Minggu, 27 Maret 2022 – Hari Minggu Prapaskah IV

Posted on

Br. Markus Triyono Yulianto SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat Gisting Lampung Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA –  bdk. Yesaya 66.10-11

Bersukacitalah, hai Yerusalem, dan berhimpunlah, kamu semua yang mencintainya; bergembiralah dengan sukacita, hai kamu yang dulu berduka, agar kamu bersorak-sorai dan dipuaskan dengan kelimpahan penghiburanmu.

PENGANTAR:

Minggu gembira Prapaskah keempat ini menampilkan kisah klasik dalam Injil, yaitu anak yang hilang yang menggambarkan cinta dan belas kasih Ilahi. Kegembiraan bapa akan anaknya yang hilang dan telah kembali, dan kegembiraan anak hilang karena telah diterima lagi. Maka, kita semua juga amat perlu mendengarkan pesan Paulus agar kita juga berdamai dengan Tuhan. Dengan senang hati kita membiarkan dipimpin oleh Allah melewati padang pasir dosa-dosa menuju tanah perjanjian yang baru dengan menyambut Paskah Putra-Nya.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkau selalu terbuka dan ramah terhadap para pemungut cukai dan orang berdosa. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkau menggambarkan kebahagiaan Bapa di surga yang menemukan kembali seorang pendosa. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami

Engkau menggambarkan keinginan Bapa, agar kami ikut serta berbahagia dengan Bapa, yang menerima kembali putra-Nya yang hilang. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Ya Allah, karena kelemahan kami, kami mudah jatuh ke dalam dosa. Namun, kami percaya bahwa Engkau adalah Bapa yang baik, yang selalu menanti kami untuk bangun kembali kepada-Mu. Maka, kami mohon kuatkan kami untuk selalu bangun lagi manakala kami jatuh. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yosua 5:9a.10-12

“Umat Allah memasuki tanah yang dijanjikan, dan merayakan Paskah.”

Sekali peristiwa, setelah Yosua selesai menyunatkan seluruh bangsa, berfirmanlah Tuhan kepada Yosua, “Hari ini telah Kuhapuskan cela Mesir dari padamu.” Sementara berkemah di Gilgal, orang Israel itu merayakan Paskah pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu petang, di dataran Yerikho. Lalu pada hari sesudah Paskah mereka makan hasil negeri itu, yakni roti yang tidak beragi dan bertih gandum, pada hari itu juga. Pada keesokan harinya, setelah mereka makan hasil negeri itu, manna tidak turun lagi. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 89:2-3.4-5.27.29

Ref. Kecaplah betapa sedapnya Tuhan. Kecaplah betapa sedapnya Tuhan.

  1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

  2. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.

  3. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada umat di Korintus 5:17-21

“Allah mendamaikan kita dengan diri-Nya lewat Kristus.”

Saudara-saudara, barangsiapa ada dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru. Yang lama telah berlalu, dan sungguh, yang baru sudah datang. Semuanya ini datang dari Allah yang telah mendamaikan kita dengan diri-Nya dengan perantaraan Kristus dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya lewat Kristus tanpa memperhitungkan pelanggaran mereka. Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. Jadi kami ini utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami. Dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: Berilah dirimu didamaikan dengan Allah. Kristus yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : (Luk 15:18) Baiklah aku kembali kepada bapaku dan berkata, “Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan bapa.”

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 15:1-3.11-32

“Adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali.”

SEORANG AYAH YANG MURAH HATI DALAM MEMBERI …… | SANG SABDA

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.” Maka Yesus menyampaikan perumpamaan ini kepada mereka, “Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki. Kata yang bungsu kepada ayahnya, ‘Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku’. Lalu ayahnya membagi-bagi harta kekayaan itu di antara mereka. Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu, lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya. Setelah dihabiskannya harta miliknya, timbullah bencana kelaparan di negeri itu, dan ia pun mulai melarat. Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang majikan di negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babi. Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun memberikannya kepadanya. Lalu ia menyadari keadaannya, katanya, ‘Betapa banyak orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan Bapa.’ Maka bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihat dia, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya itu berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. Kata anak itu kepadanya, ‘Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa.’ Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya, “Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, kenakanlah kepadanya; pasanglah cincin pada jarinya, dan sepatu pada kakinya. Dan ambillah anak lembu tambun itu, sembelihlah dia dan marilah kita makan dan bersukacita. Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Maka mulailah mereka bersukaria. Tetapi anaknya yang sulung sedang berada di ladang. Ketika pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian. Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu. Jawab hamba itu, ‘Adikmu telah kembali, dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatkan kembali anak itu dengan selamat.’ Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia. Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya, “Telah bertahun-tahun aku melayani Bapa, dan belum pernah aku melanggar perintah Bapa, tetapi kepadaku belum pernah Bapa memberikan seekor anak kambing pun untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku. Tetapi baru saja datang anak Bapa yang telah memboroskan harta kekayaan Bapa bersama dengan pelacur-pelacur, maka Bapa menyembelih anak lembu tambun untuk dia.’ Kata ayahnya kepadanya, ‘Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu. Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali’.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Markut Triyono Yulianto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, marilah di hari Minggu yang penuh berkat ini, kita mengambil waktu sejenak untuk hening merenungkan Injil yang baru saja kita dengarkan.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, pada masa Pra-Paskah ini bacaan-bacaan perayaan ekaristi berbicara soal pertobatan. Kita diajak oleh Gereja untuk menyadari diri akan kekurangan dan kedosaan kita sebagai manusia. Karena kebebasan yang Tuhan berikan kepada kita, tidak jarang kita menyalah gunakan kebebasan tersebut sehingga kita jatuh dalam dosa. Maka pada masa Pra-Paskah ini kita diberi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan hidup kita sebagai orang beriman, apakah dalam tingkah laku, sikap, tuturkata kita masih berjalan sesuai ajaran-Nya atau semakin menjauh.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, seperti pada hari minggu Pra-Paskah yang ke 4 ini kita dijak untuk merenungkan terutama bacaan Injil yang diambil dari Lukas 15:1-3;11-32. Bacaan tersebut cukup akrap bagi kita yaitu tentang kisah anak yang hilang, atau ada yang mengatakan Bapa yang baik hati. Karena dalam masa Pra-Paskah maka saya mengajak bapak ibu dan saudara saudari merenungkan bacaan Injil tersebut dengan tema “bertobatnya anak yang hilang.”

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, dalam bacaan Injil tersebut, ditampakkan sangat jelas bagaimana situasi kehidupan antara orang yang setia pada Allah/Bapa dan orang yang menjauhkan diri dari Allah/Bapa. Dikatakan dalam ayat 17:”betapa banyak orang upahan Bapaku yang berlimpah-limpah makanannya.” Ayat tersebut ingin mangatan bila kita setia tinggal bersama Bapa akan mendapatkan berkat dan rahmat yang melimpah, mendapatkan jaminan hidup. Sedangkan bagi orang yang tidak setia dan meniggalkan Bapa, akan mendapatkan kebahagiaan yang semu/yang sementara dan setelah itu hidupnya menderita (hal tersebut terdapat dalam ayat 13-16).

Menyadari akan kesalahannya, anak bungsu memberanikan diri untuk kembali ke rumah Bapanya, menyadari akan kedosaan dan perbuatan yang dilakukan selama menjauh dari Bapanya dan melakukan pertobatan. Yang menarik dari kisah ini adalah anak bungsu tersebut menyadari akan dirinya yang telah menjauh dari Bapanya dan berbuat dosa. Karena melihat anaknya bertobat dan mau kembali, maka Bapanya mengadakan pesta besar sebagai ungkapan syukur. Tidak hanya sebatas itu, karena pertobatannya, si anak bungsuharkat dan derajatnya sebagai Anak Allah dipulihkan kembali (disana digambarkan diberi pakaian/jubah, sepatu dan cincin)

 Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, marilah kita belajar dari kisah bertobatnya si anak bungsu. Kita diajak untuk tidak menunggu Bapa yang mencari kita seperti perumpamaan “domba yang hilang” atau “dirham yang hilang”. Kita diajak untuk menyadari diri bila kita semakin menjauh dari Allah dan menyalah gunakan kebebasan yang Allah berikan dan melakukan perbuatan-perbuatan dosa. Seperti anak bungsu, jangan takut untuk kembali kepada Allah, seringkali fikiran kita yang menghantui kita terhadap sesama yang akan memolak kita atau men-cap kita tidak baik. Bapa adalah Maha Kasih, sebesar apapun dosa kita, bila kita mau mengakui dan bertobat, Bapa akan mengampuninya. Semoga Tuhan memberkati. Amin.

DOA UMAT

I : Allah Bapa kita adalah Bapa yang menantikan kedatangan kita dalam menghadapi kesulitan. Maka, marilah kita panjatkan doa kepada-Nya.

L : Bagi Paroki kita. Ya Bapa, berkatilah umat-Mu agar hasil pencarian, pembaruan, dan pendalaman iman memberikan hidup dan gairah kepada setiap orang. Marilah kita mohon, …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi para bapak dan para ibu. Ya Bapa, sadarkanlah kiranya para bapak dan ibu akan tanggung jawab mereka dalam pembinaan anak-anaknya menuju kedewasaan. Marilah kita mohon, …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang saat ini kelaparan dan memandang kita kecukupan. Ya Bapa, tumbuhkanlah cinta kasih dan belas kasih dalam hati kami sehingga tak sampai membiarkan orang kelaparan, sedangkan kami memupuk barang sampai membusuk. Marilah kita mohon, …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

L : Bagi diri kita sendiri. Ya Bapa, semoga kami jangan menjadi kejam dan menuntut lebih banyak dari orang lain melebihi diri kami sendiri, dan semoga kami saling menaruh belas kasih. Marilah kita mohon, …

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

I : Allah Bapa Yang Mahakudus, dengarkanlah doa kami. Perkenankanlah kami bersyukur kepada-Mu atas segala anugerah yang telah kami terima. Buatlah kami tenang karena percaya akan memperoleh apa yang kami harapkan dalam dan karena Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOA PERSEMBAHAN:

Ya Allah, dengan penuh rasa syukur kami menghadap kepada-Mu sambil membawa persembahan roti dan anggur ini. Jadikanlah persembahan kami ini sebagai sarana keselamatan bagi kami berkat persatuan dengan kurban Putera-Mu, Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Lukas 15:32

Anakku, haruslah engkau bergembira, karena saudaramu telah mati dan menjadi hidp kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersyukur karena telah Kaukuatkan dengan santapan Sabda dan Tubuh Kristus, Putera-Mu. Semoga berkat santapan ini, Engkau menumbuhkan harapan kami akan masa depan yang baru, yaitu hidup abadi di rumah-Mu. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: