1sept

“Setiap orang yang mempunyai kepadanya akan diberi sehingga ia berkelimpahan
(1Kor 1:26-31; Mat 25:14-30)
"Sebab hal Kerajaan Sorga sama seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberikannya lima talenta, yang seorang lagi dua dan yang seorang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya, lalu ia berangkat. Segera pergilah hamba yang menerima lima talenta itu. Ia menjalankan uang itu lalu beroleh laba lima talenta. Hamba yang menerima dua talenta itu pun berbuat demikian juga dan berlaba dua talenta. Tetapi hamba yang menerima satu talenta itu pergi dan menggali lobang di dalam tanah lalu menyembunyikan uang tuannya. …..Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi, sehingga ia berkelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan diambil dari padanya. Dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi."(Mat 25:14-18.29-30), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:
·  Sebagai manusia yang diciptakan oleh Tuhan kita memiliki tugas sebagaimana juga ditugaskan oleh manusia pertama, yaitu: ‘bekerja untuk menguasai bumi seisinya yang diciptakan Tuhan demi keselamatan jiwa kita maupun saudara-saudari kita’. Masing-masing dari kita juga dianugerahi  aneka keterampilan dan kecakapan atau bakat yang berbeda satu sama lain, dan diharapkan kita memperkembangkan dan memperdalamnya dalam dan melalui hidup sehari-hari. Kita kita mendambakan hidup berbahagia dan selamat baik di dunia maupun di akhirat nanti, setelah dipanggil Tuhan, hendaknya kita tidak menyia-nyiakan anugerah Tuhan tersebut atau hidup bermalas-malasan. Ingat dan sadari bahwa bermalas-malasan dalam hidup dapat menjadi ‘tempat subur bagi setan’ atau dalam bahasa Jawa disebut ‘bantaling setan’, sehingga orang yang bermalasan-malasan akan cenderung untuk melakukan aneka kejahatan, hal-hal tak bermoral dan tak berbudi pekerti luhur, yang mencelakakan dirinya sendiri maupun orang lain, terutama jiwanya. Anugerah apapun yang kita terima dari Tuhan, hendaknya diperkembangkan dan diperdalam serta kemudian disumbangkan dalam kehidupan bersama, karena dengan demikian anugerah tersebut akan berlipat ganda. Sebagai contoh: uang disimpan dalam almari besi atau ‘dibawah bantal’ tak akan bertambah atau bahkan semakin berkurang nilainya, maka jika uang hendaknya ‘berjalan-jalan terus’ alias difungsikan untuk mendukung tugas panggilan dari Tuhan: bekerja. Demikian juga otak atau pikiran semakin digunakan akan semakin diperkaya dan berkembang, dst..
·  Jangan ada seorang manusia pun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita.Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan.” (1Kor 1:29-31). Bermegah di dalam Tuhan berarti senantiasa setia dan giat melaksanakan kehendak dan perintah Tuhan dalam situasi dan kondisi apapun dan dimanapun. Dengan kata lain marilah kita setia dan giat menghayati panggilan maupun kharisma atau visi yang terkait dengan panggilan kita masing-masing, meskipun untuk itu kita harus menghadapi aneka masalah, tantangan dan hambatan. Sebagai orang yang telah dibaptis, yang menandai nama kita dengan nama santo atau santa, marilah kita kenangkan santo atau santa pelindung kita masing-masing, karena santo atau santa pelindung kita kiranya telah teruji dan sukses dalam bermegah di dalam Tuhan. Hendaknya kita jangan bermegah atau bangga hanya karena kita kaya akan pengetahuan maupun harta benda atau uang, karena dengan demikian kita akan tergerak untuk berbakti kepada ‘berhala modern’ tersebut serta kemudian melupakan atau meninggalkan Tuhan yang telah menciptakan dan mengasihi kita tanpa batas. Kita yang beriman kepada Yesus Kristus dipanggil untuk meneladan cara hidup dan cara bertindak Yesus, sebagaimana diwartakan di dalam Injil, maka marilah kita perdalam dan perkembangkan pengenalan kita akan Yesus Kristus agar kita dengan demikian lebih mudah dan tepat meneladan cara hidup dan cara bertindakNya. Tak kenal juga tak akan sayang, demikian kata sebuah pepatah, sebaliknya dengan mengenal kita akan tergerak untuk menyayangi atau mengasihi. “Witing tresno jalaran soko kulino” = cintakasih lahir dari kebiasaan, demikian kata sebuah peribahasa Jawa.
Aku mau menyanyikan syukur kepada-Mu dalam jemaah yang besar, di tengah-tengah rakyat yang banyak aku mau memuji-muji Engkau. Janganlah sekali-kali bersukacita atas aku orang-orang yang memusuhi aku tanpa sebab, atau mengedip-ngedipkan mata orang-orang yang membenci aku tanpa alasan. Karena mereka tidak membicarakan damai, dan terhadap orang-orang yang rukun di negeri mereka merancangkan penipuan, mereka membuka mulutnya lebar-lebar terhadap aku dan berkata: "Syukur, syukur, mata kami telah melihatnya!
(Mzm 35:18-21)
Ign 1 September 2012

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.