Selasa, 08 Maret 2022 – Hari Biasa Pekan I Prapaskah

Posted on

Rm. Vincen Suparman SCJ dari Komunitas SCJ Florida USA

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA — Mazmur 90:1-2⁣

Tuhan, Engkaulah pelindung kami turun-temurun. Dari awal mula sampai akhirat, Engkau mendampingi kami.⁣

PENGANTAR⁣

Belajar berdoa itu sederhana, namun amat sulit juga. Kita cenderung menilai doa kita menurut kata-kata yang indah dan berisi. Padahal, berdoa itu terutama mendengarkan. “Sabda Tuhan tak pernah kembali sia-sia,” kata Nabi Yesaya. Yesus mengajarkan doa “Bapa Kami” kepada para murid⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa, kerinduan kami, pandanglah umat-Mu ini. Semoga dalam menjalani masa tobat, hati kami selalu bergembira karena rindu akan Dikau.vDemi Yesus Kristus Putra-Mu, ….⁣

ATAU⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahamulia, sabda yang keluar daripada-Mu akan menghasilkan buah di tengah-tengah kami. Perkenankanlah hati kami terbuka untuk menerima segala yang telah tertulis dalam Kitab Suci. Maka dengan demikian, kerajaan-Mu benar-benar tampak dalam diri kami Demi Yesus Kristus Putra-Mu,….⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 55:10-11

“Firman-Ku akan melaksanakan apa yang Kukehendaki.”

Beginilah firman Tuhan, “Seperti hujan dan salju turun dari langit dan tidak kembali ke sana, melainkan mengairi bumi, membuatnya subur dan menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan benih pada penabur dan roti kepada orang yang mau makan, demikianlah firman yang keluar dari mulut-Ku: Ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 34:4-5.6-7.16-17.18-19

Ref. Tuhan melepaskan orang benar dari segala kesesakannya.

  1. Muliakanlah Tuhan bersama dengan daku, marilah kita bersama-sama memasyhurkan nama-Nya! Aku telah mencari Tuhan, lalu Ia menjawab aku, dan melepaskan daku dari segala kegentaranku.

  2. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya, maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru-seru, dan Tuhan mendengarkan: Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

  3. Mata Tuhan tertuju pada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka minta tolong: wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi.

  4. Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan: dari segala kesesakannya mereka ia lepaskan. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya.

BAIT PENGANTAR INJIL

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S  : (Mat 4:4b) Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 6:7-15

“Yesus mengajar murid-murid-Nya berdoa.”

Renungan Selasa, 16 Februari 2016 | Iman Katolik

Dalam khotbah di bukit Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Dalam doamu janganlah kamu bertele-tele seperti kebiasaan orang yang tidak mengenal Allah. Mereka menyangka bahwa karena banyaknya kata-kata doa mereka dikabulkan. Jadi janganlah kamu seperti mereka, karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan, sebelum kamu minta kepada-Nya. Karena itu berdoalah begini, “Bapa kami yang di surga, dikuduskanlah nama-Mu. Datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di surga. Berilah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya, dan ampunilah kami atas kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. Amin.” Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di surga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Vincen Suparman SCJ

Vivat Cor Jesu, Per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus, melalui hati Bunda Maria.

Setiap kali Berdoa Bapa Kami, saya sadar bahwa kata-kata dalam doa itu sederhana dan penuh makna. Saya juga sadar bahwa ketika saya berdoa kadang-kadang saya tidak sepenuhnya hadir untuk apa yang saya sedang lakukan. Saya mengucapkan kata-kata dalam Doa Bapa Kami yang indah, tetapi fikiran saya melayang ratusan atau bahkan ribukan kilometer jauhnya.

Salah satu karunia dari doa Bapa Kami, Salam Maria, dan Kemuliaan ialah bahwa saya dapat mendoakannya secara mudah. Mereka sudah mendarah daging dalam diri saya. Saya mempelajarinya ketika saya masih muda dan mempersiapkan diri untuk dibaptis. Ketika itu hanya menghafal saja dan tak memahami arti dari doa-doa itu. Namun, terlepas dari itu semua saya masih berdoa, meskipun pada tingkat hafalan.

