19 Des – Hak 13:2-7.24-25a; Luk 1:5-25

Sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."

(Hak 13:2-7.24-25a; Luk 1:5-25)

 

“Lalu kata Zakharia kepada malaikat itu: "Bagaimanakah aku tahu, bahwa hal ini akan terjadi? Sebab aku sudah tua dan isteriku sudah lanjut umurnya." Jawab malaikat itu kepadanya: "Akulah Gabriel yang melayani Allah dan aku telah diutus untuk berbicara dengan engkau dan untuk menyampaikan kabar baik ini kepadamu. Sesungguhnya engkau akan menjadi bisu dan tidak dapat berkata-kata sampai kepada hari, di mana semuanya ini terjadi, karena engkau tidak percaya akan perkataanku yang akan nyata kebenarannya pada waktunya." Sementara itu orang banyak menanti-nantikan Zakharia. Mereka menjadi heran, bahwa ia begitu lama berada dalam Bait Suci. Ketika ia keluar, ia tidak dapat berkata-kata kepada mereka dan mengertilah mereka, bahwa ia telah melihat suatu penglihatan di dalam Bait Suci. Lalu ia memberi isyarat kepada mereka, sebab ia tetap bisu. Ketika selesai jangka waktu tugas jabatannya, ia pulang ke rumah. Beberapa lama kemudian Elisabet, isterinya, mengandung dan selama lima bulan ia tidak menampakkan diri, katanya: "Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang."(Luk 1:18-15), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Hidup berkaluarga atau sebagai suami-isteri sampai tua tidak dianugerahi anak kiranya yang bersangkutan, lebih-lebih pihak isteri/perempuan akan merasa bersalah atau kurang terhormat. Begitulah kiranya yang dialami Zakharia dan Elisabet, dan lebih-lebih Elisabet, yang telah lanjut usianya. Namun mujizat terjadi dimana dalam usia tuanya mereka dianugerahi anak, Elisabet mengandung dan kemudian berkata :”Inilah suatu perbuatan Tuhan bagiku, dan sekarang Ia berkenan menghapuskan aibku di depan orang”. Dengan mengandungnya Elisabet ini berarti tanda-tanda pemenuhan janji Allah akan segera terwujud, karena anak yang dikandungnya yang harus dinamai Yohanes “akan berjalan mendahului Tuhan dalam roh dan kuasa Elia untuk membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati orang-orang durhaka kepada pikiran orang-orang benar dan dengan demikian menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya“.  Pengalaman Elisabet ini kiranya baik menjadi permenungan  bagi para orangtua: anak-anak yang dianugerahkan Tuhan hendaknya disyukuri dan didampingi sedemikian rupa sehingga kelak tumbuh berkembang “menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagiNya”. Anak adalah anugerah Tuhan, maka hendaknya dibina dan dibesarkan sesuai dengan kehendak Tuhan. Cara hidup dan cara bertindak anak sejak kecil telah menjadi daya tarik dan daya pikat bagi banyak orang untuk semakin beriman atau mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Kepada para suami isteri yang mungkin sudah cukup lama berkeluarga dan belum dianugerahi anak, kami ajak untuk tidak putus asa dan semakin banyak berdoa atau beribadat mohon kemurahan hati Tuhan.

·    "Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki. Oleh sebab itu, peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan dan jangan makan sesuatu yang haram. Sebab engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki; kepalanya takkan kena pisau cukur, sebab sejak dari kandungan ibunya anak itu akan menjadi seorang nazir Allah dan dengan dia akan mulai penyelamatan orang Israel dari tangan orang Filistin." (hak 13:3-5), demikian berita gembira perihal kelahiran Simson. Simson akhirnya dilahirkan, menjadi  besar dan diberkati oleh Tuhan. Pesan malaikat kepada perempuan, ibu dari Simson, ini kiranya baik menjadi permenungan khususnya bagi para rekan perempuan atau ibu. “Peliharalah dirimu, jangan minum anggur atau minuman yang memabukkan”, demikian antara  lain pesan malaikat. Kesehatan dan kebugaran perempuan atau ibu kiranya penting sekali dan sangat menentukan anak yang dikandung dan dilahirkannya. Maka dengan ini kami berharap kepada rekan-rekan perempuan, entah yang masih perawan alias belum menikah atau yang sudah berkeluarga, untuk sungguh memperhatikan kesehatan dan kebugaran dirinya. Hendaknya makan dan minum yang bergizi, cukup berolahraga maupun istirahat. Pengalaman menunjukkan ketika seorang perempuan kurang sehat dan makan bergizi, maka ketika mengandung dan melahirkan anak akan menemui kesulitan dan anak yang dilahirkan juga sakit-sakitan. Ingat bahwa anda rekan perempuan yang berkeluarga harus mengandung anaknya selama kurang lebih sembilan bulan, yang berarti selama kurang lebih sembilan bulan apa yang menjadi miliknya alias dirinya diturunkan atau diwariskan pada anaknya. Warisilah anak yang anda kandung dengan apa yang membuat anak tumbuh berkembang dan semakin diberkati oleh Tuhan.

 

“Aku datang dengan keperkasaan-keperkasaan Tuhan ALLAH, hendak memasyhurkan hanya keadilan-Mu saja!

Ya Allah, Engkau telah mengajar aku sejak kecilku, dan sampai sekarang aku memberitakan perbuatan-Mu yang ajaib” (Mzm 71:16-17)

Jakarta, 19 Desember 2009

 

    

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.