15 Mei

“Aku menguduskan diriKu bagi mereka supaya mereka pun dikuduskan dalam
kebenaran.”
(Kis 20:28-38; Yoh 17:11b-19)
“Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu
yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama
seperti Kita.2 Selama Aku bersama mereka, Aku memelihara mereka dalam
nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku; Aku telah
menjaga mereka dan tidak ada seorang pun dari mereka yang binasa
selain dari pada dia yang telah ditentukan untuk binasa, supaya
genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci. Tetapi sekarang, Aku datang
kepada-Mu dan Aku mengatakan semuanya ini sementara Aku masih ada di
dalam dunia, supaya penuhlah sukacita-Ku di dalam diri mereka. Aku
telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka,
karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Aku
tidak meminta, supaya Engkau mengambil mereka dari dunia, tetapi
supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat. Mereka bukan
dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia. Kuduskanlah mereka
dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran. Sama seperti Engkau telah
mengutus Aku ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka
ke dalam dunia; dan Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya mereka
pun dikuduskan dalam kebenaran.” (Yoh 17:11b-19) ,demikian kutipan
Warta Gembira hari ini
Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan
sederhana sebagai berikut:
•       Yesus mendoakan kita semua agar kita sungguh kudus dalam kebenaran,
yang berarti hidup baik, bermoral dan berbudi pekerti luhur dengan
semangat atau dijiwai oleh sabda Tuhan. Kudus dan kebenaran kiranya
dapat berarti sama: kudus berarti orang membaktikan diri sepenuhnya
kepada Penyelenggaraan Ilahi sedangkan benar berarti orang hidup dan
bertindak tidak mengikuti selera atau keinginan pribadi melainkan
sesuai dengan perintah dan kehendak Tuhan. Maka marilah dalam masa
Novena Roh Kudus ini kita sungguh membuka hati, jiwa, pikiran dan
tubuh kita terhadap sabda Tuhan, dan karena Tuhan maha segalanya mau
tak mau kita harus hidup dan bertindak sesuai dengan kehendak dan
sabda-sabdaNya. Selama masa Novena ini kiranya baik jika kita juga
menggiatkan pembacaan dan permenungan sabda Tuhan sebagaimana tertulis
di dalam Kitab Suci. Apa yang tertulis di dalam Kitab Suci
pertama-tama dan terutama untuk dibacakan dan didengarkan. Dengan kata
lain marilah kita giatkan bacaan rohani atau ‘lectio divina’. Ketika
kita baru saja dilahirkan kiranya kita dalam keadaan suci atau kudus,
namun dalam perjalanan waktu karena kelemahan dan kerapuhan kita
semakin tambah usia kesucian atau kekudusan tersebut mengalami erosi
atau kemerosotan. Maka baiklah kita mengadakan penyucian atau
pengudusan kembali dengan bantuan rahmat Tuhan pasti akan berhasil
dengan baik. Memang kita tak mungkin sendirian akan berhasil, maka
marilah kita bekerjasama saling membantu satu sama lain. Kita saling
mengingatkan agar senantiasa berusaha menjadi kudus atau suci. Untuk
itu memang kita dapat bercermin pada anak-anak balita yang masih
polos, jujur dan suci, tiada kepalsuan sedikitpun padanya.
•       “Karena itu jagalah dirimu dan jagalah seluruh kawanan, karena
kamulah yang ditetapkan Roh Kudus menjadi penilik untuk menggembalakan
jemaat Allah yang diperoleh-Nya dengan darah Anak-Nya sendiri. Aku
tahu, bahwa sesudah aku pergi, serigala-serigala yang ganas akan masuk
ke tengah-tengah kamu dan tidak akan menyayangkan kawanan itu. Bahkan
dari antara kamu sendiri akan muncul beberapa orang, yang dengan
ajaran palsu mereka berusaha menarik murid-murid dari jalan yang benar
dan supaya mengikut mereka.” (Kis 20:28-30), demikian pesan Paulus
kepada umat yang telah percaya kepada Yesus Kristus. Pesan ini memang
pertama-tama dan terutama terarah kepada para gembala umat beserta
para pembantu-pembantunya. Ancaman untuk melemahkan dan menghancurkan
hidup beriman pada masa kini memang banyak sekali, berupa aneka
kenikmatan duniawi, seperti makanan dan minuman, seks, kedudukan atau
jabatan, harta benda atau uang dst.., yang menggoda dan mendorong
orang untuk menjadi serakah dan egois. Salah satu cara untuk melawan
godaan atau rayuan tersebut antara lain adalah hidup sederhana, tidak
berfoya-foya. Sekali lagi kami ingatkan bahwa kita telah memiliki Paus
atau Gembala Umat yang sungguh sederhana, maka hendaknya kita sebagai
‘kawanan domba’ meneladannya dengan hidup dan bertindak sederhana.
Kami berharap kepada para orangtua dapat menjadi teladan atau
inspirator bagi anak-anaknya dalam hidup dan bertindak sederhana.
Demikian juga kepada rekan-rekan anggota Lembaga Hidup Bakti yang
berkaul kemiskinan kami harapkan menjadi saksi hidup sederhana di
lingkungan umat Allah.
“Kerahkanlah kekuatan-Mu, ya Allah, tunjukkanlah kekuatan-Mu, ya
Allah, Engkau yang telah bertindak bagi kami. Demi bait-Mu di
Yerusalem, raja-raja menyampaikan persembahan kepada-Mu”
(Mzm 68:29-30)
Ign 15 Mei 2013

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.