Sabtu Malam, 16 April 2022 – Vigili Paskah (Malam Paskah – Tirakatan Kebangkitan Tuhan)

Posted on

Rm. Agustinus Riyanto SCJ dari Komunirtas SCJ Biara Gentiaras Palembang Indonesia

AUDIO RESI:


https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/04/Resi-Sabtu-Malam-Paskah-16-April-2022-oleh-Rm.-Agustinus-Riyanto-SCJ-dari-Komunirtas-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3

UPACARA CAHAYA

Lampu-lampu gereja dipadamkan. Upacara ini dilakukan di luar gereja.

PEMBUKAAN MALAM PASKAH

I : Dalam nama Bapa … dan Putera dan Roh Kudus
U: Amin
I : Kasih karunia, rahmat, dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan dari PutraNya Tuhan kita Yesus Kristus dalam persekutuan Roh Kudus, bersamamu.
U : Dan bersama rohmu.
I : Saudara-saudara terkasih, Pada malam suci ini Tuhan kita Yesus beralih dari kematian memasuki kehidupan. Gereja mengundang putera dan puterinya untuk berkumpul mengadakan tirakatan. Kita ikuti tirakatan ini untuk mengungkapkan iman kita akan Kristus yang bangkit dengan mulia. Dialah cahaya yang menghidupkan harapan serta memberikan kegembiraan karena telah jaya atas maut.

Malam ini kita akan membaharui janji baptis, membaharui iman kita akan Tuhan. Hidup-Nya membuka harapan baru, hidup bersatu dengan Tuhan. Tetapi warta Paska ini mengandung pula tugas baru bagi kita, dan akan dimahkotai dengan perayaan Ekaristi.

PEMBERKATAN API BARU

I : Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, Engkau telah menganugerahi kami cahaya kemuliaan-Mu dengan perantaraan Kristus. Kami mohon … berkatilah api baru ini. Semoga perayaan Paska ini menyatakan kerinduan kami akan kehidupan surgawi, sehingga kelak kami dapat merayakan Paska dengan hati murni dalam cahaya-Mu yang kekal. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin.

PEMBERKATAN LILIN PASKAH

Misa Paskah 2015 – KITA TAIWAN

Seorang diakon, atau petugas lain memegang liling Paska dan imam menggores tanda-tanda pada lilin sambil mengucapkan kata-kata:

I: Kristus dahulu dan sekarang (dari atas ke bawah)

Awal dan Akhir (dari kiri ke kanan)
Alpha (A) dan Omega (O)
Milik-Nya segala masa (2) dan segala abad (0)
kepada-Nyalah kemuliaan dan kekuasaan (0)
sepanjang segala masa (…)

(kemudian ditancapkan lima biji dupa)

I : Demi luka-luka-Nya yang kudus dan mulia, semoga kita dilindungi dan dipelihara,
oleh Kristus Tuhan.

U : Amin.

Dengan api baru lilin Paska dinyalakan.

I : Semoga cahaya Kristus yang bangkit mulia menghalaukan kegelapan dari hati dan budi kita.

Perarakan

Imam bersama Diakon pembawa lilin Paska dan misdinar maju, dan Diakon atau  imam melagukan:

D/I    Kris-tus ca-ha-ya  du- nia
U      Syu-kur ke-pa-da Al- lah

Atau

D/I    Cahaya Kris-tus
U      Syukur kepada Al-lah

Perarakan bergerak. Seruan ini dinyanyikan oleh imam 3 kali; sebelum masuk gereja, di tengah, akhirnya di depan altar. Setelah seruan kedua, lilin misdinar dinyalakan. Dan setelah seruan ketiga, lilin umat dinyalakan.

PUJIAN PASKAH

Di panti imam, diakon menancapkan lilin Paska pada tempatnya yang sudah disediakan. Pendupaan diisi, lalu imam mendupai lilin Paska. Kemudian menyusul pujian Paska.

L : Pujian Paska mengenangkan sejarah keselamatan kita, yang memuncak pada kebangkitan Kristus. Karena itu marilah kita sebagai Gereja, bersukaria menghaturkan pujian dan syukur:

D/I    Ber-so-rak – lah,  pa – ra   ma – lai – kat di    sur – ga
U      Ber-so-rak – lah, nya-nyi – kan  la – gu  gem-bi –  ra
D/I    Ber-gi-rang-lah,  u –  mat  se – lu –  ruh du –  ni –   a
U      Ber-so-rak – lah, nya-nyi – kan la –  gu  gem –bi – ra

D/I    E –  lu- kan – lah Kris –  tus ra – ja di  ra- ja
U      Ba-  gi  Kris-tus, yang  me-ne -bus    ki-ta
D/I    Ter- ha-lau-  kan ke –    ge – la -pan  do-sa
U      Ba – gi  Kris-tus, yang   me-ne -bus   ki-ta

D/I    Pu – ji – lah  ke – me-na – ngan ja – ya
U      Ber-syu-kur-lah  ke – pa-  da    Al- lah
D/I    Ber-si  – nar ca –  ha – ya     i     la – hi
U      Ber-syu-kur-lah  ke – pa-   da   Al- lah
D/I    Ge – ma-kan-  lah  bu –  nyi  na – fi –   ri
U      Ki-   ta   bang- kit  ber – sa- ma   Kris- tus
D/I    Ye – sus Kris-  tus  jun-  jung-an   ki  –  ta
U      Ki-   ta   bang- kit  ber-  sa –  ma   Kris -tus

D/I    Tuhan bersamamu
U      Dan bersama rohmu
D/I    Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan
U      Sudah kami arahkan
D/I    Marilah bersyukur kepada Tuhan Allah kita
U      Sudah layak dan sepantasnya

D/I    Sungguh layak dan pantas kami lagukan dengan bulat hati madah pujian bagi-Mu Bapa, Allah yang tak kelihatan, dan bagi PuteraMu, Yesus Kristus, Tuhan dan sembahan kami. Sebab Ia telah melunasi hutang kami, keturunan Adam, kepada Dikau; Ia telah menghapus hutang dosa lama dengan darah hati-Nya. Inilah pesta PASKA, hari anak domba sejati dikurbankan, dan pintu rumah umat beriman sudah ditandai dengan darah-Nya.  Inilah malam, waktu leluhur kami, Bangsa Israel, Engkau hantar keluar dari Mesir, melalui Laut Merah, lewat jalan yang kering. Inilah MALAM, Yesus Kristus mengalahkan kuasa maut dan BANGKIT sebagai pemenang yang unggul dari kuburNya. Pada malam ini semua orang yang percaya kepada Kristus Engkau lepaskan dari kedurhakaan dosa, Engkau anugerahi rahmat dan Engkau persatukan dalam Gereja yang kudus.

Bersoraklah …

D/I    O betapa agung kasih-Mu, Bapa, terhadap kami sampai Putra-Mu Engkau serahkan untuk menebus para hamba. Sungguh perlu dosa Adam, yang telah dilebur oleh wafat Kristus. O dosa yang menguntungkan sebab mendatangkan Penebus semulia ini.

O malam bahagia, yang menghubungkan kembali surga dengan dunia, Allah dengan umat manusia.

 Bersoraklah …

D/I    Semoga cahaya suci malam ini mengusir kejahatan, mengambil dosa, memulihkan kesucian bagi yang jatuh, menghibur yang berdukacita, menghalau kedengkian, memupuk kerukunan, dan menundukkan keangkuhan.

 Bersoraklah …

D/I    Semoga lilin ini, yang diberkati demi penghormatanmu, Bapa, bernyals terus untuk menghalau kegelapan malam ini. Semoga nyalanya Kaugabungkan dengan bintang kejora, yakni Yesus Kristus yang takkunjung  terbenam. Ia telah terbit dari alam maut dan menyinari umat manusia dengan seri cahaya-Nya. Kini Ia bersama dengan Dikau dan Roh Kudus hidup dan berdaulat sekarang dan sepanjang masa.
U      A-min    a –   min   a  –     min.

Lilin umat dipadamkan, semua duduk.

LITURGI SABDA

L : Saudara-saudara terkasih, setelah membuka upacara malam ini dengan meriah, marilah kita mendengarkan Sabda Allah dengan penuh perhatian. Hendaklah kita renungkan, bagaimana Allah menyelamatkan umat-Nya dimasa lampau dan bagaimana Ia mengutus Putera-Nya menjadi Penebus kita. Maka hendaklah kita berdoa, agar Allah menyelesaikan karya penyelamatan Paska ini.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 1:1-31; 2:1-2 (Maka jadilah petang dan pagi: PS 866)

Allah melihat semua yang telah dijadikan-nya dan amat baiklah semuanya itu.”

Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam.

Maka jadilah petang dan pagi, hari per- ta – ma.

Lalu berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.” Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Allah menamai cakrawala itu langit

Maka jadilah petang dan pagi, hari kedua.

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: “Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi.” Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Maka jadilah petang dan pagi, hari ketiga.

Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Maka jadilah petang dan pagi, hari keempat.

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala.” Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung – yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: “Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak.”

Maka jadilah petang dan pagi, hari kelima.

Berfirmanlah Allah: “Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar.” Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.” Berfirmanlah Allah: “Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya.” Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.

Maka jadilah petang dan pagi, hari keenam

Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.

Maka jadilah petang dan pagi, hari ini.

Demikianlah sabda Tuhan.

U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 104:1-2a.5-6.10.12.13-14.24.35c

Ref. Aku wartakan karya agung-Mu Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Tuhan Allahku, Engkau sungguh besar! Engkau berpakaian keagungan dan semarak, berselimutkan terang ibarat mantol.

  2. Engkau telah mendasarkan bumi di atas tumpuannya, sehingga takkan goyah untuk selama-lamanya. Dengan samudera raya bumi ini Kau selubungi; air telah naik melampaui gunung-gunung.

  3. Di lembah-lembah Engkau membualkan mata air yang mengalir di antara gunung-gunung. Burung-burung di udara bersarang di dekatnya, bersiul-siul dari antara dedaunan.

  4. Dari bangsal-Mu Engkau menyirami gunung-gunung, bumi penuh dengan segala yang Kauturunkan dari langit. Engkau menumbuhkan rumput bagi hewan, dan tumbuh-tumbuhan untuk diusahakan manusia, Engkau mengeluarkan makanan dari dalam tanah.

  5. Betapa banyak karya-Mu, ya Tuhan, semuanya Kaubuat dengan kebijaksanaan. Bumi penuh dengan ciptaan-Mu: Pujilah Tuhan, hai jiwaku!

Doa

I : Marilah berdoa: Allah Bapa yang maha kuasa dan kekal, penciptaan dunia sungguh amat mengagumkan. Semoga umat yang telah Kautebus yakin, bahwa lebih agung lagi karya penebusan oleh Anak Domba Paska kami, yaitu Kristus, yang hidup dan bertahta sepanjang segala masa.
U : Amin

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Kitab Kejadian 22:1-2.9a.10-13.15-18

“Kurban Abraham leluhur kita.”

Setelah Abraham mendapat anak, Ishak, maka Allah mencobai Abraham. Allah berfirman kepada Abraham, “Abraham.” Abraham menyahut, “Ya Tuhan.” Sabda Tuhan, “Ambillah anak tunggal kesayanganmu, yaitu Ishak, pergilah ke tanah Moria, dan persembahkanlah dia di sana sebagai kurban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.” Maka sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Allah kepada Abraham. Abraham lalu mengulurkan tangannya, dan mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat Tuhan dari langit, “Abraham, Abraham!” Sahut Abraham, “Ya Tuhan.” Lalu Tuhan bersabda, “Jangan bunuh anak itu, dan jangan kauapa-apakan dia. Kini Aku tahu bahwa engkau takut akan Allah, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku.” Lalu Abraham menoleh, dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Diambilnya domba itu, dan dipersembahkannya sebagai kurban bakaran pengganti anaknya. Untuk kedua kali berserulah Malaikat Tuhan dari langit kepada Abraham, kata-Nya, “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri —- demikianlah firman Tuhan —- Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan menyerahkan anakmu yang tunggal kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak, seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Melalui keturunanmulah segala bangsa di bumi akan mendapat berkat, sebab engkau mentaati sabda-Ku.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 16:5.8.9-10.11

