12 Tahun Lalu Merampok, Kini Menyesal dan Kembalikan Hasil Rampokan

< ![endif]-->

12 tahun silam, seperti biasanya, Somboon Wu biasa membantu ayahnya KeosavanhXayarath di toko serba ada mini mereka, InterAsian Market dan Deli di Nolensville Pike Road, Nashville, Tennesse, Amerika Serikat. Semua berlangsung biasa saja. Walau tak banyak, namun pembeli datang silih berganti memasuki toko kecil mereka.

Sekali waktu, datang seorang pemuda mengenakan jaket dengan hoodie terpasang hampir menutupi seluruh wajahnya. Namu hal itu tidak mereka hiraukan dan  tidak dianggap aneh, mengingat malam itu udara cukup dingin.

Orang itu lalu membeli sebotol bir dan sebungkus rokok. Ketika ayah Somboon membuka kas untuk memberi pengembalian uangnya, tak dinyana orang tersebut menarik keluar sebuah pistol tangan yang dia sembunyikan di pinggangnya dan meminta semua uang di dalam mesin register.

Somboon ingat bahwa ayahnya sering berkata “tetaplah tenang” dan “uang bisa dicari kembali”. Maka dengan tanpa ragu, ia pun lalu menyerahkan uang yang ada; sekitar 300 dolar kepada perampok yang langsung meraupnya dan segera melarikan diri keluar ke dalam keheningan malam yang dingin.

Surat sesal perampok

Ini merupakan perampokan satu-satunya yang mereka alami setelah membuka toko beberapa tahun lamanya. Perampokan tersebut tidak berpengaruh besar bagi keluarga mereka, hanya rasa syukur bahwa tidak ada yg terluka dalam insiden itu. Mereka sudah melupakannya dengan cepat.

Hantu masa lalu

Pada 6 September 2013, dua laki-laki dewasa memasuki toko dan mendekati Somboon yang berada di belakang meja kasir. Mereka mengatakan bahwa ingin menitipkan sesuatu untuk sang pemilik toko. Kemudian seorang dari mereka meletakkan sebuah amplop putih di atas meja kasir.

“Tolong pastikan sampai ke pemilik toko iniya, ada uang di dalamnya,” kata orang itu.

Ucapan dan tindakan janggal tersebut membuat Samsoon merasa was-was. Dia juga tidak berani menerima aplop tersebut, mendorongnya kembali ke arah mereka dan berkata, “kalian kembali saja nanti, manakala  ayah saya ada di tempat,” katanya.

Kedua orang itu mengambil amplop yang dikembalikan Samsoon dan berjalan keluar toko. Di luar terlihat mereka berdiskusi sebentar lalu tiba-tiba masuk kembali ke toko, meletakkan amplop tadi di meja dan tanpa sepatah kata pun langsung balik badan berjalan keluar toko.

Samsoon yang masih diliputi rasa kaget dan curiga memutuskan membawa amplop itu ke pengacara keluarganya. Di kantor pengacaranya, amplop itu lalu mereka buka. Ternyata di dalamnya terselip uang 400 dolar dan sehelai surat tulisan tangan di kertas kuning.

Surat tersebut awalnya berbunyi: “Saya seorang pecandu obat…”.

Di dalamnya dijelaskan bahwa uang tersebut untuk menebus kesalahan sang penulis yang tak lain adalah perampok toko tersebut 12 tahun lalu. Surat itu hanya ditandai dengan pernyataan  ‘anonim’ alias tak ingin dikenal.

Samsoon dan keluarganya kemudian memposting foto surat tersebut di internet dengan catatan: “Kepada penulis anonim, kami ingin memberitahumu bahwa semua telah dimaafkan dan terima kasih atas suratmu. Kami tidak mempersoalkan uangnya sama sekali. Kami benar-benar tersentuh oleh tindakanmu. Harapan kami, engkau menemukan kedamaian dan kesejahteraan dalam hidupmu. Salam hangat.”

Samsoon tidak ingin mendeskripsikan kedua orang yang mengantar amplop kejutan tersebut. “Saya menghormati keinginan dia untuk tetap tak dikenal”.

Sedangkan ayahnya tertarik mengetahui bagaimana perjalanan hidup perampok yang menyesal tersebut.

Samsoon mengatakan, “keluarga kami berpendapat bahwa orang itu sangat pemberani untuk kembali dan mengakui kesalahannya. Dia mungkin tidak menyadari berapa banyak hati yang tersentuh dengan tindak sesalnya ini. Jika dia kebetulan membaca artikel ini dan ingin berbincang-bincang, silakan datang kembali, dia akan kami sambut baik”.

Beranikah kita menunjukkan penyesalan nyata semacam itu?

Sumber: CNN

Photo credit: Remorse (Ilustrasi/Ist), CNN

Tautan: Eden, Hidup Singkat yang Mulia

 

Loading...

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.