Kamis, 25 November 2021 – Hari Biasa Pekan XXXIV

Renungan Iman Katolik

Rm. V. Teja Anthara SCJ dari Komunitas SCJ R.R. La Verna Padang Bulan Pringsewu Lampung Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Daniel 3:74

Pujilah Tuhan, hai seluruh bumi! Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

PENGANTAR

Nubuat-nubuat tentang akhir zaman amat tidak jelas. Dua hal yang pasti: Yesus, Putra Manusia, adalah Penguasa masa depan, dan segala sesuatu akan terpenuhi pada saat kedatangan-Nya. Seluruh sejarah dan juga hidup kita berjalan menuju masa depan itu. Dan kita mempunyai tugas tertentu. Siapa pun dapat bekerja sama, agar segalanya berjalan baik.

DOA PEMBUKA

Marilah bedoa: Allah Bapa kami di surga sumber cahaya cemerlang dalam penderitaan dan kegelapan Engkau menghendaki memancarkan cahaya dan memberikan hiburan lewat Yesus, Putra Manusia. Kami mohon, semoga kami selalu terbuka untuk menerima sabda-Nya. Sebab Dialah Putra-Mu ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Nubuat Daniel 6:12-28

“Allah telah mengutus malaikat-Nya dan mengatupkan mulut singa-singa.”

Sekali peristiwa para pegawai Raja Darius masuk ke kamar Daniel, dan mendapati Daniel sedang berdoa dan bermohon kepada Allahnya. Maka mereka menghadap raja dan menanyakan kepada raja, “Bukankah Tuanku mengeluarkan suatu perintah, supaya setiap orang yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada salah satu dewa atau manusia selain kepada Tuanku, akan dilemparkan ke dalam gua singa?” Raja menjawab, “Memang! Perkara itu sudah pasti, menurut undang-undang orang Media dan Persia yang tidak dapat dicabut kembali.” Lalu mereka berkata kepada raja, “Daniel, salah seorang buangan dari Yehuda, tidak mengindahkan Tuanku, ya Raja. Ia tidak mengindahkan larangan yang Tuanku keluarkan, tetapi tiga kali sehari ia mengucapkan doanya.” Mendengar hal itu sangat sedihlah raja, dan ia mencari jalan untuk melepaskan Daniel. Bahkan sampai matahari terbenam, ia masih berusaha untuk menolongnya. Tetapi para pegawai itu bergegas-gegas menghadap raja serta berkata kepadanya, “Ketahuilah, ya Raja, bahwa menurut undang-undang orang Media dan Persia tiada larangan atau penetapan yang dikeluarkan raja dapat diubah.” Sesudah itu raja memberi perintah; lalu diambillah Daniel dan dilemparkan ke dalam gua singa. Berbicaralah raja kepada Daniel, “Allahmu yang kausembah dengan tekun, Dialah kiranya yang akan melepaskan dikau!” Lalu dibawalah sebuah batu dan diletakkan pada mulut gua itu. Raja mencap batu itu dengan cincin meterainya dan dengan cincin meterai para pembesarnya, supaya dalam perkara Daniel tidak diadakan perubahan apa-apa. Lalu pergilah raja ke istananya dan berpuasalah ia semalam-malaman. Ia tidak mendatangkan penghibur-penghibur, dan ia tidak dapat tidur. Pagi-pagi benar ketika fajar menyingsing, bangunlah raja dan pergi dengan buru-buru ke gua singa. Sesampai di dekat gua itu, berserulah ia kepada Daniel dengan suara sayu, “Daniel, hamba Allah yang hidup, Allahmu yang kausembah dengan tekun, telah sanggupkah Ia melepaskan dikau dari singa-singa?” Daniel menjawab, “Ya Raja, semoga kekallah hidupmu! Allahku telah mengutus malaikat-Nya untuk mengatupkan mulut singa-singa. Maka aku tidak diapa-apakan, karena ternyata aku tidak bersalah di hadapan Allahku. Demikian pula terhadap Tuanku, ya Raja, aku tidak bersalah.” Raja sangat bersukacita dan memberi perintah supaya Daniel ditarik dari dalam gua itu. Maka ditariklah Daniel dari dalam gua. Ternyata tidak ada luka sedikit pun padanya, karena ia percaya kepada Allahnya. Kemudian atas perintah raja, ditangkaplah orang-orang yang telah menuduh Daniel, dan dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka sendiri maupun anak isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka. Kemudian Raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya, “Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar terhadap Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa, dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mukjizat di langit dan di bumi. Dialah yang melepaskan Daniel dari cengkeraman singa-singa.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