Ref. Tuhan penjaga dan benteng perkasa dalam lindungan-Nya aman sentosa

  1. Ya Tuhan, Engkaulah bagian warisan dan pialaku, Engkau sendirilah yang meneguhkan yang diundikan kepadaku. Aku senantiasa memandang kepada Tuhan; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah.

  2. Sebab itu hatiku bersukacita dan jiwaku bersorak-sorai dan tubuhku akan diam dengan tentram sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati dan tidak membiarkan orang kudus-Mu melihat kebinasaan.

  3. Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat yang abadi.

Doa

I : Marilah berdoa: Allah Bapa umat beriman, Engkau selalu menciptakan manusia-manusia baru dan mengangkat mereka menjadi putera-puteri-Mu serta pewaris perjanjian-Mu. Apa yang Engkau janjikan kepada Abraham kini berkat misteri Paska terlaksana bagi segala bangsa. Semoga kamipun mengenal suara-Mu dan mengimani sabda-Mu.
Demi Kristus, pengantara kami.
U : Amin.

BACAAN KETIGA: Bacaan dari Kitab Keluaran 14:15-15:1

“Orang-orang Israel berjalan di tengah laut yang kering.”

Dalam perjalanan keluar dari tanah Mesir, ketika hampir tersusul oleh pasukan Firaun, ketakutanlah orang-orang Israel dan berseru-seru kepada Tuhan. Maka berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Mengapa engkau berseru-seru demikian kepada-Ku? Katakanlah kepada orang Israel, supaya mereka berangkat. Dan engkau, angkatlah tongkatmu, dan ulurkanlah tanganmu ke atas laut dan belahlah airnya, sehingga orang Israel dapat masuk ke tengah-tengah laut dan berjalan di tanah yang kering. Dan sementara itu Aku akan menegarkan hati orang-orang Mesir, sehingga mereka menyusul orang Israel. Dan terhadap Firaun dan seluruh pasukannya, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda, Aku akan menyatakan kemuliaan-Ku. Maka orang Mesir akan insaf bahwa Aku ini Tuhan apabila Aku menampakkan kemuliaan-Ku terhadap Firaun, keretanya dan orang-orangnya yang berkuda.” Kemudian bergeraklah Malaikat Allah, yang tadinya berjalan di depan tentara Israel, lalu berpindah, berjalan di belakang mereka; dan tiang awan yang tadinya bergerak di depan mereka, beranjak dan berdiri di belakang mereka. Demikianlah tiang awan itu berdiri di antara tentara Mesir dan orang Israel. Awan itu menimbulkan kegelapan, sehingga malam itu berlalu tanpa kesempatan bagi bagi orang Mesir untuk mendekati orang-orang Israel. Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman Tuhan menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, serta mengeringkan laut itu. Maka terbelahlah air laut itu, dan orang Israel masuk dan berjalan di tengah-tengah laut yang kering; sedang di kiri dan di kanan mereka air itu sebagai tembok bagi mereka. Orang Mesir pun mengejar dan menyusul mereka. Semua kuda Firaun, kereta dan pasukan berkudanya mengikuti orang Israel masuk ke tengah-tengah laut itu. Pada waktu jaga pagi, Tuhan memandang tentara Mesir dari dalam tiang api dan awan, lalu mengacau-balaukan tentara Mesir. Tuhan membuat roda kereta mereka berjalan miring dan maju dengan berat, sehingga orang Mesir berkata, “Marilah kita lari meninggalkan orang Israel, sebab Tuhanlah yang berperang untuk mereka melawan Mesir!” Berfirmanlah Tuhan kepada Musa, “Ulurkanlah tanganmu ke atas laut, supaya air berbalik meliputi orang Mesir, kereta mereka, dan pasukan berkuda mereka.” Musa mengulurkan tangannya ke atas laut; maka menjelang pagi berbaliklah air laut ke tempatnya semula, sedangkan orang Mesir lari menuju air itu. Demikianlah Tuhan mencampakkan orang Mesir ke tengah-tengah laut. Jadi berbaliklah segala air itu, lalu menimbun kereta dan orang berkuda dari seluruh pasukan Firaun, yang telah menyusul orang Israel ke laut. Tiada seorang pun di antara mereka yang selamat. Tetapi orang Israel berjalan di tempat kering di tengah-tengah laut, sedang di kiri dan kanan mereka air itu bagai tembok bagi mereka. Demikianlah pada hari itu Tuhan menyelamatkan orang Israel dari tangan orang Mesir. Dan orang Israel melihat orang Mesir mati terkapar di pantai laut. Ketika orang Israel melihat betapa dahsyat perbuatan Tuhan terhadap orang Mesir, maka seluruh bangsa itu merasa takut akan Tuhan; mereka percaya kepada Tuhan dan kepada Musa, hamba-Nya. Pada waktu itulah Musa bersama-sama dengan orang Israel menyanyikan madah ini bagi Tuhan.

Demikianlah sabda Tuhan

Sesudah bacaan terakhir, sebelum epistola, lilin altar dinyalakan.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur Tanggapan III. (Kel 15:1-2.3-4.5-6.17-18)

BERSYUKURLAH KEPADA TUHAN

1. Bersyukurlah kepada Tuhan,
U: kar’na kekal kasih Allah.
pada Allah segala dewata,
U: kar’na kekal kasih Allah.
pada Tuhan segala penguasa,
U: kar’na kekal kasih Allah.

2. Hanya Dia mengerjakan karya agung,
U: kar’na kekal kasih Allah.
dengan arif menciptakan langit,
U: kar’na kekal kasih Allah.
membentangkan bumi di atas laut,
U: kar’na kekal kasih Allah.

3. Penerang yang besar dibuat-Nya,
U: kar’na kekal kasih Allah.
surya yang menguasai siang,
U: kar’na kekal kasih Allah.
bulan, bintang, cahaya malam,
U: kar’na kekal kasih Allah.

4. Yang membunuh anak sulung Mesir,
U: kar’na kekal kasih Allah.
dan membebaskan umat Israel,
U: kar’na kekal kasih Allah.
dengan tangan kuat dan lengan perkasa,
U: kar’na kekal kasih Allah.

5. Dia yang membelah Laut merah,
U: kar’na kekal kasih Allah.
yang menyeberangkan umat Israel,
U: kar’na kekal kasih Allah.
dan menumpas Firaun dan laskarnya,
U: kar’na kekal kasih Allah.

6. Yang memimpin umat-Nya ke padang gurun,
U: kar’na kekal kasih Allah.
kerajaan besar ditaklukkan-Nya,
U: kar’na kekal kasih Allah.
raja-raja masyhur dibunuh-Nya,
U: kar’na kekal kasih Allah.

7. Diberikan-Nya tanah mereka,
U: kar’na kekal kasih Allah.
kepada Israel hamba-Nya,
U: kar’na kekal kasih Allah.
kemalangan kita diindahkan-Nya,
U: kar’na kekal kasih Allah.

8. Bersyukurlah kepada Tuhan,
U: kar’na kekal kasih Allah.
pembebas kita dari penindas,
U: kar’na kekal kasih Allah.
dan segala makhluk diberi-Nya makan,
U: kar’na kekal kasih Allah.

Doa

I : Marilah berdoa: Allah Bapa kami bersama, karya-Mu yang mengagumkan kini masih terus berlangsung. Dahulu Engkau membebaskan satu bangsa yang tertindas dengan kekuasaan tangan-Mu. Tetapi kini Engkau menyelamatkan segala bangsa dengan air pembaptisan. Jadikanlah semua orang anak-anak Abraham semartabat dengan umat Israel. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.
U : Amin.

MADAH KEMULIAAN

Sesudah doa langsung dinyanyikan “KEMULIAAN”. Sementara itu, lonceng gereja dan lonceng/gong altar dibunyikan.

DOA PEMBUKA⁣

Marilah kita berdoa. (hening sejenak): Ya Allah, Engkau menyemarakkan malam yang amat suci ini dengan kebangkitan mulia Kristus Tuhan kami. Bangkit kanlah di dalam Gereja-Mu semangat hidup sebagai anak anak Allah. Semoga kami dibarui lahir-batin agar kami se lalu mengabdi Engkau dengan setia. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U : Amin.⁣

BACAAN KEDELAPAN: Bacaan Epistola: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 6:3-11

“Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, dan tidak akan mati lagi.”

Saudara-saudara, kita semua, yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya. Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh pembaptisan dalam kematian, supaya, seperti halnya Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi, jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu bahwa Kristus, sesudah bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi; maut tidak berkuasa lagi atas Dia! Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya; kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

Ref. A l l e l u y a (3x 1= F, G, A)
Ayat. (Mzm 118:1-2.16ab.17.22-23)

  1. Bersyukurlah kepada Tuhan, sebab ia baik! Kekal abadi kasih setia-Nya. Biarlah Israel berkata, “Kekal abadi kasih setia-Nya.

  2. Tangan kanan Tuhan berkuasa meninggikan, tangan kanan Tuhan melakukan keperkasaan! Aku tidak akan mati, tetapi hidup, dan aku akan menceritakan perbuatan-perbuatan Tuhan.

  3. Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru. Hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di antara kita.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 24:1-12

“Mengapa kamu mencari yang hidup di antara orang mati?”

Renungan Malam Paskah, 20 April 2019: “Paskah Hidup Baru!” (Luk 24 : 1-12) | Keuskupan Purwokerto

Pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, wanita-wanita pergi ke makam dan membawa rempah-rempah, yang telah mereka sediakan. Mereka mendapati batu sudah terguling dari makam. Ketika masuk ke dalam makam, mereka tidak melihat jenazah Yesus. Mereka sangat bingung. Tiba-tiba berdirilah di hadapan mereka dua orang pemuda berpakaian putih berkilau-kilauan. Wanita-wanita itu amat terkejut dan menundukkan kepala, tetapi kedua pemuda itu berkata, “Mengapa kamu mencari yang hidup di antara orang mati? Dia tidak lagi di sini. Dia sudah bangkit. Ingatlah akan perkataan, yang telah disampaikan-Nya kepadamu: Putra Manusia harus diserahkan ke tangan orang berdosa, disalibkan, dan bangkit pada hari ketiga.” Mereka pun teringat kembali akan perkataan Yesus itu. Sekembali dari makam, mereka menceritakan semuanya ini kepada kesebelas murid-Nya dan semua orang lain. Wanita-wanita itu ialah Maria Magdalena, Yohana dan Maria ibunda Yakobus serta wanita-wanita lain, yang selalu bersama murid-murid Yesus. Mereka memberitahukan hal-hal itu kepada para rasul. Tetapi para rasul tidak percaya; mereka menganggap cerita itu omong kosong. Namun Petrus berdiri dan berlari ke makam; ia menjenguk ke dalam makam, tetapi yang dilihat hanya kain kafan. Ia pun kembali keheran-heranan memikirkan apa yang terjadi.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Agustinus Riyanto SCJ

Vivat Cor Jesu per Cor Mariae.  Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Saudara saudari terkasih pencinta Resi yang setia. Hari ini menjadi puncak permenungan kita selama masa pra Paskah. Paskah menjadi titik transformasi bagi kita semua umat beriman, sesudah selama 40 hari kita berusaha mematikan segala hawa nafsu, keegoisan dan dosa yang merusak martabat hidup kita sebagai anak-anak Allah. Bersama para Wanita dan murid murid Yesus, kita semua dibangkitkan dan dihidupkan untuk menghayati hidup ini secara baru.

Para wanita dating ke kubur Yesus dalam duka mendalam, kebingungan akan masa depan, ketakutan akan ancaman sebagai murid Yesus. Namun setelah mendengar perkataan Malaekat bahwa Yesus telah hidup dan bangkit, perubahan pun terjadi. Mereka mulai mengerti mengapa Yesus tidak ada di kubur, Ia telah bangkit. Hati mereka pun seketika berubah. mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitakannya kepada murid-murid Yesus lainnya. Semula mereka ke kubur dengan hati lesu, namun mereka pulang dengan sukacita besar. Semula mereka pergi dengan langkah lemah, namun pulang dengan berlari cepat-cepat. Mereka pergi dengan putus asa, pulang dengan harapan baru. Kebangkitan Yesus telah mengubah kedukaan menjadi kemenangan. Ada kehidupan baru yang hadir dalam diri murid-murid.

Saudara saudariku, Bersama seluruh umat beriman, kita merayakan Paskah, yang sudah kita siapkan melalui masa pertobatan melalui pantang dan puasa. Sudah semestinya sukacita mewarnai hati kita, seperti sukacita para Wanita yang menerima warta surgawi bahwa Yesus bangkit dan Hidup. Kehidupan baru itu langsung dirasakan oleh para Wanita itu serta murid murid lainnya. Rahmat Paskah diterima oleh semua orang yang sungguh menyatukan hidupnya dengan hidup Yesus. Kebangkitan Yesus dari kematian menjadi pintu bagi kita semua untuk mati dari segala dosa dan bangkit sebagai manusia baruyang siap mewartakan kabar gembira keselamatan bagi semua orang. Paskah harusnya mengubah kelesuan hati kita menjadi semangat, menyingkirkan kebencian, amarah, dendam dan menggantikannya dengan cinta kasih serta pengampunan. Paskah sudah seharusnya semakin membuat hati kita terbuka untuk peduli kepada sesame serta menutup diri untuk segala yang jahat. Paskah menjadi api yang mengobarkan dan menguatkan kita untuk teguh sebagai murid Yesus, tanpa lagi takut dengan segala tantangan serta kesulitan hidup.

Sebagai murid Yesus, kebangkitanNya harus menghadirkan pembaruan baik bagi diri kita sendiri maupun bagi dunia di sekitar kita. Dunia ini masih penuh suasana kematian. Hoaks merajalela membungkam kebenaran. Kekerasan dan diskriminasi mengubur ketidakadilan. Persaingan kotor membunuh akal sehat. Demikian juga egoisme dan individualisme perlahan membekukan dan mematikan kasih dan kebaikan dalam hati manusia. Untuk itu, Paskah harus menjadi milik kita para murid Yesus. Kita harus hidup baru dalam semangat kebangkitan Kristus. Kita harus bangkit untuk menegakkan kembali segala kehendak Allah. Kita harus bangkit untuk menegakkan kasih sebagai dasar hidup yang paling utama. Kita harus bangkit untuk menumbuhkan pengharapan dan sukacita atas orang-orang yang putus asa. Kita harus memperjuangkan keselamatan sesama kita, sehingga hidup mereka tidak lagi dikuasai oleh dosa dan kesia-siaan. Sebaliknya, hidup mereka dikuasai oleh kasih dan anugerah keselamatan di dalam Yesus Kristus. Selamat Paskah saudara saudariku, selamat meninggalkan manusia lama kita dan hidup baru seturut kehendak Allah. Tuhan memberkati anda semua Bersama keluarga. Amin.

LITURGI BAPTIS
Litani Para Kudus
Pemberkatan Air Baptis

DOA UMAT

I : Marilah kita panjatkan doa kepada Bapa di Surga, yang telah membangkitkan Yesus Kristus, Putera-Nya, dari kematian, agar kita dapat menemukan hidup sejati pada-Nya:

L : Bagi para baptisan baru dan semua pengikut Kristus: Ya Bapa, ajarilah kami dalam menerima sakramen-sakramen Paska merasakan lagi hasrat dan niat kami untuk menghayati hidup sejati sesuai dengan janji baptis kami. Marilah kita mohon!

L : Bagi tanah air kita: Ya Bapa, semoga kebangkitan Putera-Mu menjiwai para pemimpin dan seluruh rakyat, agar mereka bersama-sama bangkit dan berjuang membangun mayarakat adil dan makmur merata. Marilah kita mohon!

L : Bagi saudara-saudari kita yang mengalami krisis kepercayaan, yang lengah dan acuh tak acuh : Ya Bapa, semoga pada malam ini mereka ikut membaharui janji baptis dan menyadari kembali tanggungjawab mereka sebagai pengikut Kristus, Putera-Mu. Marilah kita mohon!

L : Bagi semua orang yang telah meningal sebagai orang-orang yang sudah ditandai oleh pembaptisan:  Ya Bapa, perkenankanlah mereka malam ini menghayati sukacita Paska sepenuhnya di surga. Marilah kita mohon!

L : Bagi kita yang berkumpul di sini sebagai saudra satu sama lain: Ya bapa, semoga iman akan Kristus yang bangkit, memperteguh kami dalam menunaikan tugas kami masing-masing di dunia. Marilah kita mohon!

I : Allah Bapa kami yang mahakuasa dan kekal, Bapa kami Yesus Kristus, kami telah dilahirkan kembali dari air dan Roh Kudus, dan telah diampuni dosa-dosa kami, bawalah kami berkat rahmat yang telah diperolehNya, memasuki Paska raya abadi. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami
U Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

 Allah Bapa yang mahakudus, berkenanlah menerima permohonan serta persembahan umat-Mu, yang dihunjukkan kepada-Mu. Semoga perayaan Ekaristi, yang berasal dari misteri Paska, memberi kami kekuatan untuk mencapai hidup yang kekal. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami
U Amin.

ANTIFON KOMUNI  —  bdk 1Kor. 5:7-8⁣

Kristus, Anak Domba kita, sudah dikurbankan. Marilah kita merayakan pesta dengan roti tak beragi, yakni kesucian dan kebenaran. Alleluya.⁣⁣

DOA SESUDAH KOMUNI⁣

Marilah kita berdoa. Ya Allah, kami telah Engkau segarkan dengan santapan Paskah. Maka, kami mohon curahkanlah Roh kasih-Mu kepada kami dan buatlah kami sehati sejiwa dalam kasih sayang-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin.⁣⁣

ATAU⁣

Marilah kita berdoa: Allah Bapa kami, kami bersyukur atas santapan Paskah Putra-Mu yang telah kami terima. Kami mohon, kuatkanlah kami dalam peziarahan hidup untuk menyongsong Paskah Putra-Mu yang abadi. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami. U : Amin.

BERKAT MERIAH

I : Saudara-saudari yang berbahagia, malam ini peringatan sengsara Tuhan kita Yesus Kristus telah mencapai puncaknya dalam perayaan meriah Paska yakni perayaan kebangkitan-Nya yang mulia. Demikian pula hidup kita di dunia ini akan memuncak dalam kebahagiaan abadi di surga bersama dan bersatu dengan Kristus. Kebangkitan Kristus memberi arti baru kepada kita. Dari sebab itu marilah kita mengakhiri perayaan ini dengan mohon berkat Tuhan.
Imam membuka tangan

I : Tu-han ber – sa – ma – mu
U : Dan ber-sa-ma roh-mu

(Imam mengulurkan kedua belah tangan ke arah umat.}
I : Se-moga karena perayaan meriah Paka ini, Allah yang mahakuasa dan maharahim
melindungi Saudara terhadap segala do-sa.
U : A-min

I : Se-moga karena kebangkitan Putera-Nya yang tunggal, Allah menganugerahkan
kepada Saudara hidup abadi yang sempur-na.
U : A-min

I : Se-moga karena bimbingan Yesus Kristus yang jaya, Saudara dengan hati riang
gembira sampai pada perayaan Paska abadi di sur-ga.
U : A-min

I : Se-moga Saudara sekalian dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang
Mahakua-sa:  Ba-pa dan Pu-tra dan Roh Ku – dus
U : A-min

DOWNLOAD AUDIO RESI: