Kamis, 04 November 2021 – Peringatan Wajib St. Carolus Borromeus, Uskup

Posted on

Renungan Iman Katolik

Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Komunitas Provinsialat SCJ Palembang Indonesia

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Yeh 14:11.23-24

Tuhan bersabda, “Aku akan memperhatikan domba-domba-Ku, mengangkat seorang gembala sebagai pemimpin, dan Aku, Tuhan sendiri, menjadi Allah mereka.”

KATA PENGANTAR:

Nasib hari depan berada di tangan kaum muda. Usia muda dapat menghembuskan nafas baru ke dalam kehidupan. Pada usia 22 tahun Karolus telah menjadi cardinal dan sekretaris Sri Paus. Ia telah meremajakan Gereja dengan dinamikanya. Ia ikut menangani persiapan Konsili Trente. Memang ia tepat pada tempatnya. Sebagai uskup agung Milan ia mengenal keuskupannya. Ketika wabah pes berjangkit ia selalu siap di rumah sakit. Maka ia menjadi pelindung para uskup.

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa, sumber segala pembaharuan, kuatkanlah kiranya dalam umat-Mu semangat yang menjiwai uskup-Mu Santo Karolus Borromeus. Semoga Gereja-Mu selalu diperbaharui dan semakin menyerupai Kristus, sehingga sanggup menampakkan wajah Kristus kepada dunia. Sebab Kristuslah ….

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma 14:7-12

“Entah hidup, entah mati, kita tetap milik Tuhan.”

Saudara-saudara, tiada seorang pun di antara kita yang hidup untuk dirinya sendiri, dan tidak ada seorang pun yang mati untuk dirinya sendiri. Sebab jika kita hidup, kita hidup bagi Tuhan, dan jika kita mati, kita mati bagi Tuhan. Jadi entah kita hidup entah mati, kita tetap milik Tuhan. Sebab untuk itulah Kristus telah mati dan hidup kembali, supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup. Tetapi engkau, mengapakah engkau menghakimi saudaramu? Atau mengapa engkau menghina saudaramu? Sebab kita semua harus menghadap takhta pengadilan Allah. Sebab dalam Kiab Suci tertulis, “Demi Aku hidup”’ demikianlah sabda Tuhan, “semua orang akan bertekuk lutut di hadapan-Ku dan semua orang akan memuliakan Allah.” Demikianlah masing-masing di antara kita akan memberi pertanggungjawaban kepada Allah tentang dirinya sendiri.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 27:1.4.13-14

Reff. Tuhan, Engkaulah penyelamatku.

  1. Tuhan adalah terang dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gentar?

  2. Satu hal telah kuminta kepada Tuhan, satu inilah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan, dan menikmati bait-Nya.

  3. Sungguh, aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan di negeri orang-orang yang hidup! Nantikanlah Tuhan! Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu! Ya, nantikanlah Tuhan!

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya. 
S : (Mat 11:28) Datanglah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepada kalian.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 15:1-10

“Akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat.”

Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasa datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia. Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya, “Orang ini menerima orang-orang berdosa dan makan bersama dengan mereka.” Maka Yesus menyampaikan perumpamaan berikut kepada mereka, “Siapakah di antaramu yang mempunyai seratus ekor domba lalu kehilangan seekor, tidak meninggalkan yang 99 ekor di padang gurun dan pergi mencari yang sesat itu sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia lalu meletakkannya di atas bahu dengan gembira. Setibanya di rumah ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, ‘Bersukacitalah bersama aku, sebab dombaku yang hilang telah kutemukan.’ Aku berkata kepadamu, demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih daripada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan. Atau wanita manakah yang mempunyai sepuluh dirham, lalu kehilangan satu di antaranya, tidak menyalakan pelita dan menyapu rumah serta mencarinya dengan cermat sampai ia menemukannya? Dan kalau telah menemukannya, ia memanggil sahabat-sahabat dan tetangga-tetangganya serta berkata, ‘Bersukacitalah bersama aku, sebab dirhamku yang hilang telah kutemukan.’ Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita pada malaikat Allah karena satu orang berdosa yang bertobat.”
Demikianlah Injil Tuhan!
U. Terpujilah Kristus!

RESI DIBAWAKAN OLEH Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hidulah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian yang dicintai dan mencintai Hati Kudus Yesus.. Jumpa Kembali Bersama Saya, Br. Andreas Gatot Yudoanggono SCJ dari Palembang dalam Resi (Renungan singkat) Edisi Kamis, 04 November 2021, Peringatan Wajib St. Carolus Boromeus, Uskup. Semoga belas kasih dan kerahiman, serta berkat melimpah dari Hati Kudus Yesus turun atas kita semua. Amin.

Tema Resi kita kali ini adalah: Satu Jiwa Berhaga dimata Tuhan”. Mari kita persiapakan hati untuk mendengarkan bacaan hari ini. Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

Para Sahabat Resi Dehonian yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus. Pada bacaan Injil yang kita dengar hari ini membuktikan betapa Tuhan Yesus memiliki Hati Yang Penuh Belas Kasihan. Dia hadir ditengah-tengah orang-orang yang dianggap berdosa dan disingkirkan oleh banyak orang khususnya kaum Farisi dan Ahli Taurat yang menganggap diri mereka orang yang paling benar dan suci sehingga layak diterima di kerajaan Surga. Menghadapi mereka Tuhan Yesus dengan tenang menyampaikan 2 perumpamaan tentang domba yang hilang dan dirham yang hilang. Intinys adalah betapa berharganya satu ekor domba dan satu mata uang dirham yang hilang sehingga harus dicari dan ketika ditemukan mendatangkan suka cita yang luar biasa. Lalu Apa yang bisa kita pelajari dari perikopa yang kita dengar hari ini? Saya menawarkan dua hal saja.

  1. Kristus Datang Untuk Mencari dan Menyelamatkan yang Hilang. Bacaan Injil yang baru kita dengar ini mau menggambarkan tentang Allah yang penuh belas kasih dan bahkan mau mencari serta menerima kembali mereka “yang hilang”. Apapun dosanya dan seberapapun dalam dosa manusia, di hadapan Allah, akan mendapatkan pengampunan. Allah digambarkan sebagai gembala yang tidak hanya menunggu orang dating kepada-Nya untuk mendapatkan pengampunan, namun secara aktif mencari dan menemukan orang yang berdosa untuk Kembali kepada-Nya. Semangat belas kasih Hati Yesus inilah yang seharusnya menjadi kriteria dalam setiap tindakan kita. Kita pun diajak bersikap penuh belas kasih terhadap sesama terutama bagi mereka yang lemah. Bukan seperti orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang menganggap orang-orang berdosa tidak sepantasnya dikasihi dan diterima tapi disingkirkan saja. Allah datang dalam diri Putra-Nya Yesus Kristus untuk mencari dan menyelamatkan mereka yang hilang. Bagi Tuhan, satu jiwa saja sangat berharga dan layak diselamatkan. Atau kita adalah seekor domba atau dirham yang hilang itu? Apakah yang seharusnya kita lakukan? Melalui perikop ini, Tuhan sungguh meneguhkan hati kita dan senantiasa menunggu bahkan mencari agar kita semua berkumpul dan Bersatu dengan-Nya, Hati-Nya yang penuh belas kasih senantiasa menawarkan kerahiman-Nya dan pengampunan-Nya. Jangan kawatir dan jangan takut, Allah sungguh menawarkan keselamatan kekal asal kita mau datang dan memohon belas kasih dan kerahiman-Nya.

  2. Ada Sukacita Besar di Surga untuk Setiap Orang yang Bertobat. Satu kisah pertobatan yang paling saya suka adalah pertobatan Paulus. Seorang yang sangat membenci Yesus bahkan mengejar-ngejar dan membunuh semua pengikut-Nya didatangi oleh Yesus dan mengalami pertobatan yang boleh dikatakan sangat ekstrim, dari seorang penganiaya menjadi seorang pembela bahkan rela mati demi Yesus. Dalam perikop ini Tuhan mau menunjukkan kepada orang-orang Farisi dan ahli-ahli taurat yang merasa diri benar dan suci, bahwa lebih berhargalah mereka yang berdosa namun bertobat dari pada mereka yang merasa benar dan tidak memerlukan pertobatan. Sesungguhnya tidak ada orang yang benar di mata Tuhan, semua manusia berdosa, namun Allah hendak menyelamtkan melalui Putra-Nya Yesus Kristus, sebagaimana ditulis dalam injil Yohanes 3:16 “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.” Bagi Allah, aka nada sukacita yang besar jika satu jiwa diselamatkan. Betapa berharganya kita di mata Tuhan.

Saudari-saudaraku sahabat resi dehonian yang dikasihi dan mengasihi Hati Yesus, Marilah kita semakin membuka hati dan budi kita agar senantiasa dijiwai oleh kebaikan, belas kasih, dan kerahiman Allah melalui Hati Yesus Yang MahaKudus, dengan demikian kita mampu menghadapi siapa pun dengan kesabaran dan belas kasih. Dan kita juga dianugerahi kepekaan terhadap dosa dan kerapuhan sehingga kita dengan segala kerendahan hati mau datang kepada-Nya dan memohon serta mendapatkan anugerah pengampunan, belaskasih, dan kerahiman Allah. Semoga Hati Kudus Yesus, senantiasa merajai hati kita. Amin. Tuhan memberkati. Berkah Dalem. Amin.

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa yang mahakuasa, berkatilah kiranya persembahan ini yang telah kami unjukkan di atas altar-Mu pada peringatan Santo Karolus Borromeus. Ia telah melaksanakan tugasnya sebagai gembala umat dengan teliti dan penuh pengabdian dan berjasa karena keutamaannya. Semoga demikian pulausaha kami menghasilkan buah berlimpah yang tahan uji. Demi Kristus, …

ANTIFON KOMUNI – Mat 20:28

Putera Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan menyerahkan nyawa-Nya sebagai tebusan manusia.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa yang penuh kasih setia, kurnia cinta kasih-Mu telah kami sambut. Kuatkanlah kiranya semangat kami, agar kami pun setia dalam pengabdian dan berkobar-kobar dalam cinta kasih seperti uskup-Mu Santo Karolus Borromeus. Demi Kristus, …

DOWNLOAD AUDIO RESI: 

text

Gravatar Image
Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...