Minggu, 23 Januari 2022 – Hari Minggu Biasa III

Posted on

Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 96:1,6

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, bernyanyilah bagi Tuhan, hai segenap bumi. Keagungan dan semarak ada di hadapan-Nya, kekuatan dan kehormatan ada di tempat kudusnya.

PENGANTAR:

Setiap agama memiliki tata ibadat yang berbeda-beda. Namun, kita melihat dengan sangat jelas bahwa masing-masing agama menempatkan Kitab Suci sebagai bagian penting dalam tata ibadatnya. Sebagaimana dikatakan dalam Kitab Nehemia yang diperdengarkan hari ini, “Kitab Taurat dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan sehingga pembacaan dimengerti.” Dalam kisah Perjanjian Baru, sebagai keturunan Yahudi, Yesus juga sangat mencintai Kitab Suci. Injil Lukas pada hari ini mewartakan saat Yesus membacakan suatu nas Kitab Yesaya. Perayaan Ekaristi yang kita rayakan juga mendasarkan pada Kitab Suci. Bagian ini menjadi bagian baku yang tidak dapat dihilangkan agar umat sungguh kaya akan sabda Allah. Di lain pihak, umat juga kaya akan kemurahan Kristus yang hadir dalam Tubuh dan Darah-Nya.

SERUAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Sabda Allah yang menjadi manusia, yang membawa Kabar Gembira bagi umat manusia. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Sabda Allah yang menjadi manusia, yang berulang kali diwartakan para nabi. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Sabda Allah yang menjadi manusia, yang dicurahkan kepada kami. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Ya Allah, melalui Yesus Kristus, Putra-Mu, Engkau telah menggenapi karya penyelamatan-Mu. Kami mohon anugerahkanlah Roh-Mu kepada kami agar kami dapat menerima pengajaran Putra-Mu yang akan menuntun kami sampai kepada-Mu. Sebab, Dialah Tuhan dan Pengantara kami, yang bersama Engkau dan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Nehemia 8:3-5a.6-7.9-11

“Bagian-bagian Kitab Taurat Allah dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti.”

Sesudah umat Israel kembali dari pembuangan, pada hari pertama bulan ketujuh, Imam Ezra membawa Kitab Taurat ke depan jemaat, pria, wanita dan semua yang dapat mendengar dan mengerti. Ia membacakan beberapa bagian dari kitab itu di halaman depan Gerbang Air dari pagi sampai tengah hari di depan pria, wanita dan semua orang yang dapat mengerti. Dengan penuh perhatian seluruh umat mendengarkan pembacaan kitab Taurat itu. Adapun Ezra, ahli kitab itu, berdiri di atas mimbar kayu yang dibuat khusus untuk peristiwa itu. Ezra membuka kitab itu di depan mata seluruh umat, karena ia berdiri lebih tinggi dari semua orang. Pada waktu ia membuka kitab itu, semua orang bangkit berdiri. Lalu Ezra memuji Tuhan, Allah yang Mahaagung, dan semua orang menyahut, “Amin! Amin!” sambil mengangkat tangan. Kemudian mereka berlutut dan sujud menyembah kepada Tuhan dengan muka sampai ke tanah. Bagian-bagian Kitab Taurat Allah dibacakan dengan jelas, dengan diberi keterangan-keterangan, sehingga pembacaan dimengerti. Lalu Nehemia, kepala daerah, dan Imam Ezra, ahli kitab itu, serta orang-orang Lewi yang mengajar jemaat, berkata kepada seluruh hadirin, “Hari ini adalah kudus bagi Tuhan Allahmu. Jangan kamu berdukacita dan menangis!” Karena semua orang itu menangis, ketika mendengar kalimat-kalimat Taurat. Lalu berkatalah Imam Ezra kepada mereka, “Pergilah, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis; dan berikanlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa! Sebab hari ini kudus bagi Tuhan kita! Jangan bersusah hati, tetapi bersukacitalah karena Tuhan, sebab sukacita karena Tuhanlah perlindunganmu!”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 19:8.9.10.15

Ref. Sabda-Mu ya Tuhan, adalah Roh dan kehidupan.

  1. Taurat Tuhan itu sempurna, menyegarkan jiwa. Peraturan Tuhan itu teguh, memberi hikmat kepada orang yang bersahaja.

  2. Titah Tuhan itu tepat, menyukakan hati. Perintah Tuhan itu murni, membuat mata berseri.

  3. Takut akan Tuhan itu suci, tetap untuk selama-lamanya. Hukum-hukum Tuhan itu benar, adil selalu.

  4. Mudah-mudahan Engkau sudi mendengarkan ucapan mulutku, dan berkenan akan renungan hatiku, ya Tuhan, Gunung Batu dan penebusku.

BACAAN KEDUA : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus 12:12-30 (Singkat 12:12-14.27)

“Kamu semua adalah tubuh Kristus dan masing-masing adalah anggotanya.”

Saudara-saudara, seperti halnya tubuh itu satu dan anggotanya banyak, dan semua anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh saja, demikian pula Kristus. Sebab kita semua, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, baik budak maupun orang merdeka, telah dibaptis dalam satu Roh menjadi satu tubuh, dan juga diberi minum dari satu Roh. Karena tubuh pun tidak terdiri atas satu anggota saja, tetapi atas banyak anggota. Andaikata kaki berkata, “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”’ benarkah ia tidak termasuk tubuh? Dan andaikata telinga berkata, “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada semua anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh? Memang ada banyak anggota, tetapi hanya satu tubuh. Jadi mata tidak dapat berkata kepada tangan, “Aku tidak membutuhkan engkau!” Dan kepala tidak dapat berkata kepada kaki, “Aku tidak membutuhkan engkau!” Justru anggota-anggota tubuh yang nampaknya paling lemah, malah paling dibutuhkan. Kepada anggota-anggota tubuh yang menurut pandangan kita kurang terhormat, kita berikan penghormatan khusus, dan terhadap anggota-anggota kita yang tidak elok, kita berikan perhatian khusus; hal ini tidak dibutuhkan oleh anggota-anggota kita yang elok. Allah telah menyusun tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan penghormatan khusus, supaya jangan terjadi perpecahan dalam tubuh, tetapi supaya anggota-anggota yang berbeda itu saling memperhatikan. Karena itu jika satu anggota menderita, semua anggota turut menderita; jika satu anggota dihormati, semua anggota turut bersukacita. Kamu semua adalah tubuh Kristus, dan masing-masing adalah anggotanya. Dan Allah telah menetapkan beberapa orang dalam jemaat: Pertama sebagai rasul, kedua sebagai nabi, ketiga sebagai pengajar. Selanjutnya Ia menetapkan juga: mereka yang mendapat karunia untuk mengadakan mukjizat, untuk menyembuhkan, untuk melayani, untuk memimpin, dan untuk berkata-kata dalam bahasa roh. Adakah mereka semua rasul, atau nabi, atau pengajar? Adakah mereka semua mendapat karunia untuk mengadakan mukjizat, atau untuk menyembuhkan, atau untuk untuk berkata-kata dalam bahasa roh, atau untuk menafsirkan bahasa roh?
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : (Luk 4:18-19) Tuhan mengutus Aku memaklumkan Injil kepada orang yang hina dina, dan mewartakan pembebasan kepada orang tawanan.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 1:1-4; 4:14-21

“Pada hari ini genaplah nas Kitab Suci.”

KITAB NABI YESAYA | SANG SABDA

Banyak orang telah berusaha menyusun suatu berita tentang peristiwa-peristiwa yang telah terjadi di antara kita, seperti yang disampaikan kepada kita oleh saudara-saudara yang dari semula adalah saksi mata dan pelayan Firman. Karena itu, setelah menyelidiki segala peristiwa itu dengan seksama dari awal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya dengan teratur bagimu. Dengan demikian engkau dapat mengetahui, bahwa segala sesuatu yang diajarkan kepadamu sungguh benar. Sesudah dicobai Iblis di padang gurun, dalam kuasa Roh kembalilah Yesus ke Galilea. Dan tersiarlah kabar tentang Dia di seluruh daerah itu. Selama di situ Ia mengajar di rumah-rumah ibadat dan semua orang memuji Dia. Lalu Yesus datang ke Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Dan menurut kebiasaan-Nya, pada hari Sabat Ia masuk ke rumah ibadat, lalu berdiri hendak membaca dari Alkitab. Kepada-Nya diberikan kitab Nabi Yesaya, dan setelah membukanya, Ia menemukan nas di mana ada tertulis: Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta; untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang. Kemudian Yesus menutup kitab itu, mengembalikannya kepada pejabat, lalu duduk; dan mata semua orang dalam rumah ibadat itu tertuju kepada-Nya. Lalu Yesus mulai mengajar mereka, kata-Nya, “Pada hari ini genaplah nas tadi sewaktu kamu mendengarnya.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Anselmus Inharjanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Kudus Yesus melalui Hati Maria.

Injil hari ini secara gamblang terbagi menjadi 2 bagian. Bagian pertama menampilkan pembukaan paragraf dari seorang penulis, yakni Lukas, kepada sahabatnya, yakni Theofilus. Intinya bahwa yang ditulis dalam kitab adalah tentang hidup dan pengajaran Yesus yang sudah diurutkan dan akurat. Kendati Lukas tidak pernah melihat Yesus, namun tulisan-tulisannya berdasarkan kesaksian orang-orang yang mengenal Yesus secara pribadi. Yang ia tulis bukanlah biografi atau sejarah hidup Yesus, namun arti kedatangannya, sebagaimana tampak dalam bagian kedua. Ajakan bagi pendengar untuk terus menjadi saksi mata dan pelayan firman juga dapat kita refleksikan.

Bagian kedua memuat arti dari hidup, kematian dan kebangkitan Yesus sendiri bagi hidup kita masing-masing dan mengapa kita sudah selayaknya menerima dan mengikuti Yesus Tuhan Sang Raja. Seraya mengutip dari kitab Yesaya, nas tersebut hendak menggarisbawahi pernyataan awal kehidupan dan misi Yesus di dunia. Inilah yang hendak dibuat Yesus bagi umat manusia. Perjalanan hidup Yesus ada tujuannya, ada arah yang hendak dituju, yakni keselamatan umat Allah. Perjalanan kisah hidup-Nya dari Nazaret ke Yerusalem sendiri sudah menyimbolkan arah yang jelas terkait visi misi-Nya. Hidup kita pun semestinya adalah peziarahan yang berarah jelas. Ada target tertentu dalam hidup ini: saya harus punya rumah sendiri 5 tahun ke depan, saya akan lulus dengan cum laude tahun depan, aku ingin bahagia, aku ingin mendirikan 3 perusahaan, dll. Apalagi kalau menyangkut hidup kekal, semoga kita pun memikirkan arah hidup kita untuk bersatu dengan Tuhan.

Smoga Hati Kudus Yesus yang penuh kasih itu mampu membimbing kita.

DOA UMAT:

I : Saudara-saudari, kita dipanggil untuk mewartakan Kabar Gembira kepada kaum papa. Marilah kita berdoa kepada Bapa di surga:

L : Bagi Gereja, Umat Allah: Gereja dipanggil untuk menunjukkan belas kasih Bapa kepada setiap orang, terutama mereka yang kecil, lemah, miskin, tersingkirkan, dan berbeda kemampuan. Bapa, sadarkanlah umat-Mu agar mempunyai perhatian dan cinta kasih kepada sesama yang menderita, semakin tulus dan tanpa pamrih sehingga hidupnya selaras dengan kehendak-Mu. Marilah kita mohon, …

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan…

L : Bagi masyarakat kita: Saat ini terdapat masalah-masalah sosial kemasyarakatan di sekitar kita, di mana martabat pribadi manusia kurang dihargai. Kepentingan bersama dikalahkan oleh kepentingan pribadi dan kelompok. Bapa, berkatilah masyarakat kami agar selalu peka terhadap keprihatinan kemanusiaan secara lebih luas dibandingkan dengan kepentingan pribadi dan golongan. Tumbuhkanlah kesadaran dalam masyarakat kami akan pentingnya kerukunan dan kebersamaan dalam menjalani kehidupan di zaman ini. Marilih kita mohon,…

U : Kabulkanlah doa kami ya Tuhan…

L  : Bagi para orang tua: Para orang tua zaman ini menghadapi tantangan berat dalam tugas dan tanggung jawab mendidik serta mempersiapkan masa depan anak-anak mereka. Bapa, terangilah para orang tua dengan Sabda-Mu dan teguhkanlah iman mereka agar dengan tekun dan setia mengusahakan dan memilih lingkungan pendidikan yang baik bagi anak-anak mereka. Semoga masa depan mereka dan bumi seisinya semakin sesuai dengan kehendak-Mu. Marilah kita mohon,…

L : Bagi kita sendiri. Kita memerlukan keyakinan akan kasih setia Tuhan yang senantiasa dilimpahkan kepada kita dan memampukan kita melaksanakan tugas perutusan kita dengan penuh iman. Bapa, bukalah hati kami, agar kami semakin meyakini penyertaan-Mu dalam kehidupan kami dan mampu melaksanakan tugas perutusan kami dengan penuh tanggung jawab. Marilah kita mohon,..

I : Bapa Yang Mahabaik, atas nama-Mu kami berkumpul. Dengarkanlah doa-doa permohonan kami, dan bersabdalah dengan kekuasaan-Mu dalam hidup kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

DOA PERSEMBAHAN:

Ya Allah, terimalah persembahan ini yang kami unjukkan sebagai ungkapan syukur karena boleh mengalami pemenuhan janji keselamatan-Mu dalam diri Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan dan Pengantara kami. Amin

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 34:6

Tunjukkanlah pandanganmu kepada Tuhan maka wajahmu akan berseri-seri dan tidak akan malu tersipu-sipu.

DOA PENUTUP:

Marilah berdoa: Ya Allah, kami bersyukur atas Ekaristi ini. Berilah kami kekuatan untuk melaksanakan Sabda-Mu, terutama dalam membangun persekutuan dan pertobatan sehingga berwujudlah Kerajaan-Mu di tengah-tengah kami, sampai kami menerima kepenuhannya di surga. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami.. Amin

DOWNLOAD AUDIO RESI: