Sabtu, 19 Maret 2022 – Hari Raya Santo Yusuf, Suami Santa Perawan Maria

Posted on

Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  —  Bdk. Luk. 12:42⁣

Dialah hamba yang setia dan bijaksana, yang diangkat Tuhan menjadi kepala keluarga-Nya.⁣⁣

PENGANTAR:⁣

Peranan Santo Yusuf dalam karya penyelamatan Allah memang tidak menonjol dibandingkan dengan Maria. Dalam Kitab Suci dan juga secara tradisi Yusuf tidak banyak di sebut atau diceritakan. Ucapannya tak sepatah kata pun ter catat dalam Kitab Suci. Namun, Santo Yusuf sangat berjasa sebagai pelaksana yang lurus, tekun dan setia, tanpa banyak bicara. la penuh tanggung jawab terhadap istrinya, Maria, dan juga keluarganya. Pada hari ini, Gereja memberikan penghormatan yang kuat atas peran serta St. Yusuf, lebih lebih karena telah dengan setia mendampingi Ibu Maria dalam mengasuh Yesus, Putra-nya.⁣

DOA PEMBUKA:⁣

Marilah kita berdoa. (hening sejenak) Allah Bapa Yang Mahakuasa, Engkau telah menyerahkan awal misteri keselamatan kepada Santo Yusuf untuk dijaganya dengan setia. Kami mohon, semoga berkat doanya Gereja-Mu selalu membantu mewujudkan karya penyelamatan-Mu itu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. U : Amin.⁣⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Samuel 7:4-5a.12-14a.16

“Tuhan Allah akan memberikan Dia takhta Daud bapa-Nya.”

Pada suatu malam datanglah firman Tuhan kepada Natan, “Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman Tuhan: Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat istirahat bersama nenek moyangmu, Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, anak kandungmu, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku, dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya untuk selama-lamanya. Aku akan menjadi Bapa-Nya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 89:2-3.4-5.27.29

Ref. Tuhan adalah kasih setia bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya.

  1. Aku hendak menyanyikan kasih setia Tuhan selama-lamanya, hendak menuturkan kesetiaan-Mu turun-temurun. Sebab kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit.

  2. Engkau berkata, “Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku; Aku hendak menegakkan anak cucumu untuk selama-lamanya, dan membangun takhtamu turun-temurun.”

  3. Dia pun akan berseru kepada-Ku, “Bapakulah Engkau, Allahku dan gunung batu keselamatanku”. Untuk selama-lamanya Aku akan memelihara kasih setia-Ku bagi dia, dan perjanjian-Ku dengannya akan Kupegang teguh”.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 4:13.16-18.22

“Sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, Abraham toh berharap dan percaya.”

Saudara-saudara, bukan karena hukum Taurat Abraham dan keturunannya diberi janji bahwa mereka akan memiliki dunia, tetapi karena kebenaran atas dasar iman. Kebenaran yang berdasarkan iman itu merupakan kasih karunia belaka. Maka janji kepada Abraham itu berlaku bagi semua keturunannya, bukan hanya bagi mereka yang hidup dari hukum Taurat, tetapi juga bagi mereka yang hidup dari iman Abraham. Sebab di hadapan Allah Abraham adalah bapa kita semua, seperti ada tertulis, “Engkau telah Kutetapkan menjadi bapa banyak bangsa.” Kepada Allah itulah Abraham percaya, yaitu Allah yang menghidupkan orang mati dan yang dengan firman-Nya menciptakan yang tidak ada menjadi ada. Sebab sekalipun tidak ada dasar untuk berharap, Abraham toh berharap dan percaya, bahwa ia akan menjadi bapa banyak bangsa, sebab Allah telah berfirman kepadanya, “Begitu banyaklah nanti keturunanmu.” Dan hal itu diperhitungkan kepadanya sebagai kebenaran.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Sang Raja kemuliaan kekal.
S : (Mzm 84:5) Berbahagialah orang yang diam di rumah-Mu, yang memuji-muji Engkau tanpa henti.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 1:16.18-21.24a

“Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan.”

Kisah Yusuf Suami Maria, Dipilih Jadi Orang Tua Sang Penebus, Tulus Hati & Tak Mau Cemarkan Istrinya - Halaman 2 - Tribunmanado.co.id

Menurut silsilah Yesus Kristus, Yakub memperanakkan Yusuf, suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus. Sebelum Kristus lahir, Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf. Ternyata Maria mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati, dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika Yusuf mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata, “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamai Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.” Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Paskalis Aditya Wardana SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat pencinta Hati Kudus Yesus yang terkasih dalam Tuhan. Kita berjumpa kembali dalam RESI (renungan singkat) dehonian pada Sabtu 19 Maret 2022 bersama saya Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu. Kita akan mengawali permenungan kita dengan mendengarkan sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yesus Kristus menurut Santo Matius 1:16.18-21.24a.

Saudara/i terkasih dalam Tuhan, hari ini Gereja semesta merayakan Hari Raya Santo Yusuf, suami Santa Maria. Tahun lalu, Santo Yusuf dijadikan figur penting oleh Paus Fransiskus dengan dicanangkannya Tahun Santo Yusuf disertai Surat Apostolik yang berjudul Patris Corde. Mengapa tokoh ini menjadi penting meskipun hanya sedikit perikopa Kitab Suci yang mengisahkannya. Kisah-kisah yang ditampilkan pun semua dalam narasi keheningan, tidak ada satu kata pun keluar dari mulut Santo Yusuf, termasuk dalam bacaan Injil yang baru kita dengarkan. Narasi-narasi keheningan tentang Santo Yusuf justru menyimpan aneka keteladanan yang bisa kita jadikan kekayaan dalam hidup. Dalam kisah tadi, kita dapat mengandaikan aneka perasaan yang berkecamuk dalam diri Yusuf ketika tunangannya yaitu Maria telah mengandung terlebih dahulu. Meski demikian, ketulusan hati Yusuf berusaha untuk tidak menyusahkan Maria, ia tidak dikuasai amarah dan egoisme. Sebelum niat itu terwujud, Malaikat Tuhan mendatanginya dalam mimpi dan mengatakan kepada Yusuf agar jangan takut menjadikan Maria sebagai istri dan Yusuf pun melakukannya. Santo Yusuf menjadi pribadi yang mampu menerima karya Allah yang tidak biasa.

Saudara/i yang dikasihi dan mengasihi Tuhan, melalui tokoh Santo Yusuf, kita diajak untuk menerima karya Allah dalam aneka wujud sebagai ungkapan iman yang paling nyata. Iman akan Tuhan membuat kita percaya bahwa Allah dapat bekerja juga lewat ketakutan, kerapuhan, dan kelemahan kita. Kita diajak untuk berani menerima hal yang mengecewakan dan tidak sesuai harapan karena hal tersebut menjadi jalan memasuki makna tersembunyi. Bercermin dari Santo Yusuf, kita pun juga diundang memiliki sikap pengorbanan dan pemberian diri yang dilandasi sebuah kepercayaan, bukan frustasi. Dibalut dalam sikap diam penuh kesetiaan, bukan keluh kesah.

Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan, dunia kita perlu keteladanan Santo Yusuf. Keteladanan yang tidak posesif, memanfaatkan orang lain untuk mengisi kekosongan, dan tindakan amal kasih tanpa membuat orang lain tergantung. Semoga aliran kasih Hati Kudus menjadikan pemberian dan pengorbanan diri kita tidak berhenti pada logika supaya hidup selibat dan berkeluarga bermuara pada cinta yang menghidupkan bukan berhenti pada kurban yang melelahkan. Tuhan memberkati. Amin.

SYAHADAT⁣

DOA UMAT⁣

I : Saudara-saudara, Santo Yusuf telah dipilih oleh Allah men- jadi bapa pengasuh Yesus Kristus, Putra-Nya, serta diangkat menjadi pelindung agung Gereja. Maka, marilah kita panjatkan doa kepada Bapa di surga.⁣

L : Bagi Gereja Kudus: Ya Bapa, berkatilah dan lindungilah Gereja dan para pe mimpinnya, Sri Paus, Para Uskup, para Imam dan Diakon. Semoga berkat doa Santo Yusuf pelindung Gereja mereka semua setia dan tekun melaksanakan tugas pelayanan bagi seluruh umat. Kami mohon …⁣

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.⁣

L : Bagi nusa dan bangsa kami: Ya Bapa, berkatilah dan tuntunlah bangsa kami, agar se makin tekun mengusahakan kerukunan dan sikap saling menghormati satu sama lain dengan tulus dan ikhlas. Kami mohon …⁣

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.⁣

L : Bagi para karyawan-karyawati Ya Bapa, berkatilah para karyawan-karyawati, berkat doa Santo Yusuf pelindungnya, agar mereka Kaulindungi dalam melaksanakan tugas pekerjaan mereka. Kami mohon .. ⁣

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.⁣

L : Bagi saudara-saudari kami kaum beriman yang berada dalam sakratul maut: Ya Bapa, utuslah Bapa Yusuf mendampingi saudara-saudari kami yang berada dalam sakrat maut, agar mereka tetap setia kepada Kristus pada saat akhir hidup mereka. Kami mohon…⁣

U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.⁣

I : Allah Bapa Yang Maha Pengasih, Santo Yusuf telah Kau- pilih untuk martabat luhur. Berilah kiranya berkat doa pengantaraannya, apa yang tidak dapat kami peroleh dengan kemampuan kami sendiri. Demi Kristus, Pengantara kami. U : Amin.⁣⁣

LITURGI EKARISTI⁣

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN ⁣

Ya Allah, dengan tulus dan penuh kasih Santo Yusuf me- layani Putra Tunggal-Mu, yang lahir dari Perawan Maria. Semoga dengan hati yang murni kami pun layak melayani altar-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. U Amin.⁣⁣

PREFASI – Tugas Santo Yusuf⁣

Sungguh layak dan sepantasnya, bahwa kami selalu dan di mana pun bersyukur kepada-Mu, Tuhan, Bapa yang kudus, Allah Yang Mahakuasa dan kekal.⁣

Pada Hari Raya Santo Yusuf ini pantaslah kami mengagungkan, memuliakan, dan memuji Engkau dengan pujian-pujian yang pantas. Dialah pria benar, yang Engkau berikan sebagai mempelai untuk Perawan Maria Bunda Allah. Dialah hamba setia dan bijaksana yang Engkau tetapkan untuk Keluarga-Mu agar, sebagai bapak dan pengasuh, ia melindungi Putra Tunggal-Mu, yang dikandung oleh naungan Roh Kudus, yaitu Yesus Kristus, Tuhan kami.⁣

Dengan pengantaraan Kristus itu, para Malaikat memuji keagungan-Mu, kekuasaan menyembah, kekuatan gemetar, surga dan keutamaan surgawi serta Serafim yang berbahagia, bersama-sama bersorak-sorai memuji Dikau; perkenankanlah kami memadukan suara dengan mereka dan sambil bersujud kami bernyanyi/berseru:⁣

U : Kudus, kudus, kuduslah … ⁣⁣

ANTIFON KOMUNI — Bdk. Mat. 25:21⁣

Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan Tuhanmu.⁣⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah kita berdoa: Ya Allah, dengan santapan suci pada altar ini Engkau telah memuaskan keluarga-Mu yang bersukacita pada Hari Raya Santo Yusuf. Kami mohon lindungilah kami selalu dan peliharalah rahmat-Mu di dalam hati kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. U : Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: