Senin, 31 Januari 2014 Peringatan Wajib St. Yohanes Bosko, Imam

Posted on

Rm. Alexander Pambudi SCJ dari komunitas SCJ Teluk Betung, Lampung – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Matius 5:19

Siapa yang mengajarkan dan melakukan sabda Tuhan, dialah yang akan disebut besar dalam kerajaan surga.

PENGANTAR

Suatu jurang pemisah timbul antara orang tua dan anak dalam perkembangan hidup, adalah biasa. Nampaknya sering bahasa lain yang mereka gunakan. Yohanes Bosko, seorang imam di Turino, selama hidupnya bergaul dengan kaum muda. Dengan suatu pandangan praktis dan penuh humor, tetapi terutama dengan penuh pengabdian ia telah berhasil memecahkan pelbagai pertentangan antar generasi. Ia seorang pendidik tulen, yang bukan bertitik tolak pada buku-buku, tetapi pada keperluan anak sendiri. Karyanya masih dilanjutkan oleh dua buah kongregasi, yaitu Pater-pater Salesian dan Suster-suster Bunda Perantara Rahmat.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa yang maha pengasih, Santo Yohanes Bosko Kaupanggil menjadi bapa dan pendidik kaum muda. Nyalakanlah dalam hati kami api cinta kasih-Mu, sehingga kami pun selalu mengabdi-Mu tanpa pamrih dan ikut serta mengusahakan keselamatan sesama. Demi Yesus Kristus Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Samuel 15:13-14.30; 16:5-13a

“Daud melarikan diri dari Absalom, dan Simei mengutuk dia sesuai dengan perintah Tuhan.”

Waktu itu Absalom, putera Daud memberontak. Maka datanglah seseorang kepada Daud, katanya: “Hati orang Israel telah condong kepada Absalom.” Kemudian berbicaralah Daud kepada semua pegawainya yang ada bersama-sama dengan dia di Yerusalem, “Bersiaplah, marilah kita melarikan diri, jangan sampai kita tidak dapat luput dari tangan Absalom. Pergilah dengan segera, supaya ia tidak dapat lekas menyusul kita, dan mendatangkan celaka atas kita serta memukul kota ini dengan mata pedang!” Maka Daud mendaki bukit zaitun sambil menangis. Ia mengenakan selubung kepala, dan mereka mendaki sambil menangis. Ketika Raja Daud sampai ke Bahurim, keluarlah dari sana seorang dari kaum keluarga Saul; ia bernama Simei bin Gera. Sambil mendekati raja, ia terus menerus mengutuk. Daud dan semua pegawainya ia lempari dengan batu, walaupun segenap tentara dan semua pahlawan berjalan di kiri kanannya. Beginilah perkataan Simei pada waktu itu mengutuk, “Enyahlah, enyahlah, engkau penumpah darah, orang dursila! Tuhan telah membalas kepadamu segala darah keluarga Saul, yang engkau gantikan menjadi raja. Tuhan kini menyerahkan kedudukan raja kepada anakmu Absalom. Sungguh, engkau sekarang dirundung malang, karena engkau seorang penumpah darah.” Lalu berkatalah Abisai, anak Zeruya, kepada raja, “Mengapa bangkai anjing ini mengutuki Tuanku Raja?” Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya.” Tetapi kata raja, “Tak usahlah campur tangan, hai anak Zeruya! Biarlah ia mengutuk! Sebab apabila Tuhan bersabda kepadanya: Kutukilah Daud, siapakah yang akan bertanya: mengapa engkau berbuat demikian?” Kata Daud pula kepada Abisai dan kepada semua pegawainya, “Sedangkan anak kandungku saja ingin mencabut nyawaku, apalagi si orang Benyamin ini! Biarkanlah dia, dan biarlah ia mengutuk, sebab Tuhanlah yang telah bersabda kepadanya demikian. Mungkin Tuhan akan memperhatikan kesengsaraanku ini, dan Tuhan membalasku dengan sesuatu yang baik sebagai ganti kutuk orang itu pada hari ini.” Demikianlah Daud melanjutkan perjalanan bersama orang-orangnya.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 3:2-3.4-5.6-7

Reff. Bangkitlah, ya Tuhan, selamatkanlah aku.

  1. Ya Tuhan, betapa banyak lawanku! Betapa banyak orang yang bangkit menyerang aku; banyak orang berkata tentang aku, “Baginya tidak ada pertolongan dari Allah.”

  2. Tetapi, Tuhan, Engkaulah perisai yang melindungi aku, Engkaulah kemuliaanku, Engkaulah yang mengangkat kepalaku! Dengan nyaring aku berseru kepada Tuhan, dan Ia menjawab aku dari gunung-Nya yang kudus.

  3. Maka, aku dapat membaringkan diri dan tertidur; dan kemudian bangun lagi, sebab Tuhan menopang aku! Aku tidak takut kepada puluhan ribu orang yang mengepung aku dari segala penjuru. Bangkitlah, ya Tuhan! Tolonglah aku, ya Allahku!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : Seorang nabi besar telah muncul di tengah kita, dan Allah mengunjungi umat-Nya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 5:1-20

“Hai roh jahat, keluarlah dari orang ini!”

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Senin, 1 Februari 2021 - Gereja Santa Clara

Sekali peristiwa, sampailah Yesus dan murid-murid-Nya di seberang Danau Galilea, di daerah orang Gerasa. Baru saja Yesus turun dari perahu, datanglah kepada-Nya seorang yang kerasukan roh jahat dari pekuburan. Orang itu diam di sana dan tidak ada lagi yang sanggup mengikatnya, dengan rantai sekalipun! Sudah sering ia dibelenggu dan dirantai, tetapi rantai itu diputuskannya dan belenggu itu dimusnahkannya, sehingga tidak ada seorang pun yang cukup kuat untuk menjinakkannya. Siang malam ia berkeliaran di pekuburan dan di bukit-bukit sambil berteriak-teriak dan memukuli diri dengan batu. Ketika melihat Yesus dari jauh, berlarilah ia mendapatkan-Nya. Ia lalu menyembah-Nya, dan dengan keras ia berteriak, “Apa urusan-Mu dengan aku, hai Yesus, Anak Allah yang Mahatinggi? Demi Allah, jangan siksa aku!” Karena sebelumnya Yesus mengatakan kepadanya, “Hai engkau roh jahat! Keluar dari orang ini!” Kemudian Yesus bertanya kepada orang itu, “Siapa namamu?” Jawabnya, “Namaku Legion, karena kami banyak.” Ia memohon dengan sangat supaya Yesus jangan mengusir roh-roh itu keluar dari daerah itu. Adalah di sana, di lereng bukit, sekawanan babi sedang mencari makan. Lalu roh-roh itu meminta kepada Yesus, katanya, “Suruhlah kami pindah ke dalam babi-babi itu, dan biarkanlah kami memasukinya!” Yesus mengabulkan permintaan mereka. Lalu keluarlah roh-roh jahat itu, dan memasuki babi-babi itu. Maka kawanan babi yang kira-kira dua ribu jumlahnya itu terjun dari tepi jurang ke dalam danau dan mati lemas di dalamnya. Maka larilah penjaga-penjaga babi itu! Mereka menceritakan hal itu di kota dan di kampung-kampung sekitarnya. Lalu keluarlah orang untuk melihat apa yang telah terjadi. Mereka datang kepada Yesus dan melihat orang yang kerasukan itu duduk; orang yang tadinya kerasukan legion itu, kini berpakaian dan sudah waras. Maka takutlah mereka. Orang-orang yang telah melihat sendiri hal itu menceritakan apa yang telah terjadi atas orang yang kerasukan setan itu, dan tentang babi-babi itu. Lalu mereka mendesak Yesus supaya Ia meninggalkan daerah mereka. Pada waktu Yesus naik lagi ke dalam perahu, orang yang tadinya kerasukan setan itu meminta, supaya ia diperkenankan menyertai Yesus. Tetapi Yesus tidak memperkenankannya. Yesus berkata kepada orang itu, “Pulanglah ke rumahmu, kepada orang-orang sekampungmu, dan beritahukanlah kepada mereka segala yang telah diperbuat Tuhan atasmu, dan ceritakan bagaimana Ia telah mengasihani engkau!” Orang itu pun pergi, dan mulai memberitakan di daerah Dekapolis segala yang telah diperbuat Yesus atas dirinya, dan mereka semua menjadi heran.
Demikianlah sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Alexander Pambudi SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Dehonian yang terkasih, salam jumpa dengan saya, Rm. Alexander Pambudi SCJ, dari komunitas Superiorat SCJ, Teluk Betung, Lampung, dalam RESI-Renungan Singkat Dehonian, edisi Senin, 31 Januari 2022.

Sahabat Resi yang terkasih, salam jumpa dengan saya, Frd. Alexander Pambudi SCJ, dari Rumah Superiorat SCJ, Teluk Betung, Lampung.

Sudah 31 hari kita memasuki tahun 2022. Tentu ada banyak pengalaman yang sudah kita alami, baik suka maupun duka. Barangkali masih banyak juga harapan dan cita-cita yang masih kita perjuangkan untuk terwujud di tahun 2022 ini. Maka marilah kita persembahkan segala pengalaman-pengalaman, cita-cita, dan usaha-usaha baik kita kepada Hati Yesus yang Mahakudus. Kita yakin, hati-Nya yang terbuka mampu mengerti dan menolong segala keadaan kita lebih dari yang kita pikirkan.

Bacaan Injil hari ini kembali mengingatkan kita akan kemahakuasaan Yesus. Tidak ada yang mustahil bagi-Nya. Hari ini, mulai dari pengusiran setan, Yesus memperkenalkan diri-Nya.

Saudara-saudariku, seringkali kita memang lebih suka hal-hal ajaib. Yesus tahu itu, maka Ia tunjukkan kuasa-Nya. Hal terpenting dalam perikop Injil hari ini adalah pernyataan roh jahat yang menyatakan “Apa urusan-Mu dengan aku,  hai Yesus, Anak Allah Yang Mahatinggi? . Pernyataan ini memperkenalkan dan sekaligus meyakinkan banyak orang bahwa Yesus adalah Tuhan dan mempunyai kuasa di atas kekuasaan duniawi. Maka pesan pertama untuk kita sangat jelas: Mari kita juga percaya bahwa Yesus sungguh Tuhan dan penolong kita dalam segala situasi. Dia selalu ada bersama kita. Hanya persoalannya apakah kita menyadarinya atau tidak. Dan apakah kita mangandalkan Dia atau tidak.

Nah, pesan kedua untuk kita: Injil Markus juga mengajak kita mendekat kepada pribadi Yesus. Bukan kepada sekumpulan ajaran belaka. Keterpukauan orang-orang yang mengenal Yesus itu disampaikan kepada kita supaya kita berani datang mendekat dan mendengarkannya. Markus juga hendak membuat kita melihat bahwa dalam memberi pengajaran, Yesus juga menyingkirkan pengaruh roh jahat yang mengancam kita.

Saudara dan saudariku, mari kita lihat ke dalam diri kita masing-masing. Barangkali pengaruh roh jahat juga ada dalam diri kita, khususnya ketika kita mulai terpusat dengan diri dan kemampuan kita sendiri dan kurang mengandalkan Tuhan di dalam hidup kita. Inilah kebesaran Tuhan Yesus. Inilah kuasanya. Dan kita diajak mendekat pada-Nya supaya pengaruh-pengaruh yang jahat dijauhkan dari diri kita.

Roh-roh jahat memang tidak selayaknya tinggal di dalam tubuh manusia. Berpindahnya legion ke dalam babi-babi menunjukkan kepada kita bahwa sudah semestinya tubuh kita ini menjadi Bait Allah yang hadir dan bersemayam. Tubuh kita dikuduskan dan disucikan untuk menjadi tempat tinggalnya berkat Allah, damai dan cinta kasih, kebenaran dan kelemahlembutan. Roh-roh jahat itu sudah selayaknya tinggal dalam babi-babi itu dan binasa.

Ini hanya bisa terjadi jika kita sungguh-sungguh menerima Yesus yang hadir dalam diri kita masing-masing. Setiap Minggu, bahkan setiap hari, kita dimungkinkan untuk menyambut Tubuh Kristus dalam Ekaristi. Itulah cara paling konkret kita menerima Tuhan yang hadir secara nyata. Rahmat luar biasa itu kita bagikan kepada orang-orang yang kita jumpai. Memperjuangkan kasih dan kebenaran menjadi tanda nyata bagi kita untuk mengusir yang jahat dari dalam diri manusia. Ini memerlukan daya kekuatan yang besar, memerlukan rahmat Allah sendiri.

Saudara dan saudariku. Semoga kuasa Roh Kudus beserta Anda sepanjang hari ini dan di masa-masa selanjutnya. Tuhan memberkati. Amin

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa yang mahabaik, berkenanlah menerima persembahan umat-Mu yang kami unjukkan bersama pada peringatan Santo Yohanes Bosko. Semoga berkat doa restunya kami mengamalkan cinta kasih-Mu yang terpancar dalam kehidupannya. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Matius 18:3

Jika kalian tidak bertobat menjadi seperti anak kecil, kalian takkan diizinkan masuk kerajaan surga.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakuasa, semoga berkat santapan suci yang kami sambut, serta teladan hidup Santo Yohanes Bosko, kami benar-benar memancarkan perhatian dan cinta kasih-Mu terhadap kaum muda khususnya serta umat-Mu pada umumnya. Demi Kristus, ….

DONLOAD AUDIO RESI: