Minggu, 20 Februari 2022 – Hari Minggu Biasa VII

Posted on

Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Postulat-Novisiat St. Yohanes Gisting Lampung – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 13:6

Tuhan, kepada kasih setia-Mu aku percaya. Hatiku bersorak-sorak karena penyelamatan-Mu. Aku mau bernyanyi bagi Tuhan karena Ia telah berbuat baik terhadapku.

PENGANTAR:

Seorang beriman kepada Kristus tidak boleh membalas kebencian dengan kebencian, dengki dengan dengki. Usaha postif yang dilandasi kasih Kristus harus menjadi jawaban terhadap kecurangan dan kebencian. Kita dituntut untuk menjadi teladan hidup yang baik dan bahkan “sempurna” dalam kehidupan. Lebih-lebih untuk kehidupan zaman sekarang ini sangat dibutuhkan “yang lebi” daripada sekadar apa yang dikembalikan dengan baik oleh orang lain.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah utusan Bapa di dunia yang mewartakan hukum cinta kasih bagi umat manusia. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Putra Bapa yang menghambakan diri demi cinta kasih dan menyelamatkan umat manusia. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah utusan Bapa di dunia yang menampakkan bukti nyata cinta kasih Allah kepada manusia. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Ya Allah yang penuh belas kasih, Engkau menghendaki agar kami saling mengasihi, sebagaimana Engkau sendiri telah mengasihi kami melalui Yesus Kristus, Putra-Mu yang rela mengurbankan diri-Nya demi keselamatan kami. Sebab, Dialah Tuha, Pengantara kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Samuel 26:2.7-9.12-13.22-23

“Tuhan menyerahkan engkau ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah.”

Pada waktu itu, berkemaslah Saul dan turun ke Padang Gurun Zif dengan tiga ribu orang yang terpilih dari orang Israel untuk mencari Daud di padang gurun itu. Pada suatu malam ketika Saul dan para pengiringnya sedang tidur, datanglah Daud dan Abisai ke tengah’ mereka. Dan tampaklah di sana Saul berbaring tidur di tengah-tengah perkemahandengat1 tombaknya terpancang di tanah pada sebelah kepalanya, sedang Abner dan rakyat berbaring sekelilingnya. Lalu berkatalah Abisai,‘ ‘Pada hari ini Allah telah menyerahkan musuh;…“ Oleh sebab itu, izinkanlah kiranya aku menancapkan dia ke tanah dengan tombak ini. Sekali tikam saja sudah cukup, tidak usah dia kutancapkan dua kali. ” Tetapi kata Daud kepada Abisai, “Jangan memusnahkan dia, sebab siapakah yang dapat menjamah orang yang diurapi Tuhan dan bebas dari hukuman?” Kemudian Daud mengambil tombak dan kendi raja dari sebelah kepala Saul, lalu mereka pergi. Tidak ada yang melihatnya, tidak ada yang mengetahuinya, tidak ada yang terbangun, sebab sekaliannya tidur; Tuhan telah membuat mereka tidur lelap. Setelah Daud sampai ke seberang, berdirilah ia jauh-jauh di puncak gunung, sehingga ada jarak yang besar antara dia dan mereka. Lalu Daud berseru kepada Raja Saul, “Inilah tombak Tuanku Raja! Baiklah salah seorang dari para pengiring Tuanku menyeberang untuk mengambilnya. Tuhan akan membalas kebenaran dan kesetiaan setiap orang, sebab pada hari ini Tuhan menyerahkan Tuanku ke dalam tanganku, tetapi aku tidak mau menjamah orang yang diurapi Tuhan.”

Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 103:1-2.3-4.8+10.12-13

Ref. Kita memuji Allah kar’na besar cinta-Nya.

  1. Pujilah Tuhan, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! “Pujilah Tuhan, hai jiwaku, jangan lupa akan segala kebaikan-Nya!”

  2. Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, dan menyembuhkan segala penyakitmu! Dialah yang menebus hidupmu dari liang kubur, dan memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat!

  3. Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak pernah Ia memperlakukan kita setimpal dengan dosa kita, atau membalas kita setimpal dengan kesalahan kita.

  4. Sejauh timur dari barat, demikianlah pelanggaran-pelanggaran kita dibuang-Nya, seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada orang-orang yang bertakwa.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 15:45-49

“Seperti kita kini mengenakan rupa dari manusia yang alamiah, demikian pula klta akan mengenakan rupa dari yang surgawi.”

