Minggu, 13 Maret 2022 – Hari Minggu Prapaskah II

Posted on

Rm.Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – bdk. Mazmur 27:8-9

Kepada-Mu, ya Tuhan, hatiku berkata, “Kucari wajah-Mu.” Wajah-Mu kucari, ya Tuhan, janganlah memalingkan muka daripadaku.

PENGANTAR:

Bagaimanapun beratnya dosa kita atau bagaimanapun besarnya ketidaksetiaan kita kepada Allah, namun Allah akan tetap setia memberikan kasih-Nya kepada manusia. Allah tidak akan mengingkari janji-Nya, yaitu menyelamatkan semua manusia karena Allah sangat mencintai manusia. Benarlah apa yang dikatakan oleh Paulus kepada umat di Filipi, “Kristus akan menjadikan kita serupa dengan Tubuh-Nya yang mulia.” Kemuliaan-Nya memang dialami oleh orang berkenan kepada-Nya. Kemuliaan-Nya membuat orang merasaka aman, damai, dan tenteram. Semoga kita mengalami kemuliaan Allah itu lewat ketekunan dan kesetiaan kita membangun sikap tobat dalam Masa Prapaskah ini.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Putra kesayangan Bapa, yang membarui perjanjian Allah dengan manusia. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

Engkau telah menampakkan kemuliaan-Mu di puncak gunung dan berbicara dengan Musa dan Elia, dalam rangka pembaruan perjanjian Allah dengan manusia. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

Engkau penyelamat kami yang mau mengubah tubuh kami menjadi serupa dengan tubuh-Mu yang mulia. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa (hening sejenak): Allah Bapa Yang Mahamulia, Engkau telah memaklumkan kepada kami bahwa Yesus Kristus adalah Putra-Mu terkasih. Ajarilah kami untuk selalu mendengarkan dan melaksanakan Sabda-Nya dan berilah kami pengertian akan misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan-Nya demi keselamatan kami. Sebab, Dialah Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kejadian 15:5-12.17-18

“Perjanjian Allah dengan Abraham.”

Sekali peristiwa Tuhan membawa Abram keluar dari rumah serta berfirman, “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat!” Maka firman-Nya kepada Abram, “Demikianlah banyaknya nanti keturunanmu.” Lalu percayalah Abram kepada Tuhan; maka Tuhan memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran. Tuhan berfirman lagi kepada Abram, “Akulah Tuhan, yang membawa engkau keluar dari Ur Kasdim guna memberikan negeri ini menjadi milikmu.” Tetapi Abram bertanya, “Ya Tuhan Allah, dari manakah aku tahu bahwa aku akan memilikinya?” Firman Tuhan kepadanya, “Ambillah bagi-Ku seekor lembu betina berumur tiga tahun, seekor kambing betina berumur tiga tahun, seekor domba jantan berumur tiga tahun, seekor burung tekukur dan seekor anak burung merpati.” Abram mengambil semuanya itu, membelahnya menjadi dua, lalu diletakkannya belahan-belahan itu yang satu di samping yang lain; tetapi burung-burung itu tidak ia belah. Ketika burung-burung buas hinggap di atas daging binatang-binatang itu, maka Abram mengusirnya. Menjelang matahari terbenam, tertidurlah Abram dengan nyenyak. Lalu gelap gulita yang mengerikan turun meliputinya. Ketika matahari telah terbenam, dan hari menjadi gelap, kelihatanlah perapian yang berasap beserta suluh yang berapi lewat di antara belahan-belahan daging itu. Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman, “Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai Efrat yang besar itu.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 27:1.7-8.9abc.13-14

Ref. Aku percaya kepada-Mu, Tuhanlah pengharapanku. Tuhan, pada-Mu ‘kuberserah, dan mengharap kerahiman-Mu.

  1. 1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?

  2. Dengarlah, ya Tuhan, seruan yang kusampaikan, kasihanilah aku dan jawablah aku! Wajah-Mu kucari, ya Tuhan, seturut firman-Mu, “Carilah wajah-Ku!”

  3. Janganlah menyembunyikan wajah-Mu dari pada-Ku, janganlah menolak hamba-Mu ini dengan murka. Engkaulah pertolonganku, ya Allah penyelamatku, janganlah membuang aku, dan janganlah meninggalkan daku.

  4. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan, di negeri orang-orang yang hidup. Nantikanlah Tuhan, kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Filipi 3:17-4:1

“Kristus akan mengubah tubuh kita menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia.”

Saudara-saudara, ikutilah teladanku, dan perhatikanlah mereka yang hidup seperti kami. Sebab, seperti yang telah sering kukatakan kepadamu, dan yang kunyatakan pula sekarang sambil menangis, banyak orang hidup sebagai musuh salib Kristus. Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut, kemuliaan mereka ialah hal-hal aib, sedangkan pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara-perkara duniawi. Tetapi kita adalah warga Kerajaan Surga. Dari sana juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus, Sang Penyelamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini menjadi serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, sesuai dengan kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya. Karena itu, Saudara-saudaraku yang kukasihi dan kurindukan, sukacitaku dan mahkotaku, berdirilah dengan teguh dalam Tuhan!
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal
S : Dari awan yang bercahaya Allah Bapa berbicara, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, dengarkanlah Dia!”

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 9:28b-36

“Ketika sedang berdoa, berubahlah rupa wajah Yesus.”

Yesus, Musa, dan Elia - Renungan Harian

Sekali peristiwa Yesus membawa Petrus, Yohanes dan Yakobus, lalu naik ke atas gunung untuk berdoa. Ketika sedang berdoa, wajah Yesus berubah, dan pakaian-Nya menjadi putih berkilau-kilauan. Dan tampaklah dua orang berbicara dengan Dia, yaitu Musa dan Elia. Keduanya menampakkan diri dalam kemuliaan, dan berbicara tentang tujuan kepergian Yesus yang akan digenapi-Nya di Yerusalem. Sementara itu Petrus dan teman-temannya telah tertidur, dan ketika terbangun, mereka melihat Yesus dalam kemuliaan-Nya; juga kedua orang yang berdiri di dekat Yesus itu. Dan ketika kedua orang itu hendak meninggalkan Yesus, Petrus berkata kepada Yesus, “Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Tetapi Petrus tidak tahu apa yang dikatakannya itu. Sementara Petrus berkata demikian, datanglah awan menaungi mereka. Dan ketika masuk ke dalam awan itu, takutlah mereka. Maka terdengarlah suara dari dalam awan itu, yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia!” Ketika suara itu terdengar, nampaklah Yesus tinggal seorang diri. Murid-murid itu merahasiakan semua itu, dan pada masa itu mereka tidak menceritakan kepada siapa pun apa yang telah mereka lihat itu.
Demikianlah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAH OLEH Rm. Paskalis Aditya Wardana SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.

Sahabat pencinta Hati Kudus Yesus yang terkasih dalam Tuhan. Kita berjumpa kembali dalam RESI (renungan singkat) dehonian pada Minggu 13 Maret 2022 bersama saya Romo Paskalis Aditya Wardana SCJ dari komunitas Paroki Santo Yohanes Penginjil Bengkulu. Kita akan mengawali permenungan kita dengan mendengarkan sabda Tuhan yang diambil dari Injil Yesus Kristus menurut Santo Lukas 9:28b-36

Saudara/i terkasih dalam Tuhan, peristiwa Yesus yang menampakkan kemuliaan-Nya kepada Petrus, Yakobus, dan Yohanes sebenarnya menjadi momen berahmat bagi mereka karena pribadi yang mereka ikuti selama ini sungguh pribadi yang luar biasa. Namun tampaknya hal itu belum terpatri dalam diri para murid tadi. Hal tersebut terlihat dari ucapan Petrus, “Guru, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Baiklah kami dirikan sekarang tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa dan satu untuk Elia.” Kebahagiaan para murid itu bukan karena figur Yesus yang selama ini hadir bersama mereka. Tetapi beralih pada dua figur yang hadir bersama Yesus, yakni Musa dan Elia yang saat itu dikenal semua orang Israel. Banyak orang akan kagum seandainya dua tokoh besar tersebut mau tinggal di tenda buatan mereka. Suara “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia” merupakan penyadaran akan kegagalan para murid dalam mengikuti Kristus Yesus. Mereka diajak untuk kembali mendengarkan Yesus yang sudah hidup lama bersama mereka. Yesus-lah fokus dan tujuan hidup mereka.

