Minggu, 07 November 2021 – Hari Minggu Biasa XXXII

Posted on

Renungan Iman Katolik

Rm. Anselmus Inharjanto SCJ dari Komunitas SCJ Palembang Indonesia

 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mzm 88:3

Tuhan, biarlah doaku naik ke hadapan-Mu, sendengkanlah telinga-Mu kepada permohonanku.

PENGANTAR:

Bernyanyi atau berbicara tentang cinta kasih dapat sungguh-sungguh kena, tetapi juga bisa pula sumbang. Kebenaran baru akan tampak jika cinta kasih itu terbukti. Perbuatan dan tindakanlah yang akan membuktikan betapa besar cinta kasih seseorang. Iman akan Tuhan, akan Kristus, akan Gereja harus pula dibuktikan dengan tindakan. Gandum segenggam dan minyak sedikit atau dua keping uang si janda miskin yang dibicarakan dalam Sabda hari ini merupakan contoh yang tepat bahwa iman tidak boleh dipisahkan dari kehidupan.

DOA PEMBUKA:

Marilah kita berdoa (hening sejenak) Ya Allah, Engkau tidak melihat besarnya jumlah, tetapi ketulusan kami dalam mempersembahkan diri dan milik kami kepada-Mu. Anugerahilah kami kerelaan untuk berbagi satu sama lain atas segala sesuatu yang Kauanugerahkan kepada kami. Dengan pengantaraan Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Amin.

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Pertama Raja-Raja 17:10-16

“Janda itu membuat sepotong roti bundar kecil dan memberikannya kepada Elia.”

Sekali peristiwa Nabi Elia bersiap-siap, lalu pergi ke Sarfat. Ketika ia tiba di dekat gerbang kota itu, tampaklah seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Elia berseru kepada perempuan itu, “Cobalah, ambilkan aku sedikit air dalam kendi untuk kuminum!” Ketika perempuan itu pergi mengambil air, Elia berseru lagi, “Cobalah juga bagiku sepotong roti!” Perempuan itu menjawab, “Demi Tuhan, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikit pun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, sebentar lagi aku pulang dan mengolanya bagiku dan bagi anakku, dan setelah memakannya, maka kami akan mati.” Tetapi Elia berkata kepadanya, “Janganlah takut, pulanglah, dan buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku; kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu. Sebab beginilah firman Tuhan, Allah Israel. Tepung dalam tempayan itu takkan habis, dan minyak dalam buli-buli itu pun takkan berkurang sampai tiba waktunya Tuhan menurunkan hujan ke atas muka bumi.” Maka pergilah perempuan itu, berbuat seperti yang dikatakan oleh Elia. Maka Elia, perempuan itu dan anaknya mendapat makanan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang sesuai dengan firman Tuhan yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 146:7.8-9a.9bc-10

Ref. Pujilah Tuhan, hai umat Allah, Pujilah Tuhan, hai umat Allah.

  1. Dialah yang menegakkan keadilan, bagi orang yang diperas, dan memberikan roti kepada orang-orang yang lapar. Tuhan membebaskan orang-orang yang terkurung.

  2. Tuhan membuka mata orang buta, Tuhan menegakkan orang yang tertunduk, Tuhan mengasihi orang-orang benar, Tuhan menjaga orang-orang asing.

  3. Anak yatim dan janda ditegakkan-Nya kembali, tetapi jalan orang fasik dibengkokkan-Nya. Tuhan itu Raja untuk selama-lamanya, Allahmu, ya Sion, turun temurun.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani 9:24-28

“Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang.”

Saudara-saudara, Kristus telah masuk ke dalam tempat kudus bukan yang buatan tangan manusia, yang hanya merupakan gambaran dari tempat kudus yang sejati, tetapi ke dalam surga sendiri, untuk menghadap hadirat Allah demi kepentingan kita. Ia pun tidak berulang-ulang masuk untuk mempersembahkan diri-Nya sendiri sebagaimana Imam Agung setiap tahun masuk ke dalam tempat kudus mempersembahkan darah yang bukan darahnya sendiri. Sebab kalau demikian Kristus harus berulang-ulang menderita sejak dunia ini dijadikan. Tetapi sekarang ternyata, pada zaman akhir ini, Ia hanya satu kali saja menyatakan diri untuk menghapus dosa lewat kurban-Nya. Seperti manusia ditetapkan Allah untuk mati hanya satu kali, dan sesudah itu dihakimi, demikian pula Kristus hanya satu kali saja mengorbankan diri-Nya untuk menanggung dosa banyak orang. Sesudah itu Ia akan menyatakan diri-Nya sekali lagi tanpa menanggung dosa untuk menganugerahkan keselamatan kepada mereka yang menantikan Dia.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

BACAAN INJIL:

U : Alleluya, alleluya
S : (Mat 5:3) Berbahagialah yang hidup miskin terdorong oleh karena Roh Kudus, sebab bagi merekalah kerajaan Allah.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Markus 12:38-44

“Janda miskin ini telah memberi lebih banyak daripada semua orang lain.”

Pada suatu hari, dalam pengajaran-Nya, Yesus berkata kepada orang banyak, “Waspadalah terhadap ahli-ahli Taurat! Mereka suka berjalan-jalan memakai jubah panjang dan suka menerima penghormatan di pasar. Mereka suka menduduki tempat-tempat terdepan dalam rumah ibadat dan tempat terhormat dalam perjamuan. Mereka mencaplok rumah janda-janda sambil mengelabui orang dengan doa yang panjang-panjang. Mereka ini pasti akan menerima hukuman yang lebih berat.” Pada suatu hari lain, sambil duduk berhadapan dengan peti persembahan, Yesus memperhatikan bagaimana orang banyak memasukkan uang ke dalam peti itu. Banyak orang kaya memberi jumlah yang besar. Lalu datanglah seorang janda miskin. Ia memasukkan “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin itu memberi lebih banyak daripada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda itu memberi dari kekurangannya; semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya.”
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. 

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Hari ini kita merenungkan Injil Markus 12:38-44. Kalender liturgi memberi kita peluang membaca versi pendek dari Injil hari ini. Kalau versi pendek dibacakan, kita langsung dapat melihat link Injil dengan bacaan pertama, yakni profil dan karakter janda.

Sudah janda miskin lagi…..benar-benar situasi yang menyesakkan bagi orang yang mengalaminya di zaman itu. Kata Injil, rumah-rumah para janda dengan mudah dicaplok oleh para penguasa bahkan ahli-ahli Taurat. Namun, Yesus berhasil menunjukkan poin penting dalam pengajaranNya dengan menampilkan apa yang dilakukan oleh seorang janda miskin di depan peti persembahan. Kita bisa membayangkan kebutuhan hidup si janda miskin ini. Kok mau-maunya dia relakan dua peser yang ia punya untuk persembahan. Ketika koin itu masuk ke kotak persembahan, apa dia tidak berpikir tentang apa yang hendak ia dan keluarganya makan, kebutuhan rumah tangganya. Apakah ia tidak gelisah? Secara spontan manusiawi kita bisa membayangkan demikian. Dua peser sangatlah sedikit kalau dibandingkan orang-orang kaya yang juga memberi persembahan. Tapi fungsi atau kegunaan uang itu berbeda jauh kalau dibandingkan dengan latar belakang mereka: kaya dan miskin.

Kembali Tuhan hendak menunjukkan semangat totalitas saat berhadapan dengan Tuhan sendiri. Refleksi lebih mendalam, ini adalah wujud iman, mengandalkan sepenuhnya kepada Tuhan. Siapa yang hendak diandalkan oleh si janda miskin kalau bukan Allah sendiri? Allahlah yang akan mencukupkan kebutuhan primer keluarga si janda. Bukankah si janda miskin telah menunjukkan dengan tepat perintah terutama: cintai Allah dengan totalitas diri dan cintai sesama.

Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita sehingga kita mampu mempersembahkan yang terbaik untuk Dia. Tuhan memberkati.

DOA UMAT:

I : Persembahan dari janda miskin yang telah memberikan seluruh nafkahnya bagi Tuhan mengajari kita untuk mencintai Dia secara penuh. Marilah kita berdoa kepada Allah, yang telah terlebih dahulu mengasihi kita secara penuh di dalam Kristus Putra-Nya.

L : Bagi Gereja, Umat Allah: Allah Bapa Mahabaik, terangilah dan tuntunlah Gereja-Mu agar semakin mampu mencintai-Mu sepenuh hati dengan teguh berjuang membela martabat dan kesucian hidup. Marilah kita mohon,.

L : Bagi masyarakat kami: Allah Bapa Mahabaik, bimbinglah keluarga-keluarga, masyarakat, dan negara kami agar semakin bersatu padu penuh kasih dalam membangun dunia yang lebih baik, serta kehidupan manusiawi yang lebih bermutu. Marilah kita mohon,…

L : Bagi orang-orang yang miskin, menderita, dan tertindas: Allah Bapa Mahabaik, kobarkanlah semangat kasih kami agar berani terlibat dalam menghidupkan pengharapan orang-orang yang miskin, menderita, serta tertindas, dengan bekerja menegakkan keadilan serta kebebasan bagi semua orang. Marilah kita mohon,…

L : Bagi kita semua di sini: Allah Bapa Mahabaik, dampingilah kami selalu dengan berkat dan kasih-Mu sehingga di tengah segala pencobaan hidup, kami tetap percaya akan kuasa dan kasih-Mu, yang hadir juga di dalam kasih tulus sahabat-sahabat kami. Marilah kita mohon,…

I : Tuhan, Allah kami, teguhkanlah iman kami bahwa Engkau tidak meninggalkan dunia ini, melainkan tetap mengasihi dan memeliharanya. Ajarilah kami untuk berani mempersembahkan diri kami sebagai persembahan yang hidup demi kemuliaan dan keselamatan kami. Demi Kristus, Tuhan dan Pengantara kami. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Ya Allah, terimalah persembahan yang kami unjukkan sebagai ungkapan syukur dan penyerahan diri kami kepada-Mu. Jadikanlah kami sebagai Gereja-Mu yang dengan tekun dan nyata mewartakan Kabar Baik kepada kaum miskin dan menderita. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin.

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 23: 1-2

Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa di surga, Engkau telah menaburkan benih Sabda-Mu dalam hati kami dan mengharapkan agar benih itu berakar, tumbuh, berkembang, serta menghasilkan buah yang melimpah. Semoga rezeki surgawi yang telah kami terima ini meneguhkan usaha kami untuk mewujudkan keadilan dan damai sejahtera di tengah-tengah masyarakat kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Amin

DOANLOAD AUDIO RESI: 

text

Gravatar Image
Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...