KIDUNG TANGGAPAN: Kidung Dan 3:68.69.70.71.72.73.74

* Pujilah Tuhan, hai embun dan salju membadai.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai es dan udara dingin.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai embun beku dan salju.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai siang dan malam.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai cahaya dan kegelapan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Pujilah Tuhan, hai halilintar dan awan gemawan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.
* Biarlah bumi memuji Tuhan.
U: Pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U :  Alleluya
S : (Luk 21:28) Angkatlah kepalamu, sebab penyelamatmu sudah dekat.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 21:20-28

“Yerusalem akan diinjak-injak oleh para bangsa asing sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu.”

Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Apabila kalian melihat Yerusalem dikepung oleh tentara, ketahuilah bahwa keruntuhannya sudah dekat. Pada waktu itu orang-orang yang berada di Yudea harus melarikan diri ke pegunungan, orang-orang yang ada di dalam kota harus mengungsi, dan orang-orang yang berada di pedusunan jangan masuk lagi ke dalam kota. Sebab itulah masa pembalasan dan genaplah semua yang tertulis. Celakalah para ibu yang sedang hamil atau yang sedang menyusui bayi pada masa itu! Sebab kesesakan yang dahsyat akan menimpa seluruh negeri, dan murka akan menimpa bangsa ini. Mereka akan tewas oleh mata pedang dan diangkut sebagai tawanan ke segala bangsa. Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu. Dan akan tampaklah tanda-tanda pada matahari, bulan dan bintang-bintang. Bangsa-bangsa di bumi akan ketakutan dan bingung menghadapi deru dan gelora laut. Orang akan mati ketakutan karena cemas berhubung dengan segala sesuatu yang menimpa bumi ini, karena kuasa-kuasa langit bergoncangan. Pada waktu itu orang akan melihat Anak Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah mukamu, sebab penyelamatanmu sudah dekat.”

Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. V. Teja Anthara SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Pendengar Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya Romo Valentinus Teja Anthara scj dari Komunitas SCJ, Rumah Retret La Verna, Pringsewu, Lampung, Indonesia, dalam Resi – renungan singkat – dehonian edisi hari Kamis – tanggal 25 November 2021, Hari biasa minggu ke 34. Semoga anda semua selalu dalam keadaan sehat, sejahtera dan bahagia.

Para pendengar resi yang dikasihi Tuhan. Dari sabda yang baru kita dengar tadi, diyakini oleh orang Yahudi, salah satu tanda akhir jaman adalah runtuhnya kota Yerusalem. Yesus mengingatkan agar penduduk Yerusalem bersiap sedia menghadapinya bila tiba saatnya. Kenyataan dari apa yang disabdakan Jesus ini terjadi di tahun 70. Yerusalem runtuh dihancurkan oleh tentara Romawi. 

Sungguh suatu ironi dan tak terbayangkan. Bagaimana Yerusalem yang megah dan termashyur di jaman raja Daud dan mengalami puncak kejayaan pada masa raja Salomo, namun mengalami kehancuran total. Salah satu sebabnya adalah kedegilan bangsa Israel yang mengkhianati Allah berulang-kali dan mereka tidak setia.

Dalam perkembangan sejarah selanjutnya kota Yerusalem yang diyakini sebagai kota kudus, tempat Allah diam dalam bait Allahnya yang suci, tempat berkumpul umat Yahudi setiap tahun, itu dinubuatkan akan hancur karena pendudukan asing. Orang-orang Yahudi tidak lagi akan menguasai Yerusalem. Dan orang asinglah yang akan menduduki Yerusalem. Bahkan Yesus menegaskan bahwa yang akan menduduki Yerusalem adalah bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah Israel.  Dengan demikian, Yerusalem yang tadinya menjadi pusat keagamaan orang Yahudi, akan menjadi tempat orang lain. Juga sudah dinubuatkan bahwa Bait Allah akan hancur, tidak satu batupun akan terletak diatas batu yang lain. Dan semua itu telah terjadi. Bait Allah yang kudus, tempat Allah berdiam bersama umatNya tinggal puing-puing batu sebagai sisanya. Disitu didirikan tempat ibadat agama lain, sampai hari ini.

