Minggu, 02 Januari 2022 – Hari Raya Penampakan Tuhan

Posted on

Renungan Iman Katolik

Rm. YAM. Fridho Mulya SCJ Dari Komunitas Skolastikat SCJ Yogyakarta Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mal. 3:1; 1Taw. 19:12

Lihatlah! Tuhan, Sang Penguasa telah datang; dalam tangan-Nya kerajaan, kekuasaan, dan pemerintahan.

PENGANTAR:

Teladan para sarjana dari Timur membuka jalan bagi kita. Mereka telah datang mencari bayi Yesus dengan hati yang gembira. Perjalanannya dilalui bukan tanpa kesalahan, namun mereka tetap yakin akan kemuliaan Tuhan yang akan disembahnya itu. Melalui tanda-tanda yang dapat mereka tangkap, sampailah mereka di hadapan Sang Timur. Hati mereka merasa bahagia. Dipersembahkannya emas, kemenyan, dan mur sebagai lambang serah diri dan sembah yang tulus kepada Yesus Sang Almasih. Semoga seluruh umat semakin mengalami kemuliaan Tuhan seperti para sarjana dari Timur ini.

PERNYATAAN TOBAT:

I : Tuhan Yesus Kristus, Engkaulah Raja Damai, yang memanggil para sarjana dari Timur dengan cahaya bintang-Mu. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Raja Damai, yang memanggil kami dari kegelapan dengan cahaya-Mu. Kristus, kasihanilah kami.

U : Kristus, kasihanilah kami.

I : Engkaulah Raja damai, yang menghendaki semua bangsa bergabung dalam perarakan menuju cahaya abadi. Tuhan, kasihanilah kami.

U : Tuhan, kasihanilah kami.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: (hening sejenak) Ya Allah, pada hari ini dengan bimbingan bintang Engkau telah mewahyukan Putra Tunggal-Mu kepada bangsa-bangsa. Kami mohon, semoga kami yang telah mengenal Engkau dalam iman kelak kelak Engkau perkenankan memandang wajah-Mu dalam kemuliaan. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Yesaya 60:1-6

“Kemuliaan Tuhan terbit atasmu.”

Beginilah kata nabi kepada Yerusalem: Bangkitlah, menjadi teranglah, sebab terangmu datang, dan kemuliaan Tuhan terbit atasmu. Sebab sesungguhnya, kegelapan menutupi bumi, dan kekelaman menutupi bangsa-bangsa; tetapi terang Tuhan terbit atasmu, dan kemuliaan-Nya menjadi nyata atasmu. Bangsa-bangsa berduyun-duyun datang kepada terangmu, dan raja-raja menyongsong cahaya yang terbit bagimu.Angkatlah mukamu dan lihatlah ke sekeliling! Mereka semua datang berhimpun kepadamu; anak-anakmu laki-laki datang dari jauh, dan anak-anakmu perempuan digendong. Melihat itu, engkau akan heran dan berseri-seri, engkau akan tercengang dan berbesar hati sebab kelimpahan dari seberang laut akan beralih kepadamu, dan kekayaan bangsa-bangsa akan datang kepadamu.Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur Tuhan.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 72:1-2.7.8.10-11.12-13

Ref. Segala ujung bumi melihat keselamatan yang datang dari Allah kita.

  1. Ya Allah berikanlah hukum-Mu kepada Raja dan keadilan-Mu kepada putera raja! Kiranya ia mengadili umat-Mu dengan keadilan dan menghakimi orang-orang-Mu yang tertindas dengan hukum.

  2. Kiranya keadilan berkembang dalam zamannya dan damai sejahtera berlimpah, sampai tidak ada lagi bulan! Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari Sungai Efrat sampai ke ujung bumi.

  3. Kiranya raja-raja dari Tarsis dan pulau-pulau membawa persembahan -persembahan. Kiranya raja-raja dari Syeba dan Seba menyampaikan upeti. Kiranya semua raja sujud menyembah kepada-Nya, dan segala bangsa menjadi hamba-Nya!

  4. Sebab ia akan melepaskan orang miskin yang berteriak minta tolong, ia akan membebaskan orang tertindas, dan orang yang tidak punya penolong; ia akan sayang kepada orang lemah dan orang miskin, ia akan menyelamatkan nyawa orang papa.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus 3:2-3a.5-6

“Rahasia Kristus kini telah diwahyukan dan para bangsa menjadi pewaris perjanjian.”

Saudara-saudara, kamu telah mendengar tentang tugas penyelenggaraan kasih karunia Allah yang telah dipercayakan kepadaku demi kamu, yakni bagaimana rahasianya telah dinyatakan kepadaku melalui wahyu. Pada zaman angkatan-angkatan dahulu rahasia itu tidak diberitakan kepada umat manusia, tetapi sekarang dinyatakan dalam Roh kepada para rasul dan nabi-Nya yang kudus. Berkat pewartaan Injil, orang-orang bukan Yahudi pun turut menjadi ahli waris, menjadi anggota-anggota tubuh serta peserta dalam janji yang diberikan Kristus Yesus.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya
S :  (Mat 2:2, 2/4) Kami telah melihat bintang Tuhan, terbit di ufuk timur, dan kami datang menyembah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 2:1-12

“Kami datang dari timur untuk menyembah Sang Raja.”

Bacaan, Mazmur Tanggapan dan Renungan Harian Katolik: Minggu, 05 Januari 2020 – Mirifica News

Pada zaman pemerintahan raja Herodes, sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea, datanglah orang-orang majus dari timur ke Yerusalem. Mereka bertanya-tanya, “Dimanakah Raja Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di ufuk timur dan kami datang untuk menyembah Dia.” Mendengar hal itu, terkejutlah Raja Herodes beserta seluruh Yerusalem. Maka dikumpulkannya semua imam kepala dan ahli Taurat bangsa Yahudi, lalu dimintanya kete-rangan dari mereka, di mana Mesias akan dilahirkan. Mereka berkata kepadanya, “Di Betlehem di tanah Yudea, karena beginilah ada tertulis dalam kitab nabi: Dan engkau, Betlehem di tanah Yehuda, engkau sekali-kali bukanlah yang terkecil di antara mereka yang memerintah Yehuda karena dari padamulah akan bangkit seorang pemimpin, yang akan menggembalakan umat-Ku Israel.” Lalu dengan diam-diam Herodes memanggil orang-orang majus itu, dan dengan teliti bertanya kepada mereka kapan bintang itu nampak. Kemudian ia menyuruh mereka ke Betlehem, katanya, “Pergilah, dan selidikilah dengan saksama hal-ikhwal Anak itu! Dan segera sesudah kamu menemukan Dia, kabarkanlah kepadaku, supaya aku pun datang menyembah Dia.” Setelah mendengar kata-kata Raja Herodes, berangkatlah para majus itu. Dan lihatlah, bintang yang mereka lihat di timur itu mendahului mereka hingga tiba dan berhenti di atas tempat di mana Anak itu berada. Melihat bintang itu, sangat bersukacitalah mereka. Maka masuklah mereka ke dalam rumah itu, dan melihat Anak itu bersama Maria, ibu-Nya. Lalu mereka sujud menyembah Dia. Mereka pun membuka tempat harta bendanya, dan mempersembahkan persembahan kepada Anak itu, yaitu emas, kemenyan dan mur. Kemudian, karena diperingatkan dalam mimpi supaya jangan kembali kepada Herodes, mereka pun pulang ke negerinya lewat jalan lain.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBACAKAN OLEH Rm. Y.A.M. Fridho Mulya SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Jumpa dengan saya Rm. Y.A.M Fridho Mulya SCJ dari Komunitas Sementara Scolastikat SCJ, Yogya dalam RESI (Renungan Singkat) hari ke-dua Minggu, 2 Januari 2022. Selamat Tahun Baru dan Hati Yesus menjiwai Anda sekalian.

Para Pendengar Resi, di manapun Anda berada, pada hari Raya Penampakan Tuhan, kita mendengarkan kisah Yesus melalui  Injil Mat. 2:1-12: Orang-orang majus dari Timur.

Para Pendengar Resi di manapun berada, kita baru merayakan saling ucapkan selamat Natal, kelahiran Tuhan Yesus di Betlekhem. Kelahiran Sang Raja Damai membawa kegembiraan-kedamaian luar biasa. Secara pribadi saya mengalami semuanya itu. Kegembiraan – kedamaian itu dikuatkan boleh keterlibatan dalam Perayaan Ekaristi Natal (on line atau off line),  menerima ucapan Natal dengan berbagai variasi, ada yang langsung meski sedikit bersalaman, melalui WashApp dalam bentuk gambar, kata-kata, video, tik-tok pantun, mendengar lantunan lagu-lagu Natal baik yang sudah tersimpan dalam flasdish maupun stel langsung yang tersedia di youtube atau MP.3 atau MP.4, ditambah lagi ucapan Natal yang membuat “ayem” bangsa Indonesia dari Bp. Jokowi, Presiden kita, kunjungan beberapa pejabat negara ke Gereja-gereja, antara lain Menteri Agama RI, Bp. Yaqut Cholil Qoumas ke Katedral Kristus Raja Tanjungkarang.  Semua membuat hati ini gembira dan damai, dan sungguh kita merasakan dan mengalami cinta kasih Kristus menggerakkan persaudaraan antar kita antar umat manusia.  Kegembiraan – kedamaian dialami keluarga, banyak orang, seluruh dunia dan siapa saja yang terbuka pikiran dan hatinya. Luar biasa kelahiran Yesus pembawa kasih sungguh menggerakkan persaudaraan.

Kegembiraan – kedamaian itu sudah di dialami sejak minggu-minggu pertama kelahiran Tuhan Yesus. Para Majus (ahli perbintangan) Baltasar, Melkior, Gaspar yang disebut orang-orang bijak, Raja-raja dari Timur, juga terkena kewibawaan Sang Bayi Kecil. Dari tempat yang begitu jauh mencari, dituntun oleh bintang (sekarang GPS, Global Positioning System), berjalan menghadapi dan melalui berbagai rintangan, bertanya, bahkan dengan tulus bertanya kepada Raja Herodes, akhirnya bertemu dengan Sang Raja Damai, “Anak itu bersama Maria ibuNya.” Saat bertemu, mereka bersembah sujud, berlutut, menundukkan kepala, dengan rendah hati mengakui kekecilan, ketidak berdayaannya sebagai raja berhadapan dengan Sang Raja Damai. Merekapun membuka tempat harta bendanya dan mempersembahkan persembahan kepada-Nya, yang sekaligus menjadi pralambang, yaitu emas melambangkan Yesus adalah Raja Agung, Raja semesta alam, kemenyan lambang Yesus adalah Imam Agung yang mengepulkan pedupaan persembahan diri Yesus yang senantiasa berhubungan dengan Tuhan, dan mur adalah minyak pengurapan dalam kematian Yesus menebus dosa manusia.

Para Pendengar Resi, kita bukan Raja dari Timur, tetapi kita raja bagi diri sendiri, pemimpin diri mencari Sang Raja Damai. Dalam pencarian kita dituntun oleh GPS kita, hati nurani yang diterangi bintang Roh Kudus yang terus menngarahkan hidup kepada Dia. Meski ada rintangan, tidak surut dalam pencarian, kita sudah, sedang dan akan bertemu Anak, Kristus Yesus, bukan dalam palungan di kandang hewan, bertemu Kristus dalam tabernakel, dalam Ekaristi. Saat kita dalam Ekaristi menerima Tubuh Kristus dan bersembah sujud kepada Kristus yang tersimpan dan terbaring dalam tabernakel. Inilah perwujudan krongkrit Emmanuel, Allah beserta Kita. Ketika kita bertemu Dia, hati kita berbunga-bunga penuh kegembiraan dan tentu sebagaimana para Majus mempersembahkan harta milik mereka, kita mempersembahkan apa. Mempersembahkan apa yang kita miliki, diri kita, kita persembahkan, biarlah menjadi kediaman Roh Kudus. Kita berserah padaNya, biarlah diri kita dituntun, dibimbing memasuki dan menjalani tahun 2022. Kita memang tidak tahu apa akan terjadi di 2022, ibarat memasuki lorong yang ujungnya jauh di sana.  Kita berjalan bersama Tuhan. Dalam Tuhan kita selamat.

DOA UMAT:

I : Allah Bapa Yang Mahakuasa telah menghalau kegelapan hidup kita dengan mengutus Terang Sejati, yakni Yesus Kristus, Putra-Nya. Kini marilah kita ungkapkan doa-doa kita sebagai wujud syukur atas cinta kasih-Nya yang menyelamatkan.

L : Bagi para misionaris di seluruh dunia: Allah Bapa Mahakudus, curahkanlah Roh Kudus kepada para misionaris agar mereka sungguh mampu mewartakan Kabar Sukacita keselamatan dengan iman yang teguh, pengharapan yang tak pernah habis, serta kasih yang menyala-nyala hingga akhirnya menghasilkan buah berlimpah sesuai kehendak-Mu. Marilah kita mohon,..

L : Bagi para pejabat pemerintahan: Allah Bapa Mahabijaksana, terangilah hati dan budi para pejabat pemerintahan sehingga mereka semakin menyadari bahwa jabatan yang mereka miliki adalah tugas perutusan untuk mengabdi masyarakat. Marilah kita mohon, …

L : Bagi mereka yang dengan diam-diam meninggalkan Gereja: Allah Bapa Maharahim, tuntunlah mereka kembali ke arah bintang keselamatan yang sejati, Tuhan Yesus Kristus sendiri, yang bersinar pada jiwa-jiwa sederhana, yakni para saksi Injil-Mu. Semoga kami pun semakin tergerak untuk hidup yang lebih sesuai dengan Injil sehingga menjadi cahaya bintang bagi mereka. Marilah kita mohon, …

L : Bagi kita di sekitar altar ini: Allah Bapa Mahasetia, semoga di tengah zaman yang kian cepat berubah dan penuh tantangan ini kami tergerak untuk berani terlibat berbagi bakat, memperjuangkan kebenaran Injil sebagaimana para sarjana, mencari cahaya yang dibawa Penyelamat kami. Marilah kita mohon,…

I : Allah Bapa di surga, sumber cahaya iman, kami bersyukur atas tanda-tanda cinta kasih-Mu yang telah kami terima. Namun, kami mohon janganlah meninggalkan kami, tetapi siapkanlah kami untuk kebahagiaan tetap dalam diri Kristus Yesus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN:

Ya Allah, pandanglah dengan rela kami, umat-Mu, yang mempersembahkan bukan lagi emas, dupa, dan mur, melainkan Dia, yang dalam persembahan ini dimaklumkan, dikurbankan, dan disambut: Dialah Yesus Kristus, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin

ANTIFON KOMUNI – Bdk. Mat. 2:22

Kami telah melihat bintang-Nya di timur dan kami datang dengan persembahan untuk menyembah Tuhan.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Ya Allah, dengan terang surgawi berjalanlah di depan kami selalu dan di mana pun. Semoga dengan pandangan yang jernih dan kasih yang pantas kami mampu melihat dan menyambut misteri yang kami rayakan ini sesuai dengan kehendak-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami, yang hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

text

Gravatar Image
Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...