125 Tahun Gereja Katolik di Pulau Sumba (2B)

UMAT  Katolik Gereja Sumba yang saya kasihi dalam Kristus,

Sebagai Gereja Keuskupan Weetebula, kita boleh berbangga atas sejarah Gereja Katolik di Pulau Sumba yang sejak 125 tahun menjadi ladang Allah. Para misionaris Yesuit telah menanam bibit-bibit iman katolik, pater-pater SVD telah menyiramnya, para misionaris Redemptoris bersama suster-suster Kongregasi Amal Kasih Darah Mulia (ADM) memupuk, dan kini kita semua sebagai Gereja Keuskupan Weetebula memetik hasil, sementara Allah terus-menerus tiada henti memberikan pertumbuhan.

Tentu saja seperti kata Santo Paulus, yang penting bukanlah yang menanam atau yang menyiram, atau yang memupuk, melainkan Allah yang memberikan pertumbuhan. Namun sebagai umat katolik kita harus terus menanam, menyiram dan memupuk, agar pertumbuhan yang diberikan Allah dapat berkembang, berbuah dan memberikan hasil.

Gereja Katolik ditanam, disiram dan dipupuk di pulau ini sejak 125 tahun untuk mewartakan belas-kasih Kristus dan cinta-kasih antar sesama yang membawa pembebasan. Kita boleh berbangga dan berterima kasih kepada Tuhan bahwa jumlah umat katolik semakin berkembang.

Akan tetapi kita pun bertanya untuk memeriksa diri, apakah kita juga boleh berbangga karena setiap orang katolik sudah mengalami pembebasan karena kasih persaudaraan? Apakah iman katolik serta ajarannya sudah meresap masuk ke dalam diri kita dan menjadi sikap hidup sehari-hari? Rupanya belum, karena disana-sini masih terjadi perselisihan yang bermuara pada pembunuhan, bahkan antara orang katolik.

Uskup-Weetebula-Mgr.-Edmund-Woga-CSrR-300x336

Bapak Uskup Diosis Weetebula Mgr. Edmund Woga CSsr dalam kesempatan mengikuti Konferensi Nasional I Kelompok Bakti Kasih Kemanusiaan (KBKK) di Denpasar, Bali, Februari 2011. (Mathias Hariyadi/KBKK)

Rupanya belum, karena terbanyak orang katolik masih terbelenggu kemiskinan, kelaparan dan kebodohan. Rupanya belum, karena ada saja orang katolik yang masih menyembah berhala dan percaya sia-sia atau pindah agama.

Umat Katolik Keuskupan Weetebula yang terkasih!
Setelah berumur 125 tahun, sebagai Gereja Katolik di pulau ini kita masih mempunyai banyak tugas yang harus kita kerjakan, untuk mewujudkan cita-cita Kristus yang diwartakan oleh para misionaris perdana, yakni membawa kesejahteraan rohani dan jasmani. Kita masih harus belajar untuk menjadi peka dalam hidup sehari-hari, peka dalam hubungan dengan Allah dan peka dalam hubungan dengan sesama, khususnya dengan mereka-mereka yang miskin dan terlantar serta terbelenggu oleh berbagai kesulitan.

Ajaran Kristus tentang cinta kepada sesama dan bahkan cinta kepada musuh tidak boleh menjadi lapuk sebelum terwujud-nyata di dalam keseharian kita. Cinta tanpa korban itu mustahil. Kita harus lebih banyak belajar berkorban untuk dapat mencintai sesama kita dengan tulus. Tak ada kasih yang lebih agung, dari pada kasih seseorang yang menyerahkan nyawa untuk sesamanya.

Selamat Pesta Paskah.
Selamat Merayakan 125 Tahun Gereja Katolik di Pulau Sumba.

Weetebula, 31 Maret 2014 Uskup Keuskupan Weetebula

† Edmund Woga, C.Ss.R.

Photo credit: Bapak Uskup Diosis Weetebula Mgr. Edmund Woga CSsR (Courtesy of Redemptoris Indonesia dan KBKK Indonesia)

Tautan:

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.