150 Ribu Umat Ikuti Misa Paska Bersama Paus Fransikus

MISA Paska di Vatikan yang berlangsung di halaman Basilika Santo Petrus Minggu siang tadi berlangsung meriah dan khidmat. Misa Perayaan Kebangkitan Kristus ini dihadiri tak kurang oleh sekitar 150 ribu umat dari berbagai penjuru dunia seperti terlihat dari bendera-bendera kebangsaan yang mereka bawa. Langit yang begitu biru dan cerah seakan mewakili perasaan umat Kristiani di hari kemenangan ini.

Seperti biasa dalam misa raya di Vatikan, doa umat dibacakan oleh wakil dari beberapa negara dengan bahasa masing-masing. Kali ini dalam bahasa Hindi, Perancis, Jerman, Mandarin, dan Korea. Sebelumnya Injil disenandungkan dalam bahasa Yunani secara acapella.

Setelah misa, Paus menaiki mobil terbuka tanpa kaca peluru, mengelilingi Lapangan Santo Petrus untuk memberi salam kepada umat yang begitu antusias melambai-lambai kepadanya.

Kemudian Paus naik ke balkon untuk memberikan berkat Urbi et orbi, berkat untuk Kota [Roma] dan untuk dunia.

Pesan lengkap Paus

Saudara-saudara semua, Selamat Hari Suci Paska!

Gereja hari ini mengumandangkan pesan malaikat kepada para wanita: Akan tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: “Janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit , sama seperti yang telah dikatakan-Nya. (Mateus 28:5-6)

Kebangkitan Yesus merupakan titik kulminasi dari Injil: Yesus yang disalibkan, telah bangkit! Ini merupakan dasar iman dan harapan kita. Jika Kristus tidak bangkit, kekristenan akan kehilangan maknanya; seluruh misi Gereja akan kehilangan denyutnya. Karena inilah titik dimana seluruh hal berawal dan berlanjut.

Pesan yang dibawa orang kristiani kepada dunia adalah: Yesus, inkarnasi Kasih, telah mati disalib untuk menebus dosa kita, tetapi Allah Bapa telah membangkitkan Dia dan menjadikanNya Tuhan atas hidup dan kematian. Di dalam Yesus, cinta kasih menang atas kebencian, belas kasih menang atas dosa, kebaikan menang atas kejahatan, kebenaran menang atas kepalsuan, dan kehidupan menang atas kematian.

Karena itulah kita mewartakan kepada setiap orang: “Datang dan lihatlah!”

pope-easter_2523816k

Paus Fransiskus memimpin Misa Paska 2014 di halaman Lapangan Santo Petrus. (Courtesy of The Telegraph)

Di dalam setiap situasi manusia, yang ditandai dengan kerentanan, dosa, dan kematian, Kabar Gembira bukan hanya sekedar kata-kata, tetapi sebuah kesaksian atas kasih yang tidak bersyarat dan teguh: meninggalkan diri kita sendiri dan bertemu orang lain, menjadi dekat dengan orang yang mengalami kesulitan hidup, berbagi dengan yang membutuhkan, menopang orang yang sakit, orangtua dan yang tersingkirkan.

“Datang dan lihatlah!”: Kasih lebih kuat, kasih memberikan hidup, kasih memekarkan harapan di dalam ketidakpastian.

Dengan suka cita ini di dalam hati kami, hari ini kami berpaling kepadaMu, ya Tuhan yang Bangkit mulia!

Bantulah kami mencari dan menemukanMu, agar kami menyadari bahwa kami memiliki seorang Bapa dan bukan yatim piatu; bahwa kami bisa mencintai dan memuliakan Dikau.

Bantulah kami mengatasi masalah kelaparan, yang disebabkan oleh konflik dan penghamburan dimana kami turut berperan.

urbi et orbi demotix

Berkat Orbi et Orbi, untuk Kota Roma dan Dunia. (Courtesy of Demotix)

Mampukan kami untuk melindungi yang rentan, terutama anak-anak, kaum perempuan dan orangtua, yang sedang dieksploitasi dan ditelantarkan.

Mampukan kami merawat saudara-saudara kami yang terkena penyakit ebola di Guine Conakry, Sierra Leone, dan Liberia. Juga merawat mereka yang menderita berbagai penyakit lainnya, yang tersebar akibat kelalaian dan kemiskinan akut.

Hiburlah mereka semua yang tidak bisa merayakan Paska bersama orang-orang terkasih mereka karena secara tidak adil terengut dari mereka, seperti banyak orang, baik pastor maupun awam, yang diculik di berbagai belahan dunia.

Hiburlah mereka yang harus meninggalkan tanah air mereka untuk bermigrasi ke tempat lain yang menawarkan harapan akan masa depan yang lebih baik dan kemungkinan untuk hidup bermatabat, dan tidak jarang untuk bisa menjalankan iman dan kepercayaan mereka.

Kami memohon kepadamu Tuhan Yesus, untuk menghentikan segala perang dan segala konflik, baik besar maupun kecil, baik konflik lama maupun baru.

Kami terutama berdoa untuk Suriah, agar semua yang menderita akibat dampak konflik disana bisa menerima bantuan kemanusiaan dan semoga tidak ada pihak yang menggunakan kekerasaan bersenjata lagi, terutama terhadap masyarakat sipil. Semoga mereka memilih jalan negosiasi akan perdamaian yang telah lama dinanti dan dirindukan!

Kami berdoa untuk penghiburan para korban perang saudara di Irak dan tetap berharap akan adanya perundingan kembali antara Israel dan Palestina.

Kami memohon kepadaMu agar mengakhiri konflik di Republik Tengah Afrika dan menghentikan serangan brutal teroris di Nigeria dan kekerasan di Sudan Selatan.

Kami berdoa semoga terjadi rekonsiliasi dan perdamaian di Venezuela.

urbi et orbi 2014

Meriahnya Misa Paskah di Lapangan Santo Petrus di Vatikan, Minggu 20 April 2014. (Courtesy of Deutsche Welle/Getty Image)

Dengan kebangkitanMu, dimana tahun ini kami rayakan bersama dengan gereja-gereja yang menggunakan kalender Julian (kalender yang diperkenalkan oleh Julius Caesar, red.), kami mohon agar Engkau memberi pencerahan dan menginspirasi terjadinya inisiatif perdamaian di Ukraina kepada semua pihak yang terlibat, dengan dukungan masyarakat internasional, yang berupaya mencegah tindak kekerasan di dalam semangat dialog dan persatuan, agar dapat menentukan masa depan negara tersebut.

Tuhan, kami berdoa untuk semua penduduk di muka bumi: Engkau yang telah mengalahkan maut, berilah kami hidupMu, berilah kami damaiMu!

Sumber: AsiaNews

Photo credit:
•   Suasana Misa Paskah di Vatikan (Courtesy of Deutsche Welle)
• Paus Fransiskus memimpin Misa Paskah di Vatikan (Courtesy of The Telegraph)

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.