Saudara-saudara, seperti ada tertulis, ‘Manusia pertama, Adam, menjadi makhluk yang hidup”, tetapi Adam yang akhir menjadi Roh yang menghidupkan. Yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah. melamkan yang alamiah; barulah kemudian datang yang rohaniah; manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani; manusia kedua berasal dari surga. Makhluk-makhluk alamiah sama dengan yang berasal dari debu tanah, dan makhluk-makhluk surgawi sama dengan Dia yang berasal dari surga. Jadi seperti kini kita mengenakan rupa dari manusia yang alamiah, demikian pula kita akan mengenakan rupa dari yang surgawi.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Yoh 13:34) Aku memberikan perintah baru kepadamu, sabda Tuhan, yaitu supaya kamu saling mengasihi, sama seperti Aku telah mengasihi kamu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 6:27-38

“Hendaklah kamu murah hati, sebagaimana Bapamu murah hati adanya.”

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 20 Februari 2022 – Mirifica News

Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Dengarkanlah perkataan-Ku ini? Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu. Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu. Berdoalah bagi orang yang mencaci kamu. Bila orang menampar pipimu yang satu, berikanlah juga pipimu yang lain. Bila orang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta’ kepadamu, dan janganlah meminta kembali dari orang yang mengambil kepunyaanmu. Sebagaimana kamu kehendaki orang berbuat kepadamu, demikian pula hendaknya kamu berbuat kepada mereka. Kalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun mengasihi orang-orang yang mengasihi mereka. Kalau kamu berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepadamu, apakah jasamu? Orang- orang berdosa pun berbuat demikian. Dan kalau kamu memberikan pinjaman kepada orang dengan harapan akan memperoleh sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosa pun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak. Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan berilah pinjaman tanpa mengharapkan balasan; maka ganjaranmu akan besar, dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi. Sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat. Hendaklah kamu murah hati, sebagaimana Bapamu murah hati adanya. Janganlah kamu menghakimi, maka kamu pun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamu pun tidak akan dihukum. Ampunilah, maka kamu akan diampuni. Berilah, maka kamu akan diberi. Suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang diguncang dan tumpah keluar, akan dicurahkan ke pangkuanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai akan diukurkan pula kepadamu.”
Demikialah Sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Murah hati menjadi kata kunci yang bisa ambil untuk memaknai indahnya perikopa Injil hari ini. Setiap kalimat bisa menjadi status medsos kita hari ini. Dari pada menulis keluh kesah atau menyindir orang lain, lebih baik menuliskan salah satu kalimat dari Injil hari ini.

Murah hari menjadi unsur pokok untuk menjalankan sabda Tuhan ini. Ukuran murah hatinya adalah ‘sebagaimana Bapamu murah hati adanya’. Maka kemurahan hati itu tidak ada batasannya, karena Allah Bapa bermurah hati kepada kita melampaui kemampuan manusiawi untuk melakukannya. Pertanyaannya adalah apakah kita siap untuk bermurah hati seperti itu? Kecenderungan kita adalah bermurah hati dengan batas-batas atau syarat-syarat tertentu. Kalau demikian, kita belum menjadi manusia Kristiani seutuhnya.

Pertama-tama Yesus mengingatkan kita untuk bermurah hati bagi orang yang tidak cocok dengan kita. Mereka bisa jadi adalah musuh, atau orang yang tidak suka, atau orang yang iri, atau orang yang tidak mau kita sukses; yang jelas mereka semua adalah orang yang berseberangan dengan kita. Terhadap orang-orang yang demikian, kita diajak untuk tetap mempunyai sikap murah hati. Kalau bisa melakukan ini, tentu saja apa yang kita lakukan tidak murahan. Tantangan untuk bertindak murah hati adalah mendapat cap dari orang lain sebagai yang murahan. Jika hanya demi keuntungan diri sendiri, sudah pasti itu sangat murahan. Tetapi bagaimana mungkin melakukan demi kebaikan bersama dikatakan murahan? Jangan-jangan pikiran kita yang justru murahan karena memandang orang yang murah hati sebagai tindakan murahan.

Tindakan murah hati ini menjadi semakin jelas bentuknya ketika berhadapan dengan orang yang tidak mampu memberi apa-apa kepada kita. Dari dia kita tidak mendapat keuntungan apapun. Tetapi kita justru diajak untuk semakin bermurah hati kepada mereka. Justru inilah yang menjadikan tindakan kita bernilai tak terhingga. Sementara kalau bermurah hati kepada mereka yang banyak memberi kita saja, atau bermurah hati supaya kita mendapat banyak hal dari mereka, persis itulah tindakan murahan. Siapapun bisa dan mampu melakukannya. Orang bersikap ramah, mau melayani, mau berkurban hanya supaya mendapat keuntungan yang lebih besar. Penjahatpun juga bisa melakukan itu.

Sabda Tuhan hari ini sungguh memberikan tuntunan praktis bagi kita untuk bisa menjadi semakin Kristiani. Maka bagus juga jika kita berani untuk membacanya berulang kali, merenungkannya, melihat ke dalam diri kita, dan mempraktekannya dalam tindakan praktis. Pastilah tidak mudah, banyak tantangan dan hambatan, mengalami cemoohan, atau berbagai rintangan lainnya. Tetapi justru untuk itulah kita dipilih oleh-Nya, membawa warta sukacita.

Semoga kita tidak pernah takut untuk dicap ‘murahan’ ketika berusaha untuk bertindak murah hati. Ukuran dari tindakan murah hati adalah rasa sukacita dan kebebasan. Jika kita merasa mendapat kebahagiaan yang mendalam, dengan bebas melakukan tindakan murah hati itu, mari kita lakukan dengan bangga. Biarlah ‘murahan’ itu menjadi milik mereka yang nyaman dengan dirinya sendiri, tidak mau bertindak lebih untuk orang lain, tidak mau berkurban bagi sesama, atau yang hanya mencari keuntungan bagi dirinya sendiri.

DOA UMAT:

I : Bapa kita di surga sangat baik kepada kita. Marilah kita berdoa, semoga kasih-Nya yang murah hati juga menjadi sikap kita terhadap orang lain.

P : Bagi semua orang kristiani: Ya Bapa, semoga kesanggupan kami untuk mengampuni, serta pencarian kami yang tak terputus akan toleransi dan perdamaian menunjuk kepada Kristus serta Injil-Nya. Marilah berdoa kepada Tuhan…

U : Tuhan, buatlah kami murah hati seperti Engkau.

P : Bagi semua bangsa di dunia:  Ya Bapa, semoga bangsa-bangsa di dunia mengarahkan tu juannya dari dominasi politik atau ekonomis ke semangat solidaritas dan persahabatan dengan semua bangsa lain. Marilah berdoa kepada Tuhan …

U : Tuhan, buatlah kami murah hati seperti Engkau.

P : Bagi mereka yang menganiaya dan memusuhi umat beriman: Ya Bapa, semoga kemurahan hati-Mu mengampuni para penganiaya dan yang menganggap diri mereka musuh umat beriman, serta membuka mata mereka bagi rencana Allah yang penuh kasih bagi setiap manusia. Marilah berdoa kepada Tuhan..

U : Tuhan, buatlah kami murah hati seperti Engkau.

P : Bagi kita sendiri: Ya Bapa, semoga kami mendengar panggilan Yesus untuk menghilangkan sikap permusuhan karena sikap cinta diri kami; dan semoga kami mengatasi kejahatan dengan ke baikan. Marilah kita berdoa kepada Tuhan …

U : Tuhan, buatlah kami murah hati seperti Engkau.

I : Bapa yang murah hati, Engkau masih mengasihi mereka yang kurang berterima kasih dan kurang setia kepada-Mu, termasuk kami sendiri. Tolonglah kami untuk melibatkan diri bagi sesama kami seperti Engkau, kini dan selama-lamanya. U Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Ya Tuhan, semoga roti dan anggur yang kami persembahkan ini Kaupersatukan dengan persembahan diri Putra-Mu sehingga memancarkan keagungan cinta kasih-Mu kepada kami semua. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Yoh 11:27

Ya Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa Yang Maha Pengasih, kami bersyukur karena dalam diri Putra-Mu, kami tidak hanya menemukan teladan cinta kasih tetapi juga menerima sakramen cinta kasih-Mu. Semoga berkat sakramen ini, kami semakin tekun mewujudkan cinta kasih dalam hidup kami sehari-hari sampai kami Kauperkenankan mengalami kepenuhan cinta kasih-Mu yang abadi. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: