Kamis, 24 Februari 2022 – Hari Biasa Pekan VII

Posted on

Diakon Finsentius Ari Setiono SCJ dari Komunitas SCJ Pasangsurut Palembang – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Markus 9:41

Barangsiapa memberi kalian minum air secangkir, karena kalian adalah pengikut Kristus, ia takkan kehilangan ganjarannya.

PENGANTAR:

Kita sering mengumpulkan harta benda dengan merugikan orang lain. Harta dunia diberikan kepada kita untuk membaha giakan sesama. Kalau tidak, kita bersalah kepada Kristus sendiri. Jika kita memperoleh banyak, banyak pula hendaknya yang kita bagikan. Jika tidak, maka kita seperti garam yang menjadi hambar dan tidak berguna lagi.

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa: Allah Bapa Raja mahamulia, ajarilah kami memperoleh kekayaan sejati dengan sabda Yesus, saksi-Mu yang asli. Jadikanlah kami miskin terdorong oleh Roh Kudus, agar dapat memasuki kerajaan-Mu. Demi Yesus Kristus Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, yang…..

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Yakobus 5:1-6

Hai kalian orang-orang kaya, menangislah dan merataplah atas sengsara yang akan menimpa kalian. Kekayaanmu sudah membusuk dan pakaianmu sudah dimakan ngengat. Emas dan perakmu sudah berkarat, dan karatnya akan menjadi kesaksian terhadap kalian, dan akan makan dagingmu seperti api. Kalian telah mengumpulkan harta pada hari-hari yang sedang berakhir. Sesungguhnya telah terdengar teriakan besar, karena kalian telah menahan upah para buruh, yang telah menuai hasil ladangmu. Dan keluhan mereka yang menyabit panenmu telah sampai ke telinga Tuhan semesta alam. Kalian telah hidup dalam kemewahan dan berfoya-foya di bumi. Kalian telah memuaskan hati sama seperti pada hari pembantaian. Kalian telah menghukum, bahkan membunuh orang jujur, dan ia tidak dapat melawan kalian.
Demikianlah sabda Tuhan.
U Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 49:14-15ab,15cd-16,17-18,19-20

Ref. Berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah, sebab merekalah yang empunya Kerajaan Surga.

  1. Inilah jalan orang-orang yang mengandalkan dirinya sendiri, ajal orang-orang yang bangga akan perkataannya sendiri. Seperti domba mereka meluncur ke dalam dunia orang mati; gembalanya ialah maut;

  2. Mereka turun langsung ke kubur, perawakan mereka hancur, dunia orang mati menjadi tempat kediaman mereka. Tetapi Allah akan membebaskan nyawaku dari cengkeraman dunia orang mati, sebab Ia akan menarik aku.

  3. Janganlah takut, apabila seseorang menjadi kaya, apabila kemuliaan keluarganya bertambah, sebab pada waktu mati semuanya itu tidak akan dibawanya serta, kemuliaannya tidak akan turun mengikuti dia.

  4. Sekalipun pada masa hidupnya ia menganggap dirinya berbahagia, sekalipun orang menyanjungnya karena ia berbuat baik terhadap dirinya sendiri, namun ia akan sampai kepada angkatan nenek moyangnya, yang tidak akan melihat terang untuk seterusnya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : Sambutlah sabda Tuhan, bukan sebagai perkataan manusia, melainkan sebagai sabda Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 9:41-50

Bacaan Injil, 24 Februari 2022, Hari Biasa (Markus 9:41-50) - Katolikku

Pada suatu hari berkatalah Yesus kepada murid-murid-Nya, “Sesungguhnya barangsiapa memberi kamu minum secangkir air oleh karena kamu adalah pengikut Kristus, ia tidak akan kehilangan upahnya.” “Barangsiapa menyesatkan salah satu dari anak-anak kecil yang percaya ini, lebih baik baginya jika sebuah batu kilangan diikatkan pada lehernya lalu ia dibuang ke dalam laut. Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka, ke dalam api yang tak terpadamkan; (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) Dan jika kakimu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan timpang, dari pada dengan utuh kedua kakimu dicampakkan ke dalam neraka; (di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam.) Dan jika matamu menyesatkan engkau, cungkillah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan bermata satu dari pada dengan bermata dua dicampakkan ke dalam neraka, di mana ulat-ulat bangkai tidak mati dan api tidak padam. Karena setiap orang akan digarami dengan api. Garam memang baik, tetapi jika garam menjadi hambar, dengan apakah kamu mengasinkannya? Hendaklah kamu selalu mempunyai garam dalam dirimu dan selalu hidup berdamai yang seorang dengan yang lain.”
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Diakon Finsentius Ari Setiono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Mariae.

Sahabat Resi Dehonian dimanapun berada, jumpa lagi bersama saya FrD. Finsentius Ari Setiono, SCJ dari Paroki Allah Maha Murah, Pasang Surut dalam ReSi (Renungan Singkat) Edisi Kamis, 24 Februari 2022. Mari sekarang kita siapkan hati untuk mendengarkan bacaan Injil pada hari ini dari Injil Markus 9: 41-50.

Sahabat ReSi yang terkasih, perkataan dan ajaran Yesus pada bacaan injil yang kita dengarkan tadi sangat keras dan tajam.  Ajaran yang sangat keras ini terlihat dari perintah-Nya untuk memotong bagian tubuh yang dapat membuat penyesatan, seperti tangan, kaki, dan mata. Jika difikirkan lebih dalam, tangan dan kaki adalah aggota yang digerakkan oleh otak yang memiliki pikiran dan hati yang memiliki rasa. Maka sebenarnya jika ada seseorang atau salah satu dari kita yang menyesatkan atau berbuat dosa, yang pertama-tama harus di potong adalah otak dan hatinya. Jika demikian, maka tidak ada yang dapat hidup lama di dunia ini, karen setiap dari kita pasti pernah berbuat jahat di dalam hati maupun otak kita.

Baik kita telaah lebih dalam mengenai apa yang telah kita bahas tadi. Yang membuat hati dan otak itu harus di potong bukan dari otak dan hati itu sendiri, tetapi adalah pikiran dan perasaan buruk dari setiap orang yang berbuat jahat dan sesat. Dengan demikian, sangat jelas bahwa yang diajarkan lebih dalam oleh Yesus bukan memotong tangan dan kaki, tetapi memotong perbuatan yang membuat tangan dan kaki itu melakukan sebuah kesesatan. Lebih dalam lagi, Yesus mengajak kita untuk memotong pikiran-pikiran buruk yang mungkin telah terencana di dalam otak kita dan memotong perasaan-perasaan buruk yang mungkin ada di dalam hati kita.

Memotong perbuatan, perasaan, dan pikiran yang buruk sangatlah mudah jika hal-hal itu tidak menguntungkan diri kita masing-masing. Namun demikian, memotong perbuatan, perasaan, dan pikiran yang membuat kita nyaman padahal itu merupakan sebuah Tindakan buruk menjadi tidak mudah. Perlu sebuah pengorbanan dan niat yang kuat di dalam hati dan pikiran kita untuk dapat memotong perbuatan buruk dan menyesatkan yang mungkin membuat kita nyaman. Satu hal lagi yang paling penting, yaitu jangan pernah melupakan Allah yang pasti membantu setiap dari kita. Maka marilah kita bersama-sama untuk berusaha menjadikan diri tidak nyaman tinggal berlama-lama dalam perbuatan buruk, agar kita mudah untuk memotongnya. Sebaliknya, marilah kita bersama-sama berusaha menjadikan diri selalu nyaman dalam perbuatan baik, agar kita tidak perlu memotongnya, melainkan selalu menumbuhkannya. Tuhan memberkati kita dan semoga Hati Yesus semakin merajai hati kita. Amin.

DOA  PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa sumber kehidupan, kami mohon diberi rezeki dan dihidupi oleh Yesus Putra-Mu, yang sudi menjadi rezeki demi kehidupan dunia.. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Matius 5:3

Berbahagialah yang hidup miskin terdorong Roh Kudus, sebab bagi merekalah kerajaan surga

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa Raja damai, semoga kami dipimpin oleh Putra-Mu masuk ke dalam kerajaan-Mu. Semoga segala sesuatu yang kami lakukan memancarkan belas dan cinta kasih-Mu yang sanggup menyelamatkan dunia. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI