Rabu, 09 Februari 2022 – Hari Biasa Pekan V

Posted on

Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Provinsialat SCJ Palembang – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 37:30

Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan, dan lidahnya mengatakan kebenaran.

PENGANTAR: 

Kebijaksanaan Salomo tersohor. Bukan karena ia tahu banyak orang datang kepadanya, tetapi karena kebijaksanaannya me rupakan tanda kehadiran Allah. Hidup berkeyakinan mantap, besar wibawanya. Kristus pun menganjurkan agar tingkah laku kita sesuai dengan keyakinan batin kita.

DOA PEMBUKA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa mahabijaksana, himpunlah kami bersatu dengan Putra-Mu dan yakinkanlah kami, bahwa kebijaksanaan-Mulah yang akan menyelamatkan dunia. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,

BACAAN PERTAMA; Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 10:1-10

“Ratu Syeba melihat segala hikmat Salomo.”

Pada suatu ketika, ratu negeri Syeba mendengar kabar tentang Salomo, berhubung dengan nama Tuhan. Maka datanglah ia hendak menguji Salomo dengan teka-teki. Ia datang ke Yerusalem dengan pasukan pengiring yang sangat besar, dengan unta-unta yang membawa rempah-rempah, sangat banyak emas dan batu permata yang mahal-mahal. Setelah ia sampai kepada Salomo, dikatakannyalah segala apa yang ada dalam hatinya kepada Salomo. Dan Salomo menjawab segala pertanyaan ratu itu; bagi raja tidak ada yang tersembunyi, yang tidak dapat dijawabnya untuk ratu itu. Ketika ratu negeri Syeba melihat segala hikmat Salomo dan rumah yang telah didirikannya, makanan di mejanya dan cara duduk pegawai-pegawainya. Cara pelayan-pelayan melayani dan berpakaian; minumannya, dan kurban bakaran yang biasa dipersembahkannya di rumah Tuhan, maka tercenganglah ratu itu. Dan ia berkata kepada raja, “Benar juga kabar yang kudengar di negeriku tentang engkau dan tentang hikmatmu! Tetapi aku tidak percaya akan perkataan-perkataan itu sampai aku datang dan melihatnya dengan mataku sendiri; sungguh setengahnya pun belum diberitahukan kepadaku. Dalam hal hikmat dan kemakmuran, engkau melebihi kabar yang kudengar. Berbahagialah para isterimu! Berbahagialah para pegawaimu, yang selalu melayani engkau dan menyaksikan hikmatmu! Terpujilah Tuhan, Allahmu, yang telah berkenan kepadaku sedemikian, hingga Ia mendudukkan engkau di atas takhta kerajaan Israel! Karena Tuhan mengasihi orang Israel untuk selama-lamanya, maka Ia telah mengangkat engkau menjadi raja untuk melakukan keadilan dan kebenaran.”

Demikianlah sabda Tuhan

U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 37:5-6.30-31.39-40

Ref. Mulut orang benar menuturkan hikmat.

  1. Serahkanlah hidupmu kepada Tuhan dan percayalah pada-Nya, maka Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan menampilkan hakmu seperti siang.

  2. Mulut orang benar menuturkan kebijaksanaan, dan lidahnya mengatakan kebenaran. Taurat Allah ada di dalam hatinya, langkah-langkahnya tidaklah goyah.

  3. Orang-orang benar akan diselamatkan oleh Tuhan; Dialah tempat perlindungan mereka pada waktu kesesakan; Tuhan menolong dan meluputkan mereka dari tangan orang-orang fasik; Tuhan menyelamatkan mereka, sebab mereka berlindung pada-Nya.

BAIT PENGANTAR INJIL: 

U :  Alleluya

S : (Yoh 17:17ba) Sabda-Mu ya Tuhan, adalah kebenaran. Kuduskanlah kami dalam kebenaran. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 7:14-23

“Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.”

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Rabu, 10 Februari 2021 – Mirifica News

Pada suatu hari, Yesus memanggil orang banyak dan berkata kepada mereka, “Dengarkanlah Aku, dan camkanlah ini! Apa pun dari luar, yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskan dia! Tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya!” Barangsiapa bertelinga untuk mendengar hendaklah ia mendengar! Sesudah itu Yesus masuk ke sebuah rumah untuk menyingkir dari orang banyak. Maka murid-murid bertanya kepada Yesus tentang arti perumpamaan itu. Yesus menjawab, “Apakah kamu juga tidak dapat memahaminya? Camkanlah! Segala sesuatu yang dari luar masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskan dia, karena tidak masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban!” dengan demikian Yesus menyatakan semua makanan halal. Yesus berkata lagi, “Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya! Sebab dari dalam hati orang timbul segala pikiran jahat, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang.”

Demikianlah sabda Tuhan

U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ

Vicat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya, Rm. Antonius Edi Prasetyo SCJ dari Komunitas Propinsialat SCJ  Palembang, dalam Resi (Renungan Singkat) Dehonian edisi Rabu, 9 Februari 2022. Mari kita dengarkan dan renungkan bersama bacaan dari Injil Markus 7: 14-23

Saudara/I, Para Sahabat Hati Kudus Yesus yang terkasih, Pencitraan. Kata ini seringkali kita dengar, kita baca, dan kita lihat di berbagai media, atau juga dalam percakapan di lingkungan kita. mendekati tahun-tahun politik, banyak orang mulai membangun citra diri untuk meyakinkan masyarakat bahwa dia itu baik, dan layak untuk dipilih sebagai pemimpin. Berbagai simbol-simbol keagamaan digunakan untuk melegitimasi dirinya sebagai seorang pemimpin tak hanya baik, tetapi juga santun dan saleh. Luar biasa. Padahal kenyataannya, pencitraan itu sekedar untuk menutupi berbagai cacat cela perilaku yang mereka miliki.

Dalam injil hari ini, juga berbicara tentang pencitraan yang dikritik oleh Yesus. Yesus kembali mengingatkan kita untuk tidak melakukan tindakan demi menjaga penampilan luar saja, seolah-olah saleh, santun, taat pada firman Tuhan. Sebaliknya, Yesus selalu mendorong kita untuk membangun motivasi batin yang murni dalam melaksanakan firman Tuhan. Kita diajak untuk menyadari bahwa tidak cukup hanya melakukan ‘tindakan baik’ eksternal – tetapi alasan yang mendorong saya untuk melakukannya. Apakah gerakan kebaikan yang kita buat itu betul betul berasal dari gerakan hati yang tulus atau sekedar ingin mencitrakan diri sebagai seseorang yang baik?

Tampaknya di zaman Yesus, ada orang-orang yang bisa teliti tentang makanan mana saja yang ‘halal’ – tetapi mereka gagal untuk memeriksa dorongan hati mereka sendiri yang seringkali menyimpang dari firman Allah, yaitu segala bentuk kebencian, kelicikan, kesombongan dan kenajisan-kenajisan hati lainnya. Itulah mengapa saat di bukit, Yesus pernah bersabda “Berbahagialah orang yang suci hatinya”.

Mari kita merenung bersama. Apakah selama ini aku melakukan kebaikan, membantu sesama, berperilaku baik adalah murni dari hati yang digerakkan oleh firman Allah, atau hanya sekedar pencitraan? Apakah tindakan-tindakan kita yang baik murni karena ingin melaksanakan hukum cinta kasih Allah, atau supaya aku dipuji, dinilai baik dan dihormati?

Mari kita mohon rahmat Allah, agar kita dapat memnjadi pribadi yang otentik, yang melakukan berbagai kebaikan dengan tulus dan murni karena digerakkan oleh firman Tuhan.

Saya memberkati saudara dengan berkat Allah yang melimpah, dalam nama Bapa, Putera dan Roh Kudus. Amin. Semoga Hati Kudus Yesus senantiasa merajai hati kita semua. Amin  Berkah Dalem.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa sumber kehidupan, bersihkanlah dan baruilah kami berkat roti anggur ini, yang akan memberi kami kehidupan sejati. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 37:5

Serahkanlah nasibmu kepada Tuhan! Percayalah kepada-Nya dan la akan bertindak.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber pembaruan hidup, kami bersyukur telah menerima hidup baru berkat Yesus Putra-Mu. Semoga semua orang dapat mengalami daya pengakuan mereka akan nama-Mu. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: