Rabu, 02 Februari 2022 – Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah

Posted on

Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ Dari Komunitas SCJ Leo Dehon Metro Lampung Indonesia

AUDIO RESI:

PEMBERKARTAAN LILIN dan PERARAKAN

ANTIFON PEMBUKA:

Lihatlah, Tuhan kita datang berseri mulia menerangi mata para abdi-Nya. Alleluia.

PENGANTAR:

Empat puluh hari yang lalu kita merayakan hari Natal kelahiran Tuhan kita Yesus Kristus dengan penuh suka cita dan semarak. Kini kita kenangkan hari suci Yesus dipersembahkan di kenisah. Nampaknya Ia memenuhi hukum Taurat, tetapi sebenarnya Ia datang untuk menemui umat yang percaya kepada-Nya. Maka terdorong oleh Roh Kudus datanglah Simeon dan Anna ke kenisah. Mereka mengenal Tuhan karena ilham Roh Kudus, dan dengan gembira mereka memuliakan Dia. Demikian pula kita sekarang dikumpulkan oleh Roh Kudus. Kita pun akan memasuki rumah Allah menyongsong Kristus. Kita akan bertemu dengan Dia dalam perjamuan kudus sampai pada hari Ia datang dalam semarak kemuliaan-Nya.

DOA PEMBERKATAAN LILIN

Marilah berdoa: Allah, asal mula dan sumber sinar terang sejati, hari ini Kautunjukkan cahaya para bangsa kepada Simeon yang tulus hati. Hari ini kami berkumpul dalam sinar cahaya lilin untuk memuji nama-Mu. Maka kami mohon: berkatilah (Ϯ) kiranya lilin kami, kabulkanlah permohonan umat-Mu dan bimbinglah kami menempuh jalan kebenaran sampai masuk ke dalam terang-Mu yang abadi. Demi Kristus, ….

LILIN-LILIN DIRECIKI AIR SUCI,  KEMUDIAN:

I : Marilah kita berarak menyongsong Tuhan!

KIDUNG PERARAKAN – Luk 2:29-32

U : Kristuslah cahaya para bangsa dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

P : Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hamba-Mu berpulang dalam damai sejahtera menurut sabda-Mu.

U : Kristuslah cahaya para bangsa dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

P : Sebab aku telah melihat keselamatan-Mu, ya Tuhan.

U : Kristuslah cahaya para bangsa dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

P : Yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

U : Kristuslah cahaya para bangsa dan kemuliaan bagi umat-Mu Israel.

Waktu perarakan masuk gereja, dilagukan antifon pembukaan misa. Sesampai di altar, imam menghormatinya, dan jika dianggap perlu, mendupainya. Lalu imam pergi ke tempat duduk, mengenakan kasula. Sesudah ‘Kemuliaan’ diucapkan Doa Pembukaan.

MISA

ANTIFO PEMBUKA – Mzm 47:10-11

*Kami mengenangkan kasih setia-Mu, ya Allah, dalam rumah-Mu yang kudus. Sebagaimana Engkau berkuasa di seluruh dunia, demikian pun Engkau dipuji sampai ke ujung bumi.

PENGANTAR (bila tanpa perarakan)

Sepasang suami isteri Yahudi membawa Puteranya masuk ke kenisah. Mereka mengungkapkan iman kepercayaan mereka kepada Tuhan. Namun terjadilah hal yang luar biasa pada waktu itu. Sebab dengan masuknya Yesus, Maria dan Yosef, suatu generasi baru umat beriman mulai menguasai kenisah. Orang-orang kecil tak berarti mulai membuka diri terhadap iman.

KEMULIAAN

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa : Allah Bapa yang kekal dan kuasa, pada hari ini Putera-Mu yang tunggal menghadap Engkau dan dipersembahkan kepada-Mu sebagai manusia seperti kami. Kami mohon kepada-Mu, jemputlah kami, curahilah kami rahmat-Mu, hapuskanlah dosa-dosa kami, agar kelak kami pantas menghadap dan memandang Dikau dalam terang abadi. Demi Yesus Kristus, ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Maleakhi 3:1-4

“Tuhan yang kamu cari itu akan masuk ke bait-Nya.”

Beginilah firman Tuhan semesta alam, “Lihat, Aku menyuruh utusan-Ku, supaya ia mempersiapkan jalan di hadapan-Ku! Tuhan yang kamu cari itu dengan mendadak akan masuk ke bait-Nya. Malaikat perjanjian yang kamu kehendaki itu sesungguhnya, Ia datang. Siapakah yang dapat tetap berdiri apabila Ia menampakkan diri? Sebab Ia laksana api tukang pemurni logam dan seperti sabun tukang penatu. Ia akan duduk seperti orang yang memurnikan perak; dan Ia mentahirkan orang Lewi, menyucikan mereka seperti emas dan seperti perak, supaya mereka menjadi orang-orang yang mempersembahkan kurban yang benar kepada Tuhan. Maka persembahan Yehuda dan Yerusalem akan menyenangkan hati Tuhan seperti pada hari-hari dahulu kala, dan seperti tahun-tahun yang sudah-sudah.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 24:7.8.9.10

Ref. Bukalah pintu hatimu, sambutlah Raja Sang Kristus.

  1. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan!

  2. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan, yang jaya dan perkasa, Tuhan yang perkasa dalam peperangan!

  3. Angkatlah kepalamu, hai pintu-pintu gerbang, dan bukalah dirimu lebar-lebar, hai pintu-pintu abadi, supaya masuklah Raja Kemuliaan.

  4. Siapakah itu Raja Kemuliaan? Tuhan semesta alam, Dialah Raja Kemuliaan!

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani 2:14-18

“Karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.”

Saudara-saudara, orang-orang yang dipercayakan Allah kepada Yesus adalah anak-anak dari darah dan daging. Maka Yesus menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka, supaya oleh kematian-Nya Ia memusnahkan Iblis yang berkuasa atas maut; dan supaya dengan jalan demikian, Ia membebaskan mereka yang seumur hidupnya berada dalam perhambaan oleh karena takutnya kepada maut. Sebab sesungguhnya, bukan malaikat-malaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham. Itulah sebabnya dalam segala hal Yesus harus disamakan dengan saudara-saudara-Nya, supaya Ia menjadi Imam Agung yang menaruh belas kasihan, yang setia kepada Allah utnuk mendamaikan dosa seluruh bangsa. Karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S : (Luk 2:32) Dialah terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel. Alleluya.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 2:22-40 (Singkat: 2:22-32)

“Mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu.”

YESUS DIPERSEMBAHKAN DI BAIT ALLAH - Komsoskam

Ketika genap waktu pentahiran menurut hukum Taurat Musa, Maria dan Yusuf membawa Anak Yesus ke Yerusalem untuk menyerahkan-Nya kepada Tuhan, seperti ada tertulis dalam hukum Tuhan, “Semua anak laki-laki sulung harus dikuduskan bagi Allah.” Juga mereka datang untuk mempersembahkan kurban menurut apa yang difirmankan dalam hukum Tuhan, yaitu sepasang burung tekukur atau dua ekor anak burung merpati. Waktu itu adalah di Yerusalem seorang bernama Simeon. Ia seorang yang benar dan saleh hidupnya, yang menantikan penghiburan bagi Israel; Roh Kudus ada di atasnya, dan kepadanya telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. Atas dorongan Roh Kudus, Simeon datang ke Bait Allah. Ketika Anak Yesus dibawa masuk oleh orang tua-Nya, untuk melakukan kepada-Nya apa yang ditentukan hukum Taurat, Simeon menyambut Anak itu dan menatang-Nya sambil memuji Allah, katanya, “Sekarang Tuhan, biarkanlah hamba-Mu ini pergi dalam damai sejahtera, sesuai dengan firman-Mu, sebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel.” [Yusuf dan Maria amat heran akan segala sesuatu yang dikatakan tentang Anak Yesus. Lalu Simeon memberkati mereka, dan berkata kepada Maria, ibu Anak itu, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel, dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan – dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri -, supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang. Ada juga di situ seorang nabi perempuan, anak Fanuel dari suku Asyer, namanya Hana. Ia sudah sangat lanjut umurnya. Sesudah menikah, ia hidup tujuh tahun bersama suaminya, dan sekarang ia sudah janda, berumur delapan puluh empat tahun. Ia tidak pernah meninggalkan Bait Allah, dan siang malam beribadah dengan berpuasa dan berdoa. Pada saat Anak Yesus dipersembahkan di Bait Allah Hana pun datang ke Bait Allah, dan bersyukur kepada Allah serta berbicara tentang Anak Yesus kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem. Setelah menyelesaikan semua yang harus dilakukan menurut hukum Tuhan, kembalilah Maria dan Yusuf serta Anak Yesus ke kota kediamannya, yaitu Nazaret di Galilea. Anak itu bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada pada-Nya.]
Demikianlah sabda Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Y.A.M Fridho Mulya SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Maria.

Jumpa dengan saya Rm. Y.A.M Fridho Mulya SCJ dari Komunitas Dehon Metro dalam RESI (Renungan Singkat) Rabu, 2 Februari 2022. Hati Yesus menjiwai Anda sekalian.

Para Pendengar Resi, di manapun Anda berada, pada hari Pesta Yesus dipersembahkan di Kenisah ini, kita mendengar pesan melalui  Injil Lk. 2:22 – 40: Yesus dipersembahkan ke Kenisah

Para Sahabat dan para Pendengar Resi di manapun berada. Seturut hukum Musa, Maria – Yosep membawa anak laki-laki, Yesus Kecil ke Yerusalem untuk dikuduskan bagi Allah, hal ini mempunyai makna Anak dimasukkan ke dalam lingkup Allah. Sebagai kelengkapan Maria – Yosep mempersembahkan korban sepasang burung tekukur  atau dua ekor anak burung merpati. Korban ini adalah korban hewan paling kecil sesuai kemampuan ekonomi keluarga. Maria – Yosep keluarga sederhana, tukang kayu dengan ekonomi terbatas. Dalam keserhanaan dan keterbatasan ekonomi Maria – Yosep mempersembahkan korban disertai ketulusan – keiklasan hati dari apa yang mereka miliki. Sebagai perwujudan kasih kepada Yesus Kecil, kesetiaan pada hukum dan kecintaan pada Allah.

Kehadiran Yesus Kecil mengusikkan hati dan impian Simeon Si Sepuh yang menantikan kehadiran Mesias. Setelah membopong dan melihat Anak Yesus, Ia berucap bahwa  dengan terang Roh Kudus, ia siap dengan tulus ikhlas untuk kembali ke pangkuan Allah Bapa karena sudah boleh menyaksikan Sang Juru Selamat. Simeon merasa hidupnya di dunia ini sudah penuh, sudah pol.  Simeon memberkati dengan “ngudang’ menyanjung bagi masa depan Anak Yesus, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan –dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri–,supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang.”. Kudangan atas Anak Yesus juga dilakukan oleh Hana, nabi perempuan yang suci itu. Berkat dan padonga dari para sepuh untuk anak-anak sangat bermakna.

Dari peristiwa Yesus dipersembahkan kepada Tuhan di bait Allah, kita memetik pembelajaran:

  1. Meneladan Maria – Yosep dalam hidup sederhana yang bermakna. Kita yang berada dalam posisi terbatas dalam bidang ekonomi, tetaplah memiliki iman kokoh kuat. Iman kokoh kuat dan mendalam ada dalam hati bukan ada pada banyaknya harta. Begitu bagi teman-teman yang berada pada posisi kuat dibidang ekonomi, jangan sampai kekayaan lahiriah menenggelamkan iman. Ingat akan ajaran Yesus, “… di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada.” (Mat 6:21)

  2. Cara hidup sederhana Maria – Yosep sekaligus menjadi kritik atas cara hidup banyak orang di zaman ini. Ada manusia zaman ini yang terkena dosa sekularisme yakni cara hidup yang mengutamakan hal-hal sekular duniawi sampai melupakan yang ilahi; dosa individualisme yakni cara hidup yang mengutamakan kekuatan individu mengabaikan peran Allah, dosa materialisme yakni cara hidup yang mengutamakan mentuhankan segala harta duniawi yang dimiliki melupakan harta surgawi. Kita semua dan juga para Dehonian, harus bisa melawan dosa-dosa tersebut.

  3. Ketika kecil, Kita pernah mengalami di ‘kudang’ oleh nenek, kakek atau orang tua kita, dan kita bisa menjadi seperti ini. ‘Kudangan’ itu sama dengan doa, atau ‘pandonga’ yang ‘mujek-mujekake’ , mengharapkan saorang anak jadi orang baik. Doa ini berada dalam alur kerohanian yang dikehendaki Tuhan. Bukan kita yang menentukan masa depan anak, tetapi Tuhan yang menentukan dan menata kehidupan setiap manusia. Sebagaimana Simeon dan Hana, kita bisa lalukan ‘kudangan’ kepada setiap anak kecil yang kita jumpai. Kita lalukan secara tulus dan penuh iman.

  4. Bagi keluarga-keluarga yang mempunyai bayi kecil, sesegera mungkin dikuduskan bagi Allah. Masukkan bayi ke dalam lingkup keilahian dalam perlindungan Tuhan. Anak Yesus seminggu sesudah lahir. Kalau bisa langsung menerima baptis bagus sekali. Kalau belum sekurang-kurangnya anak bayi di bawa masuk ke dalam gereja atau kapel, bapa – ibunya berdoa. Bila mungkin, sepulang dari rumah sakit langsung mampir di gereja atau kapel. Jangan ditunda sampai berminggu-minggu atau malah berbulan-bulan. Moga bisa.

Kututup RESI hari ini dengan lagu, inspirasi Yes 29:11:

      Dari semulat’lah Kau tetapkan,

      Hidupku dalam tangan-Mu, dalam rencana-Mu, Tuhan

      Rencana indah t’lah Kau siapkan

      Bagi masa depanku yang penuh harapan

      S’mua baik, s’mua baik

      Segala yang t’lah Kau perbuat di dalam hidupku

      S’mua baik, sungguh teramat baik

      Kau jadikan hidupku, BERARTI.

Sekian RESI. Tuhan memberkati.

DOA UMAT

I : Marilah kita memanjatkan doa kepada Allah Bapa dengan perantaraan Yesus Kristus, cahaya dunia:

P : Bagi para pejabat Gereja: agar pernyataan-pernyataan dan keputusan-keputusan mereka menunjang kebahagiaan dunia, di mana cahaya Kristus memancarkan cinta kasih-Nya.

P : Bagi para ibu: agar mereka menyadari keluhuran martabatnya dan tetap tabah dalam menghadapi kekecewaan hidup.

P Bagi kita sendiri: agar kita semakin menyadari arti pertemuan dan selalu meluangkan waktu untuk sesama.

I : Allah Bapa yang maha pengasih, dengarkanlah doa-doa kami, agar kami sanggup membawa cahaya Kristus di dunia. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami, sumber sukacita, Terimalah kiranya persembahan Gereja-Mu, sebagaimana Engkau menerima kurban Putera-Mu yang tunggal, yang sebagai Anak Domba Allah telah mengurbankan diri demi kehidupan dunia. Sebab Dialah Kristus,….

PREFASI :

Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa dimanapun juga kami senantiasa bersyukur kepada-Mu.

Sebab Putera-Mu yang tunggal, yang kekal seperti Engkau, telah dipersembahkan di kenisah pada hari ini. Oleh Eoh Kudus Ia dinyatakan sebagai kemuliaan bagi umat-Mu Israel dan cahaya para bangsa.

Dari sebab itu kami pun bersuka ria mengelu-elukan Penyelamat dunia, memuji Engkau bersama para malaikat dan semua orang kudus, sambil berseru/bernyanyi: U Kudus, kudus,….

ANTIFON KOMUNI – Luk 2:30-31

Mataku telah melihat keselamatan-Mu, yang Kausediakan bagi segala bangsa.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang maha sempurna, sempurnakanlah di dalam diri kami rahmat-Mu berkat santapan suci yang kami sambut. Sebagaimana Engkau memenuhi keinginan Simeon, yang tidak meninggal dunia sebelum melihat wajah Kristus, semoga kami pun kelak Kauperkenankan menyongsong Dia dan menerima kehidupan kekal Sebab Dialah,….

DOWNLOAD AUDIO RESI: