Senin, 07 Februari 2022 – Hari Biasa Pekan V

Posted on

Rm. Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas SCJ Kokonao Papua Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 132:7

Mari kita pergi ke tempat kediaman Tuhan, dan sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.

PENGANTAR:

Raja Salomo membangun bait Allah, di mana Allah hadir dan umat bertemu memuji memuliakan Tuhan. Pada zaman Yesus kehadiran Allah di tengah-tengah manusia diperbarui, namun kini orang-orang papa miskin dan terutama Yesus sendiri yang menghadirkan Allah. Bila kita berhimpun demi nama Yesus, maka Tuhan hadir di tengah-tengah kita.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa mahabaik, Engkau agung melebihi segala sesuatu, sebab Engkau setia akan janji-Mu. Kami mohon, semoga kami mengimani benar yang datang atas nama Tuhan, ialah Yesus Kristus Mesias, saksi belas kasih-Mu. Sebab dialah Putra-Mu, Tuhan dan pengantara kami, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 8:1-7.9-13

“Imam-imam membawa tabut perjanjian ke tempat mahakudus dan datanglah awan memenuhi rumah Tuhan.”

Setelah Rumah Allah selesai dibangun, Raja Salomo memerintahkan para tua-tua Israel dan semua kepala suku, yakni para pemimpin keluarga Israel, berkumpul di hadapannya di Yerusalem, untuk mengangkut tabut perjanjian Tuhan dari kota Daud, yaitu Sion. Maka pada hari raya di bulan Etanim, yakni bulan ketujuh, berkumpullah di hadapan Raja Salomo semua orang Israel. Setelah semua tua-tua Israel datang, imam-imam mengangkat tabut itu. Mereka mengangkut tabut Tuhan dan Kemah Pertemuan serta segala barang kudus yang ada dalam kemah itu; Semuanya itu diangkut oleh imam-imam dan orang-orang Lewi. Sedang Raja Salomo dan segenap umat Israel yang sudah berkumpul di hadapannya, berdiri bersama-sama dengan dia di depan tabut itu, dan mempersembahkan kambing domba dan lembu sapi yang tidak terhitung dan tidak terbilang banyaknya. Kemudian imam-imam membawa tabut perjanjian Tuhan itu ke tempatnya, yakni di ruang belakang rumah itu, di tempat mahakudus, tepat di bawah sayab kerub-kerub. Sebab kerub-kerub itu mengembangkan kedua sayapnya di atas tempat tabut itu, sehingga kerub-kerub itu menudungi tabut serta kayu-kayu pengusungan dari atas. Dalam tabut itu tidak ada apa-apa selain dari kedua loh batu yang diletakkan Musa ke dalamnya di gunung Horeb, yakni loh-loh batu bertuliskan perjanjian yang diadakan Tuhan dengan orang-orang Israel pada waktu perjalanan mereka keluar dari tanah Mesir. Ketika imam-imam keluar dari tempat kudus, turunlah awan memenuhi rumah Tuhan, sehingga oleh karena awan itu, imam-imam tidak tahan berdiri untuk menyelenggarakan kebaktian, sebab kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu. Pada waktu itu berkatalah Salomo, “Tuhan telah menetapkan matahari di langit, tetapi Ia memutuskan untuk diam dalam kekelaman. Sekarang aku telah mendirikan rumah kediaman bagi-Mu, tempat Engkau menetap selama-lamanya.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 132:6-7.8-10

Ref. Bangunlah, ya Tuhan, dan pergilah ke tempat peristirahatan-Mu.

  1. Dengarlah! Kami dengar tabut itu ada di Efrata, kami telah mendapatinya di padang Yaar. “Mari kita pergi ke tempat kediaman-Nya, dan sujud menyembah pada tumpuan kaki-Nya.”

  2. Bangunlah, ya Tuhan, dan pergilah ke tempat peristirahatan-Mu, Engkau serta tabut kekuasaan-Mu! Biarlah imam-imam-Mu berpakaian kebenaran, dan biarlah bersorak-sorai orang-orang yang Kaukasihi! Demi Daud, hamba-Mu, janganlah Engkau menolak orang yang Kauurapi!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Mat 4:23) Yesus mewartakan Kerajaan Allah, dan menyembuhkan semua orang sakit. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 6:53-56

“Semua orang yang menjamah Yesus, menjadi sembuh.”

Yesus Menyembuhkan Orang Buta Dekat Yerikho

Pada suatu hari Yesus dan murud-murid-Nya mendarat di Genesaret dan berlabuh di situ. Ketika mereka keluar dari perahu, orang segera mengenal Yesus. Maka berlari-larilah mereka ke seluruh daerah itu dan mulai mengusung orang-orang sakit di atas tilamnya kepada Yesus, di mana saja kabarnya Ia berada. Ke mana pun Yesus pergi, – ke desa-desa, ke kota-kota atau ke kampung-kampung, – orang meletakkan orang-orang sakit di pasar dan memohon kepada-Nya, supaya mereka diperkenankan hanya menjamah jumbai jubah-Nya saja. Dan semua orang yang menjamahnya menjadi sembuh.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Antonius Tugiyatno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Vivat cor Jesu per cor Marie, terpujilah Hati Kudus Yesus melalui hati Maria. Saudara –saudari sahabat Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan, kembali dalam Resi renungan singkat Dehonian, edisi Senin 7 Februari 2022. Kali ini bersama saya Romo Antonius Tugiyatno SCJ dari Komunitas Kokonao Papua. Hari ini kita akan mendengarkan dan merenungkan bacaan dari Injil Markus 6: 53-56. Marilah kita membuat tanda kemenangan Tuhan, dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.

Saudara-saudari pendengar Resi Dehonian yang dikasihi oleh Tuhan. Pada waktu saya masih usia SD sering ada pemutaran film layar tancep di sebuah lapangan desa yang membuat orang berbondong-bondong menyaksikannya. Selain dari pada itu pihak pemutar film juga memberikan layanan jualan jamu. Kata seorang diantaranya yang saya kurang lebih demikian “Bapak ibu jamu yang kami bawa ini berkhasiat mengobati pegel, linu, encok, rheumatik dan sebagainya” Saat itu banyak juga orang yang membeli karena menginginkan kesembuhan. Kalau kita membayangkan kisah Yesus dalam perikop Injil yang kita dengarkan tadi apa yang terjadi pasti amat jauh lebih dasyat. Dikatakan bahwa ke mana saja Yesus pergi baik kota ke kota maupun ke desa-desa banyak orang yang sakit dibawa datang dan memohon supaya diizinkan menjamah jumbai jubahnya saja dan semua orang yang menjamahnya menjadi sembuh. Mungkin orang-orang sakit itu mendengar berita tentang kisah wanita yang mengalami pendarahan selama 12 tahun dan sembuh karena menjamah jubahnya. Saya merenungkan ada tiga kelompok orang. Yang pertama Yesus dan para muridnya. Yang kedua mereka yang membawa orang-orang sakit. Dan ketiga adalah mereka yang sakit.

Saudara-saudariku yang dikasihi oleh Tuhan mungkin kita pernah megalami menjadi seorang dalam bagian itu. Bisa jadi suatu saat ketika kita sakit kita menjadi bagian orang yang mencari Yesus untuk disembuhkan. Mungkin juga kita pernah menolong orang untuk menghantarkan orang sakit kepada dokter atau yang lain. Atau kita sendiri menjadi bagian orang yang diminta untuk mendoakan orang yang sakit. Saya sendiri sebagai seorang pastor seringkali diminta untuk mendoakan orang yang sedang sakit. Entah ke Rumah sakit atau ke rumah tinggal biasanya saya akan segera berangkat tanpa menunda walaupun itu lewat tengah malam. Saya merenungkan bukan pertama-tama membawa keyakinan bahwa orang yang saya kunjungi dan saya doakan akan langsung sembuh. Di dalam hati saya selalu merenungkan bahwa penerima manfaat pertama dari setiap doa yang kita panjatkan bukanlah orang yang didoakan, tetapi orang yang berdoa itu sendiri. Para santo-santa yang dinyatakan hidupnya Kudus karena mereka terbukti dalam hidupnya mengabdikan diri untuk mendoakan banyak orang.

Kita boleh saja membayangkan atau berandai-andai saat itu kitas berada dalam rombongan Yesus yang berlayar menyeberangi danau Genesaret untuk menolong banyak orang. Kita ikut mendayung perahu, dan Yesus pun mungkin juga ambil bagian mendayung perahu. Dalam mendayung harus ada kekompakan, terkadang juga ada tantangan gelombang, tetapi yang paling dibutuhkan adalah perjuangan yang terus-menerus agar sampai dermaga tujuan.

Mari kita bawa moment indah yang pernah dihadirkan Yesus bersama para murid untuk menyelamatkan banyak orang. Gereja saat ini juga bagai perahu yang terus berlayar. Ada banyak orang yang membtuhkan pertolongan. Ada banyak orang yang membutuhkan lawatan dan kabar sukacita. Yesus juga hadir menyertai kita dalam perjalanan bahtera Gereja yang penuh tantangan ini. Maka semangat dan keyakinan kita bahwa kalau orang yang menjamah jumbai jubah Yesus menjadi selamat, kita pun bersama Gereja akan berlabuh dengan selamat dalam pelabuhan kasih bapa yang menjadi tujuan semua orang. Semoga kerajaan hati kudus Yesus senantiasa merajai hati kita.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa maha pengasih, semoga kami Kauberi kesehatan jiwa raga berkat anugerah-Mu ini, yang bagi kami menjadi lambang kehidupan. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Markus 6:56

Semua orang yang menjamah Yesus menjadi sembuh.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber kedamaian, kami bersyukur karena Kauperkenankan memahami segala perintah dan kehendak-Mu. Kami mohon semoga semuanya itu menjadi kekuatan kami dan menuntun kami menuju kedamaian sejati. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

DOWNLOAD AUDIO RESI