15 Mei – Kis 18:23-28; Yoh 16:23b-28

“Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa akan diberikanNya kepadamu dalam namaKu”

(Kis 18:23-28; Yoh 16:23b-28)

 

“Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu. Semuanya ini Kukatakan kepadamu dengan kiasan. Akan tiba saatnya Aku tidak lagi berkata-kata kepadamu dengan kiasan, tetapi terus terang memberitakan Bapa kepadamu. Pada hari itu kamu akan berdoa dalam nama-Ku. Dan tidak Aku katakan kepadamu, bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya, bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; Aku meninggalkan dunia pula dan pergi kepada Bapa." (Yoh 16:23b-28), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan hari ini saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

·   Dalam setiap Perayaan Ekaristi ada bagian yang disebut ‘Doa Umat’, dimana kita sebagai umat Allah mengajukan permohonan-permohonan kepada Tuhan. Ada 4 (empat) ujud/permohonan utama, yaitu : bagi para pemimpin Gereja, bagi para pemimpin Negara dan masyarakat, bagi mereka yang miskin dan berkekurangan dan bagi diri kita sendiri. Urutan prioritas ujud ini hendaknya menjadi acuan kita dalam berdoa, entah secara pribadi atau bersama-sama, dalam mengajukan permohonan-permohonan kepada Tuhan. Maka marilah jika kita berdoa pertama-tama dan terutama mendoakan orang lain yang memiliki tanggungjawab berat untuk mensejahterakan rakyat atau umat serta mereka yang miskin dan berkekurangan dalam berbagai hal, dan bagi bagi diri kita sendiri. Setiap berpartisipasi dalam Perayaan Ekaristi kita mendoakan para gembala kita, Paus dan Uskup, sebagaimana didoakan dalam Doa Syukur Agung, karena para gembala kita memiliki tugas berat dan mulia untuk melayani umat Allah. Sebagai umat Allah kita dipanggil untuk berpihak pada atau memperhatikan mereka yang miskin dan berkekurangan, entah secara phisik/material atau spiritual, sesuai dengan kemampuan dan kemungkinan kita. Marilah kita perhatikan mereka yang sakit atau menderita. Hendaknya kita juga mohon kepada Tuhan rahmat pertobatan bagi para penjahat, lebih-lebih para koruptor yang masih marak di negeri kita ini.

·   Ia telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan. Dengan bersemangat ia berbicara dan dengan teliti ia mengajar tentang Yesus” (Kis 18:25), demikian berita perihal Apolos. Sebagai orang yang percaya atau beriman kepada Yesus Kristus kita juga telah menerima pengajaran dalam Jalan Tuhan, maka marilah kita meneladan Apos, yang bersemangat berbicara dan dengan teliti mengajar tentang Yesus. Segala sesuatu tentang Yesus dapat kita baca dan refleksikan apa yang tertulis di dalam Kitab Suci, maka marilah kita baca dan renungkan apa yang tertulis di dalam Kitab Suci. Jika tidak memiliki Kitab Suci, apa yang saya kutipkan dan coba refleksikan secara sederhana setiap hari kami ambil dari Kitab Suci, maka dengan rela dan rendah hati kami mempersilahkan apa yang saya kutip dan tulis disebarkan kepada rekan-rekan kita. Tentu saja kami juga berharap kepada kita semua: hendaknya kita senantiasa berusaha menghayati apa yang tertulis di dalam Kitab Suci, karena apa yang ditulis di dalam Kitab Suci sungguh menjadi jalan menuju ke Tuhan. Ingat dan sadari bahwa  apa yang ada di dalam Kitab Suci ditulis dalam ilham Allah dan “Segala tulisan yang diilhamkan Allah memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran.” (2Tim 3:16). Mengajar tentang Yesus juga dapat dilakukan melalui cara hidup dan cara bertindak yang meneladan cara hidup dan cara bertindak Yesus, dengan kata lain marilah kita hayati tugas pewartaan Kabar Gembira melalui kesaksian hidup beriman. Kesaksian hidup merupakan cara utama dan pertama dalam mewartakan Kabar Gembira, yang tak dapat digantikan dengan cara apapun. Secara khusus kami berharap kepada para ketekis atau guru agama untuk dengan setia, tekun dan teliti dalam ‘berbicara dan mengajar tentang Yesus’.  Kami juga berharap hendaknya anak-anak sedini mungkin dibiasakan untuk membacakan dan mendengarkan apa tertulis di dalam Kitab Suci.

 

“Hai segala bangsa, bertepuktanganlah, elu-elukanlah Allah dengan sorak-sorai!Sebab TUHAN, Yang Mahatinggi, adalah dahsyat, Raja yang besar atas seluruh bumi. Sebab Allah adalah Raja seluruh bumi, bermazmurlah dengan nyanyian pengajaran!Allah memerintah sebagai raja atas bangsa-bangsa, Allah bersemayam di atas takhta-Nya yang kudus.Para pemuka bangsa-bangsa berkumpul sebagai umat Allah Abraham. Sebab Allah yang empunya perisai-perisai bumi; Ia sangat dimuliakan

(Mzm 47:2-3.8-10)

       

Jakarta, 15 Mei 2010

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.