Senin, 04 April 2022 – Hari Biasa Pekan V Prapaskah

Posted on

Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci Riau – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Mazmur 5:62⁣

Kasihanilah aku, ya Allah, sebab orang menginjak-injak aku, sepanjang hari orang memerangi dan menghimpit aku.⁣⁣

PENGANTAR⁣

Kisah nyata biasanya lebih berbicara dari teori. Dua orang wanita, Susana dan wanita penghibur, dituduh berzina. Bagi kedua nya, terbuka kemungkinan diselamatkan tanpa mengurangi berat dosanya. Yang jelas, pengampunan dari pihak Tuhan mengungguli penalaran insani. Pesan Yesus masih menggema bagi kita, “Barangsiapa tidak berdosa, boleh melemparkan batu pertama.”⁣⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa maha pengasih. demi cinta kasih-Mu yang agung kami Kauperkaya dengan pelbagai karunia. Bantulah kami berbalik dari hidup berdosa menuju hidup baru dan menjadi layak untuk Kerajaan Surga. Demi Yesus Kristus Putra-Mu…..⁣⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang, segala yang kami lakukan, Engkau tahu sedalam-dalamnya. Kami mohon, semoga segala pekerjaan kami Kauresapi semangat cinta kasih-Mu seturut teladan Putra-Mu terkasih, Yesus Kristus, ….⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Daniel 13:1-9.15-17.19-30.33-6 (Singkat: 13:41c-62)

“Sungguh, aku rela mati, meskipun aku tidak melakukan suatu pun dari yang mereka tuduhkan.”

Pada waktu itu Susana dijatuhi hukuman mati atas tuduhan berbuat serong. Maka berserulah Susana dengan suara nyaring, “Allah yang kekal, yang mengetahui apa yang tersembunyi, dan mengenal sesuatu sebelum terjadi, Engkau pun tahu, bahwa mereka itu memberikan kesaksian palsu terhadap aku. Sungguh, aku mati, meskipun aku tidak melakukan sesuatu pun dari yang mereka dustakan tentang aku.” Maka Tuhan mendengarkan suaranya. Ketika Susana dibawa ke luar untuk dihabisi nyawanya, Allah membangkitkan roh suci dalam diri seorang anak muda, Daniel namanya. Anak muda itu berseru dengan suara nyaring, “Aku tidak bersalah terhadap darah perempuan itu!” Maka segenap rakyat berpaling kepada Daniel, katanya, “Apa maksudnya kata-katamu itu?” Daniel pun lalu berdiri di tengah-tengah mereka. Katanya, “Demikian bodohkah kamu, hai orang Israel? Adakah kamu menghukum seorang puteri Israel tanpa pemeriksaan dan tanpa bukti? Kembalilah ke tempat pengadilan, sebab kedua orang itu memberikan kesaksian palsu terhadap perempuan ini!” Maka bergegaslah rakyat kembali ke tempat pengadilan. Orang tua-tua berkata kepada Daniel, “Kemarilah, duduklah di tengah-tengah kami dan beritahulah kami sebab Allah telah menganugerahkan kepadamu martabat orang tua-tua.” Lalu kata Daniel kepada orang yang ada di situ, “Pisahkanlah kedua orang tua-tua tadi jauh-jauh, maka mereka akan diperiksa.” Setelah mereka dipisahkan satu sama lain, Daniel memanggil seorang di antara mereka dan berkata kepadanya, “Hai engkau yang sudah beruban dalam kejahatan, sekarang engkau ditimpa dosa-dosa yang dahulu telah kauperbuat dengan menjatuhkan keputusan-keputusan yang tidak adil, dengan menghukum orang yang tidak bersalah dan melepaskan orang yang bersalah, meskipun Tuhan telah berfirman: Orang yang tak bersalah dan orang benar janganlah kaubunuh. Oleh sebab itu, jikalau engkau sungguh-sungguh melihat dia, katakanlah: Di bawah pohon apakah telah kaulihat mereka bercampur?” Sahut orang tua-tua itu, “Di bawah pohon mesui!” Kembali Daniel berkata, “Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri! Sebab malaikat Allah telah menerima firman dari Allah untuk membela engkau!” Setelah orang itu disuruh pergi, Daniel pun lalu menyuruh bawa yang lain kepadanya. Kemudian berkatalah Daniel kepada orang itu, “Hai keturunan Kanaan dan bukan keturunan Yehuda, kecantikan telah menyesatkan engkau dan nafsu birahi telah membengkokkan hatimu. Kamu sudah biasa berbuat begitu dengan puteri-puteri Israel, dan mereka pun terpaksa menuruti kehendakmu karena takut. Tetapi puteri Yehuda ini tidak mau mendukung kefasikanmu! Oleh sebab itu katakanlah kepadaku: Di bawah pohon apakah telah kaudapati mereka bercampur? Sahut orang tua-tua itu, “Di bawah pohon berangan!” Kembali Daniel berkata, “Baguslah engkau mendustai kepalamu sendiri. Sebab malaikat Allah sudah menunggu-nunggu dengan pedang terhunus untuk membahan engkau, supaya engkau binasa!” Maka berserulah seluruh himpunan itu dengan suara nyaring. Mereka memuji Allah yang menyelamatkan siapa saja yang berharap kepada-Nya. Serentak mereka bangkit melawan kedua orang tua-tua itu, sebab Daniel telah membuktikan dengan mulut mereka sendiri bahwa mereka telah memberikan kesaksian palsu. Lalu mereka diperlakukan sebagaimana mereka sendiri mau mencelakakan sesamanya. Sesuai dengan Taurat Musa kedua orang itu dibunuh. Demikian pada hari itu diselamatkan darah yang tak bersalah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 23:1-3a.3b-4.5.6

Ref. Tuhanlah gembalaku, takkan kekurangan aku.

  1. Tuhan adalah gembalaku, aku tidak kekurangan: ‘ku dibaringkan-Nya di rumput yang hijau, di dekat air yang tenang. ‘Ku dituntun-Nya di jalan yang lurus demi nama-Nya yang kudus.

  2. Sekalipun aku harus berjalan berjalan di lembah yang kelam, aku tidak takut akan bahaya, sebab Engkau besertaku; sungguh tongkat penggembalaan-Mu, itulah yang menghibur aku.

  3. Kau siapkan hidangan bagiku dihadapan lawanku, Kauurapi kepalaku dengan minyak, dan pialaku melimpah.

  4. Kerelaan yang dari Tuhan dan kemurahan ilahi, mengiringi langkahku selalu, sepanjang umur hidupku, aku akan diam di rumah Tuhan, sekarang dan senantiasa.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S :  (Yeh 33:11) Aku tidak berkenan kepada kematian orang fasik, melainkan kepada pertobatannyalah Aku berkenan, supaya ia hidup.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 8:12-20

“Akulah terang dunia.”

Renungan, 8 April 2019: “Kamu adalah Terang Dunia” (Yoh 8 : 12-20) | Keuskupan Purwokerto

Sekali peristiwa, Yesus berkata kepada orang banyak, “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.” Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar.” Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun, dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku. Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.” Maka kata mereka kepada-Nya: “Di manakah Bapa-Mu?” Jawab Yesus: “Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.” Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.

Demikianlah Sanda Tuhan!

U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar Renungan Singkat Dehonian yang terkasih, gembira sekali saya, Rm. Dedi Rusdianto, SCJ berjumpa kembali dengan Anda sekalian dalam Resi Dehonian, hari ini Senin, 4 April 2022.

Para pendengar Renungan Singkat Dehonian terkasih. Kisah hari ini menjelaskan situasi sosial masyarakat Israel pada zaman Yesus, di mana budaya patriaki masih sangat kuat di masa itu. Budaya patriaki artinya menempatkan laik-laki sebagai pemegang kekuasaan utama dan mendominasi dalam kepemimpinan politik, otoritas moral, hak sosial dan penguasaan properti. Dalam tradisi Yahudi waktu itu, perempuan tidak terlibat  pemungutan suara ataupun pengambilan keputusan dalam demokrasi, perempuan dan anak-anak tidak bisa menjadi saksi dalam pengadilan dst.

Hal ini nampak dalam pengadilan kasus perempuan yang berzinah, yakni hanya perempuannya yang di adili dan hendak di hukum rajam atau hukuman mati, sedangkan si pria yang menjadi pasangan zinahnya lolos dari pengadilan massa. Secara akal sehat kita bertanya: “Di mana si laki-laki pasangannya dalam berzinah, bukankan seseorang tidak bisa berzinah sendirian, ia pasti membutuhkan pasangannya untuk berbuat dosa?”. Maka Yesus melihat ketimpangan sosial dan hukum dalam peristiwa di Injil pada hari ini.

Kedua, Yesus hendak memperbarui hukum Taurat di mana budaya kematian sangat kuat dalam masyarakat Yahudi pada saat itu. Perlu pendekatan yang lebih humanis dan adil. Yesus mau masyarakat mengembangkan budaya kehidupan di mana Allah sendiri tidak suka melihat kebinasaan manusia dan kejatuhan manusia dalam dosa. St. Irenaus mengatakan: “Gloria Dei Vivens Homo yang artinya kemuliaan Allah nampak dalam diri manusia yang hidup. Kemuliaan Allah nampak ketika seseorang berubah dari kebiasaan dosanya, letih, lesu dan berbeban berat namun pada akhirnya dia menjadi manusia baru yang baik, bersemangat dan penuh pengharapan kepada kebaikan Tuhan. Maka jalan satu-satunya adalah sikap pengampunan dan memberi kesempatan seorang berdosa untuk bertobat dan memperbaiki dirinya seturut Citra Allah. Yesus memberikan teladan dengan juga mengampuni wanita berdosa itu dan memberinya nasehat agar tidak berbuat dosa lagi.

Semoga kitapun berani mengembangkan budaya kehidupan dan bukan budaya kematian, bagaimana mengembangkan budaya kehidupan, jalannya adalah cinta kasih dan pengampunan. Semoga berkat Allah menyertai saudara saudari. Dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN: ⁣

Allah Bapa sumber kesucian, semoga dala merayakan misteri suci ini kami dapat mempersembahkan kepada-Mu jiwa yang murni dan hati yang gembira sebagai hasil matiraga kami. Demi Kristus, Tuhan⁣ ⁣

ATAU : ⁣

Allah Bapa maha penyayang. perkenankanlah kami dalam roti anggur ini melihat cinta kasih yang menjiwai Putra-Mu, dan semoga hidup menyerupai Dia. Sebab Dialah …⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  —  Yohanes 8:10-11⁣

Hai wanita, tiadakah yang menghukum engkau? Tidak seorang pun, Tuhan. Aku pun tidak, tetapi mulai sekarang jangan berdosa la⁣⁣

DOA PENUTUP : ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, Engkau menguatkan kami dengan sakramen-Mu. Semoga berkat dayanya kami selalu Kaubersihkan dari kebiasaan buruk dan Kaujadikan sanggup mengikuti jejak Kristus, sehingga kami dengan mantap menuju kepada-Mu. Demi Kristus, ….⁣⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa harapan orang berdosa, bila umat bertobat, Engkau menampakkan belas kasih-Mu. Kami mohon, semoga kami dapat saling mengampuni, sebagaimana Engkau mengampuni kami. Demi Kristus,… ⁣

DOWNLOAD AUDIO RESI: