Jumat, 04 Maret 2022 – Hari Jumat sesudah Rabu Abu

Posted on

Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ dari Komunitas SCJ Pangkalan Kerinci Riau – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA  — Mamur 30:11⁣

Tuhan telah mendengarkan suaraku dan berbelas kasih Tuhanlah penolongku.⁣

PENGANTAR⁣:

Pada awal Prapaskah ini, kita diingatkan akan bahaya penipuan diri. Penderitaan tetangga jauh lebih penting dari kegiatan pilihan sendiri. Menegakkan keadilan lebih diperlukan dari pres tasi matiraga Pengabdian kepada sesama menjadi pengabdian kepada Tuhan yang benar.⁣

DOA PEMBUKA⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus.⁣ bantulah kami membarui diri dengan tobat Semoga usaha matiraga yang kami mulai dapat kami selesaikan dengan hati tulus ikhlas. Demi Yesus Kristus Putra-Mu…..⁣

ATAU:⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakudus, ajarilah kami berpantang dan berpuasa seturut kehendak-Mu: berbuat amal, rukun serta bantu-membantu, agar dapat bebas dari kekuasaan jahat dan hidup dengan pantas sebagai putra dan putri Bapa yang satu dan sama. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, ..⁣

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 58:1-9a

“Berpuasa yang Kukehendaki ialah engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman.”

Beginilah firman Tuhan Allah, “Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka, dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang berlaku benar dan tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyai Aku tentang hukum-hukum yang benar. Mereka suka mendekat menghadap Allah, dan bertanya, “Kami berpuasa, mengapa Engkau tidak memperhatikannya juga?” Kami merendahkan diri, mengapa Engkau tidak mengindahkan juga?” Camkanlah! Pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi, serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan cara berpuasa seperti ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. Inikah puasa yang Kukehendaki: Mengadakan hari merendahkan diri? Menundukkan kepala seperti gelagah? Dan membentangkan kain sarung serta abu sebagai lapik tidur? Itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada Tuhan? Bukan! Berpuasa yang Kukehendaki ialah: Engkau harus membuka belenggu-belenggu kelaliman dan melepaskan tali-tali kuk; membagi-bagikan rotimu bagi orang yang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tak punya rumah; dan apabila engkau melihat orang telanjang, supaya engkau memberi dia pakaian, dan tidak menyembunyikan diri terhadap saudaramu sendiri! Pada waktu itulah terangmu akan merekah seperti fajar, dan lukamu akan pulih dengan segera. Kebenaran menjadi barisan depanmu, dan kemuliaan Tuhan barisan belakangmu. Pada waktu itulah engkau akan memanggil dan Tuhan akan menjawab, engkau akan berteriak minta tolong dan Ia berkata: Ini Aku!”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 51:3-4.5-6a.18-19

Ref. Kasihanilah, ya Tuhan, Kaulah pengampun yang rahim, dan belas kasih-Mu tak terhingga.
Atau: Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. 

  1. Kasihanilah aku, ya Allah, menurut kasih setia-Mu, menurut besarnya rahmat-Mu hapuskanlah pelanggaranku. Bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku, dan tahirkanlah aku dari dosaku.

  2. Sebab aku sadar akan pelanggaranku, dosaku selalu terbayang di hadapanku. Terhadap Engkau, terhadap Engkau sendirilah aku berdosa, yang jahat dalam pandangan-Mu kulakukan.

  3. Tuhan, Engkau tidak berkenan akan kurban sembelihan; kalaupun kupersembahkan kurban bakaran, Engkau tidak menyukainya. Persembahanku kepada-Mu ialah jiwa yang hancur. Hati yang remuk redam tidak akan Kaupandang hina, ya Allah.

BAIT PNGANTAR INJIL:

U : Terpujilah Kristus Tuhan, Raja mulia dan kekal.
S : (Am 5:14) Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup, dan Allah akan menyertai kamu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 9:14-15

“Mempelai itu akan diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”

Bacaan dan Renungan Jumat,08 Mar 2019|Jumat Rabu Abu – CAREKA (Bacaan Renungan Katolik)

Sekali peristiwa datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus, dan berkata, “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?” Jawab Yesus kepada mereka, “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka, dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.”
Demikianlah Sabda Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Gregorius Dedi Rusdianto SCJ

Vivat Cor Jesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Para pendengar Renungan Singkat Dehonian yang terkasih, gembira sekali saya Rm. G. Dedi Rusdianto, SCJ dapat berjumpa kembali dengan anda dalam Resi Dehonian, hari ini Jumat, 4 Maret 2022.

Dalam salah satu homili atau kotbahnya, Paus Fransiskus pernah mengatakan bahwa kita seringkali terjebak dalam rutinitas hidup sehari-hari sehingga kita kehilangan rasa takjub atau rasa kagum, teristimewa terhadap misteri Salib dan misteri Paskah yakni rencana keselamatan Allah di mana Allah berkenan menjadi manusia dan mengalami hidup sebagai manusia, bahkan menderita, di salib dan kemudian bangkit dengan mulia.

Hidup manusia terjebak dalam kesibukan masing-masing, sehingga tidak mau menyediakan waktu lagi, untuk duduk dan merenungkan serta memohon rahmat kagum terhadap misteri Salib dan misteri Paskah. Bahkan Socrates, seorang filsuf Yunani kuno yang hidup sebelum Yesus, juga pernah mengingatkan bahwa hidup yang tidak di refleksikan adalah hidup yang tidak layak untuk di jalani.

Hal ini di tambah lagi dengan sikap klerikalisme yang berarti sikap arogan sebagai seorang pemimpin agama dan sikap legalisme yakni sikap yang hanya menekankan pendekatan hukum, bahkan menambahkan aturan-aturan agama yang justru menambah beban umat beriman. Sehingga tujuan utama agama untuk menyelamatkan dan membebaskan umat manusia tidak tercapai. Manusia tetaplah jatuh dalam perhambaan dosa dan tuntutan-tuntutan peraturan agama yang sudah tidak sesuai. Santo Paulus berkata: “Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” Selanjutnya Paulus berkata: “Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam satu firman ini, yaitu: “Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” . (Galatia 5:1-14). Demikianlah, legalisme seringkali mengabaikan roh dari hukum yakni hukum di ciptakan untuk manusia, dan bukan manusia untuk hukum, kata Yesus. Para pelaksana hukum seringkali mengabaikan bahwa peraturan hukum tertinggi adalah takut akan Allah, Cinta Kasih dan keadilan.

Maka masa Prapaskah mengajak kita untuk sungguh-sungguh duduk, berdoa dan merenung. Karena berdoa dan mati raga akan menajamkan hati nurani kita dan kepekaan kita untuk menanggapi Sabda Allah dan Kristus yang tetap hadir dalam Perayaan Ekaristi serta marilah kita memohon rahmat agar bisa merasakan takjub atau kagum terhadap misteri Salib. Kehidupan Kristiani tanpa rasa takjub akan menjadi menjemukan dan suram. Bagaimana kita bisa berbicara tentang sukacita bertemu Yesus, kecuali kita setiap hari kagum dan takjub dengan kasih-Nya, yang memberi kita pengampunan dan kemungkinan awal yang baru?

 Paus Fransisku mengatakan bahwa ketika iman tidak lagi mengalami kekaguman, ia menjadi tumpul: ia menjadi buta terhadap keajaiban rahmat; ia tidak bisa lagi merasakan Roti Hidup dan mendengar Firman Tuhan, ia tidak bisa lagi melihat keindahan saudara-saudari kita dan anugerah ciptaan-ciptaan Allah. Tidak ada jalan lain selain berlindung dalam legalisme, dalam klerikalisme

Semoga masa Prapaskah ini menjadikan kita dan memampukan kita mengalami rasa kagum dan takjub terhadap misteri sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus. Dan semoga saudara saudari sekalian, senantiasa di lindungi oleh berkah Allah yang Maha Kuasa, Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN⁣

Allah Bapa mahakudus, semoga usaha tobat kami menjadikan kami layak di hadapan-Mu dan memberi kami kesanggupan untuk semakin mampu menguasai diri kami. Demi Kristus, ….⁣

ATAU:

Allah Bapa mahakudus, bersihkanlah kami dari noda-noda dosa berkat roti anggur ini, berkat Yesus, Putra-Mu terkasih, yang telah membela kami dengan melaksanakan kehendak Mu dan kini hidup dan bertakhta sepanjang segala masa.⁣

ANTIFON KOMUNI   —  Mazmur 25:4⁣

Tunjukkanlah jalan-Mu kepada kami, ya Tuhan, dan ajarkanlah hukum-Mu kepada kami.⁣

DOA PENUTUP⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa mahakuasa, semoga perayaan Ekaristi ini membersihkan kami dari segala kesalahan, agar kami layak menerima kerahiman-Mu. Demi Kristus, .⁣

ATAU: ⁣

Marilah berdoa: Allah Bapa tujuan hidup kami, kami bersyukur, sebab Putra-Mu telah sudi menjadi jalan hidup kami. Perkenankanlah kami selalu siap sedia menjadi rezeki bagi yang kelaparan, dan membahagiakan sesama dengan semangat pengorbanan diri kami. Demi Kristus, …⁣

DOWNLOAD AUDIO RESI: