Senin, 01 November 2021 – Hari Raya Semua Orang Kudus

Posted on

Renungan Iman Katolik

Rm. Thomas Suratno SCJ dari Komunitas SCJ Jakarta Indonesia

 
 

AUDIO RESI :

ANTIFON PEMBUKA:

Bergembiralah kita semua dalam Tuhan merayakan semua orang kudus. Malaikat pun bersuka ria berpesta dan memuji-muji Putera Allah.

PENGANTAR

Saudara-saudari ytk! Manusia sering membangun hidup dan kebahagiaannya atas uang, relasi dan kemewahan. Namun Kitab Suci mengajarkan bahwa semua itu bukan yang terpenting dalam hidup kita, dan Yesus menghimbau untuk memandang dunia dari sudut lain sama sekali. Di dalam kerajaan-Nya yang berbahagia adalah orang-orang miskin, sedih, dan mereka yang menderita demi Tuhan. Mereka yang miskin, sedih dan menderita demi Tuhan adalah para kudus yang kita rayakan pada hari ini.

Pesta Semua Orang Kudus mengajak kita memihak para papa miskin, orang kecil dan penderita dan memenuhi harapan mereka yang lapar. Barulah kita dapat dikatakan bersih tangan dan hati kita, barulah kita dapat mengharapkan pada suatu ketika akan bersama para kudus itu ikut serta dalam kemuliaan Tuhan dan dalam kejayaan Kristus atas kejahatan maut.

KEMUALIAAN:

DOA PEMBUKA:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang mahakuasa dan kekal, dalam perayaan ini kami kenangkan semua orang kudus yang mengimani Engkau dan mempercayakan dirinya kepada cinta kasih-Mu, entah mereka itu terkenal entah tidak. Dengan para kudus itu kami telah Kaupersatukan dalam umat-Mu, dalam Gereja-Mu. Maka kami mohon dengan perantaraan mereka penuhilah keinginan kami dan perkenankanlah kami ikut serta dilimpahi belaskasih-Mu. Demi Yesus Kristus,…

BACAAN PERTAMA: Bacaan dari Kitab Wahyu 7:2-4.9-14

“Aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, mereka terdiri dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa”

Aku, Yohanes, melihat seorang malaikat muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup. Dengan suara nyaring ia berseru kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya, “Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!” Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu: seratus empat puluh empat ribu yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel. Kemudian dari pada itu aku melihat suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak terhitung jumlahnya, dari segala bangsa dan suku, kaum dan bahasa. Mereka berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih, dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dengan suara nyaring mereka berseru, “Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta, dan bagi Anak Domba!” Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta, tua-tua dan keempat makhluk yang ada disekeliling takhta itu. Mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah sambil berkata, “Amin! Puji-pujian dan kemuliaan, hikmat dan syukur, hormat, kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin! “Seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku, “Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu, dan dari manakah mereka datang?” Maka kataku kepadanya, “Tuanku, Tuan mengetahuinya!” Lalu ia berkata kepadaku, “Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan besar! Mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba.”
Demikianlah sabda Tuhan
U. Syukur kepada Allah.

MAZMUR TANGGAPAN: Mazmur 24:1-2.3-4ab.5-6

Ref. Berbahagialah yang mendiami rumah Tuhan

  1. Milik Tuhanlah bumi dan segala isinya, jagat dan semua yang diam di dalamnya. Sebab Dialah yang mendasarkan bumi di atas lautan, dan menegakkan di atas sungai-sungai.

  2. Siapakah yang boleh naik ke gunung Tuhan? Siapakah yang boleh berdiri di tempat-Nya yang kudus? Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan diri kepada penipuan dan tidak bersumpah palsu.

  3. Dialah yang akan menerima berkat dari Tuhan dan keadilan dari Allah, penyelamatnya. Itulah angkatan orang-orang yang mencari Tuhan, yang mencari wajah-Mu, ya Allah Yakub.

BACAAN KEDUA: Bacaan dari Surat Pertama Rasul Yohanes 3:1-3

“Kita akan melihat Kristus dalam keadaan-Nya yang sebenarnya.”

Saudara-saudara terkasih, lihatlah, betapa besar kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita sungguh anak-anak Allah. Karena itu dunia tidak mengenal kita, sebab dunia tidak mengenal Dia. Saudara-saudaraku yang terkasih, sekarang kita ini sudah anak-anak Allah, tetapi bagaimana keadaan kita kelak belumlah nyata. Akan tetapi kita tahu bahwa, apabila Kristus menyatakan diri-Nya, kita akan menjadi sama seperti Dia, sebab kita akan melihat Dia dalam keadaan-Nya yang sebenarnya. Setiap orang yang menaruh pengharapan itu kepada-Nya, ia menyucikan diri sama seperti Dia yang adalah suci.
Demikianlah sabda Tuhan.
U. Syukur kepada Allah.

BAIT PENGANTAR INJIL:

U : Alleluya, alleluya, alleluya. 
S : (Mat 11:28) Datanglah pada-Ku, kamu semua yang letih dan berbeban berat. Aku akan membuat lega.

BACAAN INJIL: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Matius 5:1-12a

“Bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga.”

Sekali peristiwa ketika melihat banyak orang yang datang, Yesus mendaki lereng sebuah bukit. Setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya. Lalu Yesus pun mulai berbicara dan mengajar mereka, katanya, “Berbahagialah orang yang miskin dihadapan Allah, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah orang yang berdukacita, karena mereka akan dihibur. Berbahagialah orang yang lemah lembut, karena mereka akan memiliki bumi. Berbahagialah orang yang lapar dan haus akan kebenaran, karena mereka akan dipuaskan. Berbahagialah orang yang murah hati, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah. Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah. Berbahagialah orang yang dianiaya demi kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Berbahagialah kamu, jika demi Aku kamu dicela dan dianiaya, dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat; bersukacita dan bergembiralah, karena besarlah ganjaranmu di surga.”
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.

RESI DIBAWAKAN OLEH Rm. Thomas Suratno SCJ

Vivat Cor Iesu per Cor Maria. Hiduplah Hati Yesus melalui Hati Maria.

Sahabat Resi Dehonian terkasih, jumpa kembali dengan saya, Romo Thomas Suratno, SCJ dari komunitas SCJ  Jakarta Indonesia dalam Renungan Singkat-dehonian edisi hari ini Senin, 01 Nopember 2021 –  HR Semua Orang Kudus. Marilah kita mendengarkan sabda Tuhan, yakni firman Tuhan yang tersurat dalam  INJIL: Mat 5:1-12a.

Sahabat Resi Dehonian terkasih, Kotbah Yesus di bukit adalah sebuah penghiburan bagi sesorang yang sedang mengalami pergulatan hidup. Namun bagi pribadi yang sedang “naik daun”, kotbah Yesus adalah tantangan baginya. Mengapa? Karena hampir semua nilai duniawi yang ingin kita capai atau kita raih dijungkirbalikkan. Kita ingin kaya hidup kecukupan bahkan kalau bisa  berlebih namun Yesus mengatakan berbahagialah orang yang miskin di hadapan Allah karena merekalah yang empunya Kerajaan Surga. Kita tidak ingin hidup susah bahkan berusaha lepas dari penderitaan namun Yesus berkata berbahagialah ornag yang dianiaya oleh sebab kebenaran karena merekanlah yang empunya Kerajaan Allah. Jelaslah di sini kita, setiap pribadi diajak untuk bersikap bijaksana dalam memposisikan dirinya sebagai pengikut Yesus, karena setiap pengajaranNya sarat dengan hal-hal yang tak pernah kita duga sebelumnya.

Adakalanya sangat bertentangan dengan harapan dan pikiran kita. Dewasa ini, bila kita berbicara masalah kebenaran dan kejujuran membuat hati miris. Betapa tidak? Dunia ini seakan-akan sudah terbolak balik seiring dengan maraknya situasi zaman yang makin menggila. Orang benar dan jujur disalahkan, sebaliknya orang salah dibenarkan. Hal ini dapat kita jumpai dalam pengalaman hidup kita sehari-hari di tengah masyarakat kita.

Sahabat Resi Dehonian terkasih, Sebagai pengikut Yesus, apakah kita berani bersaksi akan kebenaran di tengah masyarakat kendati senyum sinis dan sumpah serapah yang kita peroleh? Melawan arus zaman yang sudah terlanjur ternodai dengan perlakuan buruk pribadi-pribadi yang tak bertanggung jawab, yang mementingkan diri sendiri dan kelompok-kelompok, bukanlah hal yang mudah.

Sahabat Resi Dehonian terkasih, Dibutuhkan matiraga yang tak sedikit. Tapi, ingatlah akan kotbah Yesus di bukit itu, maka kita akan mengalami kekuatan yang datang dari padaNya. Yesus menawarkan begitu banyak tempat bagi setiap pribadi yang berani melawan arus zaman ini.

Sahabat Resi Dehonian terkasih, Inti sabda bahagia yang kita dengarkan hari ini ialah semangat kemiskinan di hadapan Allah, artinya menyadari dan menerima ketergantungan kita yang mutlak terhadap Allah; sebagai orang berdosa, kita tidak punya hak apa-apa dihadapanNya. Kita hanya dapat berharap pada kerahiman-Nya saja, dalam kesadaran, bahwa kerahiman-Nya tidak terbatas, jauh lebih besar dari segala dosa-dosa kita. Semakin menyadari kerahiman-Nya, semakin kita berusaha menjauhi segala dosa sebagai ungkapan syukur dan cinta kita.

Sahabat Resi Dehonian terkasih, Dari sikap dasar ini, mengalirlah sikap-sikap lain yang disebut dalam sabda bahagia: berduka untuk dosa sendiri dan dosa orang lain, sikap lemah lembut, rindu akan kebenaran, murah hati, murni hati, pembawa damai, dan kesabaran dalam menanggung derita. Semoga kita semua sungguh menjadi orang beriman yang benar, menjadi pengikut Yesus yang sejati dan menjadi sesame yang penuh kasih terhadap setiap orang.

DOA: Ya Tuhan Yesus, temanilah aku dikala aku mengalami tantangan dalam perjuanganku melawan arus zaman ini. Semoga iman dan kepercayaanku jangan Kaukecewakan. Kuatkanlah aku dengan kekuatan rahmat-Mu senantiasa. Amin.

SYAHADAT

DOA UMAT

I : Dalam persekutuan dengan para kudus dari segala suku, bangsa, dan bahasa, dan dari segala masa, marilah kita berdoa kepada Bapa di surga, sumber segala kesucian:

L : Bagi para pemimpin Gereja Ya Bapa, kuduskanlah pimpinan Gereja-Mu di dunia: Bapa Suci, para Uskup, dan para Imam. Penuhila mereka dengan Roh Putra-Mu sehingga mereka mampu menggembalakan umat-Mu dengan bijaksana, penuh semangat pelayanan dan kerendahan hati. Marilah kita mohon, …

L : Bagi umat beriman Ya Bapa, kuduskanlah umat beriman sebagai persekutuan para kudus; akhirilah perpecahan di antara umat-Mu; sehingga semua warga Gereja menurut anugerah mereka sendiri-sendiri ikut membangun tubuh Yesus Kristus. Marilah kita mohon, …

L : Bagi masyarakat. Ya Bapa, kuduskanlah dan tuntunlah masyarakat kami agar senantiasa teguh berjuang mencapai kekudusan dengan berbagi hidup satu sama lain sesuai kehendak-Mu. Marilah kita mohon, …

L : Bagi kita yang berkumpul di sekitar altar ini. Ya Bapa, kuduskanlah kami yang berkumpul mengelilingi meja perjamuan-Mu ini. ajarilah kami untuk tidak bengga atas kehebatan dan jasa-jasa kami, melainkan mengakui, bahwa kami hanyalah hamba-hamba yang tak berguna; teguhkanlah kami agar semakin percaya pada kekuatan-Mu yang sungguh nyata dalam diri kami, serta di dalam diri para kudus-Mu. Marilah kita mohon, …

I : Allah Bapa di surga, Engkau menjanjikan hidup kekal kepada kami. Dengarkanlah doa permohonan kami dan doronglah kami di dalam perjalan menuju cita-cita yang telah diwartakan oleh Kristus dan dijalani oleh para kudus. Demi Kristus,…

DOA PERSIAPAN PERSEMBAHAN:

Allah Bapa, kebahagiaan para kudus, terimalah kiranya persembahan yang kami unjukkan untuk menghormati semua orang kudus. Kami percaya bahwa mereka takkan mati lagi dan tetap bahagia selamanya. Semoga kami pun mengalami bantuan mereka dan berusaha mencari keselamatan kekal. Demi Kristus,…

PREFASI:

Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa di mana pun juga kami senantiasa bersyukur kepada-Mu. Sebab pada hari ini kami Kauperkenankan menuju kota-Mu yang suci, yaitu Yerusalem surgawi, Bunda kami. Di sanalah barisan saudara kami memuliakan Dikau senantiasa. Ke sana pula kami kaum musafir di dunia, melangkah maju dalam iman, bergegas dengan gembira. Kami semua bersuka ria pula menyaksikan kemuliaan para anggota Gereja, perintis dan pendukung kami dalam kelemahan. Dari sebab itu bersama mereka semua dan seluruh rombongan malaikat kami pun ikut serta meluhurkan Dikau sambil berseru/bernyanyi

ANTIFON KOMUNI – Mat 5:8-10

Berbahagialah orang suci hatinya, sebab mereka akan memandang Allah. Berbahagialah yang mengusahakan perdamaian, sebab Allah akan menyebut mereka anak-anaknya. Berbahagialah yang dikejar-kejar sebab taat kepada Tuhan, sebab bagi merekalah kerajaan Allah.

DOA SESUDAH KOMUNI:

Marilah berdoa: Allah Bapa yang layak dipuji, Engkaulah pokok kekudusan bagi semua orang kudus. Kami menyembah Dikau dan mohon, semoga kesucian kami Kausempurnakan dan Kaupenuhi dengan cita kasih-Mu. Dan semoga kami Kauperkenankan beralih dari santapan kaum musafir ini kepada perjamuan di dalam kerajaan surga. Demi Kristus,…

DOWNLOAD AUDIO RESI:

 

text

Gravatar Image
Merenungkan sabda Tuhan di saat hening di pagi hari akan menjaga hati dan pikiran kita dari kuasa roh jahat. Berkah Dalem...