Kita harus tetap ingat bahwa akhir zaman adalah misteri dalam sejarah hidup kita. Kapan terjadi, tidak seorang pun tahu. Allah yang punya bumi dan punya kuasa, yang akan menunjukkan kuasaNya. Pada saat itu Anak Manusia akan datang di dalam awan dan saat itu terjadi ‘penyelamatn abadi’. Tuhan menyapa kita setiap saat: Ia datang saat kematian. Ia datang dalam Ekaristi. Ia menyapa kita setiap saat dalam peristiwa-peristiwa hidup harian.

Pendengar resi yang terkasih. Apa maknanya bagi kita yang hidup dijaman modern ini?  Yang pertama peristiwa kehancuran ini mencerminkan sikap kehidupan manusia. Sikap hidup penduduk Yerusalem mencerminkan sikap hidup orang beriman yang sebentar tobat lalu kembali berbuat dosa lagi. Dan itu terjadi berulang-ulang dan begitu seterusnya. Kedua ketika mendengar berita akan ada kerusuhan, malapetaka, bencana alam, sudah khawatir dan takut. Kita harus tabah dan kuat menghadapinya. Kekuatan kita adalah Allah yang hidup.

Yang ketiga, Yesus mengajar kita untuk peka membaca dan menangkap maksud dan kehendak Allah yang hadir dalam peristiwa-peristiwa hidup, dalam diri sesama di sekitar kita. Sementara kita menanti dan menjalankan hidup, kita perlu memperbaharui diri dan sikap iman kita setiap saat dan berbuat baik kepada sesama manusia. Janganlah kita terlambat bertobat.  Ketika sudah datang masa kesesakkan hidup, barulah mencari Tuhan dan rajin beribadah kepadaNya. Berbuat baik adalah sikap yang harus kita selalu usahakan.

Untuk itulah kedewasaan rohani sangat penting di dalam pertumbuhan iman kita. Hidup kita diharapkan melahirkan menghasilkan buah-buah kebenaran yang sesuai dengan kasih Tuhan. Iman, harapan dan kasih semakin tangguh, mantap dan kuat.  Dengan demikian pada saat datang kesesakkan dan kesulitan hidup, iman keyakinan kita akan tetap kuat dan tidak goyah. Iman kita tetap setia dengan keyakinan teguh kepada Tuhan. Apakah itu gunung meletus, tsunami, bencana alam lainnya kita tak akan khawatir. Apakah itu penderitaan hidup ataupun berupa penganiayaan kita akan akan sanggup menanggungnya bersama Tuhan. Keyakinan iman kita telah teruji setia. 

Semoga Hati Kudus menjadi sumber kekuatan bagi kita dalam menghadapi segala kesukaran hidup ini. Tuhan memberkati. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN

Allah Bapa kami di surga, semoga roti anggur ini mengumpulkan dan merukunkan kami semua dan mendorong kami untuk menimba kasih setia-Mu dari sumber kehidupan. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Lukas 21:27-28

Pada waktu itu orang akan melihat Putra Manusia datang dalam awan dengan segala kekuasaan dan kemuliaan-Nya. Apabila semuanya itu mulai terjadi, bangkitlah dan angkatlah muka-Mu, sebab penyelamatan-Mu sudah dekat.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami di surga, semoga penebusan ini semakin dipercepat, robohkanlah dinding kesombongan; suramkanlah kekuasaan penindasan; redakanlah gelombang kebencian, dan berkenanlah mendampingi kami sebagai perisai cinta dan belas kasih. Demi Kristus, ….

DOWNLOAD AUDIO RESI

PROMOSI SMP YOS SUDARSO METRO – LAMPUNG: A DEHONIAN SCHOOL

MARI BERGABUNG BERSAMA KAMI

text

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.