Minggu, 17 April 2022 – HARI RAYA PASKAH – HARI RAYA KEBANGKITAN TUHAN

Posted on

Rm. Agustinus Guntoro SCJ dari Komunitas SCJ Martino Capelli – Hong Kong

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – bdk. Lukas 24:34; bdk. Kis. 1:6

Tuhan sungguh telah bangkit, Alleluya. Bagi-Nya kemuliaan dan Kerajaan sepanjang segala abad, Alleluya.

PENGANTAR:

SELAMAT PASKAH. Tuhan sudah bangkit. Mari kita rayakan dengan meriah. Tuhan telah mengalahkan maut. Mari kita rayakan dengan gembira. Bukan hanya sekadar mengenangkan, namun kita sungguh ikut bangkit bersama dengan Yesus karena Ia menjadi yang sulung dari kebangkitan. Baptis yang telah kita terima menjadi yang sulung dari kebangkitan. Baptis yang telah kita terima menjadikan kita ambil bagian dalam kebangkitan Kristus ini. Kehadiran anak, ibu, dan bapak sebagai satu keluarga adalah bentuk konkret Gereja yang disemangati oleh kebangkitan Yesus. Gereja Kristus telah ditampakkan oleh kebersamaan kita yang pagi ini mengalami kebangkitan Kristus. Kita mau memberi kesaksian atas pengalaman kebangkitan Kristus. Kita mau memberi kesaksian atas pengalaman kebangkitan ini dengan penuh hormat dan syukur. Alleluya –Pujilah Tuhan.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah wafat, namun bangkit dengan mulia, mengalahkan maut dan dosa.. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkau telah wafat, namun bangkit dengan mulia, dan membangkitkan iman, harapan, serta cinta kasih kami. Kristus, kasihanilah kami. 

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkau telah wafat, namun bangkit dengan mulia, dan membangkitkan kami dari kematian dosa untuk hidup kekal. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Ya Allah, pada hari ini dengan pengantaraan Putra Tunggal-Mu Engkau telah menaklukkan kematian dan membuka bagi kami pintu keabadian. Semoga kami yang merayakan pesta kebangkita Tuhan dibarui oleh Roh-Mu dan bangkit dalam terang kehidupan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama denganDikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kisah Para Rasul 10:34a.37-43

“Kami telah makan dan minum bersama dengan Yesus setelah Ia bangkit dari antara orang mati.”

Sekali peristiwa Allah menyuruh Petrus pergi ke rumah perwira Kornelius. Di sana Petrus berkata, “Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah pembaptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: Bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh dan kuat kuasa. Yesus itulah yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat Yesus di tanah Yudea maupun di Yerusalem! Dia telah dibunuh dan digantung pada kayu salib. Tetapi Allah telah membangkitkan Dia pada hari yang ketiga. Dan Allah berkenan bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Yesus telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 118:1-2.16ab-17.22-23

Ref. Pada hari ini Tuhan bertindak! Mari kita rayakan dengan gembira.

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab Ia baik, kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya.”

  2. Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan. Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan!

  3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Kolose 3:1-4

“Pikirkanlah perkara yang di atas, dimana Kristus berada.”

Saudara-saudara, kamu telah dibangkitkan bersama dengan Kristus. Maka carilah perkara yang di atas, di mana Kristus berada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati, dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus dalam Allah. Kristuslah hidup kita! Apabila Ia menyatakan diri kelak, kamu pun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

ATAU :

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada umat di Korintus 1Kor 5:6b-8

“Buanglah ragi yang lama, agar kamu menjadi adonan baru.

Saudara-saudara, kamu tahu bahwa ragi yang sedikit saja dapat mengkhamirkan seluruh adonan. Maka buanglah ragi yang lama, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab Kristus, anak domba Paskah kita, sudah disembelih. Karena itu marilah kita berpesta, bukan dengan roti yang lama, bukan pula dengan ragi keburukan dan kejahatan, tetapi dengan roti yang tidak beragi, yaitu kemurnian dan kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

SEKUENSIA PASKAH (PS 518)

wajib dinyanyikan pada Hari Minggu Paskah I, sebelum Bait Pengantar Injil

Hai umat Kristen, pujilah Kristus, Sang Kurban Paskah.
Cempe menebus domba: Kristus yang tak berdosa mendamaikan kita dengan Bapa.
Maut dan kehidupan dahsyat saling menyerang:
Sang Hidup yang mati, bangkit jaya.
Katakan, Maria, yang kaulihat di jalan!
Kubur dan kemuliaan Sang Kristus yang hidup serta bangkit:
Saksi malaikat, kain peluh dan kafan.
Kristus, harapanku bangkit, mendahului ke Galilea.
Kita yakin Kristus bangkit dari kematian: Kau Raja Pemenang, kasihanilah.

ATAU

Victimae paschali laudes
immolent Christiani.
Agnus redemit oves:
Christus innocens Patri
reconciliavit peccatores.

Mors et vita duello
conflixere mirando:
dux vitae mortuus,
regnat vivus.

Dic nobis Maria,
quid vidisti in via?
Sepulcrum Christi viventis,
et gloriam vidi resurgentis:
Angelicos testes,
sudarium, et vestes.
Surrexit Christus spes mea:
praecedet suos in Galilaeam.

Scimus Christum surrexisse
a mortuis vere:
tu nobis, victor Rex,
miserere.
Amen. Alleluia.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (1Kor 5:7b-8a) Mari kita merayakan perjamuan Paskah, sebab Yesus Kristus sudah dikurbankan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 20:1-9

“Yesus harus bangkit dari antara orang mati.”

Paskah: Kisah mengenai Prioritas - Satu Harapan

Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur Yesus, dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Maka ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, “Tuhan telah diambil orang dari kubur-Nya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam dan melihat kain kafan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah juga Simon Petrus menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kafan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kafan itu, tetapi agak di samping, di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai ke kubur itu; ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci, yang mengatakan bahwa ia harus bangkit dari antara orang mati.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Guntoro SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Hai para sahabat, selamat merayakan Paskah, kebangkitan dan kemenangan Tuhan kita Yesus Kristus. Dalam suasana sukacita Paskah ini, saya, Agustinus Guntoro, scj dari komunitas Martino Capelli di Hong Kong, menyapa dan mengundang Anda untuk sejenak bersama  RESI (Renungan Singkat) Dehonian, tanggal 17 April 2022.

Para sahabatku yang terkasih, mari kita merenungkan “kejutan di pagi hari” yang diberikan oleh ketiga tokoh dalam Injil hari ini, yang kemudian menjadi “kejutan di sepanjang masa” bagi dunia. Pertama, Maria Magdalena. Inisiatif dan kenekadan Maria Magdalena untuk pergi ke makam Yesus merupakan “kejutan” yang istimewa bagi kita. Sementara para rasul Yesus, orang-orang terdekat dan bersumpah hidup semati dengan Tuhan Yesus, masih mendengkur dalam tidur atau seandainya sudah bangun pun mereka masih dalam ketakutan, Maria Magdalena tidak mempunyai rasa takut sedikit pun. Rasa cinta yang dalam, mengalahkan ketakutan. Secara fisik, Maria Magdalena pun tidak akan mampu membuka batu penutup makam. Tetapi ia nekad, karena di matanya, cinta pasti akan membukakan jalan keluar, sesulit dan setidakmasukakalnya suatu persoalan.

Kedua, mari menengok tokoh Petrus dan Yohanes. Mereka berlari bersama menuju makam. Lucunya, Petrus ketinggalan dan Yohanes melejit lari lebih kencang. Mengapa? Jelas, karena Petrus sudah tua dan fisiknya tidak sekuat Yohanes, murid yang paling muda. Namun Injil Yohanes biasanya suka sekali menggunakan makna kiasan. Larinya Yohanes yang lebih kencang menggambarkan betapa dalam rasa cintanya kepada Tuhan Yesus dan betapa dekat relasinya dengan Tuhan Yesus. Sekali lagi, seperti kasus Maria Magdalena, disini saya melihat, cinta yang menjadi pembedanya. Cinta menggerakkan Yohanes untuk berlari lebih cepat.

Yang menarik, ketika Yohanes sampai di depan makam, ia tidak langsung masuk melainkan menunggu Petrus. Ini gambaran orang muda yang tidak mau “njangkar”, ia berusaha untuk menghormati Petrus yang lebih tua dan bahkan “didapuk” sebagai pemimpin mereka. Untuk peristiwa yang sangat dan teramat penting, sudah sepantasnya jika Petrus, sang pemimpin, yang dipersilakan untuk menjadi saksi kunci keberadaan Yesus yang diberitakan hilang.

Dalam Injil Yohanes ini, peristiwa kebangkitan memang belum terkuak secara jelas. Petrus masih belum mempunyai pemikiran ke arah kebangkitan. Namun Yohanes, karena kedekatan dan cintanya, memberikan kesaksian bahwa Yesus bangkit. Sekali lagi, cinta yang menjadi factor pembedanya. Juga indah menyadari relasi antara Petrus dan Yohanes. Yang tua dihormati, namun yang muda juga diperhitungkan. Peristiwa maha penting dalam iman Katolik, yaitu kebangkitan (Tanpa kebangkitan, iman Katolik menjadi sia-sia), justru berangkat dari kesaksian para wanita dan murid yang paling muda.

Para sahabat yang terkasih, semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita, agar kita diberi kerendahan hati untuk percaya dan mau belajar dari para wanita dan orang-orang muda. Ketika Tuhan berkehendak dan cinta berkuasa, siapa pun bisa menjadi alatNya. Selamat Paskah para sahabat, mari belajar untuk percaya tahap demi tahap, seandainya memang sulit untuk percaya, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. Terima kasih. Tuhan memberkati kita semuanya.

DOA UMAT:

I : Kristus Sang Mesias sumber kehidupan, telah dibangkitkan oleh Allah. Kristus juga akan membangkitkan kita dengan kasih karunia-Nya. Maka, marilah kita berdoa.

L : Ya Kristus, Engkaulah awal dan akhir. Engkau telah wafat namun hidup kembali. Semoga kami semua yang telah dibaptis selalu berjuang melawan kejahatan dan tetap setia sampai mati mengamalkan semangat pengorbanan-Mu di tengah masyarakat. Marilah kita mohon,…

U : Kristus, sumber kehidupan, selamatkanlah kami.

L : Ya Kristus, Engkaulah cahaya dan keselamatan segala bangsa. Terangilah kiranya pada pemimpin bangsa-bangsa agar selalu menggalang persatuan dan kerukunan di antara para bangsa demi perdamaian dan kesejahteraan umat manusia. Marilah kita mohon,…

U : Kristus, sumber kehidupan, selamatkanlah kami.

L : Ya Kristus, Engkaulah kebangkitan dan kehidupan. Tunjukkanlah belas kasih-Mu kepada mereka yang sakit, yang menderita dan yang menghadapi ajal, agar mereka semua dikuatkan dan diteguhkan berkat kebangkitan-Mu. Marilah kita mohon,…

U : Kristus, sumber kehidupan, selamatkanlah kami.

L : Ya Kristus, Engkaulah batu yang dibuang oleh para tukan, tetapi terpilih menjadi batu sendi. Gunakanlah kami sebagai batu-batu hidup dalam membangun masyarakat yang rukun dan adil makmur merata. Marilah kita mohon,…

U : Kristus, sumber kehidupan, selamatkanlah kami.

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau telah bangkit dan tetap tinggal bersama dengan kami. Tuntunlah kami kepada Bapa dalam iman, harapan, dan kegembiraan. Sebab Engkaulah Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Ya Allah, terimalah kurban yang kami persembahkan kepada-Mu di tengah sukacita Paskah. Dengan kurban ini, Gereja-Mu Engkau perbarui dan Engkau pelihara secara mengagumkan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – 1Kor 5:7-8

Kristus, Anak Domba Paskah kita sudah dikurbankan, Alleluya, maka marilah kita berpesta dengan roti tak beragi, yakni kesucian dan kebenaran, Alleluya.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersyukur karena Engkau telah menganugerahkan hidup baru kepada kami melalui kebangkitan Putra-Mu yang kami rayakan ini. Semoga berkat kuasa kebangkitan-Nya, kami diantar sampai pada kehidupan yang abadi. Sebab, Dialah Tuhan, Pengantara kami. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: