Rabu, 06 Maret 2022 – Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Posted on

Rm. Rafael Sudibyo SCJ dari Komunitas Rumah Retret La Verna Padang Bulan Pringsewu Lampung – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  — Mazmur 18:48-49⁣

Tuhan, Engkau membebaskan daku dari musuh. Engkau memberi aku kemenangan atas segala lawan dan merebut aku dari tangan orang jahat.⁣⁣

PENGANTAR:

“Mati membela kebenaran dapatkah dianggap bernilai?” Tiga orang pemuda harus memilih: menyembah berhala atau di bakar hidup-hidup. Yesus pun terancam ketika menyatakan, “Kalian berusaha membunuh Aku, sementara Aku mengatakan kebenaran yang Kudengar dari Allah.” Siap sediakah kita mem pertaruhkan nyawa membela kebenaran?⁣⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang, Engkaulah yang membangkitkan semangat tobat Dengarkanlah permohonan kami dan terangilah hati putra dan putri-Mu, dalam hati umat-Mu. agar kami Kaukuduskan karena usaha tobat kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu…..⁣⁣

ATAU : ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber hidup damai, berilah sabda pembawa kebebasan dan kedamaian kepada dunia dalam diri Yesus Putra Manusia. Semoga kami meyakini bahwa hanya kekuatan-Mu sajalah yang mampu melestarikan hidup kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Daniel 3:14-20.24-25.28

“Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya.”

Sekali peristiwa berkatalah Nebukadnezar, raja Babel, kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, “Apakah benar, bahwa kamu tidak memuja dewaku dan tidak menyembah patung emas yang kudirikan itu? Sekarang, jika kamu bersedia, demi mendengar bunyi sangkakala, seruling, kecapi, rebab, gambus, serdam dan berbagai jenis bunyi-bunyian, sujudlah kamu menyembah patung yang kubuat ini! Tetapi jika kamu tidak menyembah, seketika itu juga kamu akan dicampakkan ke dalam perapian yang menyala-nyala. Dan dewa manakah yang dapat melepaskan kamu dari dalam tanganku?” Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab, “Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada Tuanku dalam hal ini. Jika Allah yang kami puja sanggup melepaskan kami, Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya Raja. Tetapi seandainya tidak, hendaklah Tuanku mengetahui, bahwa kami tidak akan memuja dewa Tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang Tuanku dirikan itu.” Maka meluaplah kegeraman Nebukadnezar. Air mukanya berubah terhadap Sadrakh, Mesakh dan Abednego. Lalu diperintahkannya supaya perapian itu dibuat tujuh kali lipat lebih panas dari yang biasa. Kepada beberapa orang yang sangat kuat di antara tentaranya dititahkannya untuk mengikat Sadrakh, Mesakh dan Abednego, dan mencampakkan mereka ke dalam perapian yang menyala-nyala itu. Tetapi terkejutlah Raja Nebukadnezar, lalu bangun dengan segera. Berkatalah ia kepada para menterinya, “Bukankah tiga orang yang telah kita campakkan dengan terikat ke dalam api itu?” Jawab mereka kepada raja, “Benar, ya Raja!” Kata raja, “Tetapi ada empat orang kulihat berjalan-jalan dengan bebas di tengah-tengah api itu. Mereka tidak terluka, dan yang keempat itu rupanya seperti anak dewa!” Maka berkatalah Nebukadnezar, “Terpujilah Allahnya Sadrakh, Mesakh dan Abednego! Ia telah mengutus malaikat-Nya dan melepaskan hamba-hamba-Nya, yang telah menaruh percaya kepada-Nya tetapi melanggar titah raja, yang menyerahkan tubuh mereka karena mereka tidak mau memuja dan menyembah allah mana pun kecuali Allah mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

KIDUNG TANGGAPAN: Daniel 3:52.53.54.55.56

P. Terpujilah Engkau, Tuhan, Allah leluhur kami.
U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
P. Terpujilah nama-Mu yang mulia dan kudus.
U Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
P. Terpujilah Engkau dalam bait-Mu yang mulia dan kudus.
U Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
I. Terpujilah Engkau di atas takhta kerajaan-Mu.
U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
P. Terpujilah Engkau yang mendugai samudera raya.
U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.
P. Terpujilah Engkau di bentangan langit.
U. Kepada-Mulah pujian selama segala abad.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : Berbahagialah orang yang menyimpan sabda Allah dalam hati yang baik dan menghasilkan buah dalam ketekunan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 8:31-42

“Apabila Anak memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka.”

Merdeka”: Renungan, 1 April 2018 | Renungan Harian Lentera Jiwa

Sekali peristiwa Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya, “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, maka kamu benar-benar murid-Ku, dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.” Jawab mereka, “Kami adalah keturunan Abraham, dan tidak pernah menjadi hamba siapa pun. Bagaimana Engkau dapat berkata: Kamu akan merdeka?” Kata Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa, dan hamba tidak tetap tinggal di rumah; yang tetap tinggal dalam rumah adalah anak. Tetapi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamu pun benar-benar merdeka. Aku tahu, bahwa kamu adalah keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku, karena firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu. Apa yang kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, seperti halnya kamu melakukan apa yang kamu dengar dari bapamu.” Jawab mereka kepada-Nya, “Bapa kami ialah Abraham.” Kata Yesus kepada mereka, “Sekiranya kamu anak-anak Abraham, tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham. Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku, seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari Allah! Pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham. Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri.” Jawab mereka, “Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu Allah.” Kata Yesus kepada mereka, “Jikalau Allah adalah Bapamu, kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan Dialah yang mengutus Aku.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Rafael Sudibyo SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar Resi Dehonian yang terkasih, selamat berjumpa kembali dengan saya, Rm. Rafael Sudibyo, SCJ, dari komunitas La Verna Padang bulan Pringsewu, Lampung, dalam resi – renungan singkat dehonian, edisi hari Rabu, Pekan Prapaskah V, Rabu 6 April 2022.

Para pendengar Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Allah, sikap orang-orang Yahudi yang kita dengar pada injil hari ini, mereka terksesan sombong. Kesombongan yang ditunjukkan oleh orang-orang Yahudi tentang pernyataan mereka, bahwa mereka adalah anak Abraham. Hal itu terjadi ketika Yesus membicarakan kepada mereka tentang kebenaran yang memerdekakan.

Padahal yang Yesus maksudkan dengan kebenaran yang memerdekakan adalah mereka merdeka dari dosa dan salah. Yesus berkata: “Sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa. Hamba tidak tetap tinggal di dalam rumah, anaklah yang tinggal di dalam rumah. Kalau anak memerdekakan kamu maka kamu sungguh menjadi orang  merdeka”. Meskipun Yesus menjelaskan lebih sederhana tentang identitasNya tetapi mereka tetap tidak mengerti dan percaya. Hati mereka tetap tertutup dan hanya berbangga bahwa Abraham adalah Bapa mereka. Padahal Abraham juga percaya kepada Allah maka konsekuensinya mereka juga harus percaya pada Allah di dalam diri Yesus Kristus.

Yesus pun telah menjelaskan kepada mereka, tentang siapa diri-Nya. Akan tetapi, hati mereka telah tertutup dan enggan untuk mengakui bahwa Yesus yang akan menyelamatkan mereka.

“Jikalau Allah adalah Bapamu , kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah. Aku datang bukan karena kehendakKu sendiri tetapi kehendak Dia yang mengutus Aku” semoga sabda Allah yang kita dengarkan, semakain meneguhkan iman kita. Kita percaya bahwa Yesus-lah yang dapat memerdekakan kita dari dosa-dosa kita. Wujudnya adalah kita datang kepada seorang Imam dan mengakukan dosa-dosa kita. Semoga kita semua, semakin berusaha untuk semakin mencintai Yesus dengan segala pertobatan yang kita lakukan.

Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣

Allah Bapa mahamulia, kepada-Mu kami hunjukkan roti anggur ini, yang Kauanugerahkan kepada kami.  Terimalah kiranya demi kemuliaan nama-Mu dan jadikanlah rahmat guna menyehatkan jiwa raga kami. Demi Kristus, ….⁣⁣

ATAU : ⁣

Allah Bapa mahakudus, berkat roti anggur persembahan ini, sucikanlah kiranya kami dengan Roh-Mu, dan perkenankanlah kami menyambut Utusan-Mu yang datang mengunjungi kami, yaitu Yesus Kristus, ….⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  —  Kolose 1:13-14⁣

Allah telah memindahkan kita ke dalam Putra-Nya terkasih. Dalam Dialah kita memperoleh penebusan dan dalam darah-Nya penghapusan dosa.⁣⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa yang kekal dan kuasa, semoga anugerah yang baru kami terima ini menyembuhkan dan membersihkan kami dari kejahatan serta menguatkan kami dengan perlindungan-Mu. Demi Kristus, .⁣⁣

ATAU :⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kehidupan, jadikanlah kami putra dan putri Bapa Abraham, dan ajarilah kami mengakui bahwa Engkaulah Allah mahaesa, dan bahwa Engkau selalu menaruh cinta kasih kepada kami serta menghidupi kami. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

Mengundang saudar-saudara semua pecinta Resi Dehonian untuk hadir dan terlibat dalam acara Lectio Devina pada hari Jumat, 08 April 2022 pukul 20.00 s/d 21.30 WIB dengan narasumber Rm. Dr. FX. Marmidi SCJ (Dosen Kitab Suci STFT St. Yohanes Pematang Siantar Sumatera Utara).

Lectiosendiri adalah kata Latin yang artinya “bacaan”, sedangkan Divina” adalah ilahi, maka “lectio divina” berarti bacaan ilahi atau bacaan rohani. lectio divina adalah salah satu tradisi umat Katolik untuk berdoa dengan membaca dan merenungkan Kitab Suci untuk mencapai persatuan dengan Tuhan Allah Tritunggal. Dengan berdoa sambil merenungkan Sabda-Nya, kita dapat semakin memahami dan meresapkan Sabda Tuhan dan misteri kasih Allah yang dinyatakan melalui Kristus Putera-Nya. Melalui Lectio divina, kita diajak untuk membaca, merenungkan, mendengarkan, dan akhirnya berdoa ataupun menyanyikan pujian yang berdasarkan sabda Tuhan, di dalam hati kita.

Lectio Devina kali ini bertema:  “Kegembiraan Mengiringi Yesus: Spiritualitas Minggu Palma”. Mari bergabung.. Gratis… Mendapat berkat….