Kamis, 24 Maret 2022 – Hari Biasa Pekan III Prapaskah

Posted on

Rm. Stefanus Sigit Pranoto SCJ dari Komunitas Skolastikat SCJ Yogyakarta Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA⁣⁣

Tuhan bersabda, “Akulah keselamatan umat-Ku. Dalam penderitaan mereka berseru kepada-Ku, dan Aku mendengarkan mereka. Dan Aku menjadi Tuhan mereka selama-lamanya.⁣⁣⁣⁣

PENGANTAR⁣⁣

Sejurus lamanya orang dapat membiarkan dirinya hidup dibawa arus kebiasaan. Namun, bila kita ingin menyadari diri, maka kita selalu harus memilih atau menentukan sikap. Bila tidak, ada bahaya kita terbawa oleh arus, sehingga tak sanggup dan tak mampu lagi memilih yang lebih baik. Maka, seruan Yesus akan merupakan tuntutan yang mendesak, “Yang tidak meng ikuti Aku, melawan Daku.”⁣⁣

DOA PEMBUKA⁣⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, hari raya Paskah semakin mendekat. Kami mohon dengan rendah hati, semoga kami semakin giat mempersiapkan diri untuk perayaan yang menyelamatkan itu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ..⁣⁣⁣⁣

ATAU: ⁣⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahasetia, semoga kami Kauberi sabda kesetiaan. Bukalah hati kami dan berilah kami keberanian untuk menjawab dengan hati yang jujur dan tulus ikhlas. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yeremia 7:23-28

“Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan.”

Beginilah firman Tuhan, “Inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan punggungnya dan bukan mukanya. Sejak nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus menerus. Tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian; malahan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat daripada nenek moyang mereka. Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau. Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara Tuhan, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima pengajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah musnah dari mulut mereka.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 95:1-2.6-7.8-9

Ref. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati.

  1. Marilah kita bernyanyi-nyanyi bagi Tuhan, bersorak-sorai bagi Gunung Batu keselamatan kita. Biarlah kita menghadap wajah-Nya dengan nyanyian syukur, bersorak-sorailah bagi-Nya dengan nyanyian mazmur.

  2. Masuklah, marilah kita sujud menyembah, berlutut di hadapan Tuhan yang menjadikan kita. Sebab Dialah Allah kita, kita ini umat gembalaan-Nya dan kawanan domba-Nya.

  3. Pada hari ini, kalau kamu mendengar suara-Nya, janganlah bertegar hati seperti di Meriba, seperti waktu berada di Masa di padang gurun, ketika nenek moyangmu mencobai dan menguji Aku, padahal mereka melihat perbuatan-Ku.

BAITPENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
S : (Yl 2:12-13) Berbaliklah kepada-Ku dengan segenap hatimu, sabda Tuhan, sebab Aku ini pengasih dan penyayang.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 11:14-23

“Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku.”

SIKAP HATI

Sekali peristiwa Yesus mengusir dari seseorang suatu setan yang membisukan. Ketika setan itu keluar, orang bisu itu dapat berkata-kata. Maka heranlah orang banyak. Tetapi ada di antara mereka yang berkata, “Ia mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, penghulu setan.” Ada pula yang meminta suatu tanda dari surga kepada Yesus untuk mencobai Dia. Tetapi Yesus mengetahui pikiran mereka lalu berkata, “Setiap Kerajaan yang terpecah-pecah pasti binasa dan setiap rumah tangga yang terpecah-pecah pasti runtuh. Jikalau Iblis itu terbagi-bagi dan melawan dirinya sendiri, bagaimanakah kerajannya dapat bertahan? Sebab kamu berkata, bahwa Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul. Jadi, jika Aku mengusir setan dengan kuasa Beelzebul, dengan kuasa apakah pengikut-pengikutmu mengusirnya? Nah, merekalah yang akan menjadi hakimmu! Tetapi jika Aku mengusir setan dengan kuasa Allah, maka sesungguhnya Kerajaan Allah sudah datang kepadamu. Apabila seorang yang kuat dan bersenjata lengkap menjaga rumahnya sendiri, maka amanlah segala miliknya. Tetapi jika seorang yang lebih kuat daripadanya menyerang dan mengalahkannya, maka orang itu akan merampas perlengkapan senjata yang diandalkannya, dan akan membagi-bagi rampasannya. Siapa tidak bersama Aku, ia melawan Aku, dan siapa tidak mengumpulkan bersama Aku, ia mencerai-beraikan.”
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Stefanus Sigit Pranoto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Menjaga kesatuan dengan Allah

Kita sering mendengar peribahasa: “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Peribahasa ini mengandung pesan yang amat mendalam bagi kehidupan kita bersama. Salah satu pesan penting dari peribahasa itu adalah pentingnya membangun kebersamaan, kesatuan dan kerjasama di dalam kehidupan kita bersama.

Beberapa hari yang lalu, Presiden Jokowi mengundang para gubernur dari seluruh provinsi yang ada di negara ini untuk membawa tanah dan air dari masing-masing daerah dan menyatukannya ke dalam satu kendi di tempat yang akan menjadi ibukota negara yang baru. Melalui tindakan simbolis ini, Presiden Jokowi mau mengingatkan masyarakat luas bahwa Indonesia memiliki kekuatan luar biasa yakni kesatuan seluruh elemen bangsa yang terdiri dari beragam budaya, suku, bahasa, agama dan kepercayaan yang tersebar di berbagai daerah.

Para Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih, Dalam Injil hari ini, Yesus juga mengingatkan tentang pentingnya kesatuan dengan Allah. Kesatuan kita dengan Allah akan memampukan kita untuk melawan aneka kekuatan jahat yang terus berusaha menghancurkan hidup kita.

Maka mari kita melihat kembali bagaimana relasi kita dengan Allah, apakah kita sudah sungguh berupaya menjaga kesatuan itu, baik dalam doa-doa kita, dalam kesetiaan kita mendengarkan dan merenungkan Sabda Allah, serta dalam mewujudkannya dalam kehidupan bermasyarakat? 

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣⁣

Allah Bapa mahakudus, terimalah kiranya persembahan ini dan bersihkanlah kami dari segala kejahatan.  Semoga kami tidak mengejar kesenangan fana, sebab kami sudah menerima janji kebahagiaan baka. Demi Kristus, ….⁣⁣

ATAU:⁣

Allah Bapa sumber segala pembaruan, baruilah perjanjian-Mu dengan kami berkat roti anggur ini, berkat Yesus Kristus, saksi-Mu yang patuh setia, yang hidup dan bertakhta sepanjang segala masa.⁣⁣

ANTIFON KOMUNI  —  Mazmur 119:4

Engkau telah memberikan perintah-Mu agar dipatuhi dengan seksama. Semoga Kauatur langkahku untuk menjalankan hukum-Mu.⁣⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kekuatan, kami telah Kausegarkan dengan perjamuan-Mu. Semoga kami memperoleh penebusan-Mu, baik dalam perayaan misteri ini maupun dalam cara hidup kami. Demi Kristus, ….⁣⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa pengasih dan penyayang, kami telah mendengar sabda-Mu dan telah ikut serta dalam perjamuan-Mu. Kami mohon, semoga kami menjadi umat-Mu yang pantas, dan selalu menjadi tanda bahwa Engkau selalu hadir di dunia. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: