Jumat, 08 April 2022 – Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Posted on

Rm. Vincen Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Florida USA

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  — Mazmur 31:10.16.18⁣

Sayangilah aku, ya Tuhan, sebab aku menderita. Lepaskanlah aku dari tangan musuh yang mengejar aku. Tuhan, jangan sampai aku kecewa, sebab aku berseru kepada-Mu.⁣⁣

PENGANTAR⁣

Dalam bacaan hari ini, telah terasa kepahitan Jumat Agung. Nabi Yeremia mengungkapkan kegelisahannya, ditinggalkan oleh siapa pun, bahkan sahabat-sahabatnya. Dalam Injil, sema kin berkembang pertentangan antara Yesus dengan orang-orang Yahudi. Rakyat harus memilih: mengimani Yesus sebagai Utusan Bapa dan sebagai Putra Allah, atau menyingkirkan Yesus karena menghojat Allah.⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengampun, kami ini orang lemah yang sering jatuh. Ampunilah kejahatan kami dan bebaskanlah kami dari belenggu dosa. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

ATAU⁣ :

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber belas kasih, Engkau berbelas kasih kepada siapa saja yang memohon kemurahan hati-Mu. Kasihanilah kami, dan semoga kami semakin memahami Engkau, sebagaimana Engkau memahami diri kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 20:10-13

“Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah.”

Aku telah mendengar bisikan banyak orang, “Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Mari kita mengadukan dia!” Semua sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh. Kata mereka, “Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!” Tetapi Tuhan menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku tersandung jatuh, dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil; suatu noda yang selama-lamanya tidak akan terlupakan! Ya Tuhan semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. Menyanyilah untuk Tuhan, pujilah Dia! Sebab Ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 18:2-3a.3bc-4.5-6.7

Ref. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan, dan Ia mendengar suaraku.

  1. Aku mengasihi Engkau, ya Tuhan, kekuatanku! Ya Tuhan, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku.

  2. Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku! Terpujilah Tuhan, seruku; maka aku pun selamat daripada musuhku.

  3. Tali-tali maut telah meliliti aku, dan banjir-banjir jahanam telah menimpa aku; tali-tali dunia orang mati telah membelit aku, perangkap-perangkap maut terpasang di depanku.

  4. Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada Tuhan. Kepada Allahku aku berteriak minta tolong. Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong kepada-Nya sampai ke telinga-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
S : (Yoh 6:64b,69b)  Sabda-Mu, ya Tuhan, adalah roh dan kehidupan. Engkau mempunyai sabda kehidupan kekal.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 10:31-42

“Orang-orang Yahudi mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka.”

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 26 Maret 2021 – Mirifica News

Sekali peristiwa orang-orang Yahudi mau melempari Yesus dengan batu. Tetapi kata Yesus kepada mereka, “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku Kuperlihatkan kepadamu; manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku dengan batu?” Jawab orang-orang Yahudi itu, “Bukan karena suatu perbuatan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah, dan karena Engkau menyamakan diri-Mu dengan Allah, meskipun Engkau hanya seorang manusia.” Kata Yesus kepada mereka, “Tidakkah ada tertulis dalam kitab Tauratmu, ‘Aku telah berfirman: Kamu adalah Allah?” Padahal Kitab Suci tidak dapat dibatalkan! Maka, jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia ‘Engkau menghujat Allah!” karena Aku telah berkata: Aku anak Allah? Jikalau Aku tidak melakukan pekerjaan-pekerjaan Bapa-Ku, janganlah kamu percaya kepada-Ku. Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-Ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa ada dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes dulu membaptis orang, lalu Ia tinggal di situ. Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata, “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini benar.” Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Vincent Suparman SCJ.

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pekerjaan Memberi Kesaksian: Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita bahwa iman kita tidak hanya didasarkan pada apa yang telah Allah janjikan tetapi juga pada apa yang telah Ia lakukan. Kristus menunjuk kepada perbuatan-perbuatan-Nya sebagai dasar iman di dalam Dia sebagai Anak: “Bahkan jika kamu tidak percaya kepada-Ku, percayalah perbuatan-perbuatan itu….” Yang terbesar dari semua pekerjaan ini adalah kebangkitannya dari kematian, yang akan kita peringati beberapa hari dari sekarang. Karya selalu lebih kuat daripada kata-kata. Kata-kata dapat meyakinkan pikiran, tetapi perbuatan menggerakkan keinginan untuk bertindak – untuk mengambil keputusan. Yesus terus melakukan pekerjaan Bapa hari ini, terutama dalam Ekaristi dan pengakuan sakramental, serta sakramen-sakramen lainnya. Apakah kita memandang pekerjaan ini sebagaimana adanya – tindakan sejati Kristus dengan kuasa untuk mengubah hidup kita?

Dunia Membutuhkan Kesaksian tentang Kehidupan Kudus: Kita tidak pernah bisa meremehkan pentingnya kekuatan kesaksian pribadi di dunia saat ini. Kita, kini, dibanjiri dengan informasi dan rangsangan external dari aneka channel atau youtube yang berisi tentang kasaksian dari orang-orang yang percaya kepada Jesus. Kata-kata dan gambar dan slogan berlimpah. Namun dengan latar belakang hiruk pikuk ini, karya kekudusan sejati bicara lebih keras daripada sebelumnya. Lantas apakah kita mampu mensortir dan menemukan kesaksian-kesaksian yang sungguh membantu pertumbuhan kehidupan kita? Paus Paulus VI mengatakan yang terbaik: “Manusia membutuhkan kesaksian lebih dari argumen.” Dalam kasus youtube, tidak semua kesaksian searah dengan pesan Firman Tuhan. Fokus kesaksian yang sehat tertuju pada pekerjaan-pekerjaan Tuhan yang membuat seseorang berubah dan bertumbuh, dan tidak mencari pujian.

Biarkanlah Terang-Mu Bersinar di Dunia agar Mereka Percaya: Firman Tuhan memiliki kemampuan khusus untuk menembus hati nurani manusia. Kita perlu mempercayai kemampuan merealisir pesan-pesan terkandung dalam Firman Tuhan.  Ketika kata itu berasimilasi ke dalam kehidupan orang percaya, kekuatannya berlipat ganda lebih banyak lagi. Oposisi yang luar biasa dan bahkan ganas dihadapi Yesus. Namun mereka tidak mampu mencegah orang lain untuk percaya kepada Jesus. Misteri ini terus berulang dalam kehidupan Gereja. Di mana ada penentangan terbesar terhadap pesan Injil, ada juga pertobatan terbesar. “Di mana dosa berlimpah, kasih karunia lebih berlimpah,” (Roma 5:20) mengutip Santo Paulus. Kebenaran yang telah terbukti ini seharusnya melindungi kita dari keputusasaan dalam upaya kita untuk menginjili.

Marilah kita merenungkan pengalaman St. Petrus. Ketika Tuhan Jesus menyuruhnya untuk menebarkan jalanya, ia menjelaskan kepada Jesus bahwa ia sudah membuang jalanya seratus kali. Apa yang terjadi? Ia kecewa. Dengan basah kuyub ia menariknya, kosong, tak ada ikan tangkapan. Namun, karena ini perintah Sang Guru, ia melemparkan jalanya di tempat yang dalam. Ketika ia menarik jalanya, jala terasa berat, penuh dengan ikan-ikan. Jalanya hampir koyak. Ia langsung bersujud di depan Jesus. Ia minta agar Sang Guru pergi, karena Petrus merasa tidak layak di hadapan Sang Guru.

Saya percaya bahwa Tuhan Yesus menguji orang-orang pilihan-Nya, karena ketika benih itu dibenamkan ke dalam bumi maka benih itu akan lebih baik berakar di dalam Tuhan. Saya ingin menyerahkan diri saya kepada Tuhan, agar Tuhan dapat menempatkan saya di dekat-Nya. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣

Allah Bapa maharahim, semoga kami selalu merayakan upacara suci ini dengan pantas dan memperoleh keselamatan-Mu. Demi Kristus, .⁣⁣

ATAU :⁣

Allah Bapa sumber segala rahmat, berilah kami rahmat-Mu, agar dapat mengimani bahwa Engkaulah Allah kami yang maha esa, yang berkenan menjadi rezeki bagi setiap orang yang mendambakan kedamaian. Demi Kristus, ….⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  — I Petrus 2:24⁣

Yesus menanggung dosa kita dalam tubuh-Nya di salib, supaya kita mati terhadap dosa dan hidup suci. Karena bilur-bilur-Nya, kita disembuhkan.⁣⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa, pengungsian kami, semoga kurban yang telah kami sambut selalu menjadi sumber perlindungan bagi kami dan menghindarkan kami dari segala malapetaka. Demi Kristus, ….⁣⁣

ATAU : ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa maharahim, nyatakanlah kepada kami siapakah Engkau itu melalui karya Putra-Mu di tengah-tengah kami, dan semoga kerahiman-Nya selalu menjiwai kami. Sebab Dialah ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

Mengundang saudar-saudara semua pecinta Resi Dehonian untuk hadir dan terlibat dalam acara Lectio Devina pada hari Jumat, 08 April 2022 pukul 20.00 s/d 21.30 WIB dengan narasumber Rm. Dr. FX. Marmidi SCJ (Dosen Kitab Suci STFT St. Yohanes Pematang Siantar Sumatera Utara).

Lectiosendiri adalah kata Latin yang artinya “bacaan”, sedangkan Divina”adalah ilahi, maka “lectio divina” berarti bacaan ilahi atau bacaan rohani. lectio divina adalah salah satu tradisi umat Katolik untuk berdoa dengan membaca dan merenungkan Kitab Suci untuk mencapai persatuan dengan Tuhan Allah Tritunggal. Dengan berdoa sambil merenungkan Sabda-Nya, kita dapat semakin memahami dan meresapkan Sabda Tuhan dan misteri kasih Allah yang dinyatakan melalui Kristus Putera-Nya. Melalui Lectio divina, kita diajak untuk membaca, merenungkan, mendengarkan, dan akhirnya berdoa ataupun menyanyikan pujian yang berdasarkan sabda Tuhan, di dalam hati kita.

Lectio Devina kali ini bertema:  “Kegembiraan Mengiringi Yesus: Spiritualitas Minggu Palma”. Mari bergabung.. Gratis… Mendapat berkat….