20 Juli

“Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka”

(Kel 16:1-5.9-15; Mat 13:1-9)

” Pada hari itu keluarlah Yesus dari rumah itu dan duduk di tepi danau. Maka datanglah orang banyak berbondong-bondong lalu mengerumuni Dia, sehingga Ia naik ke perahu dan duduk di situ, sedangkan orang banyak semuanya berdiri di pantai. Dan Ia mengucapkan banyak hal dalam perumpamaan kepada mereka. Kata-Nya: "Adalah seorang penabur keluar untuk menabur. Pada waktu ia menabur, sebagian benih itu jatuh di pinggir jalan, lalu datanglah burung dan memakannya sampai habis. Sebagian jatuh di tanah yang berbatu-batu, yang tidak banyak tanahnya, lalu benih itu pun segera tumbuh, karena tanahnya tipis. Tetapi sesudah matahari terbit, layulah ia dan menjadi kering karena tidak berakar. Sebagian lagi jatuh di tengah semak duri, lalu makin besarlah semak itu dan menghimpitnya sampai mati. Dan sebagian jatuh di tanah yang baik lalu berbuah: ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!" (Mat 13:1-9), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Orang bijak atau pandai sejati pada umumnya menyampaikan pesan-pesan atau ajarannya secara sederhana, tidak berbelit-belit, sehingga dapat ditangkap dan difahami oleh semua orang yang mendengarkannya. Begitulah yang disampaikan oleh Yesus dalam pengajaran-pengajaranNya; ia menggunakan perumpamaan-perumpamaan atau aneka peristiwa yang terjadi setiap hari, yang hidup di antara para pendengarNya, lebih-lebih di antara orang-orang kecil atau sederhana. Ia sering menggunakan contoh aneka tanaman atau yang terkait dengan pertanian, yang menjadi kesibukan masyarakat setiap hari. Maka dengan ini kami mengajak dan mengingatkan para orangtua, guru/ pendidik, atasan atau pemimpin agar dengan sederhana ketika memberi nasihat, mengajar atau member arahan kepada anak-anak, peserta didik atau bawahan/anggota, sehingga dapat dimengerti dan ditangkap dengan baik dan dengan demikian segera dihayati atau dilaksanakan oleh mereka yang mendengarkannya. Apa yang anda katakan ketika dapat dimengerti dan ditangkap oleh para pendengar akan mempengaruhi cara hidup dan cara bertindaknya sehingga apa yang anda katakan segera menghasilkan buah sebagaimana diharapkan. Jika yang dapat mendengarkan dan menangkap banyak orang, maka hasilnya atau buahnya akan sungguh berlipat ganda, sebagaimana disabdakan oleh Yesus, “ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat”. Sabda Yesus hari ini juga mengajak dan mengingatkan kita semua agar dapat menjadi pendengar-pendengar yang baik, maka marilah kita dengarkan dengan rendah hati dan terbuka aneka saran, nasihat, ajaran dan segera kita laksanakan apa yang kita dengarkan.

·    "Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak. Dan pada hari yang keenam, apabila mereka memasak yang dibawa mereka pulang, maka yang dibawa itu akan terdapat dua kali lipat banyaknya dari apa yang dipungut mereka sehari-hari." (Kel 16:4-5), demikian firman Tuhan kepada Musa untuk menguji bangsanya yang bersungut-sungut dalam perjalanan menuju tanah terjanji. “Apakah mereka hidup menurut hukumKu atau tidak” , inilah yang kiranya baik kita renungkan atau refleksikan. Kita semua telah menerima makanan dan minuman secara melimpah ruah melalui orang lain yang telah berbaik hati dan mengasihi kita; mereka ini adalah ‘tangan-tangan Tuhan’ yang mengulurkan kasih dan perhatianNya. Dengan kata lain apakah kita menyadari dan menghayati segala sesuatu yang kita terima dari orang lain sebagai anugerah Tuhan? Tuhan begitu Maha Murah dan Maha Kasih, maka marilah kita tanggapi kemurahan dan kasihNya dengan mentaati dan melaksanakan hukum yang telah disampaikan oleh Tuhan kepada kita masing-masing. Pertama-tama marilah kita lihat hukum Tuhan yang menjadi nyata dalam hukum alam. Sebagai contoh Tuhan telah menciptakan aneka jenis tanaman dan binatang, yang memang sering nampak saling menghancurkan, namun karena manusia begitu serakah mengkomsumsi atau mematikan salah satu jenis tanaman atau binatang, maka terjadilah kekacauan atau sesuatu yang merusak. Dalam dunia pertanian misalnya dengan serakah orang membasmi hama dengan racun, maka ada jenis binatang yang seharusnya tidak boleh mati ikut mati, dan gilirannya adalah muncullah hama yang tak terkendali. Itu semua terjadi karena manusia tidak menghormati hukum alam. Ada orang yang juga mempercepat pertumbuhan binatang maupun tanaman dengan aneka obat, maka buahnya adalah tidak sehat alias penyakit. Marilah kita ikuti proses kehidupan semua ciptaan Tuhan dengan rendah hati, demi keselamatan dan kebahagiaan kita bersama.

“Mereka mencobai Allah dalam hati mereka dengan meminta makanan menuruti nafsu mereka.Mereka berkata terhadap Allah: "Sanggupkah Allah menyajikan hidangan di padang gurun?

(Mzm 78:18-19)

Ign 20 Juli 2011

Artikel lain yang banyak dibaca:

Loading...

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: