Rabu, 03 November 2021- Hari Biasa Pekan XXXI

Posted on

Renungan Iman Katolik

Rm. Johanes Juliwan Maslim SCJ dari Komunitas SCJ Toronto Kanada

 
 
 

AUDIO RESI:

ANTIFON PEMBUKA – Mazmur 112:1.4

Berbahagialah orang yang takwa kepada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, Ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil.

PENGANTAR:

Satu-satunya hutangmu tetaplah cinta kasih di antara sesama’ demikianlah tulis Paulus kepada jemaat di Roma. Hutang itu takkan dapat kita lunasi. Kita tak dapat menjadi murid Kristus, jika tidak dapat melepaskan diri dari diri kita dan milik kita. Kerap kali kita mengadakan kompromi tetapi pengikut Kristus yang sejati dituntut untuk memilih dengan sadar dan tanggung jawab dan mengikuti Dia secara total.

DOA PEMBUKA:

Marilah bedoa: Allah Bapa kami maha pengasih, perkenankanlah kami mengikuti Putra-Mu dan mematuhi perintah-perintah-Nya. Janganlah kami sampai berhutang kepada sesama selain berhutang cinta kasih. Demi Yesus Kristus, ….

AUDIO RESI: Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Roma 13:8-10

“Kasih itu kegenapan hukum.”

Saudara-saudara, janganlah kamu berhutang apa-apa kepada siapapun juga, tetapi hendaklah kamu saling mengasihi. Sebab barangsiapa mengasihi sesamanya manusia, ia sudah memenuhi hukum Taurat. Karena firman: jangan berzinah, jangan membunuh, jangan mencuri, jangan mengingini dan firman lain manapun juga, sudah tersimpul dalam firman ini, yaitu: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri! Kasih tidak berbuat jahat terhadap sesama manusia, karena itu kasih adalah kegenapan hukum Taurat.
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 112:1-2.4-5.9

Ref. Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman.

  1. Berbahagialah orang yang takwa pada Tuhan, yang sangat suka kepada segala perintah-Nya. Anak cucunya akan perkasa di bumi; keturunan orang benar akan diberkati.

  2. Bagi orang benar ia bercahaya laksana lampu di dalam gelap, ia pengasih dan penyayang serta berlaku adil. Orang baik menaruh belas kasihan dan memberi pinjaman, ia melakukan segala urusan dengan semestinya.

  3. Ia murah hati, orang miskin diberinya derma; kebajikannya tetap untuk selama-lamanya, tanduknya meninggi dalam kemuliaan.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya
S : (1Ptr 4:14) Berbahagialah kalian, bila dinista karena nama Kristus, sebab Roh Allah ada padamu.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas 14:25-33

“Yang tidak melepaskan diri dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.”

Pada suatu ketika orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka, “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. Sebab siapakah di antara kamu yang kalau mau mendirikan sebuah menara tidak duduk dahulu membuat anggaran biayanya, kalau-kalau cukup uangnya untuk menyelesaikan pekerjaan itu? Supaya jikalau ia sudah meletakkan dasarnya dan tidak dapat menyelesaikannya, jangan-jangan semua orang yang melihatnya, mengejek dia, sambil berkata: Orang itu mulai mendirikan, tetapi ia tidak sanggup menyelesaikannya. Atau, raja manakah yang kalau mau pergi berperang melawan raja lain tidak duduk dahulu untuk mempertimbangkan, apakah dengan sepuluh ribu orang ia sanggup menghadapi lawan yang mendatanginya dengan dua puluh ribu orang? Jikalau tidak, ia akan mengirim utusan selama musuh itu masih jauh untuk menanyakan syarat-syarat perdamaian. Demikian pulalah tiap-tiap orang di antara kamu, yang tidak melepaskan dirinya dari segala miliknya, tidak dapat menjadi murid-Ku.
Demikianlah Injil Tuhan
U. Terpujilah Kristus

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Johanes Juliwan Maslim SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Mariae. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Salam sejahtera para Pendengar Renungan Singkat Dehonian yang berbahagia, berjumpa kembali dengan saya, Rm. Yuliwan dari Komunitas Toronto, Kanada. Bersama kita akan merenungkan Sabda Tuhan pada Hari Rabu, 3 November 2021 ini yang diambil dari Lukas 14:25-33.

Marilah kita awali dengan membuat Tanda Kemenangan Kristus: Dalam Nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin

“Hidup sebagai murid Yesus”

Pernyataan Yesus yang baru kita dengarkan ini sungguh mengejutkan, mengapa Yesus malah menyarankan untuk membenci keluarga sendiri ! Namun apakah mungkin Yesus mengajarkan hal itu, yang bertentangan dengan ajaran kasih yang dibawaNya ? Jika kita menyimak dengan baik, maka ada dua kata kunci yang dikatakan Yesus, yakni yang mau datang kepadaKu dan menjadi muridKu. Dalam rangka datang dan menjadi murid Yesus itulah, maka Yesus menekankan yang perlu kita lakukan dan yang menjadi konsekuensi bagi para pengikut atau murid-murid Yesus.

Hal pertama yang menjadi tekanan adalah mencintai Yesus di atas segalanya atau Tuhanlah yang diutamakan bukan yang lain. Oleh sebab itulah Yesus mengatakan jika kita mencintai orang-orang dekat dengan kita, keluarga kita lebih dari cinta kepada Tuhan, maka kita tidak bisa menjadi muridNya. Membenci dalam hal ini berarti tidak menempatkan mereka sebagai yang utama dan melebihi Tuhan. Datang kepada Yesus dan menjadi muridNya berarti siap untuk meninggalkan semuanya, termasuk keluarga terdekat sekalipun. Jika kita mencintai mereka lebih dari Tuhan, termasuk diri kita sendiri, maka tentunya akan menjadi sulit untuk mengikuti Yesus, sehingga kita dianggap tidak layak.

Selain itu Yesus juga mengingatkan konsekuensi sebagai seorang muridNya, yakni memikul salib dan mengikuti Yesus. Nah, inipun konsekuensi yang tidak ringan dan apakah kita mampu. Jelas Yesus mau mengingatkan kepada kita semua bahwa jika kita mau mengikutiNya, maka arahkan seluruh diri kita kepadaNya. Yesus juga tidak menjanjikan bahwa dalam mengikutiNya, semua orang akan menyenangkan dan berlimpah harta, bukan itu tujuannya. Maka kata salib untuk menyadarkan kita bahwa perjuangan, pengorbanan bahkan juga penderitaan harus siap dihadapi dengan setia.

Kita sungguh harus merenungkan dengan baik sebagai seorang murid Yesus, seperti seorang yang membuat perencanakan dengan matang, karena kemampuan dan konsekuensinya yang memang tidak selalu mudah. Namun kita harus ingat bahwa yang kita ikuti ini adalah Yesus, yang akan membawa kita kepada kebahagiaan abadi, yang tidak disediakan oleh dunia, kita bisa memilih mau ikut dunia dengan berbagai tawarannya yang menyenangkan namun sementara atau mengikuti Yesus, yang membawa kita kepada kebahagiaan abadi. Yang jelas kita sekarang sudah melangkah bersama Yesus dan benar kita juga merasakan salib yang sedang kita pikul ini, yang kadang tidak mudah. Namun cinta kita kepada Tuhan lebih kuat dari semua yang lain, majulah terus dengan setia.

Tuhan selalu menyertai perjuangan hidup kita sebagai muridNya dalam Berkat Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin. “Semoga Hati Kudus Yesus semakin merajai hati kita”

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa kami di surga, kami mohon berilah kami lambang kehidupan dalam roti anggur ini. Ajarilah kami mengikuti jejak Putra-Mu, agar dapat memperoleh kedamaian dengan Dikau dan sesama. Demi Kristus, ….

ANTIFON KOMUNI – Mazmur 27:4

Satu hal yang kuminta kepada Tuhan, itulah yang kuingini: diam di rumah Tuhan seumur hidupku, menyaksikan kemurahan Tuhan dan menikmati bait-Nya.

DOA SESUDAH KOMUNI

Marilah berdoa: Allah Bapa kami, sumber kedamaian, perkenankanlah kami dengan suka rela bersedia hidup dengan dijiwai Roh Yesus Putra-Mu. Semoga dunia ini Kaubangun menjadi tempat kedamaian bagi semua orang. Demi Kristus ….

DOWNLOAD AUDIO RESI:

text

Gravatar Image
Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...