Jumat, 01 April 2022 – Hari Biasa Pekan IV Prapaskah

Posted on

Rm. V. Teja Anthara SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang – Indonesia

AUDIO RESI:

https://resi.dehonian.or.id/wp-content/uploads/2022/03/Resi-Jumat-01-April-2022-oleh-Rm.-V.-Teja-Anthara-SCJ-dari-Komunitas-Provinsialat-SCJ-Palembang-Indonesia.mp3

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 54:3-4

Selamatkanlah aku, ya Allah, demi nama-Mu, dan bebaskanlah aku dengan kuasa-Mu. Dengarkanlah doaku, ya Allah, dekatkanlah telinga-Mu kepada kata-kata mulutku.

PENGANTAR: 

Masa Prapaskah bukan hanya masa tapa dan pertobatan, tetapi juga suatu kesempatan untuk mengenal dan mengikuti Yesus secara lebih dekat. Dari bacaan hari ini, ternyata bahwa hidup orang jujur merupakan tantangan bagi masyarakat di sekitarnya. Yesus pun mengungguli secara mencolok orang-orang sezaman-Nya. Ia merupakan tanda pertentangan.

DOA PEMBUKA

Marilah bedoa: Allah Bapa pencipta dan penyelamat, Engkau telah menyediakan bantuan bagi kami yang lemah ini. Semoga bantuan-Mu itu kami terima dengan gembira, dan kami manfaatkan dengan hidup yang baik. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kebijaksanaan 2:1a.12-22

“Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati yang keji terhadapnya.”

Orang-orang fasik berkata satu sama lain, karena angan-angannya tidaktepat “Marilah kita menghadang orang yang baik, sebab bagi kita ia menjadi gangguan serta menentang pekerjaan kita. Pelanggaran-pelanggaran hukum dituduhkannya kepada kita, dan kepada kita dipersalahkannya dosa-dosa terhadap pendidikan kita. Ia membanggakan mempunyai pengetahuan tentang Allah, dan menyebut dirinya anak Tuhan. Bagi kita ia merupakan celaan atas anggapan kita, hanya melihat dia saja sudah berat rasanya bagi kita. Sebab hidupnya sungguh berlainan dari kehidupan orang lain, dan lain dari lainlah langkah lakunya. Kita dianggap olehnya sebagai orang yang tidak sejati, dan langkah laku kita dijauhinya seolah-olah najis adanya. Akhir hidup orang benar dipujinya bahagia, dan ia bermegah-megah bahwa bapanya ialah Allah. Coba kita lihat apakah perkataannya benar dan ujilah apa yang terjadi waktu ia berpulang. Jika orang yang benar itu sungguh anak Allah, niscaya Ia akan menolong dia serta melepaskannya dari tangan para lawannya. Mari, kita mencobainya dengan aniaya dan siksa, agar kita mengenal kelembutannya serta menguji kesabaran hatinya. Hendaklah kita menjatuhkan hukuman mati keji terhadapnya, sebab menurut katanya ia pasti mendapat pertolongan.” Demikianlah mereka berangan-angan, tapi mereka sesat, karena telah dibutakan oleh kejahatan mereka. Maka mereka tidak tahu akan rahasia-rahasia Allah, tidak yakin akan ganjaran kesucian, dan tidak menghargakan kemuliaan bagi jiwa yang murni.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 34:17-18.19-20.21.23

Ref. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati.

  1. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakannya mereka Ia lepaskan.

  2. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Kemalangan orang benar memang banyak, tetapi Tuhan melepaskan dia dari semuanya itu.

  3. Ia melindungi segala tulangnya, tidak satu pun yang patah. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua orang yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
S : (bdk. Mat 4:4) Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 7:1-2.10.25-30

“Orang-orang Farisi berusaha menangkap Yesus, tetapi tidak ada seorang pun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.”

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Jumat, 27 Maret 2020 – Mirifica News

Yesus berjalan keliling Galilea, Ia tidak mau tetap tinggal di Yudea, karena di sana orang-orang Yahudi berusaha untuk membunuh-Nya. Ketika itu sudah dekat hari raya orang Yahudi, yaitu hari raya Pondok Daun. Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. Beberapa orang Yerusalem berkata: “Bukankah Dia ini yang mereka mau bunuh? Dan lihatlah, Ia berbicara dengan leluasa dan mereka tidak mengatakan apa-apa kepada-Nya. Mungkinkah pemimpin kita benar-benar sudah tahu, bahwa Ia adalah Kristus? Tetapi tentang orang ini kita tahu dari mana asal-Nya, tetapi bilamana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asal-Nya.” Waktu Yesus mengajar di Bait Allah, Ia berseru: “Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asal-Ku; namun Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal. Aku kenal Dia, sebab Aku datang dari Dia dan Dialah yang mengutus Aku.” Mereka berusaha menangkap Dia, tetapi tidak ada seorangpun yang menyentuh Dia, sebab saat-Nya belum tiba.
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Valentinus Teja Anthara SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Valentinus Teja Anthara scj dari Komunitas Provinsialat SCJ – Palembang – Indonesia, dalam Resi – renungan singkat – dehonian edisi hari – Jum’at tanggal satu  –– April – tahun dua ribu dua puluh dua –  hari biasa pekan Prapaskah ke empat.

Sahabat Resi yang dicintai Tuhan. Dikisahkan dalam Injil hari ini orang-orang Yahudi semakin penasaran untuk menangkap dan membunuh Yesus. Mengapa mereka mau, membunuh Yesus yang tidak melakukan kesalahan itu?.

Orang-orang Yahudi yang ingin membunuh Yesus bukanlah orang fasik tetapi orang baik, orang yang taat pada agamanya. Mereka adalah orang yang takwa kepada Allah. Namun mereka adalah orang-orang yang gagal dalam melihat pekerjaan baik Yesus sebagai pekerjaan Allah sendiri. Sungguh ironis bahwa Yesus yang mengajarkan keutamaan dan melakukan pekerjaan baik itu justru menjadi batu sandungan bagi mereka. Mereka menutup pintu hatinya sendiri. Mereka menjadi buta dan tegar tengkuk dan bebal.

Rupanya ketaatan yang buta terhadap hukum dan ajaran agama membuat mata hati mereka tertutup bagi karya Allah yang  lain. Allah dapat bersabda lewat macam-macam orang dan macam-macam peristiwa. Bahkan tidak harus dia seorang nabi atau melalui peristiwa-peristiwa besar. Demikian juga karya Allah dapat terwujud dalam segala macam cara. Mereka adalah orang-orang yang tahu dari mana asal Jesus. Tetapi mereka tidak mengenal siapa dia itu. Mereka setia pada ajaran, bahwa Mesias tidak akan pernah berasal dari utara. Dia harus lahir dari kerajaan Daud di Jerusalem.

Sahabat Resi yang terkasih. Yesus Putera Allah datang dari Allah, sumber kebenaran. Ia adalah Allah dan juga manusia. Ia datang menjelma menjadi manusia. Ia inkarnasi untuk mengejawantahkan atau mewujudkan kebenaran. Seluruh hidup dan perbuatan Yesus yang besar dan yang kecil, seluruhnya adalah kebenaran. Ia diutus oleh “yang benar”, maka seluruh pewartaan-Nya adalah benar.

Tetapi tidak semua orang menginginkan kebenaran, sebab kebenaran itu menakutkan, kebenaran itu bisa : menuntut, menuduh, membuka yang ditutup, menceritakan rahasia. Menghadapi Yesus, orang mengambil tempat, dan di mana ia berdiri, ia menunjukkan sikap : bersatu dengan Yesus, atau berdiri luar, dan ini berarti tercerai-berai.

Orang-orang Yahudi menutup mata hati; yang benar tidak mereka kenal. Orang sudah baik, bila berdiri di sisi yang benar. Tetapi kenal akan yang benar, itu selalu hanya sebagian, dan masih dapat ditingkatkan, inilah usaha “orang benar” di dunia. Mengenal yang benar dalam keseluruhan, itu hanya mungkin dalam persatuan, kalau manusia sudah dimuliakan. Di situ manusia kenal akan Allah, karena sudah dikenali-Nya lebih dahulu.

Merenungkan kisah Injil ini kiranya menjadi jelas jawaban dari keraguan dan pertanyaan Pilatus itu. Apa itu kebenaran? Jesus tidak menjawab. Allah adalah kebenaran dan itulah yang sejak awal diperjuangkan Yesus. Ia berkeliling ke mana-mana hanya dengan satu misi yakni memperkenalkan dan menghadirkan Allah sebagai satu-satunya kebenaran. Tetapi sayang orang tidak menerima Dia, dan dengan itu tepatlah kata Yesus, “…Dia yang tidak kamu kenal”

Sahabat Resi yang terkasih. Pertanyaan sekarang mengapa kita sulit mengenal Dia sang kebenaran yang sejati? Hal itu bisa terjadi karena kita masih kurang menghargai kebenaran; kita kurang berjuang melakukan yang benar; kita belum menjadikan kebenaran sebagai bagian dari kodrat pokok kita.

Masa prapaskah ini mengajak kita untuk mengenal Dia dan menerima dia sebagai Yang Benar, serta menjadikan kebenaranNya sebagai dasar dari pikiran, perkataan dan perbuatan kita. Mari sama-sama kita perjuangkan kebenaran mulai dari diri sendiri.

Semoga kebenaran sejati yang nampak dalam Hati Kudus Jesus menjadi inspirasi kita untuk menjadi benar dan kudus dihadapan Allah. Tuhan memberkati.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa pencipta alam semesta, semoga Engkau dalam roti anggur ini berkenan menunjukkan semangat Putra-Mu terkasih, yang karena membela kami sudi mengurbankan diri di salib dan menjadi kedamaian kami. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Efesus 1:7

Berkat darah Kristus kita memperoleh penebusan dan pengampunan dosa sekedar kekayaan rahmat-Nya.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa maha penyayang, semoga mata hati kami dapat memandang Putra-Mu, dan semoga kami memahami kebenaran sebagai tanda bahwa Engkau berada di tengah-tengah kami, dan bahwa Dialah perwujudan cinta kasih Bapa kepada kami. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: