Selasa, 14 Desember 2021 – Peringatan Wajib St. Yohanes dari Salib, Imam dan Pujangga Gereja

Posted on

Renungan Iman Katolik

Rm. Petrus Haryanto SCJ dari Komunitas SCJ Seminari Menengah St. Paulus Palembang Indonesia

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Gal 6:14

Tiada yang kubanggakan, selain salib Tuhan kita Yesus Kristus. Sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia.

PENGANTAR:

Melaksanakan pembaharuan betapapun mendesaknya, memerlukan banyak kesabaran,toleransi dan keberanian.Yohanes dari Salib, seorang Karmelit, melihat bahwa ordonya mulai menyimpang dari garis dasarnya. Karena mau menyelamatkan, ia segera bertindak. Tetapi orang salah faham dan ia ditangkap. Di dalam kesunyian selnya ia menulis pandangan rohaninya. Bagi orang-orang kontemplatif tulisan-tulisannnya menjadi pedoman di jalan yang jauh dan sukar menuju kesempurnaan. Ia disebut sebagai ‘Guru Mistik’

DOA PEMBUKA: 

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahamulia, Santo Yohanes, imam-Mu, telah mengingkari diri dan amat mencintai salib Kristus. Semoga kami mengikuti teladannya, agar Kau perkenankan memandang kemuliaan-Mu yang kekal. Demi Kristus…

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Zefanya 3:1-2.9-13

“Keselamatan dijanjikan kepada semua orang yang hina dina.”

Beginilah firman Tuhan, “Celakalah si pemberontak dan si cemar, kota yang penuh penindasan! Ia tidak mau mendengarkan teguran siapapun dan tidak memedulikan kecaman. Ia tidak percaya kepada Tuhan dan tidak menghadap Allahnya. Tetapi Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yakni bibir yang bersih, supaya mereka sekalian menyerukan nama Tuhan dan bersama-sama beribadah kepada-Nya. Orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan datang dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia dan membawa persembahan kepada-Ku. Pada hari itu, engkau tidak akan mendapat malu karena segala perbuatan durhaka yang kaulakukan terhadap-Ku. Sebab pada waktu itu Aku akan menyingkirkan dari padamu orang-orangmu yang angkuh dan congkak, dan engkau takkan menyombongkan diri lagi di gunung-Ku yang kudus. Di tengah-tengahmu akan Kubiarkan hidup suatu umat yang rendah hati dan lemah, yang akan mencari perlindungan pada nama Tuhan. Mereka itulah sisa Israel. Mereka tidak akan melakukan kelaliman atau berbicara bohong. Dalam mulut mereka tidak akan terdapat lidah penipu. Sebaliknya seperti kawanan domba mereka akan merumput dan berbaring dengan tenang, dan tidak ada orang yang mengganggu mereka lagi.”
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 34:2-3.6-7.17-18.19.23

Ref. Tuhan mendengarkan doa orang beriman.

  1. Aku hendak memuji Tuhan setiap waktu; puji-pujian kepada-Nya selalu ada di dalam mulutku. Karena Tuhan jiwaku bermegah; biarlah orang-orang yang rendah hati mendengarnya dan bersukacita.

  2. Tujukanlah pandanganmu kepada-Nya maka mukamu akan berseri-seri, dan tidak akan malu tersipu-sipu. Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya.

  3. Wajah Tuhan menentang orang-orang yang berbuat jahat untuk melenyapkan ingatan akan mereka dari muka bumi. Apabila orang benar itu berseru-seru, Tuhan mendengarkan; dari segala kesesakan mereka Ia lepaskan.

  4. Tuhan itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. Tuhan membebaskan jiwa hamba-hamba-Nya, dan semua yang berlindung pada-Nya tidak akan menanggung hukuman.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : Tuhan, datanglah dan jangan berlambat; ringankanlah beban umat-Ku.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 21:28-32

“Yohanes Pembaptis datang dan orang-orang berdosa percaya kepadanya.”

Yesus berkata kepada imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi, “Bagaimana pendapatmu? Ada orang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada yang sulung dan berkata, ‘Anakku, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini’. Jawab anak itu, ‘Baik, Bapa’. Tetapi ia tidak pergi. Lalu orang itu pergi kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab, ‘Tidak mau’. Tetapi kemudian ia menyesal lau pergi juga. Siapakah di antara kedua orang anak itu yang melakukan kehendak ayahnya?” Jawab mereka, “Yang kedua.” Maka berkatalah Yesus kepada mereka, “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur akan mendahului kalian masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes Pembaptis datang menunjukkan jalan kebenaran kepada kalian, dan kalian tidak percaya kepadanya. Dan meskipun kalian melihatnya, namun kemudian kalian tidak menyesal, dan kalian tidak juga percaya kepadanya.”
Demikian;ah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Petrus Haryanto SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Saudari dan saudaraku, berjumpa kembali dengan saya, Rm Haryanto SCJ dari komunitas SCJ di Seminari Menengah St. Paulus Palembang, Indonesia, dalam RESI – Renungan Singkat Dehonian, edisi Selasa, 14 Desember 2021.

Sabda Tuhan yang baru saja kita baca dan kita dengarkan mengetengahkan kepada kita, para pendengarnya dua sosok pribadi yang menggambarkan realitas hidup manusia beriman sekarang ini. Perumpamaan yang diangkat ialah sikap dari kakak beradik dalam menanggapi perintah ayah mereka. Si anak sulung menjawab ‘Ya’ tetapi tidak melaksanakannya. Sementara anak yang bungsu menjawab ‘Tidak’ tetapi menyesal dan melaksanakannya. Memang idealnya anak menjawab: Ya dan melaksanakannya.

Tekanan dari perumpamaan di sini bukan pada soal anak sulung atau anak bungsu, melainkan dua model manusia yaitu: yang selalu berkata “ya” tetapi tidak pernah melakukannya dan model manusia yang berkata “tidak” kemudian menyesal dan menjalankannya.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih. Ketika kita sebagai manusia yang berkata “ya”, bisa jadi dalam hati tidak mau melaksanakan – mungkin karena sulit, atau sudah capai, atau sangat berat, dst. Atau berkata “tidak”, tetapi bisa jadi melaksanakannya karena mungkin keterpaksaan, merasa tidak enak, tidak mau dipandang orang yang malas, dst. Keduanya sama, manusia pada dasarnya mau yang enak-enak saja, yang mudah, yang tidak beresiko, dst. Itulah indikator-indikator kecil sifat manusia berdosa; sifat-sifat yang membuat manusia menjadi mati rasa, mati kreatifitas berpikir, mati kreatifitas bertindaknya.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih. Dalam akhir perumpamaan tersebut Yesus bertanya: “Siapakah dari antara dua orang ini yang melakukan kehendak bapa-Nya?” Lalu mereka menjawab, “Yang terakhir”. Dan Yesus mengatakan apa? “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan perempuan-perempuan sundal atau pelacur akan mendahului kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah”.

Melalui pertanyaan – “Siapakah dari antara dua orang ini yang melakukan kehendak bapa-Nya?” – Yesus mengajak orang-orang yang mendengarkannya (para imam kepala, para pemuka jemaat, para pemungut cukai, para perempuan sundal dan orang-orang berdosa lainnya, juga kita semua), untuk berpikir secara jernih dan benar. Karakter macam apa yang sebenarnya Allah inginkan dari orang-orang yang mendengarkan Sabda-Nya? Jawabannya ialah bukan orang-orang yang sekedar mendengarkan Sabda Tuhan. Bukan pula orang yang sekedar menganggap Sabda Tuhan itu benar. Tetapi yang terpenting dari semuanya itu adalah orang itu melakukan kebenaran Sabda Tuhan tersebut.

Penginjil Matius menggarisbawahi mereka yang dulunya digolongkan sebagai orang-orang berdosa sekarang ini sudah masuk dalam proses pembelajaran mengenal Allah dengan berupaya atau berusaha untuk hidup taat dan setia melakukan kehendak-kehendak-Nya.

Pendengar RESI Dehonian yang terkasih. Melaksanakan perintah Allah bukan hanya dengan konsep dan kata-kata, tetapi melalui pengorbanan, dengan sikap hati dan tindakan nyata dalam kehidupan kita sehari-hari. Dengan kata lain, kita bukan hanya berbicara tentang kasih, tetapi kita harus hidup atau menghidupi kasih itu sendiri. Tuhan menuntut kita: berani membayar harga atau berani berkorban sehingga akhirnya kita benar-benar mengerti betapa penting dan perlunya: kerja keras, suatu tantangan berat, juga kualitas usaha dan perjuangan yang riel dalam hidup kita sehari-hari.

Santo Yohanes dari Salib yang kita peringati pestanya hari ini meninggalkan warisan berharga bagi kita semua. Ia telah mengadakan pembaruan hidup rohani dengan menekankan bahwa orang hanya dapat mencapai kesempurnaan hidupnya bila ia menyangkal diri dan mengosongkan diri dari segala yang bukan Tuhan. Bagi Santo Yohanes dari Salib, “Salib menuntun kepada kebangkitan dan penyangkalan diri”.

Menyangkal diri merupakan suatu sikap dari ketetapan hati yang mengasihi Allah. Sikap yang berani berkata tidak terhadap dosa dan segala kehendak atau kesenangan yang bertentangan dengan kehendak Allah. Proses penyangkalan diri selalu melibatkan Allah dan diri kita secara utuh, dan berkat Roh Kudus yang ada dalam hati kitalah, yang membimbing pada kebenaran akan Sabda Tuhan yang terus menerus kita hidupi. Tuhan memberkati niat-niat baik kita. AMIN

DOA PENGANTAR PERSEMBAHAN

Allah Bapa yang mahakuasa, pandanglah kiranya persembahan yang kami unjukkan pada peringatan Santo Yohanes, imam-Mu. Semoga penderitaan Kristus, yang kami kenangkan, juga kami hayati dalam perbuatan. Sebab Dialah,…

ANTIFON KOMUNI – Mat 16:24

Barang siapa ingin menjadi murid-Ku, hendaklah ia menyangkal diri, memangkul salib dan mengikuti Aku.

DOA SESUDAH KOMUNI :

Marilah berdoa : Allah Bapa, naungan dalam penderitaan, Engkau telah menyatakan kekuatan dan keunggulan salib dalam diri Santo Yohanes. Semoga kami dikuatkan oleh kurban salib itu. Sehimgga kami bersatu dengan kristus dan bekerja guna keselamatan semua orang. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

text

Gravatar Image
Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...