Keuntungan pribadi dari doa-doa formal itu ialah kita dapat mendoakan secara automatis, mengalir begitu saja dari hidup kita. Kelemannya ialah kita mendoakan secara automatis dan tidak selalu meresapkan artinya kata demi kata. Apapun kelebihan dan kelemahannya, doa tetaplah doa jika niat kita adalah untuk berdoa. Apa yang dapat kita katakan tentang fikiran kita mengembara dan mungking kita tidak hadir sepenuhnya di hadapan Tuhan seperti yang kita harapkan? Fakta semacam itu dapat kita jadikan tantangan untuk terus berusaha hadir seraya menyadari bahwa kita sedang berdoa. Kita harus membuat diri sadar untuk membawa fikiran dan hati kita kembali kepada Tuhan.

Dalam Injil hari ini Yesus berkata bahwa doa bukanlah tentang memberitahu Tuhan tentang sesuatu yang Tuhan tidak sadari. Tidak perlu banyak kata, katanya, karena Bapamu tahu apa yang kamu butuhkan sebelum kamu memintanya. Doa kita tidak memberitahu Tuhan. Sebaliknya, doa yang kita lantunkan membentuk kita. Dalam berdoa kita mengakui siapa Tuhan dan siapa kita di hadapan Tuhan. Dengan melakukan itu, kita bertumbuh dalam hubungan kita dengan Tuhan dan kita menjadi lebih utuh, menjadi pribadi yang Tuhan inginkan.

Doa yang diberikan Yesus kepada kita, Doa Bapa Kami, memiliki dua bagian. Di bagian kesatu, kita mengakui siapa Tuhan itu dan di bagian kedua siapa kita di hadapan Tuhan. Dalam petisi pembuka itu kita mengakui keutamaan nama Tuhan, kerajaan Tuhan dan kehendak Tuhan. Dalam arti, kita mengundang Tuhan untuk menjadi Tuhan. Dalam petisi berikut kita mengakui siapa kita di hadapan Tuhan, bergantung pada Tuhan untuk kebutuhan dasar kita, kebutuhan fisik kita yang dilambangkan dengan roti dan kebutuhan rohani kita, kebutuhan kita akan pengampunan atas dosa-dosa kita dan kekuatan pada saat pencobaan oleh kejahatan. Doa yang sangat singkat ini adalah doa itu sendiri, dan pengajaran tentang doa. Ini adalah doa yang menunjukkan kepada kita apa yang menjadi inti dari semua doa.

Doa Bapa Kami adalah doa yang kebanyakan dari kita sudah mempelajarinya sejak masa muda. Marilah kita meluangkan waktu sejenak dan bertanya diri: apakah kata-kata dalam doa Bapa Kami yang sangat bearti bagi kita? Apa kebutuhan mendesak yang sedang kita fikirkan hari ini? Maukah kita meluangkan waktu beberapa menit dan dengan sadar mendoakan kepada-Nya apa yang sedang kita perlukan dan apa yang orang-orang sekitar kita  perlukan. Amen.

DOA PERSIAPAN⁣

Allah Bapa, Репсipta, persembahan kami ini adalah anugerah-Mu. Semoga Kaujadikan bantuan bagi kami untuk mencapai hidup yang kekal, Demi Kristus,⁣⁣

ATAU:⁣

Allah Bapa kami di surga, berilah kami rezeki yang menandakan datangnya kerajaan-Mu, dan berilah kamı Putra-Mu, Sabda vang membawa kehidupan sejati. Sebab Dialah⁣⁣

ANTIFON KOMUNI — Mazmur 4:2⁣

Ketika aku berseru kepada-Mu, Engkau mendengarkan daku, ya Allah yang mahadil. Engkau membebaskan daku dari deritaku. Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan kabulkanlah doaku.⁣⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, kami telah menerima rahmat sakramen-Mu. Semoga kami dapat mengatur hidup kami di dunia ini dengan bijaksana dan tetap mencita-citakan hidup surgawi. Demi Kristus, …⁣⁣

ATAU⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, semoga Roh-Mu memenuhi hati kami serta mengajar kami berdoa. Taruhlah kata-kata pujian pada lidahku untuk memuliakan nama-Mu. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: