Kamis, 27 Januari 2022 – Hari Biasa Pekan III

Posted on

Br. Markus Triyono Yulianto SCJ dari Komunitas SCJ Postulat-Novisiat Gisting Lampung Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 25:1.2a

Kepada-Mu kuarahkan hatiku, ya Tuhan Allahku. Kepada-Mu aku percaya, janganlah mengecewakan daku.

PENGANTAR :

Daud berdoa kepada Tuhan, agar rakyatnya tetap menjadi umat Allah. Tuhan mahasetia dan selalu menepati janji-Nya. Keprihatinan Daud terarah kepada rakyat dan dirinya. Pengikut Kristus harus menyinarkan terangnya dan tidak menyembunyi kannya. Takaran yang digunakannya akan digunakan pula terhadap dirinya. Orang yang hanya memperhatikan dirinya akan merana.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa sumber segala harapan, Engkaulah yang berjanji dan Engkau selalu setia melalui Yesus Mesias, saksi-Mu. Kami mohon, janganlah tangan-Mu Kautarik kembali, tetapi berkatilah kami. Demi Yesus Kristus Putra-Mu,….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Kedua Samuel 7:18-19.24-29

“Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku?”

Pada waktu itu Nabi Natan menyampaikan sabda Allah kepada Daud. Sesudah mendengar seluruh sabda itu, masuklah Raja Daud ke dalam, kemudian duduk di hadapan Tuhan sambil berkata, “Siapakah aku ini, ya Tuhan Allah, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Ini pun masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan Allah! Sebab itu Engkau telah bersabda juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh, dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang! Engkau telah mengokohkan Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya Tuhan, menjadi Allah mereka. Dan sekarang, ya Tuhan Allah, tetaplah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluargaku, dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. Maka nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: Tuhan semesta alam, Allah Israel, Engkau telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu. Oleh sebab itu, ya Tuhan Allah, Engkaulah Allah dan segala firman-Mu adalah kebenaran; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu. Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk selama-lamanya. Sebab, ya Tuhan Allah, Engkau sendirilah yang bersabda, dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba diberkati untuk selama-lamanya.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 132:1-2.3-5.11.12.13-14

Ref. Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya.

  1. Ingatlah, ya Tuhan, akan Daud, dan akan segala penderitaannya. Ingatlah bagaimana ia telah bersumpah kepada Tuhan, dan telah bernazar kepada Yang Mahakuat dari Yakub.

  2. ”Sungguh, aku tidak akan masuk ke dalam kemah kediamanku, dan tidak akan berbaring di ranjang petiduranku; aku tidak akan membiarkan mataku tertidur, atau membiarkan kelopak mataku terlelap; sampai aku mendapat tempat bagi Tuhan, kediaman bagi Yang Mahakuat dari Yakub.”

  3. Tuhan telah menyatakan sumpah setia kepada Daud, Ia tidak akan memungkirinya, “Seorang anak kandungmu akan Kududukkan di atas takhtamu; Jika anak-anakmu berpegang pada perjanjian-Ku, dan pada peraturan yang Kuajarkan kepada mereka, maka selamanya anak-anak mereka, akan duduk di atas takhtamu.”

  4. Sebab Tuhan telah memilih Sion, dan mengingininya menjadi tempat kedudukan-Nya, “Inilah tempat peristirahatan-Ku untuk selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya.”

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Mzm 119:105) Sabda-Mu adalah pelita bagi langkahku, dan cahaya bagi jalanku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 4:21-25

“Pelita dipasang untuk ditaruh di atas kaki dian. Ukuran yang kamu pakai akan dikenakan pula padamu.”

Renungan Kamis, 28 Januari 2016 | Iman Katolik

Pada suatu hari Yesus berkata kepada murid-muridnya, “Orang memasang pelita bukan supaya ditempatkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya ditaruh di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada suatu rahasia yang tidak akan tersingkap. Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” Lalu Yesus berkata lagi, “Camkanlah apa yang kamu dengar! Ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan dikenakan pula padamu; dan malah akan ditambah lagi! Karena siapa yang mempunyai, akan diberi lagi, tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil.”
Inilah Injil Tuhan kita!
U. Sabda-Mu sungguh mengagumkan!

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Markus Triyono Yulianto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, marilah kita mengambil waktu sejenak untuk hening merenungkan Injil yang baru saja kita dengarkan. Injil pada hari ini berbicara apa untuk kita dan pesan apa yang dapat kita petik untuk iman dan hidup kita.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, pada hari-hari ini dalam bacaan Injil kita mendengarkan tentang pengajaran Yesus. Rata-rata pengajaran yang Yesus berikan kepada para murid dan orang-orang yang mengikuti-Nya menggunakan perumpamaan. Salah satu alasannya adalah, dengan menggunakan perumpamaan, karena perumpamaan cukup membumi atau akrap dengan kehidupan umat setempat, mudah dipahami serta bermakna mendalam. Dalam tradisi Yudaisme, merupakan hal umum dalam mengajar menggunakan perumpamaan. Bahkan perumpamaan mengandung kedalaman dan kebenaran Illahi. 

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, pada bacaan Injil hari ini pengajaran Yesus menggunakan perumpamaan pelita. Yesus mengatakan: “Orang membawa pelita bukan diletakkan di bawah gantang atau di bawah tempat tidur, melainkan supaya di atas kaki dian. Sebab tidak ada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tidak ada sesuatu yang rahasia yang tidak akan tersingkap.” Apa yang ingin dimaksudkan oleh Yesus dalam pengajarannya tentang perumpamaan pelita ini?

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, menurut Santo Markus penulis injil ini, dalam perumpamaan tentang pelita, penulis ingin mengajak para pembaca dan pendengarnya agar lebih mendalami pengajaran-pengajaran Yesus. Penulis mengajak kita agar kita mampu merenungkan ajaran-ajaran Yesus dan merenungkan atau membatinkan di dalam hidup kita. Sehingga ajaran-ajaran Yesus yang kita renungkan, batinkan, mampu meresap di dalam hidup kita dan menjawai hidup kita. Dan harapannya mampu kita wujudkan dalam kesaksian hidup harian kita. Sehingga sikap, tindakan, tuturkata, mencerminkan sebagai pengkut Kristus dan menjadi kesaksian kita di tengah masyarakat.

Bapak ibu dan saudara saudari sahabat renungan singkat Dehonian yang diberkati Tuhan, marilah kita sebagai orang Kristiani mencoba belajar dan mempraktikkan apa yang menjadi harapan Santo Markus dalam penulisan Injil bagi kita, sehingga kita mempu menjadi murid-murid Kristus yang sejati. Yaitu mampu meresampan ajaran-ajaran-Nya dan mewujudkan dalam kesaksian hidup harian kita. Sehingga pelita kita tampak bernyala dan mempu menyinari banyak orang. Semoga Tuhan memberkati. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa sumber kebahagiaan, semoga kami memahami misteri kehidupan, yang ada pada diri Yesus Putra-Mu, yang telah wafat bagaikan biji gandum demi keselamatan dan kebahagiaan kami. Demi Kristus, Tuhan dan pengantara kami.

ANTIFON KOMUNI – Markus 4:25

Siapa yang mempunyai, akan diberi lagi, tetapi siapa yang tidak punya, apa pun yang ada padanya akan diambil.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa di surga, kami bersyukur bahwasanya Engkau telah mengungkapkan misteri kerajaan-Mu dengan perantaraan Yesus, sabda-Mu yang menghidupkan dan menghidupi. Kami mohon, semoga karena Dia kami pantas menerima berkat-Mu.Sebab Dialah Tuhan dan ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: