Senin, 27 Desember 2021- Pesta St. Yohanes, Rasul, Penginjil (Hari Ketiga dalam Oktaf Natal)

Posted on

Renungan Iman Katolik

Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Gisting Lampung – Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA

Yohanes inilah yang duduk di sisi Yesus waktu pertemuan. Bahagialah rasul ini, sebab rahasia surgawi diwartakannya ke seluruh dunia.

Renungan Pagi : Kamis, 27 Desember 2018 Pesta St. Yohanes, Rasul, Penginjil (Hari Kamis Dalam Oktaf Natal)

PENGANTAR

Tiada orang yang sanggup mengatakan cinta kasih Yeseus kepada kita dengan kata-kata yang indah dan mesra seperti Yohanes, yang menghayati benar kata-kata itu. Cinta kasihnya sendiri menyebabkan dia mendapat tempat khusus di antara teman-teman rasul. Injil dan surat-suratnya merupakan suatu renungan kembali tentang peristiwa-peristiwa terpenting di dalam sejarah umat manusia, sehingga harapan kita akan hidup kekal beralasan.

KEMULIAAN

DOA PEMBUKA

Marilah berdoa : Allah Bapa yang mahaluhur, Engkau mewahyuhkan rahasia agung Sabda-Mu dengan perantara rasul-Mu Santo Yohanes. Terangilah kiranya budi kami, agar sanggup memahami ajaran luhur yang diwariskan kepada kami. Demi Yesus Kristus,..

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 1:1-4

“Apa yang telah kami lihat dan kami dengar, itulah yang kami tuliskan kepada kamu.”

Saudara-saudara terkasih, apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar dan kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan, dan kami raba dengan tangan kami; yakni firman hidup, itulah yang kami tuliskan kepada kamu. Hidup telah dinyatakan, dan kami telah melihatnya! Dan sekarang kami bersaksi serta memberitakan kepada kamu tentang hidup kekal, yang ada bersama-sama dengan Bapa, dan yang telah dinyatakan kepada kami. Apa yang telah kami lihat dan kami dengar itu, kami beritakan kepada kamu juga, supaya kamu pun beroleh persekutuan dengan kami. Dan persekutuan kami adalah persekutuan dengan Bapa dan dengan Anak-Nya, yakni Yesus Kristus. Semuanya ini kami tuliskan kepada kamu, supaya sukacita kami menjadi sempurna.

Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 97:1-2.5-6.11-12

Ref. Segala bangsa bertepuk tanganlah berpekiklah untuk Allah raja semesta.

  1. Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersorak-sorai, biarlah banyak pulau bersukacita. Awan dan kekelaman ada di sekeliling-Nya, keadilan dan hukum adalah tumpuan takhta-Nya.

  2. Gunung-gunung luluh laksana lilin di hadapan Tuhan, di hadapan Tuhan semesta alam. Langit memberitakan keadilan-Nya dan segala bangsa melihat kemuliaan-Nya.

  3. Terang sudah terbit bagi orang benar, dan sukacita bagi orang-orang yang tulus hati. Bersukacitalah karena Tuhan, hai orang-orang benar, dan nyanyikanlah syukur bagi nama-Nya yang kudus.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya.
S : Allah, Tuhan kami, Engkau kami puji dan kami muliakan, kepada-Mu paduan para rasul bersyukur.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Yohanes 20:2-8

“Murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur.”

Pada hari Minggu Paskah, setelah mendapati makam Yesus kosong, Maria Magdalena berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus. Ia berkata kepada mereka, “Tuhan telah diambil orang dari kuburnya, dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan.” Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat daripada Petrus, sehingga ia lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka tibalah Simon menyusul dia, dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain, dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu; ia melihatnya dan percaya.
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Melihat dan Percaya

Ada tiga tokoh penting dalam perikopa hari ini: Maria Magdalena, Simon, dan murid yang dikasihi. Mereka adalah orang-orang pertama yang menyaksikan makam dimana Yesus dikuburkan telah kosong. Kesamaan ketiganya adalah mereka melihat itu dengan mata kepala mereka sendiri. Dan memang sungguh terjadi bahwa makam Yesus sudah kosong.

