17 April

“Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku.”

(Kis 8:1b-8; Yoh 6:35-40)

“Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi. Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman.” (Yoh 6:35-40), demikian kutipan Warta Gembira hari ini

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Yesus datang dari sorga ke dunia untuk melakukan kehendak Allah Bapa, yaitu agar semua umat manusia selamat dan kelak ketika meninggal dunia langsung naik/kembali ke sorga untuk hidup bahagia dan mulia selama-lamanya. Maka kita yang beriman kepadaNya juga dipanggil untuk bersama-sama agar kita semua selamat dan damai sejahtera, baik selama hidup di dunia ini maupun kelak setelah meninggal dunia. Untuk itu kita bersama-sama hendaknya senantiasa berusaha agar melaksanakan kehendak dan perintah Allah, dan kehendak maupun perintahNya antara lain dapat kita temukan di dalam Kitab Suci. Dalam rangka menghayati Tahun Iman ini marilah kita bersama-sama memperdalam iman kita, dengan membaca dan merenungkan bersama sabda Tuhan sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci. Baiklah jika di dalam keluarga kita masing-masing disediakan waktu khusus setiap hari untuk bersama-sama berdoa seraya mengadakan pendalaman iman atau Kitab Suci. Apa yang tertulis di dalam Kitab Suci pertama-tama dan terutama untuk dibacakan dan didengarkan, maka yang bertugas membacakan kami harapkan sungguh mempersiapkan diri, sedang yang mendengarkan sungguh membuka telinga, hati dan jiwa terhadap sabda Tuhan. Jika ada ayat yang mengesan hendaknya dicecap dalam-dalam, sehingga mempengaruhi cara hidup dan cara bertindak kita. Marilah kita saling berbuat baik satu sama lain, sehingga kehidupan bersama senantiasa baik adanya. Biasakan anak-anak anda untuk dapat mendengarkan dengan baik, karena apa yang mereka dengarkan akan mempengaruhi pribadinya, dan untuk itu hendaknya senantiasa diperdengarkan apa-apa yang baik.

·   “Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ.Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu.Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu” (Kis 8:5-8). Dari kutipan di atas ini kami pertama-tama mengingatkan mereka yang bertugas sebagai pewarta, para ketekis maupun rekan-rekan pastor/imam untuk setia “memberitakan Mesias”, memberitakan karya penyelamatan, dan tentu saja hendaknya bersumber pada Kitab Suci. Sebagai pewarta kami harapkan juga dapat menjadi teladan dalam penghayatan sabda Tuhan. Kita semua dipanggil untuk mengusir roh jahat, yang berarti memberantas dan memusnahkan aneka kejahatan di lingkungan hidup kita masing-masing, perilaku yang amoral dan yang berlawanan dengan kehendak Tuhan. Marilah kita perhatikan saudara-saudari kita yang sedang menderita sakit, dan kita tolong mereka dalam penyembuhannya, entah itu dengan mendoakan atau memberi bantuan berupa dana atau beaya sekiranya dibutuhkan dalam rangka penyembuhan. Salah satu ‘penyakit’ yang sungguh memprihatinkan adalah tiadanya kepekaan social di antara generasi muda masa kini, yang disebabkan oleh pengaruh sarana-prasarana tehnologi seperti HP, Ipad, dst.., dimana orang asyik dengan alat-alat tersebut, dan tidak memperhatikan orang lain. Hemat saya hal ini pertama-tama harus dimulai di dalam keluarga. Orangtua hendaknya tidak memanjakan anak-anak dengan sarana-prasarana komunikasi elektronik yang membuat orang kurang komunikatif.

“Bersorak-sorailah bagi Allah, hai seluruh bumi, mazmurkanlah kemuliaan nama-Nya, muliakanlah Dia dengan puji-pujian! Katakanlah kepada Allah: "Betapa dahsyatnya segala pekerjaan-Mu;..Seluruh bumi sujud menyembah kepada-Mu, dan bermazmur bagi-Mu, memazmurkan nama-Mu." 66:5 Pergilah dan lihatlah pekerjaan-pekerjaan Allah; Ia dahsyat dalam perbuatan-Nya terhadap manusia

 (Mzm 66:1-3a-5)

Ign 17 April 2013

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.