16 Des – Yes 54:1-10; Luk 7:24-30

“Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar dari pada Yohanes

(Yes 54:1-10; Luk 7:24-30)


“Setelah suruhan Yohanes itu pergi, mulailah Yesus berbicara kepada orang banyak itu tentang Yohanes: "Untuk apakah kamu pergi ke padang gurun? Melihat buluh yang digoyangkan angin kian ke mari? Atau untuk apakah kamu pergi? Melihat orang yang berpakaian halus? Orang yang berpakaian indah dan yang hidup mewah, tempatnya di istana raja. Jadi untuk apakah kamu pergi? Melihat nabi? Benar, dan Aku berkata kepadamu, bahkan lebih dari pada nabi. Karena tentang dia ada tertulis: Lihatlah, Aku menyuruh utusan-Ku mendahului Engkau, ia akan mempersiapkan jalan-Mu di hadapan-Mu. Aku berkata kepadamu: Di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak ada seorang pun yang lebih besar dari pada Yohanes, namun yang terkecil dalam Kerajaan Allah lebih besar dari padanya." Seluruh orang banyak yang mendengar perkataan-Nya, termasuk para pemungut cukai, mengakui kebenaran Allah, karena mereka telah memberi diri dibaptis oleh Yohanes. Tetapi orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menolak maksud Allah terhadap diri mereka, karena mereka tidak mau dibaptis oleh Yohanes.” (Luk 7:24-30), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:


·   Yohanes Pembaptis adalah seorang nabi bentara Penyelamat Dunia, bertugas mempersiapkan jalan untuk kedatangan Penyelamat Dunia. Para nabi pada umumnya memang cukup dikenal dengan ajaran-ajaran, tegoran-tegoran serta nasihat-nasihatnya, namun para pendengarnya tidak sampai bertindak seperti para pendengar Yohanes Pembaptis. Mereka yang mendengarkan pengajaran Yohanes Pembaptis kemudian ‘mengakui kebenaran Allah dan memberi diri dibaptis’, inilah yang membuat Yohanes Pembaptis sebagai yang terbesar yang pernah dilahirkan oleh seorang perempuan, kecuali Penyelamat Dunia. Dengan ini kami mengajak anda sekalian yang beriman kepada Yesus Kristus untuk dengan rendah hati dan bantuan rahmat Tuhan berusaha meneladan Yohanes Pembaptis, artinya melalui cara hidup dan cara bertindak kita orang tergerak untuk minta ‘dibaptis’. Maksud kami ‘dibaptis’ tidak hanya secara formal atau liturgis saja melainkan lebih-lebih dan terutama secara spiritual dan moral, yaitu orang semakin mempersembahkan diri seutuhnya dalam hidup sehari-hari melalui aneka pelayanan atau kesibukan. Dengan kata lain hendaknya cara hidup dan cara bertindak kita dapat menjadi ‘pre-evangelisasi’, yaitu menjadi fasilitator bagi siapapun yang mendambakan untuk semakin mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan. Hendaknya cara hidup dan cara bertindak kita tidak menjadi batu sandungan bagi orang lain untuk berbuat dosa atau melakukan apa yang jahat.


·   Yang menjadi suamimu ialah Dia yang menjadikan engkau, TUHAN semesta alam nama-Nya; yang menjadi Penebusmu ialah Yang Mahakudus, …. Ia disebut Allah seluruh bumi.” (Yes 54:5), demikian peringatan Yesaya kepada bangsanya, kepada kita semua umat beriman. Kutipan ini kiranya sering menjadi inspirasi bagi rekan-rekan perempuan yang mempersembahkan diri seutuhnya kepada Tuhan melalui panggilan hidup membiara, dengan menyatakan diri sebagai ‘permaisuri atau penganten Tuhan’, maksudnya adalah orang yang sungguh bersatu dan bersama dengan Tuhan dimanapun dan kapanpun, dalam situasi dan kondisi apapun. Bersatu dan bersama dengan Tuhan mau tak mau pasti akan dikuasai atau dirajaiNya, karena Dia Yang Mahakudus dan yang menciptakan seluruh bumi seisinya. Maka baiklah kami mengajak anda sekalian: bagi rekan-rekan laki-laki marilah menjadi ‘isteri Tuhan’, sedangkan rekan-rekan perempuan menjadi ‘suami Tuhan’. Suami-isteri dalam mengawali hidup berkeluarga berjanji untuk saling mengasihi satu sama lain baik dalam untung maupun malang, sehat maupun sakit sampai mati, maka baiklah kami mengajak anda sekalian untuk mengasihi Tuhan sampai mati. Tuhan telah mengasihi kita secara luar biasa melalui orang-orang yang telah berbuat baik kepada kita, dan kiranya kita tak mungkin menghitung betapa besar, tinggi dan dalamnya kasih Tuhan kepada kita, maka selayaknya kita hidup penuh syukur dan terima kasih atas kasihNya yang melimpah ruah itu. Hidup penuh syukur dan terima kasih juga berarti hidup dan bertindak dengan rendah hati, tidak sombong dan tidak serakah. Ia adalah Allah seluruh bumi, maka diharapkan semua ciptaanNya, lebih-lebih manusia, hidup saling mengasihi sehingga terjadilah damai sejahtera di bumi ini. Marilah kita menyongsong pesta Natal dengan mengingat saudara-saudari kita atau kenalan dan sahabat kita. Kami percaya saat ini anda mulai merencanakan untuk mengirim ucapan damai Natal kepada rekan dan sahabat, entah dengan kirim kartu, hadiah barang, SMS, dst.., maka baiklah kita perhatikan saudara-saudari kita yang mungkin selama ini kurang diperhatikan.

 

TUHAN, Engkau mengangkat aku dari dunia orang mati, Engkau menghidupkan aku di antara mereka yang turun ke liang kubur.Nyanyikanlah mazmur bagi TUHAN, hai orang-orang yang dikasihi-Nya, dan persembahkanlah syukur kepada nama-Nya yang kudus! Sebab sesaat saja Ia murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai.”

(Mzm 30:4-6)

Jakarta, 16 Desember 2010     

   

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.