Lalu yang membedakan ketiganya adalah apa yang mereka tangkap dari penglihatan itu. Yang dilihat sama persis, namun yang ditangkap sama sekali tidak sama. Maria Magdalena setelah melihat makam kosong menyimpulkan bahwa jenazah Yesus dicuri orang. Maka kemudian dia melapor kepada para murid. Simon Petrus setelah melihat makam kosong, kemudian dia berhenti, meneliti, merenung, dan bertanya-tanya ‘apa yang terjadi?’. Sementara murid yang dikasihi, dia melihat persis yang dilihat oleh Magdalena dan Simon, tetapi dia punya kesimpulan yang berbeda, yakni PERCAYA.

Masih dalam oktaf natal, kita memperingati Pesta st. Yohanes Rasul. Diyakini oleh Gereja bahwa murid yang dikasihi dalam perikopa hari ini adalah Yohanes. Yohaneslah yang pertama kali melihat dan sekaligus percaya. Apa yang ia percayai? Yang ia percayai adalah apa yang dikatakan dan diajarkan oleh Yesus tentang kebangkitan pada hari ketiga.

Inilah salah satu warisan iman otentik dari pengalaman rohani Yohanes Rasul. Dia memberi kesaksian bukan berdasarkan cerita dari orang lain, tetapi ia memberi kesaksian tentang Kristus dari pengalaman pribadinya. Intimitas dengan pribadi Yesus menjadi modal besar bagi Yohanes untuk mampu segera percaya setelah melihat apa yang terjadi.

Kiranya inilah makna mendalam Natal bagi kita. Natal menjadi pengalaman personal akan Yesus yang hadir dalam diri kita. Dia yang datang dalam rupa bayi manusia mengajak kita untuk mampu memandang dan percaya kepadanya. Buah dari kepercayaan ini adalah kesaksian. Kesaksian itulah ranah hidup kita saat ini. Maka entah dirayakan dengan meriah atau tidak meriah, natal tidak pernah kehilangan makna sukacita dan damainya. Sukacita dan damai tidak identic dengan keramaian dan sorak sorai.

Setiap orang mampu memberi kesaksian tentang Kristus yang hadir di tengah kita. Seperti Yohanes, kesaksian yang kita wartakan adalah hasil dari pengalaman perjumpaan pribadi dengan-Nya. Hasil dari perjumpaan itu adalah apa yang disebut Yohanes dengan kasih. Maka panggilan kita adalah hidup dalam, dari, dan untuk KASIH. Hidup dalam masa pandemic tidak pernah menghalangi kita untuk bisa merasakan dan berbagi kasih. Hidup dalam kasih tidak menjanjikan kita terlepas dari berbagai tantangan hidup. Yang dijanjikan kasih adalah damai, sukacita, dan pengampunan.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa yang mahamulia, sucikanlah kiranya persembahan kami ini. Dalam perjamuan cinta kasih Putera-Mu. Engkau mewahyukan rahasia agung Sabda kekal kepada rasul-Mu Santo Yohanes. Semoga kami pun menimba rahasia itu dari perjamuan yang kami rayakan ini. Demi Kristus,…

PREFASI NATAL:

ANTIFON KOMUNI – Yoh 1:14.16

Sabda menjadi manusia lemah dan tinggal di antara kita. Dari kelimpahan-Nya semua telah menerima.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, menurut ungkapan Rasul Santo Yohanes Sabada menjadi manusia lemah, Maka kami mohon kepada-Mu, semoga itu tinggal di antara kami berkat ekaristi yang kami rayakan ini. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

text

Gravatar Image
Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...