Rabu, 26 Januari 2022 – Peringatan Wajib St. Timotius dan Titus, Uskup

Posted on

Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Jakarta Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yeh 34:11; 23-24

*Tuhan bersabda, “Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka.”

PENGANTAR:

“Yang satu menggarap tanahnya, yang lain menaburkan benih, dan yang lain lagi memetik buahnya.” Kata-kata Paulus itu diterapkan pada dua orang pembantunya dan teman seperjalanannya, ialah Timoteus dan Titus. Timoteus agak lemah kesehatannya. Ia tak mau mengikuti perjalanan Paulus dan menetap di Efesus sebagai uskup. Tugas itu dilaksanakannya dengan sepenuh hati. Sedangkan Titus lebih berbakat sebagai diplomat. Dengan siapa pun ia pandai bergaul. Berkali-kali ia diutus memecahkan persoalan dan kesulitan Gereja Muda.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang maha pengasih, Santo Timoteus dan Titus Kaulimpahi bakat, yang mereka perlukan dalam kegiatan kerasulan. Semoga berkat doa restu mereka kami di dunia ini hidup secara jujur dan saleh, agar kelak dapat Kauterima di tanah air surgawi. Demi Yesus Kristus,…

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Timotius 1:1-8

Dari Paulus, rasul Yesus Kristus, yang oleh kehendak Allah diutus memberitakan janji tentang hidup dalam Kristus Yesus; kepada Timotius, anakku yang terkasih: Kasih karunia, rahmat dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Tuhan kita, menyertai engkau. Aku mengucap syukur kepada Allah, yang kulayani dengan hati nurani yang murni seperti yang dilakukan nenek moyangku. Aku selalu mengingat engkau dalam permohonanku, baik siang maupun malam. Dan bila terkenang akan air mata yang kaucurahkan, aku ingin melihat engkau kembali supaya penuhlah kesukaanku. Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike, dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu. Karena itulah kuperingatkan engkau untuk mengobarkan karunia Allah yang ada padamu oleh penumpangan tanganku atasmu. Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. Jadi janganlah malu bersaksi tentang Tuhan kita, dan janganlah malu karena aku, seorang hukuman karena Dia. Tetapi berkat kekuatan Allah ikutlah menderita bagi Injil-Nya.

ATAU

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Titus 1:1-5

Dari Paulus, hamba Allah dan rasul Yesus Kristus, yang ditugaskan memelihara iman orang-orang pilihan Allah dan pengetahuan akan kebenaran seperti yang nampak dalam ibadah kita; jadi berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah yang tidak berdusta, dan yang pada waktu yang dikehendaki-Nya telah menyatakan firman-Nya dalam pemberitaan Injil yang telah dipercayakan kepadaku sesuai dengan perintah Allah, Juruselamat kita. Kepada Titus, anakku yang sejati dalam iman bersama: Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah Bapa dan Kristus Yesus, Juruselamat kita, menyertai engkau. Aku telah meninggalkan engkau di Kreta dengan maksud supaya engkau mengatur apa yang masih perlu diatur, dan supaya engkau mengangkat penatua-penatua di setiap kota, seperti yang telah kupesankan kepadamu.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 96:1-2a.2b-3.7-8.9-10a.c

Ref. Aku wartakan karya agung-Mu, Tuhan, karya agung-Mu karya keselamatan.

  1. Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, menyanyilah bagi Tuhan, ya seluruh bumi! Menyanyilah bagi Tuhan, pujilah nama-Nya.

  2. Kabarkanlah dari ke hari keselamatan yang datang dari pada-Nya. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa, di antara segala suku.

  3. Kepada Tuhan, hai suku-suku bangsa, kepada Tuhan sajalah kemuliaan dan kekuatan! Berikanlah kepada Tuhan kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.

  4. Sujudlah menyembah kepada Tuhan dengan berhiaskan kekudusan, gemetarlah di hadapan-Nya, hai seluruh bumi! Katakanlah di antara bangsa-bangsa, “Tuhan itu Raja! Ia akan mengadili bangsa-bangsa dalam kebenaran.”

BAIT PENGANTAR: Bait Pengantar Injil

U : Alleluya

S : Terpujilah Engkau, Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 10:1-9

“Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya.”

Renungan Harian Jumat, 18 Oktober 2019 Pesta Santo Lukas, Penginjil – Gereja Katolik Karangpanas

Pada suatu hari Tuhan menunjuk tujuh puluh murid, lalu mengutus mereka berdua-dua mendahului-Nya ke setiap kota dan tempat yang hendak dikunjungi-Nya. Kata-Nya kepada mereka, “Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada Tuan yang empunya tuaian itu, supaya Ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu. Pergilah! Camkanlah, Aku mengutus kamu seperti anak domba ke tengah-tengah serigala. Janganlah membawa pundi-pundi atau bekal atau kasut, dan janganlah memberi salam kepada siapa pun selama dalam perjalanan. Kalu kamu memasuki suatu rumah, katakanlah lebih dahulu, ‘Damai sejahtera bagi rumah ini.’ Dan jika di situ ada orang yang layak menerima damai sejahtera, maka salammu itu akan tinggal padanya. Tetapi jika tidak, salammu itu akan kembali kepadamu. Tinggallah dalam rumah itu, makan dan minumlah apa yang diberikan orang kepadamu, sebab seorang pekerja patut mendapat upahnya. Janganlah berpindah-pindah rumah. Jika kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu, dan sembuhkanlah orang-orang sakit yang ada di situ, dan katakanlah kepada mereka, ‘Kerajaan Allah sudah dekat padamu’.”

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kusus Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya, Romo Thomas Suratno, SCJ dari komunitas SCJ  Jakarta Indonesia dalam Renungan Singkat-dehonian edisi hari ini Rabu, 26 januari 2022 –  Hari biasa dalam Pekan Biasa III. – Pw S. Timotius dan St. Titus, Uskup. Marilah kita mendengarkan sabda Tuhan, yakni firman Tuhan yang tersurat dalam  INJIL: Luk 10,1-9.

Sahabat Resi Dehonian terkasih, Tuhan Yesus memilih dan mengutus 72 murid untuk pergi mewartakan kabar gembira. Mereka itu diutus berdua-dua. Tentu saja, kita dapat bertanya, mengapa perlu berdua-dua? Mengapa tidak sendirian saja dalam mewartakan Injil? Jawabannya jelas bahwa sisi komunitas sangat ditekankan. Ingat bahwa dimensi komunitas dasarnya adalah Tinitas dimana Yesus pun diutus ke dunia ini selalu disertai oleh Roh Kudus. Demikian halnya dengan para purid diutus berdua-dua supaya mereka saling melengkapi satu sama lain serta saling memperhatikan satu sama lain. Itu pun bukan berarti kita tidak bisa mewartakan secara sendirian. Lakukanlah yang terbaik jika memungkinkan karena jika kita percaya bahwa Allah Roh Kudus menyertai kita, maka kita tidak sendirian. Ingat, panenan berlimpah tetapi pekerja sedikit.

Sahabat Resi Dehonian terkasih, Apa yang dikatakan oleh Yesus tentang penanen berlimpah dan pekerja sedikit memang benar saat sekarang. Seringkali kita berpikir bahwa tugas pewartaan itu hanya dilakukan oleh para pejabat gereja dan para biarawan biarawati. Sesungguhnya ke-70 murid yang diutus oleh Yesus itu, bukan pejabat gereja ataupun biarawan/biarawati. Mereka itu awam biasa. Jadi, sebenarnya peran awam dalam pewartaan sangat penting apalagi di masa kini. Para imam dan kaum awam itu seperti dua sisi koin dimana mereka sangat saling membutuhkan. Ingatlah setiap kali imam merayakan misa kudus, disitulah puncak dan sumber hidup Kristiani. Kemudian pada ritus penutup misa, umat pun, kaum awam maksudnya diutus.

Sahabat Resi Dehonian terkasih, Yesus selanjutnya mengingatkan bahwa mereka yang diutus itu seperti domba di tengah serigala. Maksudnya ketika kita menjalankan perutusan, kita akan menghadapi situasi dan kondisi yang menantang bahkan tantangan yang mengancam hidup kita. Lalu sadarilah bahwa entah kita menjalankan perutusan dengan bersaksi dalam bentuk kata-kata maupun melalui tindakan, tantangn itu selalu ada. Apalagi kita umat Katolik yang hidup di kalangan mayoritas yang berbeda agama dengan kita. Mendengar nama Kristen/Katolik saja mereka sudah bereaksi yang berbeda-beda.

Selanjutnya Sahabat Resi Dehonian terkasih, Yesus pun berpesan bahwa setiap murid yang diutus itu selalu mengatakan ‘damai sejahtera’ kepada setiap orang yang yang dijumpainya. Jika damai itu diterima, maka salam itu akan tinggal atasnya. Jika tidak, damai itu akan kembali kepada kita, dan itu tidak sia-sia bukan?

Jadi, Sahabat Resi Dehonian terkasih, warta Injil hari ini bisa ditarik kesimpulan dalam tiga hal yang perlu kita perhatikan bersama; yang pertama adalah komunitas – kita diutus bersama-sama, kemudian perutusan kita penuh tantangan tantangan dan akhirnya kita harus membagikan damai sejahtera kepada setiap orang yang kita jumpai. Selamat beraktivitas dan jadilah pewarta cinta kasih di zaman ini!

DOA :

Ya Tuhan Yesus, sertailah aku selalu dengan kuat kuasa-Mu, sehingga aku mampu untuk menjadi pewarta dan menjalankan perutusan-Mu di mana pun aku berada. Amin. Semoga saudara sekalian diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin.

DOA PESRIAPAN PERSEMBAHAN :

Pandanglah, ya Bapa, persembahan umat-Mu, yang diantarkan ke altar-Mu pada peringatan Santo Timoteus dan Titus ini. Semoga karenanya dosa kami diampuni dan nama-Mu dimuliakan. Demi Kristus…..

ANTIFON KOMUNI – Yoh 15:16

*Bukannya kalian yang memilih Aku, melainkan Aku yang memilih kalian. Kalian telah Kutetapkan agar pergi dan berhasil dan agar hasilmu tinggal tetap.

DOA SESUDAH KOMUNI :

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahabaik, kami telah Kausegarkan dengan santapan suci. Maka kami mohon kepada-Mu, semoga kami seperti Santo Timoteus dan Titus memberi wujud nyata kepada iman kami, serta menghayatinya sehari-hari. Demi Kristus,…..

DOWNLOAD AUDIO RESI: