Sabtu, 27 November 2021 – Hari Biasa Pekan XXXIV

Renungan Iman Katolik

Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ dari komunitas SCJ Gisting Lampung – Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Daniel 3:82.85

Semua manusia, luhurkanlah Tuhan, pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya. Semua hamba Tuhan, luhurkanlah Dia, pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

PENGANTAR:

Kehadiran Allah di tengah-tengah manusia, bukanlah kehadiran dalam tanda-tanda. Hanya dengan iman kita dapat mendekati Dia. Akhir zaman yang digambarkan Daniel dan oleh Yesus diminta agar diwaspadai, bagi kita seakan-akan sudah ada, namun juga belum ada. Iman kita bukanlah milik kita, tetapi lebih banyak merupakan pergumulan antara percaya dan tidak percaya. ‘Berdoalah, agar kalian dapat bertahan, dan tidak menjadi tumpul karena keprihatinan hidup.’

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami di surga, semoga kami selalu waspada dan siap siaga menerima kedatangan-Mu. Kami mohon, berilah kami Roh-Mu, agar kami dapat mengenal yang Kauutus datang atas nama-Mu, yaitu Yesus Kristus ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Daniel 7:15-27

“Pemerintah, kekuasaan, dan keagungan akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Allah Yang Mahatinggi.”

Aku, Daniel, terharu karena penglihatan yang kualami, dan hatiku sangat gelisah oleh karena penglihatan yang telah kulihat. Maka aku mendekati salah seorang yang berdiri di sana, dan aku minta penjelasan tentang semuanya itu. Maka berkatalah ia kepadaku dan memberitahukan maknanya. “Keempat ekor binatang besar itu ialah empat raja yang akan muncul dari dalam bumi. Sesudah itu orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi akan menerima pemerintahan, dan mereka akan memegang pemerintahan itu sampai selama-lamanya.” Lalu aku ingin mendapat penjelasan tentang binatang yang keempat yang berbeda dengan binatang-binatang lainnya. Binatang itu sangat menakutkan, bergigi besi dan berkuku tembaga. Binatang itu melahap dan meremukkan mangsanya, dan sisanya diinjak-injak dengan kakinya. Aku juga ingin mendapat penjelasan tentang kesepuluh tanduk yang ada pada kepalanya, dan tentang tanduk yang lain, yakni tanduk yang mempunyai mata serta mulut yang menyombong; yang tumbuh sehingga patahlah tiga tanduk terdahulu, serta nampaknya lebih besar dari semua tanduk yang sudah ada. Tanduk itulah yang kulihat berperang melawan orang-orang kudus dan mengalahkan mereka, sampai Yang Lanjut Usia datang dan keadilan diberikan kepada orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi. Dan datanglah waktunya orang-orang kudus itu memegang pemerintahan. Maka demikianlah katanya, “Binatang yang keempat itu ialah kerajaan keempat yang akan ada di bumi, dan yang berbeda dengan segala kerajaan lain; ia akan menelan seluruh bumi, menginjak-injaknya dan meremukkannya. Kesepuluh tanduk itu ialah kesepuluh raja yang muncul dari kerajaan itu. Sesudah mereka akan muncul seorang raja; dia berbeda dengan raja-raja yang dahulu dan akan merendahkan tiga raja. Ia akan mengucapkan kata-kata yang menentang Yang Mahatinggi, dan akan menganiaya orang-orang kudus milik Yang Mahatinggi. Ia berusaha untuk mengubah waktu dan hukum dan mereka akan diserahkan ke dalam tangannya selama satu masa dan dua masa dan setengah masa. Lalu Majelis Pengadilan akan bersidang. Kekuasaan akan dicabut dari raja itu, ia akan dimusnahkan dan dihancurkan sampai lenyap. Maka pemerintahan, kekuasaan dan keagungan semua kerajaan di bawah langit akan diberikan kepada orang-orang kudus, umat Allah Yang Mahatinggi. Pemerintahan mereka adalah pemerintahan yang kekal, segala kekuasaan akan mengabdi dan patuh kepada mereka.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

KIDUNG TANGGAPAN: Daniel 3:82.83.84.85.86.87

Reff: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

  1. Pujilah Tuhan, hai anak-anak manusia.

  2. Pujilah Tuhan, hai umat Israel.

  3. Pujilah Tuhan, hai para imam Tuhan.

  4. Pujilah Tuhan, hai para hamba Tuhan.

  5. Pujilah Tuhan, hai roh dan jiwa orang-orang benar,

  6. Pujilah Tuhan, hai semua yang mursid dan rendah hati.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (Luk 21:36) Berjaga-jaga dan berdoalah selalu, agar kalian layak berdiri di hadapan Anak Manusia.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 21:34-36

“Berjaga-jagalah agar kalian terluput dari malapetaka yang terjadi.”

Pada waktu itu Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba datang jatuh ke atas dirimu seperti suatu jerat. Sebab ia akan menimpa semua penduduk bumi ini. Berjaga-jagalah senantiasa, sambil berdoa, agar kalian mendapat kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan agar kalian tahan berdiri di hadapan Anak Manusia.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Yohanes Dwi Wicaksono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

‘Menyalakan lilin itu lebih mudah dari pada menjaga lilin itu supaya terus bernyala’. Ungkapan ini kiranya banyak benarnya. Untuk menyalakan ilin, kita bisa melakukannya dengan mudah. Namun untuk menjaga lilin itu terus bernyala, diperlukan tenaga, waktu, dan perhatian yang lebih extra dari diri kita. Demikian juga seperti dalam hidup panggilan sebagai imam biarawan biarawat dan berkeluarga. Menjaga hidup rumah tangga membutuhkan waktu yang jauh belih panjang dan extra tenaga dibandingkan dengan upacara perkawinannya. Perayaan perkawinan hanya berlangsung beberapa jam, mungkin satu hari dan selesai. Menjaga hidup perkawinan harus dilakukan sepanjang hidup.

Injil hari ini mengingatkan kita tentang menjaga dan memelihara. Dua kata kunci yang bisa kita renungkan: ‘jagalah dirimu’ dan ‘berjaga-jagalah’. ‘Jagalah dirimu’ menampilkan unsur pemeliharaan yang selalu diperlukan dalam semua dimensi. Bahkan, ‘menjaga’ menjadi bagian dari tindakan Allah dalam seluruh proses penciptaan dan penyelamatan. Dengan demikian, tindakan kita untuk menjaga dan memelihara adalah bagian dari tindakan ilahi.

Ajakan ‘menjaga’ erat kaitannya dengan soal sesuatu yang sudah kita miliki. Kita tidak berangkat dari ketidapunyaan, tetapi pada dasarnya kita sudah memiliki anugerah keselamatan. Karena sudah memiliki itu, maka kita punya panggilan untuk menjaga dan memeliharanya. Secara spesifik yang diminta dari kita adalah ‘hatimu jangan sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi’. Pastilah tidak susah untuk mengerti hal ini. Namun demikian, kencenderungan manusiawi kita justru berkehendak untuk mengadakan dan mencari situasi pesta pora.

Sementara ‘berjaga-jagalah’ mengandaikan kita tidak tahu persis apa yang akan terjadi di depan kita. Karena tidak mengetahui, maka kita perlu selalu waspada dan berjaga karena ada banyak hal yang bisa mengalihkan focus dan perhatian kita. Maka unsur penting dari berjaga-jaga adalah berdoa. Tanpa usur ini, bisa jadi kita justru mencari keramaian pesta pora, atau justru terjadi kekosongan diri. Berjaga dalam doa memampukan kita untuk kuat bertahan dan berdiri dalam iman.

Warta gembira hari ini mengajak kita untuk menyadari rahmat keselamatan yang sudah kita terima lewat Salib Kristus. Panggilan kita adalah untuk memelihara rahmat itu supaya terus menjadi milik kita. Karena ada begitu banyak godaan, kita diajak untuk berjaga-jaga dalam doa.

Mari mohon rahmat Tuhan supaya kita mampu berjalan bersama-Nya. Berjalan bersama-Nya memampukan kita untuk melihat dengan jelas, memilih jalan yang tidak berlobang, menghindari bahaya ranting di depan mata, bisa berhenti di waktu dan saat yang tepat, tidak terperosok dalam jurang yang salam.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami yang mahamulia, semoga roti anggur ini Kauberkati serta Kaujadikan pertanda kehadiran-Mu di tengah-tengah kami. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 21:36

Berjaga-jagalah dan berdoalah selalu, supaya kamu pantas menghadap Putra Manusia.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, kami hidup di dunia yang terpecah belah oleh perselisihan. Di jalan kami menghadapi hati yang cemas, putus asa. Perkenankanlah kami menghindari kegelapan itu, agar apabila Putra Manusia datang lagi, Ia dapat menemukan iman di tengah-tengah kami. Demi ….

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

 

text

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.