Saudara/i yang terkasih dalam Tuhan, kita bisa saja menjadi seperti ketiga murid yang kehilangan fokus dalam mengimani Kristus Tuhan meski kita sudah dibaptis sejak kecil. Kita dapat dengan mudah menomorduakan Tuhan asalkan keinginan manusiawi kita terpenuhi. Kita bisa menomorduakan Tuhan demi pasangan hidup, jabatan, popularitas diri, dan lain sebagainya. Tepatlah bacaan ini diberikan kepada kita di masa prapaskah karena melalui bacaan ini, kita juga diundang untuk menyediakan waktu mendengarkan suara dan sapaan Tuhan supaya kita mampu membangun kualitas relasi yang semakin matang dengan Tuhan. Dengan demikian, kemampuan mendengarkan suara Tuhan mengantar kita pada kebahagiaan sejati karena Tuhan akan selalu memberikan yang terbaik bagi mereka yang membuka hati akan kehadiran-Nya. Semoga Hati Kudus Yesus merajai hati kita supaya hidup anda dan saya semakin terarah pada-Nya. Tuhan memberkati. Amin.

DOA UMAT:

I : Oleh karena kasih-Nya yang begitu agung kepada manusia, Allah Bapa berkenan mengutus Putra-Nya, Tuhan kita, Yesus Kristus, demi keselamatan kita, dengan bersabda, “Inilah Anak-Ku yang Kupilih, dengarkanlah Dia!” Maka, marilah kita berdoa kepada Bapa, Allah yang sungguh dekat dan penuh kasih setia.

L : Bagi Gereja Allah: Semoga Umat Allah semakin menyadari bahwa tugas perutusan sebagai putra-putri-Nya yang terkasih adalah berbagi hidup dengan sesama demi keselmatan seluruh umat manusia. Marilah kita berdoa kepada-Nya.

U : Tinggallah selalu bersama kami, ya Tuhan.

L : Bagi para pejabat pemerintahan: Semoga para pejabat pemerintahan selalu diterangi oleh Sabda Allah agar semakin menyadari tugas pelayanan dalam mengutamakan kesejahteraan rakyat. Marilah kita berdoa kepada-Nya.

U : Tinggallah selalu bersama kami, ya Tuhan.

L : Bagi mereka yang terbelunggu oleh kemiskinan dan menderita kelaparan: Semoga Allah menumbuhkan di dalam hati kita rasa belas kasih dan cinta kasih yang mendalam terhadap mereka yang lapar dan miskin sehingga kita pun tergerak untuk secara nyata membantu mereka keluar dari belenggu kemiskinan dan kelaparan. Marilah kita berdoa kepada-Nya.

U : Tinggallah selalu bersama kami, ya Tuhan.

L : Bagi kita para pendosa: Semoga Allah membimbing kita untuk berani selalu membangun sikap tobat dan meninggalkan kedosaan kita berkat kemurahan hati-Nya. Marilah kita berdoa kepada-Nya.

U : Tinggallah selalu bersama kami, ya Tuhan.

I : Allah Bapa kami Yang Mahamulia, dengarkanlah doa-doa kami dan berikanlah kekuatas belas kasih-Mu kepada mereka yang mengandalkan kebaikan hati-Mu sebagai Bapa, dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah, terimalah persembahan yang kami hunjukkan sebagai ungkapan iman akan Yesus Kristus, Putra-Mu yang terkasih. Semoga berkat persembahan ini, hati kami Kaubuat semakin peka akan Sabda Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Matius 17:5

Inilah Putra-Ku yang terkasih, kepada-Nyalah Aku berkenan; dengarkanlah Dia.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah Yang Mahabaik, kami bersyukur karena telah Kauperkenankan untuk menyambut Putra-Mu. Berilah kami kekuatan untuk menjalani pertobatan kami sehingga pada saatnya nanti kami Kauperkenankan untuk mengalami kemuliaan Putra-Mu yang abadi. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: