya mewujudkan kerahiman Allah dalam hidup kita dengan menjadi pembawa damai dan pribadi-pribadi pengampun, sebagaimana Allah telah menunjukkan kepada kita.

DOA UMAT

I : Kristus telah bangkit dan bersabda kepada para murid, “Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus Aku, demikian juga sekarang Aku mengutus kami.” Marilah kita berdoa kepada Bapa yang telah mengutus Putra-Nya demi keselamatan dan damai sejahtera kita.

L : Bagi para gembala umat beriman: SEmoga gembala umat beriman mempergunakan daya penyembuhan, pengampunan, dan pendamaian yang dipercayakan oleh Yesus kepada mereka untuk mengabdi Umat Allah dan melayani orang-orang yang mencari kebenaran. Marilah kita mohon,

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang memegang pemerintahan dalam masyarakat kita: Semoga para pemimpin masyarakat lebih dijiwai semangat kasih dan solidaritas kepada rakyat-Nya terutama yang miskin dan kurang beruntung daripada semangat mencari kepentingan sendiri. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang sedang sakit, menderita, dan mengalami cobaan hidup: Semoga mereka yang sedang menderita tetap percaya kepada Tuhan, Sang Penyembuh dan Pemberi hidup. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

L : Bagi umat di paroki kita dan di tempat-tempat lain: Semoga iman kepada Yesus menuntun kita sehingga dapat mempercayai kebaikan orang lain dan dipersatukan dalam cinta kasih-Nya. Marilah kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan.

I : Allah Bapa Yang Maharahim, Putra-Mu yang bangkit telah menyatakan belas kasih-Mu. Semoga kerukunan dan cinta kasih di antara kami, menjadi tanda bagi semua orang yang menyaksikan cara hidup kami, bahwa Engkau berbelas kasih kepada siapa pun. Demi Kritus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOA PERSEMBAHAN:

Allah Bapa Yang Mahakudus, bersama dengan persembahan roti dan anggur ini, kami serahkan hidup kami kepada-Mu. Kami mohon teguhkanlah iman dan harapan kami akan hidup baru berkat kebangkitan Putra-Mu. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Yoh. 20:27

Ulurkanlah tanganmu dan cucukkanlah ke dalam lambung-Ku. Jangan sangsi lagi, tetapi percayalah. Alleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, Engkau hadir di tengah-tengah kami melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, yang telah bangkit dengan jaya. Semoga, kami selalu menyadari bahwa kini Ia hidup, hadir dan selalu menyertai kami hingga kami mencapai kebahagiaan surgawi yang Kaujanjikan. Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: